Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Kamar Richard


__ADS_3

Rara mengangkat tubuhnya dan melompat memasuki balkon lantai dua ruangan kamar Richard.


“ arkkkh .... akhirnya.. haah.. haahhh.... hurrffttthhh ini tidak semudah kelihatannya, “ gumam Rara sambil menatap ke bawah. Sudah terbiasa dengan tembok dia memanjat dengan lihai dan cepat. Rara mengintip ke dalam kamar Richard. Dia melihat perempuan itu masuk ke dalam kamar suaminya.


“ Apa yang dia coba lakukan di sini? Sialan bagaimana kalau aku tidak melihatnya tadi, “ gumam Rara.


Wanita misterius itu masuk ke dalam kamar Richard dan berjalan mengendap-endap sambil membawa kantong plastik hitam. Di masuk ke sana dan menatap Richard yang terbaring tidak sadarkan diri.


“ Aku harus cepat, bayarannya mahal kalau dia sampai mati, “ gumamnya sambil mengeluarkan ampul berisi cairan injeksi dan sebuah jarum suntik. Wanita itu memasukkan cairan ke dalam benda kecil itu. Setelahnya dia mendekat ke tabung infus Richard.


“ Kau akan mati dan keinginan tuanku akan tercapai,” batin wanita pelayan itu.


Tiba tiba....


Kriiiitttt........ krieeeettt.........


Tiriririirnhgg.........


Suara telepon rumah berdering dengan begitu keras belum lagi suara deritan di dinding balkon terdengar begitu kuat. Tiba-tiba ada suara yang menggedor-gedor dari luar.


“ Sialan.. apa itu?”


Wanita itu panik saat mendengar suara yang sangat tiba-tiba itu belum lagi dering telepon di tengah malam yang bukan datang dari si doi tapi datang entah dari siapa berhasil membuat bulu ketek dan semua bulu di tubuhnya merinding.


Plukk...


Bukannya mempercepat pekerjaannya dia malah ketakutan saat melihat rambut panjang nan hitam melambai-lambai bak mantan yang menyapa kembali, dari luar jendela diikuti dengan suara menggaruk-garuk dinding yang semakin ekstrem dan tidak baik untuk kesehatan jantung .


“ Ha.. hantu.. ti... tidak.... Hantu.....” Dai hampir berteriak, saking ketakutannya wanita itu berlari dan memungut jarum suntiknya tetapi malah menjatuhkan benda kecil berwarna bening yang harusnya dia masukkan ke tubuh Richard tadi.


Dia berlari terbirit- birit dari dalam kamar itu dengan wajah pucat pasi dan tubuh bergetar ketakutan saat melihat sosok makhluk halus yang sedang melenggak lenggok kesana kemari di luar balkon itu.


“ Rumah ini ternyata berhantu, sebaiknya kulakukan siang saja arrhhhh sialan hampir copot jantungku arrkhhh....” Dia menggelengkan kepalanya, menepuk dadanya dan menahan nafasnya yang sesak tanpa tahu kalau Elliot sedang mereka semua aksinya sejak tadi.


Anak kecil itu berdiri di balik dinding, menutup mulutnya dan berdiri tegap dengan tangannya yang merekam dari bawah. Mereka semua tindak mencurigakan dari perempuan yang sering melayani dia dan saudaranya.


Padahal beberapa menit lalu, Elliot baru kembali dari dapur untuk mengambil air hangat karena dispenser dalam ruangan kamarnya dan Gege rusak, tetapi dia malah mendapati gerak gerik mencurigakan pelayan itu.

__ADS_1


Tanpa membuat keributan, Elliot merekam semua aksinya dan menunggu waktu untuk melaporkannya pada sang ibu.


Elliot berlari dengan cepat menuju kamarnya sambil berusaha agar tidak terlihat oleh pelayan wanita itu.


Saking gugupnya Elliot tidak memperhatikan langkahnya hingga dia tersandung karpet.


“ Siapa itu?” suara wanita itu terdengar . Langkah kakinya mendekat , bersamaan dengan itu jantung Elliot berdebar tetapi dia tetap diam dan berusaha untuk bangkit.


“ aduhh kaki ku terkilir,” gumam anak itu sambil meringis kesakitan.


Wanita itu semakin dekat, dia mendekat dan..


“ Siapa disana?” ucapnya melihat ke baik dinding itu. Tetapi tidak ada siapa-siapa disana. Kemana Elliot?


Wanita itu melihat ke kanan dan kiri, lalu dengan cepat dia kembali ke rumah belakang dimana para pelayan rumah seharusnya berada.


Elliot di tarik ke baik pintu salah satu ruangan di sana dan mulutnya di tutup rapat oleh Damian yang ternyata menyaksikan apa yang dilakukan oleh wanita itu tadi.


“ Paman?” bisik Elliot.


Damian menaruh tangannya di bibir, lalu mengintip lagi dan memastikan wanita itu benar-benar telah pergi.


Elliot terlihat terguncang tetapi dia menguatkan dirinya,” Tadi Elliot baru saja dari dapur mengambil air hangat, air hangatnya Elli taruh di meja di sudut sana waktu kakak pelayan itu Elliot lihat jalan seperti pencuri ke arah kamar Papa, Elliot rekam, tapi tersandung untung ada paman,” jawabnya dengan polos sambil menunjukkan rekaman itu.


Damian terdiam, dia mengusap kepala anak itu alau mengangkat tubuh Elliot dan membawanya ke kamar anak-anak.


“ Kamu melakukan hal yang benar, tenanglah, saat sudah pagi nanti berikan rekamannya pada mama, “ ucap Damian sambil membawa anak itu ke dalam kamar.


Elliot diam tetapi jelas dia ketakutan karena perempuan tadi,” Pa... Paman... Papa akan baik-baik saja bukan? Di.. dia tadi bawa-bawa jarum suntik, Elliot takut,” ucapnya dengan suara bergetar.


“ Papa akan baik-baik saja sayang , kamu tenanglah, Elliot harus segera tidur,” ucapnya sambil membaringkan Elliot di atas tempat tidur.


Elliot menurut, dia berbaring sambil terus menatap Damian,” Paman tolong jaga Papa... Elliot masih kecil jadi belum bisa melawan orang dewasa, Elliot takut, “ ucapnya sambil menggenggam tangan Damian dengan erat seolah mengatakan bahwa dia sangat ketakutan saat ini.


Damian mengangguk,” tenanglah, Paman akan periksa dulu,” ucapnya.


Sementara itu di Rara yang menggantung di tiang atap teras balkon ruangan kamar Richard melompat lagi setelah beraksi seperti setan dengan bergelantungan dengan posisi kepala di bawah dan kakinya menahan tubuhnya dari atas.

__ADS_1


Sebut saja dia gila karena sebutan itu memang sangat cocok disandang oleh perempuan nekat itu.


“arhrhh syukurlah dia sudah keluar” gumam Rara.


Wanita itu turun dari tiang, sepertinya alkohol yang dia minum di klub tadi membuatnya menjadi hiperaktif.


Wanita itu mengeluarkan kunci cadangan yang selalu dia bawa bersamanya, kunci cadangan kamar suaminya, kamarnya , kamar anak anak dan beberapa ruangan penting di rumah itu. Dia membuka pintu balkon dan masuk ke dalam rumah.


“ ughhh dingin sekali.. benar-benar dingin...”gumamnya sambil menggosok-gosok lengannya yang hampir membeku karena terlalu dingin di luar.


Rara menatap botol kecil yang terjatuh dari plastik perempuan itu, bukan yang sudah dia buka tetapi yang masih bersegel,” apa ini?” pikir Rara sambil menatap benda itu.


Dia menatapnya, cairan yang memiliki kristal kristal kecil berkilauan di dalamnya mirip seperti isi cairan pada termometer raksa yang diisi dengan merkuri.


“ Me.. merkuri...” ucap Rara dengan mata membulat sempurna.


Jelas dia teringat dengan Gege yang hampir saja kehilangan nyawa karena makanan bermerkuri yang diberikan padanya.


“ Ahhhh sialan... carian ini lagi? Apa mereka orang yang sama?” pikir Rara .


Wanita itu menatapnya untuk waktu yang lama, dia menghela nafas, kasus ini semakin melebar saja dan belum menemukan titik terang.


Tetapi di saat yang sama tiba-tiba...


“ akhhhhhh... kepalaku....


Suara sosok yang sangat dirindukan Rara terdengar.


“ Suara siapa...


Rara terdiam kaku saat melihat ke arah tempat tidur Richard. Tubuhnya membeku dan suaranya tercekat, dia menatap pria itu , emosinya mulai menguasainya lagi.


“ Ri.. Richard....


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2