Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Gege Hilang Lagi


__ADS_3

Rara dan Richard bersama Daniel berangkat menuju perusahaan. Daniel duduk di kursi belakang dengan peralatan IT miliknya, sedang bekerja untuk kepentingan bisnis perusahaan Abraham grup.


Richard mengemudi dengan Rara di sampingnya.


"Daniel apa kau membawa yang aku minta?" Tanya Richard.


" Ahh... Sebentar!" Jawabnya sambil mengambil paper bag putih lalu memberikannya pada Richard.


"Ra bukalah, kau kan tidak punya ponsel, pakai saja ini, aku sudah memasukkan nomor penting disana, nomorku, Daniel, Max dan Damian juga Marco, jika terjadi sesuatu hubungi nomor itu!" Jelas Richard sambil memberikan paper bag itu pada Rara.


" Tidak perlu aku bisa beli punya ku sendiri, aku akan punya banyak utang padamu, kau pikir aku bisa membayarnya?" Ujar Rara menolak pemberian Richard.


Daniel hampir saja tertawa melihat wajah kesal Richard. Bisa bisanya Rara berpikir demikian, wanita ini seperti ucapan Damian, sangat sulit dimengerti.


Tukk...


Tangan Richard memukul kepala Rara sampai berbunyi renyah," bodoh!" Ejeknya dengan wajah kesal.


" Menurut saja padaku, jika kau tidak menurut aku akan melakukan lebih dari yang di gudang tadi sekalipun kau masih terluka!" Ancam Richard.


Perempuan ini memang harus dihadapi dengan kesabaran ekstra sangat sulit didekati dan diluluhkan hatinya.


Rara mengerucutkan bibirnya, dia kesal, dia tidak suka memberatkan orang lain karena selama ini dia hidup mandiri. Bahkan rumah Irene saja sebenarnya diberikan gratis pada awalnya tetapi Rara bersikukuh membayar biaya kontrak pada gadis itu.


"Dasar mesum!!!" Kesal Rara.


" Mesum apanya, itu wajar Ra, kau itu istriku!"


" Istrimu iya tapi kan hanya ditulis di atas kertas coba kutanya apa kau mencintaiku!? Jangan jangan kau menggunakanku sebagai mainan!? Aku bahkan tidak mencintai mu beraninya kau...


" Aku mencintaimu, puas!??" Balas Richard yang sontak membuat Rara dan Daniel terkejut saat mendengar pengakuan pria itu. Keduanya menata Richard dengan tatapan terkejut.


Richard menatap jalanan dengan wajah kesal, padahal bukan demikian yang dia rancang untuk menyatakan perasaannya. Tetapi karena Mulut Rara yang cerewet dia menyatakan dengan cara yang aneh seperti saat ini.


Bukannya percaya, Rara dan Daniel malah tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan ketus dari seorang pria yang mengakui perasaannya dengan wajah datar dan dingin seolah dipaksa untuk mengaku cinta pada Rara.


" Bwahahhaha..... Bro, kau bodoh sekali dalam urusan percintaan, bagaimana bisa kau menyatakan cinta dengan wajah datar itu hahahhahahaha....." Daniel tertawa terbahak-bahak mengejek Richard habis-habisan.


"Kau benar Daniel, seandainya kak Damian melihat ini, dia akan tertawa terbahak bahak, bagaimana menyatakan perasaannya dengan wajah dingin begitu? Sedang jualan Es Cendol pak!? Hahahahhaha....." Kedua manusia Prik yang disatukan itu tetawa sepuasnya meledek di manusia robot yang tak punya ekspresi lain.

__ADS_1


"DIAM ATAU KUTURUNKAN KALIAN!" Kesal Richard dengan suara membentuk.


Rara dan Daniel saling melirik dan tertawa dalam diam. Perut mereka sangat geli, rasa nya lucu sekali melihat Richard dalam situasi ini.


Richard mengemudi dengan godaan godaan setan dari samping dan belakang tubuhnya, dia berusaha untuk konsentrat di kala gempuran komedi dalam perjalanan semakin mengganggu nya.


" hahahahah Ra... Kau tau tidak, suamimu pernah mengompol saat tamat SMA Hahahhahaha... Dia mengompol karena ketiduran di pinggir lapangan sepak bola, mana bau jengkol lagi ughh... Sudah panas, dia mengompol dan bau jengkol hahahahha.... Memalukan sekali!!" Seloroh Daniel.


Rara tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Daniel, membayangkannya saja sudah membuat geli.


" Bwahahahha.... Melihat wajahnya tidak mungkin dia begitu, tapi mendengar ucapannya tadi aku percaya dengan ucapanmu kak hahhaha....


Richard mendengus kesal, dia habis diejek oleh kedua manusia setengah waras dan aneh itu.


" Terserah kalian mau bicara apa, menyebalkan sekali!" Ketus pria itu.


" Cieee.... Ada yang ngambek nieee....." Rara dan Daniel ternyata satu frekuensi, awalnya Rara berpikir kalau Daniel akan jadi orang yang sulit diajak bicara, ternyata pikirannya salah. Pria itu sama sama jenaka seperti dirinya.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di perusahaan, Richard memberikan topeng pada Rara untuk menutupi identitasnya.


" Pakai ini, jangan sampai ada yang tau wajahmu," jelas Richard.


" Tapi kenapa?"


Rara mengangguk paham," baiklah,".


Hanya Rara yang memakai topeng. Richard dan Daniel sudah dikenal seluruh karyawan. Richard yang notabene adalah seorang Presdir malah dikenal sebagai bodyguard Marco orang kepercayaan Richard, sedangkan Daniel adalah kepala Divisi tim IT yang mengatur sistem keamanan data dan membangun aplikasi Abraham grup.


Mereka bertiga berjalan dengan cepat, Rara mengikuti Daniel dan Richard menuju lift khusus Presdir yang biasa dipakai Richard, Marco dan teman-temannya yang lain.


Tentu kedatangan mereka menarik perhatian ada karyawan terutama seorang pria yang juga baru tiba di lobi perusahaan itu.


James Fransiskus, akan mengadakan pertemuan dengan Pemilik Abraham grup tepat setelah dia pulang dari perjalanan bisnis luar negeri bersama Tuan Fransiskus yang saat ini entah berada dimana.


"Siapa mereka?" Tanya James pada karyawan di lobi.


" Tuan Daniel dan Pak Richard bodyguard tuan Marco, kalau perempuan itu sepertinya tamu penting Presdir, melihat dia memasuki Lift," jelasnya singkat.


James terus menatap ke arah Richard dan yang lainnya sambil memicingkan kedua matanya,” kenapa Papa mencari bocah sialan itu lagi? Mengesalkan sekali? Aku kan CEO nya kenapa dia mencari pria sialan dan putranya itu, apa yang sebenarnya Papa Rencanakan ?” batin James sambil mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


Tuan Fransiskus meminta beberapa anak buah suruhannya untuk mencari keberadaan Richard dan membawanya pulang ke rumah utama Fransiskus. Tidak ada yang tahu apa rencana dan tujuan pria itu, tetapi yang jelas, tuan Fransiskus sedang menyiapkan penyambutan kedatangan putranya setelah dia menyerahkan perusahaan pada James.


James melangkahkan kakinya bersama asistennya, dia berjalan dengan cepat mengikuti petunjuk dari sekretaris presdir menuju ruangan Marco.


Sementara itu, Richard membawa Rara ke dalam ruangan rahasia dimana dia selama ini bekerja tanpa diketahui oleh siapa pun. Hanya segelintir orang yang tahu posisinya sepenting apa di perusahaan itu.


“ Ayo masuk,” ucap Richard membukakan pintu.


“ wahh kalian sudah tiba” suara Damian si tampan tapi jenaka dan suka bermain perempuan terdengar di telinga mereka. Pria itu sudah menunggu di dalam ruangan Richard sambil mengerjakan pekerjaannya sendiri. Mengurus proyek besar pembangunan gedung perusahaan keluarganya yang dikelola oleh sang Ayah.


“ Damian kau sedang apa di ruanganku? Kau kan punya kantor sendiri? Kenapa setiap hari kau malah nangkring di kantorku,” kesal Richard.


Damian hanya tertawa cengengesan,” kopi di sini rasanya enak,” celetuk pria itu sambil mengangkat gelasnya yang berisi kopi hitam favoritnya.


“ Halaahhh kak, jujur saja kopinya yang nikmat atau yang membuat kopi?” celetuk Rara sambil menaikkan sebelah alisnya, dia sangat kenal dengan sifat pria itu.


Damian tergelak,” kau tahu saja, tentu saja keduanya,” balas Damian sambil menunjukkan ponselnya berisi nomor gadis yang membuatkan kopi untuknya.


Pletaakkkk....


“ Jangan kebanyakan main perempuan, kau bisa dituntut menghamili anak orang Omes, kalau Paman dan aunty tahu ini kau akan dikebiri dan digantung di gedung,” ujar Daniel sambil memukul kepala pria itu.


“ Ck... lama kelamaan kau sudah jadi cenayang, Mom mengancam akan mengebiri dan menggantungku, apa kalian bekerja sama?” kesal Damian.


“ Omong-omong dia sudah tiba Richard, sedang di ruangan Marco, apa yang akan kau lakukan padanya?” Damian menatap layar besar berisi rekaman kamera di ruangan Marco.


“ Permainan dimulai, saatnya menghancurkan perusahaan itu,” ucap Richard.


Tetapi di saat yang sama pesan masuk terdengar di ponsel pria itu, “ Richard ponselmu,”


Dia mengambilnya dan menatap benda pipih itu, “ Ibumu masih hidup, segera selamatkan dia di rumah sakit jiwa, mereka akan membawanya hari ini, bawa istrimu dan sembunyikan anak-anak mu dari tuan Fransiskus,”


“ Richard, Gege hilang dari sekolah!” teriak Rara yang baru menerima panggilan dari Max.


Degghhhh...


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2