Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Obsesi


__ADS_3

Obsesi, sebuah kata yang menggambarkan keinginan atau ketertarikan terhadap suatu objek secara berlebihan atau tidak normal.


Ingin menjadi pria yang sukses dengan banyak pencapaian mengikuti garis keturunan leluhur, tentu orangtua ingin anak mereka memiliki kekuatan seperti itu.


Sama halnya dengan tuan Fransiskus yang terobsesi dengan kejayaan yang tidak bisa dia gapai selama masa mudanya. Dia ingin putra kesayangannya yang meraih semua itu dan menjadi dirinya yang berikutnya. Terobsesi menjadikan Richard pria tangguh dan kuat, tuan Fransiskus merancang segala sesuatu untuk mengembalikan putranya kepada dirinya.


Dengan menghilangkan semua hama yang mengganggu, hama yang menurutnya menghancurkan kehidupan Richard terutama istri dan anak-anak Richard, dia berharap Richard menjadi pria independent yang sukses, memiliki seorang istri yang sesuai dengan pilihannya dan memiliki kehidupan mewah yang bergelimang harta sesuai dengan keinginannya, Richard akan dia jadikan sebagai boneka bergelimang harta yang bahagia menurut versinya.


“ aku akan melakukan apa pun, termasuk menghapus ingatannya, akan kubuat dia jadi pria yang sempurna seperti keinginanku,” batin tuan Fransiskus.


Dia duduk di dalam ruangan pribadinya di rumah itu sambil menatap foto-foto masa kecil Richard. Ada satu penyesalan besar dalam diri tuan Fransiskus setelah dia mengusir putranya, bahwa dia membuat anaknya menderita denagn hidup serampangan di jalanan.Setelah kepergian richard, dia menyadari bahwa dia butuh anaknya, dia akan mewujudkan keinginannya menjadikan Richard sebagai ‘boneka’ yang sesuai dengan keinginannya.


Mengendalikan Richard, mengatur seluruh hidup pria itu dan menjadikan Richard sebagai orang paling tersohor dengan aturannya. Obsesi membuatnya gelap mata, dia inginkan semua yang terbaik bagi Richard tetapi dengan cara yang salah.


“ Semua akan berjalan sesuai dengan rencanaku, anakku akan jadi orang yang dihargai baik oleh Papa dan Mama juga keluarga jauh istriku, nama Vera akan naik lagi, sebagai seorang ibu yang bangga memiliki putra sukses dan mapan, akan kuwujudkan itu,” ucapnya penuh tekad.


Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang disana ,” Cari mereka, jika sampai seminggu lagi tidak tertangkap maka jangan salah kan aku memenggal kepalamu,” ucap pria itu dengan nada datar dan dingin.


Sementara itu, Di sisi lain rumah yang sama, James sedang gelisah tidak karuan saat mendengar berita dari orang suruhan yang dia bayar untuk membunuh Richard di kediamannya. Orang itu adalah pelayan yang dia selundupkan diantara semua pelayan yang dia ketahui adalah milik Marco.


“ Sialan, hanya mengurus satu mayat hidup saja tidak bisa bagaimana caranya rencanaku akan berjalan dengan lancar kalau begini arrkhhh sialan!" pekik nya sambil mencampakkan notebooknya ke lantai.


“ Sayang kau membuat bayi kita ketakutan...” rengek Giselle yang duduk di salah satu sofa dalam ruangan itu.


“ Uhhh aduh maaf sayang... anak Daddy, i’m so sorry....” James mendekati istrinya dan mengusap perut Gisella yang mulai berubah bentuk.


“ Maaf ya sayang, Papa enggak bermaksud melukai kamu, “ ucap pria itu. Sejak dia tahu Ray alias Elliot meninggal sesuai dengan berita yang disampaikan istrinya, dia memang cukup terpukul dan merasa bersalah karena telah memukul dan membentak anak itu beberapa kali tetapi saat tahu istrinya sedang mengandung dia menjadi sangat menyayangi Giselle dan anak dalam kandungan istrinya.


“ Maafkan aku sayang, aku hanya dibuat kesal dengan cara kerja para curut sialan itu, mereka makan dari uang yang kuberian tetapi bekerja dengan sangat lambat dan membuatku pusing,” kesal James sambil mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


“ Kan masih cukup waktu sayang, sejak kecelakaan besar itu dinyatakan ke publik dia disebutkan telah mengalami keadaan Vegetatif, perintahkan lagi bawahanmu untuk bekerja malam ini, jangan takut, semua pasti akan berjalan lancar sesuai keinginanmu,” ucap Giselle.


James menghela nafas berat, “ aku tidak ingin Papa sampai mengalihkan semua aset atas nama bajingan itu, dia tidak berhak mendapatkan barang sepeser pun dari harta kekayaan keluarga ini, hanya aku yang pantas karena aku anak tertua ...” ucap james .


Giselle melirik suaminya,” hmmm kau yang paling pantas sayang,” ucap Giselle sambil bersandar manja di bahu suaminya,” benar feelingku, tidak sia sia aku memilih pria ini sebagai suamiku, jika saja au menikah dengan Richard aku pasti sudah hidup melarat karena James dan Ibunya yang paling berpengaruh,” batin perempuan itu sambil tersenyum membayangkan dirinya akan mandi dengan uang yang banyak dan harum semerbak bak bunga bunga yang mekar di lapangan luas.


“ aku pasti akan jadi orang yang paling bahagia di bumi ini...”


Huwweekkkkk.....


“ Arrrkkkhhhh sialan!!" pekik Max melengking .


“ Ya ampun kau kenapa Pak Kumis? Ada apa denganmu?” celetuk Damian sambil berbalik menatap Max di belakangnya.


“ Daaaa...miiiii.... aaaaannnnnnn... aku menginjak kotoran sapi arrrrkkkkhhh kenapa kau bawa aku ke sini lagi kampret... sialan mana sepatu ku brand terbaru harganya mahal tapi dipakai buat menginjak kotoran sapi , kau benar benar membuatku kesal Damian!" teriaknya sambil mengangkat kakinya yang menginjak kotoran sapi saat mereka sedang mengunjungi area puri Emerald dimana kejadian itu berlangsung.


Puri itu kini dibiarkan terlantar dengan sisa puing puing bangunan yang hancur dan berserakan.


“ Diam kau.. akhhh mengesalkan sekali,” gumam Max sambil membersihkan sapatunya di atas rerumputan berharap kotoran itu menghilang dari sepatu mahalnya.


“ Damian kenapa kita harus kesini lagi? Bukankah semuanya telah disisir?” tanya Max yang bergelut dengan kotoran Sapi.


“ Ada yang aneh dengan kejadian ini Max, Richard mengatakan bahwa rumah ini hanya diketahui oleh orang orang penting yang dekat dengan mereka.


Jika diingat kembali yang tahu adalah tuan Fransiskus, asistennya yang telah setahun belakangan tidak pernah tampak di hadapan publik, lalu Richard, ini jadi aneh ketika mereka semua justru datang ke lokasi terpencil seperti ini, apa jangan jangan... ada sangkut paut tuan Fransiskus disini?”


Max terdiam, dia menjatuhkan sepatunya yang bau kotoran ke atas tanah,” Seperti yang Richard ucapkan kalau dia menerima pesan dari nomor misterius, apa pesan itu benar? Apa jangan jangan tuan Fransiskus selama ini memiliki tujuan yang lain? “


“ Bisa saja ada hubungannya, apa mungkin yang menculik anak mereka itu tuan Fransiskus juga?”

__ADS_1


“ Aku tidak yakin soal itu, sebab Farhan bajingan itu mengaku kalau dia dibayar mahal oleh tiga siluman di rumah keluarga Fransiskus, entah bagaimana semua cerita ini akan saling terhubung,” ujarnya sabil berpikir keras menatap bangkai rumah itu.


“ Benar benar seperti dalam film misteri, waahhhh aku tidak sabar menunggu siapa pelakunya, “


“ Max, ayo kita lakukan rencana yang diusulkan Rara, kita umumkan kematian Richard maka pelakunya akan terlihat, jika memang itu tuan Fransiskus atau siapa pun mereka pasti akan mencoba memastikan kebenaran kematian Richard,” Damian menatapnya dengan senyuman licik.


“ Damian kau benar-benar seperti ibu dan ayahmu, gila, keturunan Cornelius benar benar gila,” ucapnya sambil geleng-geleng kepala.


“ Bukankah itu sudah jelas?’ ucapnya sambil menatap Hansel yang memanjat di pohon jati di belakang rumah bersama Esther sambil menatap ke seluruh area. Hansel naik ke atas pohon sambil mengunyah cemilan buatan tangan Ibunya yang cantik dan badas.


“ Nyam nyam nyam,... wahhh kalau kita piknik disini bakalan seru, si kembar juga bakalan suka hahahha... ini akan sangat menyenangkan Esther... ini makan aaaa.....


“ aaa... ummmmhhh benar benar enak, masakan Tante selalu yang terbaik!" celetuk Esther yang juga duduk anteng dengan teropongnya di atas sana sambil bergelantungan seperti kelelawar menyelidiki kejadian yang menimpa teman kakak kakak tengilnya.


“ Ini akan menghasilkan uang yang banyak untuk ku hahahahha..... nilai karirku akan semakin melonjak huhhuhu.. aku tidak sabar mendapatkan promosi dan menjadi Kepala Kepolisian seperti paman Phineas dulu.........


“ Otakmu hanya diisi dengan uang ya? Kapan kau pulang ke rumah, Tante Aurel sampai merepet terus, kau punya rumah goblok jangan tidur di emperan terus, nanti kau dikira gelandangan dan di bawa ke panti sosial,” celetuk Hansel.


“ Cihhh kau sendiri selalu tidur di toilet rumah sakit tante Rania, kau mengidap penyakit gila hah sampai tiduran di rumah sakit terus?” balas Esther dengan wajah mengejek.


“ Woi Bocah bocah tengik kalian ngapain lagi disana cepat pulang!!" teriak Damian sambil berkancah pinggang.


“ Hadehhh kang somay ngomel lagi,”


"Hahah manusia es kak manusia es lagi marah tuh," celetuk Esther.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2