
Lily masuk ke dalam rumah dengan wajah angkuh setelah menendang Nana sekali.
Damian yang melihat hal ini jelas telah merekam semua aksi wanita itu,” kita lihat siapa yang akan segera hancur, tapa bersusah payah aku datang ke negara tempat kau berada, kau menunjukkan dirimu, hahahah... ini akan jadi tontonan menarik untuk akhir dari karirmu,” batin Damian.
“ Dam itu manusia apa bukan? Kenapa dia setega itu pada seorang gadis muda? Lihat wajahnya begitu menderita, “ Max menatap ke arah Nana yang disiksa oleh perempuan jahat itu.
Damian dan Max menghampiri gadis yang sedang diperiksa oleh anak buah Black Phanter. Kondisinya mengerikan, dia pendiam dan tatapannya ksoong , bahkan saat di panggil dia hanya bergetar ketakutan seolah orang-orang itu hendak menghajarnya sama seperti yang dilakukan oleh Lily.
“ Tuan.. gadis ini, keadaannya tidak baik,” ucap salah satu anak buah Yamamoto yang melihat kedatangan Damian.
“ Aku tahu, “ Damian berjongkok dan menatap Nana dengan perasaan tak karuan, wajah Nana yang begitu mirip dengan kekasihnya membuat pria itu merasa hancur saat melihat kondisi Nana yang begitu menyedihkan.
“ Nana...” Panggilnya pelan sambil menatap gadis itu dan melakukan gerakan yang hati hati agar nana tidak takut.
Pertama kali mendengar nama aslinya di panggil, gadis malang itu memberi respon dan menatap Damian perlahan dengan buliran air mata yang mengalir dari kedua pelupuk matanya, bayangkan saja dia duduk seperti seekor anjing yang sedang menunggu tuannya, bersikap seperti anjing dan menggonggong seperti anjing.
Damian menatap kedua netra itu jantungnya berdebar kencang, bahkan air matanya hampir tumpah saat melihat kondisi Nana yang mengenaskan. Seketika teringat dalam pikirannya bagaimana Hana berteriak memohon ampun dan meminta tolong ketika para pria menggagahinya, tangisan dan buliran air mata yang begitu deras ketika tubuhnya dipegangi oleh banyak orang atas perintah Lily.
Damian mengeraskan rahangnya, memori kelam dan ingatan yang ingin dia hapus untuk selamanya.
Nana menatap wajah pria itu sambil melamun, seolah dia adalah gadis bodoh dan tidak berguna. Tangan Damian perlahan menarik tangan Nana dan menggenggamnya dnegan erat, gadis itu melalui banyak hal, hilang selama bertahun tahun setelah kematian keluarganya membuatnya hancur dan ternyata yang benar benar menghancurkannya adalah adik kandung James yang sama jahatnya dengan pria kotor itu.
“ Nana...” panggil Damian dengan lembut, ada rasa bersalah di dalam hati Damian karena dia tidak bisa menjaga adik dari mendiang kekasihnya, Dia menggenggam tangan Nana ,” berdiri,” ucapnya pelan.
Nana tampak takut, dia menggelengkan kepalanya sambil melihat ke kanan dan kiri, menatap ke arah mobil yang membawanya.
Max tahu harus melakukan apa,” ikat supir dan pengawal setan sialan,” ucap Max pada anak buah yang bertugas disana.
Dengan segera mereka membekuk tiga pria yang mengkawal perjalanan Lily ke rumah itu lalu mengikat mereka di dalam mobil setelah membuat mereka kehilangan kesadaran.
__ADS_1
Damian menarik lembut tangan Nana dan mengajak gadis malang itu untuk berdiri,” ayo na.. berdiri,” ucapnya.
“ enggak.. tidak boleh berdiri dengan dua kaki, harus seperti ini..” ucap Nan ayang berdiri layaknya seekor anjing .
Max, Damian dan semua anak buah yang menyaksikan itu merasa sangat tersayat saat melihat wajah menyedihkan itu .
Damian menarik Nana,” kau bukan anjing, kau berdiri dengan kedua kakimu bukan pakai tangan atau apa pun itu,” ucap Damian sambil melepaskan tali yang mengikat leher nana.
“ Ta.. tapi.. nanti aku dipukul... jangan.. jangan dekat dekat denganku nanti kalian mati...” Nana menangis tetapi tidak bersuara seolah dia sudah terlatih untuk itu.
Damian dan Max rasanya sesak mendengar ucapan takut takut dari Nana.
“ Kita kabur dari sini, kau.. tidak akan diperbudak lagi Nana, ikut kakak..” Damian menarik tangan gadis itu.
“tapi..
“ Ayo.. kita ke tempat yang hangat, kamu mau kakak selamatkan ? “ tanya Damian pelan.
Tetapi Damian datang dan menawarkan kebebasan padanya,” Nana... ma..mau...”ucapnya pelan sambil menunduk dengan tangan gemetaran.
Damian tidak tahu harus mengucapkan apa lagi, kehidupan Nana sangat mengerikan.
“ Max, aku akan membawanya ke rumah Mom dan Daddy, dia akan aman bersama mereka disana,” ujar Damian.
“ baiklah, segera pergi, aku akan mengawasi disini,”ucap Max.
Damian membawa kabur gadis malang itu dari lingkungan rumah Fransiskus.
“ Tunggu saatnya Lily, sebentar lagi kau akan benar benar hancur,”batin Damian.
__ADS_1
Sementara itu kedatangan Lily di rumah utama keluarga Fransiskus tampaknya tidak diterima oleh Richard dan sahabat-sahabatnya, tetapi nyonya Siska tersenyum bahagia saat melihat Lily tiba disana dengan pakaian mahalnya.
“ Jadi.. bagaimana dengan pembagian harta warisan,” Lily berdiri di depan mereka semua sambil menatap kuku kukunya dan merendahkan orang orang disana dengan tatapannya.
“ Apa yang kau bicarakan anak nakal, papa mu baru meninggal dan kau meminta warisan? Apa otakmu sudah tidak dipakai?” tuan Besar William berteriak marah karena kelakuan cucunya yang satu ini.
Richard hanya mengamati, sedang Rara sedang ke belakang mengambil minum untuk suaminya.
“ Tentu saja, untuk apa berlama lama toh Papa sudah mati, iya kan Kak Richard, lama tidak bertemu, bagaimana keadaan anak haram mu? Ahhh kurasa kau juga hidup melarat sampai kau datang ke rumah ini untuk meminta hak bukan?” ejek Lily.
Perempuan itu banyak berubah, dia sama saja dengan James dan ibunya. Tetapi Richard sama sekali tidak memperdulikan ucapannya.
“ Ummm kakek, nenek, kalian jelas tahu anak sah di keluarga ini kan? Kak Richard itu hanya anak istri pertama yang sudah mati, jelas pembagian harta harus adil, aku dan kak James yang jadi penerus, dan pembawa aib ini seharusnya tidak dapat apa apa bukan?” ucap Lily dnegan angkuhnya.
“ Lily anak Mama, kamu benar sayang ,tetapi samapi saat ini pengacara belum menyatakan pernyataan resmi, Papa pasti sudah menulis surat wasiat , tidak mungkin anak sialan ini mendapatkan bagian.
“ Tenanglah adikku yang manis, kita akan dapat semuanya, lagi pula yang terdaftar dalam kartu keluarga adalah kita sebagi keluarga utama bukan anak wanita malam ini,” ejek James.
Lily tersenyum,” huhuhuu... menyedihkan sekali nasibmu Richard, anak menjijikkan yang lahir dari rahim perempuan malam , sama dengan putramu waktu itu, sama sama lahir dari rahim seorang perempuan malam. Nasibnya tidak akan jauh dari nasibmu ... ahhahahha.. memalukan , dasar pembawa si aarrrkkhhhhhhhhh apa-apaan ini... arrkkkkhhhh sialan gaun mahalku,....” Lily tiba tiba berteriak saat air es mengguyur kepalanya sampai basah dan terdengar suara sobekan dari belakang punggungnya .
Semua orang terkejut melihat apa yang sedang terjadi, syok dan tidak bisa berkata-kata....
Gaun Wanita itu melorot dan tampaklah bekas bekas malam panas di dada, punggung dan perutnya, yang tersisa hanya pakaian bagian dalam sedangkan gaunnya teronggok ke bawah .
“ Ya Tuhan.. apa apaan itu...
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen