Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB


__ADS_3

Yamamoto menatap Damian yang berdiri di pintu masuk rumah duka. Sambil mengerucutkan wajahnya pria ini curi-curi pandang seperti seseorang yang sedang kasmaran, antara ingin menemui Damian atau tidak.


Dia terlihat ragu melihat penampilannya yang tidak serapi orang-orang disana,” ck.. bagaimana aku akan menemuinya?” batin pria itu.


Dia menatap semua yang datang ke gedung itu, Richard dan istrinya di dalam bersama nyonya Siska, James dan Giselle, sedang anak anak Richard dan Rara tidak dibawa ke tempat itu karena Elliot .


“ Huffthhh... ya sudahlah, “ gumamnya sambil menundukkan kepala hendak beranjak dari sana.


“ Yamamoto, kau mau ke mana? Sejak tadi kau berdiri seperti cacing kepanasan di sana, mau apa?” Damian yang menangkap sosok pria itu di sana.


Yamamoto menghentikan langkahnya, di saat yang sama dia melihat James keluar dari ruangan itu. Wajah Yamamoto langsung berubah. Melihat hal itu Damian berbalik dan melihat siapa yang membuat wajah pria itu menjadi kusut dan tak bersemangat.


“ James?” pikir Damian.


“ Yamamoto, kau sedang apa?”


“ Ahh... ada yang mau kusampaikan, ikut aku bicara sebentar, ini tentang kematian tuan Fransiskus,” bisik Yamamoto sambil melirik James yang tampak sumringah menyambut semua pelayat yang tiba di rumah duka. Seolah dia tidak sedang berduka dan mengharapkan kematian sang pemegang kunci harta kekayaan Fransiskus.


Damian dibawa oleh Yamamoto ke mobil pria itu. Seluruh Negeri memang sedang dihebohkan dengan berita kematian sang pemilik Fransiskus grup. Siapa sangka kalau pria itu akan mati dengan cara yang mengenaskan.


Berita nya langsung tersebar ke seluruh penjuru negeri, ada yang tertawa karena lawan dan saingan bisnis mereka mati dan ada yang menangis karena kehilangan sosok pemimpin yang tegas dan hebat.


Damian berjalan dengan cepat mengikuti langkah kaki Yamamoto yang tampak tergesa gesa,” ada apa ? kenapa kau sangat tergesa-gesa? “ tanya Damian.


“ Ahhh semua masalah berkumpul dalam satu tempat, kau tahu ibu kandung Rara? “ tanya Yamamoto tanpa menoleh.


“ Ibu kandungnya? Aku tahu, yang berusaha menjualnya pada kalian bukan?” balas Damian sambil mengikuti Yamamota yang masuk ke dalam van putih besar yang terparkir di sana.

__ADS_1


“ Ada apa dengan wanita itu?” tanya Damian.


“ Dia akan mengacaukan kehidupan Rara lagi, dan sialnya dia bekerja sama dengan pembunuh tuan Fransiskus, mobil yang kemarin menabrak tuan Fransiskus aku sudah menemukan pelakunya,” ujar Yamamoto sambil menunjukkan beberapa dokumen hasil penyelidikan yang dia lakukan secara rahasia.


“ Pembunuh? Maksudmu mobil itu sudah ..


“ ya, pembunuhnya adalah seseorang sangat tidak pernah kita sangka bahkan oleh Richard sekalipun aku takut Rara terkena imbasnya,” ujar Yamamoto yang terlihat sangat peduli dengan Rara . Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi Damian, kenapa dan apa alasan pasti, Yamamoto begitu peduli dengan Rara yang sudah tidak bertemu dengannya sekian belas tahun lamanya.


“ Tunggu dulu, kenapa aku merasa kau sangat peduli dengan Rara,?” tanya Damian dengan tatapan menyelidik.


Yamamoto terdiam sejenak , lalu menatap lurus ke depan tanpa menoleh,” Karena dia telah menyelamatkan nyawa adikku, keluarga Hira berhutang nyawa pada Rara, dan sudah menjadi janji keluarga kami untuk menjaga wanita itu, ketika dia memang sangat membutuhkan bantuan,” ujar Yamamtoto.


“ Kami lama putus kontak, sehingga aku tidak tahu pasti apa yang terjadi padanya dan ternyata waktu berlalu dengan cepat, dia sudah berkeluarga, aku hanya bisa melakukan ini untuk membalas semua kebaikan dia dan ayahnya mendiang,” jelas Yamamoto.


Sewaktu mereka kecil, adik laki-laki Yamamoto menderita penyakit leukimia yang mengharuskan dirinya mendapatkan donor sum-sum tulang belakang. Sangat sulit mencari donor yang tepat hingga ayah Rara membawa putrinya ke rumah sakit atas permintaan anak itu sendiri untuk memeriksa apa kah dia memiliki sumsum yang cocok, dan ternyata di saat terakhir adik Yamamoto, sumsum tulang belakang Rara cocok untuk anak itu.


Damian mengangguk paham dengan penjelasan Yamamoto,” Tapi ibunya, kenapa mengincar Rara kembali, bahkan Bibinya juga memanfaatkan dia,” tanya Damian bingung.


Damian terkejut, benar kata Yamamoto, dia bahkan tidak menyangka kalau James adalah pelaku di balik kematian tuan Fransiskus yang mengenaskan.


“ Benar-benar setan, bagaimana bisa dia membunuh ayah kandungnya...” Damian tak menyangka.


“ Setelah ku cari tahu, ibu kandung Rara dilacak oleh James setelah mendengar pembicaraan wanita itu dengan Bibi Rara, mereka benar-benar busuk, dan tidak manusiawi,” jelasnya.


“ Lalu apa rencanamu?” tanya Damian.


“ bagaimana kalau kita yang membereskan ini, aku ingin Rara dan anak-anaknya pindah untuk sementara waktu, karena kita tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh James, mungkin ini akan berhubungan dengan warisan, tetapi selama Nyonya Vera aman, mereka tidak akan bisa berkutik,” jelas Yamamoto.

__ADS_1


Damian berpikir keras, jika memang untuk kebaikan keluarga sahabatnya dia akan membantu dengan segenap hati,” Di mana mereka akan tinggal, tempat yang aman bagi mereka,” tanya Damian.


“ Nagasaki, Jepang. Mereka akan sangat aman tinggal di lingkungan kekaisaran, keluarga kami masih kerabat kekaisaran, dengan tim Black Phanter dan Alpha saja kurasa akan cukup menjaga mereka sampai semua maslah ini beres,” jelasnya.


Damian mengangguk paham,” kau.. bergabung dengan kami kan?” tanya Damian .


“ Ehh.. aku? Tidak.. tidak.. aku hanya memantu mencari tahu saja, aku bukan bagian dari kalian..” Tolak Yamamoto yang merasa tidak pantas bergabung dengan mereka.


“ Haalaahhh banyak bacot kau, kau yang memulai penyelidikan ini, sampai selesai kau harus ikut,” ucap Damian sambil menepuk bahu Yamamoto.


“ Baiklah, kau yang minta,” ucapnya.


Acara pemakaman tuan Fransiskus terlihat sangat hening. Tidak ada yang berani berbicara saat melihat wajah Richard yang syok dan pucat belum lagi tatapannya yang tajam pada semua orang yang memberikan penghormatan terakhir bagi sang ayah.


Richard menatap kosong ke arah peti jenazah di mana ayahnya diletakkan, air matanya tidak berhenti mengalir dan dia benar-benar lemas saat ini. Tangannya menggenggam erat jemari sang istri, mencari kekuatan dari sana.


Rara paham rasa sakit yang dirasakan oleh suaminya, dia tahu perasaan sayang pada seseorang dan rasa sakit ketika ditinggalkan oleh orang itu.


Tangan Rara mengusap lengan suaminya, hanya berdiri diam menatap ke arah ayah mertuanya yang memberi pesan menyentuh di akhir hidupnya. Di saat mereka hening, ada Nyonya Siska dan Giselle yang over acting di depan semua orang. Bahkan tatapan Marco dan seluruh tim keamanan sangat tajam ke arah mereka.


“ Ini semua salahmu anak durhaka, ini semua salahmu...” teriak nyonya Siska menyalahkan Richard.


“ Heheh ini kesempatan untuk mengusir anak bodoh ini untuk selamanya,” batin nyonya Siska dengan lirikan liciknya.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2