
Dengan cepat Rara mengemudikan sepeda motornya menuju rumah dimana dia tinggal sendirian tetapi sering dikunjungi oleh kedua teman dekatnya. Bahkan Irene dan Putri sering menginap disana.
Gege terus menangis dan memeluk Rara. Anak kecil itu mengusap pipi gemuk nan merah merona yang sudah dibasahi dengan air mata. Ketakutan dan terguncang hebat akibat kejadian naas tadi.
Hampir anak itu dibawa oleh penculik. Padahal dia yang berniat untuk menemui Rara karena merasa ingin dekat pada wanita itu, tapi malah bala yang dia dapatkan.
Kakinya terluka, wajahnya juga lecet karena tergores ke jalanan. Hal itu membuat Rara panik. Jantung perempuan itu berdebar kencang, rasanya dia ingin menangis melihat keadaan George yang seperti itu.
Tak beberapa lama, motor biru yang sudah berusia tua tapi masih tetap awet itu tiba di depan rumah papan berwarna cokelat susu dengan taman kecil di depannya. Rumah yang terlihat sederhana, dengan penataan yang unik seperti rumah para peri di film anak anak.
Atapnya ditumbuhi dengan tanaman sulur, pintunya dihiasi dengan bunga yang dirangkai dengan indah dan ada bel emas di depan pintu.
Di saat yang sama dia melihat seorang pria berjalan dari arah rumahnya. Mereka bersitatap, senyuman langsung tergambar di wajah pria itu," Ra... kau pulang? aku baru saja akan pergi, aku ingin bicara denganmu," Farhan, pria berkulit kecoklatan dengan tinggi yang tak jauh beda dengan Rara menghampiri perempuan itu sambil tersenyum dengan tangannya di belakang.
" Farhan? ada apa?" tanya Rara dengan langkah mundur, dia tak nyaman melihat pria itu disana. Dia menutup wajah George yang masih duduk di kursi motor dengan cara memeluk anak itu.
" Aku ingin membahas lamaran hari itu, apa kau sudah memikirkan nya? aku benar benar ingin menikah dengan mu," ucapnya sambil melirik anak yang memeluk Rara dan menatap Rara dari ujung kepala sampai ujung kaki, rasanya tatapan itu sangat aneh.
Perempuan itu menutup tubuh George, dia tidak suka dengan cara Farhan memperhatikan dirinya dan juga anak kecil itu.
"Maaf, aku tidak bisa menerima mu Farhan, aku tau kita berteman sejak SMA, tapi aku tak bisa menerimamu sebagai pendamping, aku nyaman seperti ini dan tak ada rencana untuk menikah," jelas Rara.
Farhan terlihat melamun, dia menatap Gege dengan tatapan aneh, mimik wajah pria itu benar benar tak bisa ditebak, dan hal ini malah membuat Rara merinding.
" Ekhmm... sudah jelas kan? kalau begitu pergi dari sini, aku sedang ada urusan," ucap Rara sambil menatap ke arah lain, tatapan Farhan terlalu mendominasi.
__ADS_1
" Kenapa kau menolakku? berikan alasan yang jelas Ra, kita sudah berteman lama, aku sudah kenal dirimu luar dan dalam, hanya aku yang bisa memahami, tapi kenapa kau tak bisa melihatku sebagai seorang pria??" tanya Farhan sambil mencengkram tangan Rara dengan kuat.
Farhan tak terima, pria berwajah tirus dengan leher pendek itu merasa diinjak injak oleh Rara. Dia sudah lama menyukai wanita itu, dan berteman dengan Rara tapi nyata nya Rara tak jatuh dalam pesona pria itu.
Rara menarik tangannya dengan kuat," Aku tidak menyukaimu, itu alasannya, apa itu cukup Farhan!?" tegas Rara.
" Dan kumohon, jangan sembarang datang ke rumahku saat aku tidak disini, kau bukan siapa siapa, tolong hargai privasiku!!!" ucap Rara dengan tegas.
" Apa karena kau sudah punya anak!?" Farhan tiba tiba membahas rahasia Rara.
Perempuan itu tersentak, dia tak pernah memberitahukan hal itu pada Farhan, tapi bagaiman bisa pria itu mengetahui rahasia yang hanya segelintir orang yang tau.
" Kau... ka..kau... ba..bagaimana bi..bisa..." Suara Rara tercekat, pria itu membuatnya merinding, bagaiman bisa dia tau kalau Rara memiliki seorang anak?
"Kau.. kau mau tau posisi anakmu bukan? dan siapa ayahnya!? aku akan memberitahu mu asalkan kau mau menikah dengan ku!!' ucap Farhan.
" Aku akan menunggu jawabanmu Rara, aku akan memberitahu siapa putra dan siapa ayah putra mu, " ucap Farhan. Kakinya yang ditutup dengan sepatu hitam itu melangkah meninggalkan pekarangan rumah Rara.
Terlihat Rara gemetaran," Ba..bagaimana!??" Teriak Rara~ Farhan menghentikan langkahnya dan berbalik.
" Bagaimana aku bisa yakin kalau kau tau dimana posisi anakku!? bagaimana aku bisa yakin kalau yang kau katakan itu benar!?" Suara Rara terdengar gemetar.
Dia sudah putus asa mencari keberadaan putranya, hanya jika mengikuti kemauan Farhan dia bisa mendapatkan posisi putranya maka dia mau menerima tawaran pria itu sekalipun hatinya tak memiliki ruang untuk Farhan.
Bagi Rara, menemukan putranya adalah prioritas utama baginya saat ini. Tak peduli dengan cara apa pun dia harus menemukan sang anak, padahal anak yang dia cari begitu dekat padanya.
__ADS_1
Farhan menyeringai, dia mengeluarkan ponselnya dan membuka album foto," Aku menyiapkan ini untuk berjaga-jaga, tak kusangka akan berguna setelah tujuh tahun, setelah sekian lama aku mengejarmu Rara," Ujar pria itu.
"Ini fotomu dan putramu, kau yang baru melahirkan hari itu dan ini wajah putramu!" Ucap Farhan menunjukkan gambar itu pada Rar, gambar saat Rara pertama kali memeluk sang putra sebelum dia pingsan karena kekurangan darah.
Tangan Rara gemetar, dia terduduk di atas kursi masih dengan posisi memeluk Gege yang diam diam melihat foto itu .
Rara mengambil ponsel Farhan, dia tertegun dengan tangan gemetaran, bak menemukan cahaya yang baru dia menatap foto itu. Benar bahwa di dalam foto itu ada dirinya dan bayinya, tanpa Rara sadari air matanya mengalir begitu saja.
" Anakku.... anakku sayang.... Mama... merindukanmu sayang... Anak Mama...." Hati Rara bergetar, ibu mana yang tidak merindukan putranya yang hilang dari pelukannya, bahkan palsentanya kala itu belum diputuskan.
Hatinya merindukan sang putra, sekalipun anaknya hasil kecelakaan semalam, dia mencintai putranya bahkan saat pertama kali sadar kalau dia sedang mengandung.
Farhan tersenyum licik, dia menatap Rara lalu mengambil ponsel itu dengan kasar," Pikirkan baik baik, maka aku akan datang untuk segera meminangmu dan kita pergi menemui ayah anak itu," ucap Farhan memberitahukan tawaran liciknya.
Rara hanya terdiam, hatinya benar benar sedih saat ini, dia terpukul dengan kejadian itu tetapi Farhan seolah memanfaatkan kelemahannya.
" Aku.. hiks hiks hiks... aku akan memikirkannya, tapi... " Rara menggenggam tangan Farhan," Kumohon beritahu aku posisi putraku dengan jelas, aku sangat ingin melihatnya meskipun dari jauh, aku... aku ingin melihatnya walau hanya untuk sekali dan memastikan dia baik baik saja, " ucap Rara dengan penuh harap.
" Itu bisa dibicarakan!" ucap Farhan dengan senyum kemenangan.
Farhan pergi dari tempat itu dengan senyuman licik, dia benar benar menang kali ini. Tak dia sangka kejadian beberapa tahun lalu bisa dia manfaatkan untuk mendapatkan gadis yang dia puja puja tetapi tak bisa dia dekati selama ini.
Pria itu pergi dari sana, sedang Rara tampak duduk tegap sambil memeluk Gege dengan tangan gemetaran dan menatap Farhan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tapi anak itu menatap Rara dengan mata berkaca-kaca, dia melihat sesuatu yang jelas dia ketahui berhubungan dengan nya.
" Apa Tante adalah Mama kandung Gege??" Batin anak itu.
__ADS_1
......HAI JANGAN LUPA LIKE, BERIKAN VOTE, KOMENTAR DAN HADIAHNYA YA. ......
...KARENA APRESIASI DARI KALIAN MENAMBAH SEMANGAT AUTHOR 🤗🤗...