
Brakkkk..... brakkkkk.. brakkkk
Seisi ruangan di gedung terbengkalai itu dihancurkan begitu saja oleh seorang pria yang tengah mengamuk. Semua barang di dalam ruangan itu dia hancurkan sampai berkeping keping tidak peduli tangannya terluka dan robek karena benda-benda tajam yang memotong tangannya.
“ kenapa menculik seorang anak saja kalian tidak becus, sialan benar-benar sialan kalian!” teriak pria itu sambil menghancurkan semua barang dan memukuli anak buah yang dia perintahkan menculik Gege dari sekolah tetapi aksi mereka dihentikan oleh pengawal rahasia kiriman tuan Fransiskus.
James Fransiskus, pria jahat yang akan melakukan segala macam cara untuk memperoleh seluruh harta kekayaan keluarga Fransiskus tidak peduli seperti apa caranya entah itu harus menghabisi Richard dan keturunannya, dia akan melakukan segala sesuatu untuk menghancurkan pria yang berkemungkinan menjadi penerus utama Fransiskus grup.
Pasalnya sejak awal, nyonya Siska sudah mencoba mendekati pria itu dan membujuknya untuk menulis surat wasiat yang berisi mandat sepenuhnya untuk menjadikan James sebagai penerus utama keluarga itu. Tetapi sampai detik ini, tuan Fransiskus sama sekali belum melakukan apa pun.
Dan beberapa harta bernilai mahal milik tuan Fransiskus sepengetahuan mereka masih diatasnamakan dengan nama mendiang ibu kandung Richard. Bahkan saham pria itu masih atas nama Nyonya Fransiskus yang pertama.
Tuan Fransiskus hanya memilihnya sebagai CEO dengan segala macam syarat yang dia ajukan mulai dari menikah dengan Giselle, memiliki anak, dan terakhir dia diperintahkan mengembangkan seluruh lini bisnis perusahaan untuk melihat keterampilan dan kemampuan pria itu untuk memastikan apakah dia cocok menjadi penerusnya.
Tetapi hubungannya dengan tuan Fransiskus semakin dingin, dia bagaikan tidak dianggap bahkan mereka jarang berbicara selayaknya ayah dan anak, mereka hanya berkomunikasi seperti seorang atasan dan budak, dan James sangat marah dengan hal itu.
Tuan Fransiskus juga jarang pulang ke rumah utama keluarga Fransiskus, dia lebih sering tinggal di rumah dimana istrinya dulu tinggal, dia menyebutnya sebagai Puri Emerald, tempat yang sangat tenang dan aman.
“ Beraninya.. siapa yang berani menghentikan aku, tidak seorang pun bisa merusak rencana yang sudah ku karang selam bertahun-tahun, apa pun akan kulakukan untuk mendapatkan apa yang kuinginkan dan tidak seorang pun bisa menghentikanku, termasuk kau Richard, akan ku pastikan kau mati di tanganku!!" geram pria itu.
“ Segera temukan wanita yang melahirkan anak bajingan itu, akan kubuat perhitungan dengannya, akan kugunakan dia untuk menghancurkan bajingan itu sampai berkeping keping!” ucap James.
Dia adalah otak dari semua kejadian yang menimpa Richard. Bersama ibu dan istrinya dia melakukan banyak kejahatan.
Sementara itu, Richard dan teman-temannya sedang memutar haluan ke Puri Emerald, tempat tinggal mendiang ibu Richard saat wanita itu mengandung Richard dan memilih tinggal terpisah dari nyonya Siska.
“ Sudah lama aku tidak ke tempat ini,” ucap Richard memandang seluruh area puri dengan mata berkaca-kaca, semua kenangan manis bersama ayahnya tinggal disana, dia menatap bangunan yang sudah tua tetapi masih terawat dengan rapi itu, dia mengumpulkan banyak kenangan di puri itu dengan semua foto dan video mendiang ibunya saat dia masih hidup.
“ Apa ini tempatnya?” tanya Rara.
“ Cantik sekali,” ucapnya.
“ ini rumah mendiang Mama ra, rumah dimana Mama tinggal terpisah selama mengandung diriku. Papa dan Mama tinggal berdua di tempat tertutup ini tanpa sepengetahuan keluarga,” jelas Richard.
__ADS_1
Mereka semua turun dari mobil dan menatap rumah itu. Damian, Daniel, Rara dan anak buah Damian terpukau dan takjub melihat betapa indahnya rumah itu.
“ wahh ini benar benar indah, kenapa kau baru bilang kalau punya rumah seindah ini Richard,” celetuk Damian sambil menepuk bahu pria itu.
“ Woiii ada bau makanan woi... perutku... laparr...” seloroh Daniel yang hidung supernya bisa langsung mencium harum ayam panggang yang memanggil manggil dirinya untuk segera datang dan menyantap makanan itu.
“ Dasar kau ini, otakmu berisi makanan saja,” kesal Damian .
“Suka suka saya bos....”
“ ayo masuk!" Richard menggenggam tangan istrinya dan membawa wanita itu menuju rumah dimana pengawal berdiri dan berjaga di sana.
Saat melangkahkan kaki mendekati pintu berwarna putih bersih dengan tanaman sulur berbunga menjalar di atasnya, mereka jelas mendengar suara tawa Gege yang begitu bahagia dan puas. Tentu saja mereka penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan di dalam rumah itu.
Tuan Fransiskus sedang bermain di meja makan bersama Gege, menghibur anak kecil itu sambil tertawa bahagia. Senyuman indah tergambar di wajah keriputnya dengan rambut yang sudah memutih itu.
Richard berdiri di depan pintu dengan jantung berdebar kala melihat sang ayah, sosok yang sangat dia sayangi, sosok yang sangat dia rindukan.
“ papa...” lirihnya dengan mata berkaca-kaca. Rara melirik pria itu, dia menggenggam tangan Richard dan mengusapnya dengan lembut. Melihat sosok tuan Fransiskus yang terlihat sangat menyayangi putranya membuat Rara merindukan sosok ayahnya yang telah tiada.
Tuan Fransiskus menyadari kedatangan mereka, begitu pun dengan Gege yang tertawa bahagia.
“ mama... Papa...” Seru anak itu sambil melambai dengan senyum sumringah di wajahnya.
“ Mama?” tanya tuan Fransiskus sambil menatap Rara dengan tatapan tidak biasa tetapi sedetik kemudian berubah.
“ Kakek, itu Mama Gege heheheh.. cantik kan? Gege dapat lesung pipinya dari mama...” ujar Gege sambil tersenyum bahagia.
Tuan Fransiskus tersenyum dengan ucapan Gege . Dia berdiri tegap dan menatap putra yang sangat dia sayangi, satu satunya keturunan yang dia anggap sebagai keturunannya.
“ Richard...” ucap pria itu sambil menatap anaknya dengan mata berkaca-kaca. Sangat rindu hatinya ingin bertemu dengan putra kesayangannya, anak yang selalu dia rindukan, anak yang selalu dia mimpikan.
Mata pria itu mengatakan segalanya, dia sudah tua dan renta begitu banyak yang berubah pada tuan Fransiskus tujuh tahun terakhir.
__ADS_1
“ Papa...”
Lelaki itu berlari dan memeluk ayahnya dengan erat. Sungguh rindu berat dirinya pada sang ayah yang menjadi inspirasinya. Sosok kuat yang membesarkan Richard yang tumbuh tanpa sosok seorang ibu.
Dan ternyata Richard juga menjadi pria yang bertanggungjawab seperti ayahnya, menjaga dan mempertahankan sang anak sekalipun belum menemukan Rara kala itu.
Mereka berpelukan, semuanya terharu melihat pertemuan ini. Tetapi tidak dengan Damian. Dia menatap tuan Fransiskus dan rumah itu, ada yang aneh menurutnya, tetapi dia tidak yakin sebenarnya ada apa dengan rumah yang terasa palsu dan terkesan bau debu.
“ Kak Damian, rumahnya bau lapuk, ada yang aneh, atau hanya perasaanku saja?” bisik Rara.
Damian terkejut saat mendengar ucapan Rara, dia pikir wanita itu tidak akan sadar, ternyata Rara yang sudah lama bekerja di bidang bangunan juga paham. Sekali lihat mereka sadar kalau rumah itu hanya terlihat terawat dari depan saja. Bahkan semua yang ada disana terkesan buru-buru di bersihkan.
“ Kau.. kau menyadarinya juga?” bisik Damian yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rara karena tuan Fransiskus terus menatapnya.
“Dia terus menatapku, apa tuan Fransiskus memang seperti itu pada orang baru?” tanya Rara.
“ Aku juga orang baru, ini kali pertama aku melihat tuan Fransiskus secara langsung, aku tidak terlalu kenal, Daniel yang paham,” balasnya.
“ Sebaiknya kita lihat dulu, aku takut ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang tuan Fransiskus ini,” ucap Rara.
Damian mengangguk paham, mereka mendekat dan menghampiri meja makan.
Namun betapa terkejutnya Rara saat melihat hidangan yang disiapkan di meja makan .
“ ini makanan atau lumpur?” pikir Rara.
“ Hei... aku tidak bisa makan disini, makanannya membuatku mual, katakan pada ayahnya Richard aku sedang sakit, “ ucap Daniel yang tidak tahan melihat makanan yang terlihat seperti bekas muntahan itu, sangat horor.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen