Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Pemburu Kulkas 5 Pintu


__ADS_3

Si Monyet Tembok dan orangutan sedang berseteru. Jari jari dengan cubitan super kuat dan keras itu hampir saja memutus telinga lebar bak cemilan kuping gajah di kepala Damian.


" Jangan mengomel terus, kau membuatku pusing Rara!!!!!" Damian tanpa segan menarik kepala Rara dan mengunci kepala perempuan itu di bawah ketiaknya.


" Akhhh.... beraninya orangutan mencekikku... lepaskan Aku DAMIAN FORGER!!!!!" pekik Rara sambil menarik lengan Damian sekuat tenaga.


Tapi tak semudah perkiraan Rara, tenaga Damian sepuluh kali lipat lebih besar dari dirinya.


" Hahahah... jangan harap Jerry.... kau akan kumakan... rasakan ini pengacau!!!!!!" Damian menarik Rara dan membawa perempuan itu berputar putar sampai Rara dibuat pusing tujuh keliling.


" Grrhhhh... beraninya kau!!!!" Pekik Rara sambil menarik kaki Damian, apa pun yang bisa dia raih akan dia manfaatkan untuk mengalahkan lawan tandingnya itu.


" Coba saja kalau bisa Jerry!!!" teriak Damian.


Jerry adalah nama kecil Rara yang dibuat oleh Damian, bahkan sahabatnya dan kru-nya juga kerap memanggilnya dengan sebutan Jerry si tikus licik, monyet tembok dan kucing garong.


"Ekhmmm....


Dehaman besar dari Sang Richard si Rich Daddy berhasil membuat kedua manusia yang kadang kadang kurang ahlak itu berhenti saat sadar kalau ada orang lain yang menonton segala tingkah konyol mereka.


" Eh.... Nyet kenapa gak bilang ada tamu... kan malu...." bisik Rara.


" Ya kan kamu yang mulai bertengkar, dasar kucing garong!!!!" balas Damian sambil melepaskan tangannya dari leher Rara.


" Chard sorry! hehhehe...." Damian hanya cengengesan menatap sobatnya yang sudah berdiri disana hanya memperhatikan kegilaan mereka berdua.


" Papanya George bukan? silahkan duduk dulu tuan, Georgenya sedang tidur, tunggu sebentar lagi," ucap Rara dengan sopan. Sekalipun dia punya sikap yang sembarangan pada Damian, tetapi dia akan bersikap sopan pada orang yang baru dia temui.


Rara cukup terkejut melihat wajah itu, persis seperti George hanya kurang lesung pipinya saja.


"Wahhh benar benar fotocopy!" batin Rara yang takjub dengan gen Richard yang mendominasi di wajah kecil George.


" Tidak perlu, aku akan membawa putraku, dia tidak boleh tidur di tempat kumuh seperti ini!!!" ucap Richard dengan nada dingin, arogan dan ketus.


"Ku...kumuh!???" Rara terbelalak. Bagaimana bisa dia bertemu dengan orang sedingin Richard, dan dia sudah menyelamatkan putra pria dingin itu tapi satu kata Terimakasih pun tak dia dengar.

__ADS_1


Richard tak peduli, dengan sembarangan dia berjalan menuju kamar Rara. Tetapi dengan cepat wanita itu menghalangi jalan Richard," Jangan coba-coba mengganggu tidurnya, dia baru terlelap!!!" ucap Rara dengan nada mengancam.


Namun pria yang dia hadapi bukan sembarang pria yang akan begitu mudah menurut apalagi pada seorang wanita sekalipun dia adalah ibu kandung putranya.


Richard tak peduli, dia menunduk dan mendekatkan wajahnya ke arah Rara hingga batas wajah mereka hanya tinggal 1 cm.


" Kau pikir kau siapa? apa kau berhak mengatur ku untuk mengambil anakku sendiri!??" Richard melirik Rara yang terdiam dengan nafas tertahan.


"Cih... perempuan munafik, apa kau tidak ingat dengan ku!???" Suara Richard terdengar berat, hanya Rara yang bisa mendengar, rasanya jantung perempuan itu berdegup kencang bak dipukul oleh benda keras.


Suara, Hela nafas dan bisikan Richard sangat familiar di telinganya.


Richard membuka pintu kamar dan mendorongnya bersama dengan tubuh Rara yang ada tepat di depannya. Dada perempuan itu menempel ke tubuh Richard, tentu saja keduanya merasa aneh dan gugup, tapi Richard terlalu pintar menutupinya.


Menutupi fakta bahwa ada getaran aneh yang muncul di dalam lubuk hatinya saat kedua netra nya bertemu dengan netra hitam berkilauan milik Rara. Bak tenggelam di dalam lautan dalam, Richard terpesona dengan tatapan mata yang indah itu.


glek..


Rara menenggak salivanya, dia menahan nafasnya dan jantungnya dibuat berdegup kencang karena ulah pria itu.


Rara tak berani menatap ke arah pria itu, dia menatap Damian yang tertawa cekikikan di atas kursi mengejek nasib apes si monyet tembok yang dijadikan tawanan pemburu kulkas lima pintu di depannya.


" Kak selamatkan aku....." Seandainya Rara bisa meneriakkan kata kata itu dia pasti melakukanya, tetapi sikap mendominasi dari Richard membuatnya tidak bisa bernafas dengan baik.


"Wleekkkk... kau sudah ditangkap, maka selamanya kau tidak akan lepas!!!!" ucap Damian dengan pelan.


Tiba-tiba Tangan Richard menarik wajahnya dan membuat mata mereka bertemu, tangan itu mengusap pipi Rara yang dihiasi dengan lesung pipi.


"Le..lepaskan aku!" Rara memberanikan diri.


" Apa kau seseorang yang harus ku kenali!??melihat wajahmu saja aku tak pernah, bagaiman bisa aku mengenalimu!? apa kau seterkenal itu!?? " jawabnya dengan nada sarkas.


Richard terdiam sejenak, dia menatap dalam netra itu. Berusaha untuk memastikan apakah wanita itu memang mengenalinya atau tidak, ataukah dia hanya berakting dengan cara yang sangat natural?


Tapi tak dia temukan kebohongan disana, entahlah tapi dia belum yakin kalau wanita yang ditidurinya tubuh tahun lalu tidak mengingat dirinya.

__ADS_1


" Apa kau punya kembaran!?"tanya Richard.


Cepat-cepat wanita itu menggelengkan kepalanya. Sontak Richard melepas kungkungannya dari Rara lalu berjalan mundur dan menatap wanita itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


" Jelas dia adalah perempuan waktu itu, tapi kenapa dia bertingkah seolah tidak pernah melihatku!? apa yang terjadi sebenarnya!??" batin Richard sambil menatap Rara.


Bukannya Rara tenang karena dilepas Richard,sekujur tubuhnya malah merinding karena tatapan dari pemilik wajah tampan tapi jarang senyum itu.


Setelah membuat anak gadis orang ketakutan, Richard berbalik dan menatap putranya.


Dia mendekati anaknya dan memeluk bocah itu dengan lembut," Apa yang terjadi pada wajah, lengan dan kakinya!?" tanya Richard.


" Dia terjatuh dari kursi roda saat meminta tolong padaku, belum sempat kubawa ke rumah sakit," jelas Rara.


" Dasar tidak becus, kau tau apa yang akan terjadi jika dia patah tulang hah!??? " Richard berdiri dan menyelimuti putranya.


Dengan wajah marah dan kesal dia berbalik lalu menarik tangan wanita itu keluar dari dalam kamar dan dengan pelan menutup kamar itu agar tidak mengganggu tidur putranya.


Tangan Richard menggenggam pergelangan tangan Rara dengan kuat, padahal perempuan itu sedang terluka karena ulah nyonya Korrry yang kejam.


" Kenapa tidak langsung kau bawa ke rumah sakit!?? dia itu punya gangguan pada bagian tulang belakangnya, kalau sampai dia kenapa kenapa kupastikan kau bertanggungjawab untuk itu!!!" bentak Richard.


Rara terdiam seribu bahasa, pria di depannya sangat sulit dihadapi, tempramen nya, sikapnya dan cara dia meledak ledak bagai gunung berapi membuat Rara ketakutan.


" Richard jangan membentaknya seperti itu, kau seharusnya berterimakasih setidaknya Gege selamat, bukan malah memarahinya!!" Damian melihat situasi mulai memburuk, apalagi dia kenal dengan sifat sahabat nya yang sembarangan itu, tidak akan dia biarkan Richard membuat Rara panik karena itu akan mengakibatkan penyakitnya kambuh.


" ini urusan kami, diamlah disana Damian!!" Tegas Richard.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2