Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB: Tik


__ADS_3

Tik... Tik.... Tik....


Suasana hening kini menguasai ruangan kamar Richard dan istrinya. Kedua insan itu sampai terdiam setelah perdebatan kecil diantara mereka.


"Ekhmm... Tidurlah, aku masih bekerja!" Ucap Richard yang langsung pergi dari sana setelah memberikan jawaban tegas tetapi terdengar aneh itu.


Mulutnya berkata tidak ada cinta dalam kamusnya tetapi perbuatan nya menunjukkan cinta yang mulai bertunas, gengsi pria ini memang sangat tinggi.


Rara menatap Richard yang berjalan dengan kaki menuju bilik kecil di dalam kamar itu, yang hanya dibatasi dengan lemari buku.


Tanpa sadar Raa tersenyum melihat tingkah suaminya," suami istri? Hahaha... Menggelikan, dia ini bicara apa coba?" Batinnya tertawa.


Rara berbaring dan menatap langit-langit, ingin rasanya dia menghubungi Putri dan Irene, tetapi ponsel pun dia tidak punya karena terbakar hangus di rumah yang kini tanpa sepengetahuan Rara direnovasi oleh Irene sebelum gadis itu semakin drop.


Rara memeluk dirinya sendiri, mengingat kondisi menyedihkan sahabatnya membuat dirinya sedih, ingin rasanya dia menemani Irene tetapi dia juga terluka.


" Ren, Putri ada apa dengan kalian? Kenapa kalian seperti ini?" Lirih Rara.


Dia menutup kedua matanya, melepaskan penat dan beban hatinya dengan buliran air mata yang tanpa dia sadari menetes dari kedua pelupuk matanya.


Rara menghela nafas berat, dia berbaring dengan beban pikiran yang cukup berat.


Richard menatap ke arah kasur dimana Rara terlelap, sebenarnya hanya alasan baginya untuk bekerja, dia sedang salah tingkah dan malu melihat Rara.


Ponselnya bergetar, pesan masuk si Tarzan hutan terpampang jelas di benda persegi panjang itu.


Jemari berotot itu menekan layar benda pipih itu dengan cepat, memeriksa dokumen laporan pembobolan data yang dilakukan oleh Daniel.


“ Penyerahan jabatan CEO dilakukan langsung oleh tuan Fransiskus dalam keadaan sehat dan sadar, bahkan mengangkat Nyonya Siska sebagai penasehat keluarga,”


“ Hmm.... Papa? Kenapa Papa sampai melakukan ini? Bukannya jelas kalau mereka itu... “ Richard menatap semua dokumen itu, James telah ditetapkan sebagai penerus utama keluarga Fransiskus.


Dan menurut informasi yang lain, Tuan fransiskus sedang mencari keberadaan anak dan cucunya yang berarti tuan Fransiskus sedang mencari Richard dan anaknya setelah mengusir pria itu tujuh tahun yang lalu.

__ADS_1


Richard duduk sambil mengusap wajahnya. Jujur saja, dia sangat merindukan sang ayah. Sosok yang melimpahkan banyak kasih sayang padanya di masa kecilnya sebelum nyonya Siska dan James mengambil semua perhatian tuan Fransiskus.


Sekalipun tidak ada lagi perhatian yang diberikan oleh tuan Fransiskus, Richard tetap menghargai sang ayah yang mengisi kenangan masa kecilnya dengan masa yang bahagia dan penuh cinta.


Kenangan manis itu memang hanya berjalan sampai usianya 10 tahun, setelahnya, Dia sangat jauh dari sang ayah, tuan Fransiskus dikendalikan dengan sempurna oleh nyonya Siska dan diikat dengan kehadiran dua keturunan dari perempuan itu.


“ Pa... Richard merindukan Papa... bagaimana kabar Papa sekaranga? Apa yang harus kulakuan untuk menemui Papa? Apa Papa sudah benar benar melupakanku sekarang? Mencariku setelah mengusirku, kenapa tidak dari dulu?” gumam pria itu.


Memikirkan keluarganya yang penuh polemik dan skandal membuat pikiran pria itu kalut.


Drrtt....


Di saat yang sama sebuah nomor misterius masuk ke ponselnya, nomor yang tidak bisa dilacak dan hanya sekali pakai mengirimkan sebuah pesan pada pria itu.


“ Siapa ini?” pikir Richard.


Dia membuka pesan dari nomor misterius itu dan membacanya,


“ Ibumu belum meninggal, dia dikurung oleh seseorang yang sangat kamu kenal di sebuah rumah sakit jiwa, segera lacak keberadaannya sebelum dia dibawa ke tempat yang lebih jauh, semua yang diucapkan oleh Ayahmu adalah kebohongan, lindungi anak-anak dan istrimu sebelum semuanya terlambat,” isi pesan menohok yang membuat Richard tersentak kaget.


“ Siapa yang mengirim pesan tidak berguna seperti ini? Omong kosong apa yang sedang orang ini bicarakan,” kesal Richard.


Dia mengirim pesan pada Daniel untuk mencari tahu siapa yang mengirim pesan ke ponselnya, tentu saja dia penasaran dan kenapa juga ada orang yang menjelekkan ayahnya yang baik dan mengatakan kalau ibunya yang jelas sudah meninggal bahkan ada akte kematian dan semua orang mengatakan dia meninggal tetapi pesan itu mengatakan kalau ibunya belum meninggal.


Bagi Richard ini benar benar sebuah omong kosong gila yang berusaha untuk membuatnya kehilangan kepercayaannya pada sang ayah.


Dia menarik nafas dalam dalam dan meredam amarahnya. Menetralkan pikirannya dan menganggap kalau pesan itu adalah pesan iseng adari musuhnya atau mungkin dari James yang berusaha untuk menjatuhkan dirinya lagi.


“ Mungkin hanya pesan iseng, besok juga akan tahu siapa dalangnya,” gumam pria itu sambil menutup ponselnya.


Dia berdirir, meregangkan tubuhnya dan menatap ke arah tempat tidur dimana istrinya sedang terlelap.


“ Tentu saja aku harus melindungi mereka, Anak-anak dan istriku,” gumamnya sambil berdiri di dekat kasur dan memandangi wajah Rara yang sudah terlelap.

__ADS_1


Perlahan dia mendekat, menutup tubuh Rara dengan selimut dan merapikan pakaian yang terletak di atas lantai. Bersiap untuk tidur di samping istrinya, ada getaran aneh setiapkali dia menatap wajah lembut dengan lesung pipi itu.


Seolah dia ingin menumpahkan kasih sayang dan perhatian yang penuh terhadap Rara, Richard sadar bahwa perasaannya sudah tumbuh sejak pertama kali dia kembali bertemu dengan perempuan itu setelah berpisah lama.


Dia mendekati Rara," sudah tidur? Apa dia terlelap secepat itu?" Pikir Richard.


"Dia pasti memikirkan teman temannya yang aneh itu lagi, tidak akan kubiarkan kau terluka dasar istriku yang kurang peka!' batin Richard.


Dia naik ke atas kasur, lalu berbaring di samping Rara, menatap wajah cantik Istrinya.


Deg... Deg .. deg....


Jantung Richard berdebar kencang, tidak pernah dia seperti ini, saat menatap wajah yang penuh dengan kesabaran dan kelembutan itu dia merasa bahagia dan tersentuh.


Jari-jarinya mendekati wajah Rara, mengusap lembut pipi wanita itu dan menyingkirkan anak rambutnya dengan pelan.


Segurat senyuman tipis tergambar di wajah Xavier, dia terlihat sangat tampan dengan senyuman indah itu.


Tanpa sadar, Richard mendekat dan semakin dekat ke wajah Rara.


Cup...


Dia mengecup kening istrinya dengan lembut," selamat malam, Rara" bisik pria itu lalu memperbaiki posisi tidurnya agar tidak mengganggu tidur Rara.


Richard berbaring dan menutup kedua matanya, banyak hal yang menjadi PR mereka ke depannya.


"Ya Tuhan, jantungku mau copot!!!" Rara ternyata belum terlelap, dia hampir membuka mata saat tangan Richard menyentuh keningnya. Ingin bangun tapi rasanya akan sangat canggung, Rara membiarkan suaminya melakukan apa yang dia mau sekalipun jantung wanita itu berdegup kencang.


" Ada apa dengan orang ini?? Huftthhh.... Jantungku... Arkhhh apa apaan ini!!!"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2