Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Kenyataan


__ADS_3

Malam telah tiba, ketika seluruh penduduk bumi khatulistiwa telah terlelap dan menjalani dunia mimpi mereka, di ruangan kamar Richard malah kedua manusia dewasa itu tengah dalam kondisi paling bugar dan segar padahal jam sudah tengah malam.


Richard membawa Rara ke dalam kamar utama, kamar dimana dia tidur seorang diri dengan fasilitas yang sangat lengkap, apakah kamar besar yang baru dimasuki oleh Rara itu akan berubah menjadi kamar pasangan suami istri?? Siapa yang tau?


"kenapa membawaku kesini!??" Tanya Rara sambil menatap Richard yang mengunci pintu dan mengantongi kuncinya sambil menatap wanita itu.


" Apa kau tidak merasa familiar dengan suasana ini??" Tanya pria itu sambil berjalan menuju meja kerjanya, di tengah ruangan itu ada kasur luas dan besar yang sangat empuk.


Rara hanya diam sambil menatap seisi ruangan itu dengan tatapan nanar. Tentu saja dia merasa tidak asing dengan suasana ini, tentu saja dia teringat dengan kejadian membekas tujuh tahun lebih yang telah berlalu.


" Kenapa kau membuang anak itu?" Suara dan nada bicara Richard mulai serius dan terdengar dingin di telinga Rara. Sangat dingin tetapi berhasil membuatnya merasa direndahkan.


" Kau melahirkan putraku, setelah melahirkan anak yang diejek orang-orang sebagai anak haram kau meninggalkan nya di depan kantorku dan sekaeang kau datang seolah tidak mengenaliku sebagai ayah dari anak yang kau kandung, apa yang sebenarnya kau cari!?" Richard berdiri, dia berjalan menatap wanita itu.


Rara hanya terdiam dengan tubuh terbujur kaku di tengah ruangan itu sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Kau mencari apa sampai mendekati kami setelah tujuh tahun lebih berlalu!? Mencari uang!? Atau kekayaan!? Atau pria tampan!??" Ucap pria itu dengan nada yang sangat angkuh.


Rara mengangkat kepalanya, dia direndahkan dan dihina pria itu, baginya itu sudah hal biasa karena bukan hanya Richard yang menghinanya, tetapi semua orang yang tau dia hamil bahkan sahabatnya sampai menghancurkan nya sampai ke titik terendah.


Tetapi bukan berarti bahwa dia mengijinkan dirinya dihina oleh orang orang itu. Dia yang tau kejadian sebenarnya, dia yang tau apa yang terjadi pada masa lalu dan mereka tidak berhak menilai dirinya tanpa tau apa yang terjadi.


" Jadi kau sudah tau!?? Jadi kau sudah tau kalau dia adalah anak yang kucari selama ini!? Tapi kenapa kau tidak bilang apa apa hah!!!??" Teriak Rara yang berusaha menahan agar tangisannya tidak tumpah.

__ADS_1


Richard jelas melihat tangan wanita itu gemetar, tetapi dia memberanikan diri membalas ucapan pria itu.


"untuk apa? Supaya kau bisa memanfaatkan anakku untuk tujuanmu yang hina itu!? Mencari uang hah!??" Balas Richard sambil menatap Rara dengan tatapan sinis.


Lagi-lagi pria ini menguji kesabaran Rara, tujuannya hanya satu, memastikan semuanya benar pada tempatnya sekalipun akan menghancurkan hati wanita yang telah melahirkan putranya dan menghancurkan hati wanita yang telah berhasil meluluhkan hatinya yang beku dan lama terkunci itu.


" Aku tidak tau kalau kau adalah pria yang memperkosaku hari itu, aku bahkan tidak ingat dengan wajahmu, anakku... Anakku diculik setelah aku melahirkan, setelah aku memeluknya lima menit, hari itu aku pingsan kehabisan darah tapi saat aku bangun, dengan gamblang bidan itu mengatakan bahwa putra yang sangat kunantikan kelahirannya telah diculik oleh pria suruhan orang yang tidur denganku hari itu!!! " Jelas Rara dengan suara yang tersekat air mata.


"Kau bilang aku membuang putraku!? Untuk apa aku membuang anak yang telah kulahirkan, sekalipun aku tidak tau wajah ayahnya hari itu aku tidak menyesal telah membawanya ke dunia ini, karena..." Rara menatap Richard, buliran air mata itu lolos begitu saja," Aku yang memperjuangkan dia sejak dia hanya sebesar biji kacang, saat aku menderita sendirian mengurus kehamilanku sambil bekerja mencari biaya untuk persalinan, mempersiapkan semuanya karena aku akan bertemu anak anakku!!!" Ucap Rara sambil menangis.


Richard menyerngitkan keningnya," Anak-anak!??" Tanya Pria itu sambil menaikan sebelah alisnya.


Rara terdiam, ada satu rahasia lagi yang dia sembunyikan bertahun-tahun, bahwa dia melahirkan bayi kembar di hari persalinannya.


"Apa maksudmu soal anak-anak!??" Richard mendekati Rara dan memegang lengannya dengan sangat kuat.


"katakan padaku apa maksudmu!?? Kau.. Ka..kau melahirkan bayi kembar!? Lalu dimana dia sekarang!??" Tanya Richard sambil duduk berjongkok di depan Rara.


Wajah Rara pucat pasi, dia benar-benar telah hancur sampai ke akar hatinya. Dan tangisannya itu berhasil membuat Richard tersentak, tangisan Rara berhasil mencabik hati pria itu.


" Jawab aku Rara!!!" Ucap Richard lagi.


" Di...dia... hiks hiks hiks.... " Rara mengulum bibirnya, tangannya gemetaran tapi tubuhnya sudah sangat lemas," hilang sebulan setelah aku melahirkan bayi kembarku, anakku... Anak ku hilang saat aku meninggalkannya di kamar sedang terlelap, sedang aku membersihkan rumah, hanya sekejap seseorang mengambilnya... Aku... Aku hancur Richard, apa menurutmu aku masih punya hati untuk memanfaatkan putra yang kucari selama ini!? Aku sudah pasti gila jika melakukan hal itu!!!" Ucap Rara sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Aku mencari mereka Richard, aku berusaha mengumpulkan banyak uang, tapi semuanya berakhir di tangan bibiku, ayahku meninggal Dunia, aku hidup sebatang kara, apa menurutmu aku masih sanggup memanfaatkan putraku untuk hal fana itu!??" Rara menatap pria itu dengan tatapan sendu.


Jelas dia telah hancur sampai ke titik paling dasar, dia telah dikhianati oleh banyak orang dan kini malah dihina oleh ayah dari anak anaknya. Setelah melahirkan putra pertamanya, dia melahirkan Gege, tetapi Gege diculik sedang putra pertamanya masih sempat dia jaga.


Wanita itu menangis sesenggukan sambil memukuli dadanya. Kepalanya kembali terasa sakit, dentuman dentuman kecil mulai terdengar dan pendengaran nya mulai buruk.


Richard sadar, bahwa yang paling menderita karena kejadian ini adalah Rara, perempuan yang telah menjadi istrinya. yang paling hancur adalah Rara.


Kehilangan kedua buah hatinya, hidup sebatang kara bahkan dilikut utang, sekuat apa hati dan jiwa wanita itu sampai dia bisa bertahan ditengah semua gelombang hidup yang dia alami.


Belum lagi Farhan yang hampir melecehkannya, belum lagi Irene yang bertingkah, sebagai manusia, sebenarnya dia tidak sanggup melakukannya seorang diri, tetapi alam mengijinkannya untuk kuat, dia harus kuat agar bisa bertemu dengan kedua anak yang dia cari selama ini.


Semua cobaan datang bertubi-tubi, tetapi Rara berusaha tetap kuat dimana keadaannya tidak mengijinkan dirinya untuk tetap teguh.


Richard menarik Rara dalam pelukannya, dia bisa merasakan penderitaan wanita itu. Hati kecilnya sakit saat melihat buliran air mata itu membasahi pipi dengan lesung pipi yang indah itu.


Rara terisak-isak sambil mencengkram kaos Richard, sangat berat yang dia alami selama ini, cobaan yang datang padanya datang silih berganti seolah tidak berhenti.


"maafkan aku... Ahhhh.... Aku yang salah, seharusnya aku tidak mengatakan hal itu, maafkan aku.." ucap Richard sambil memeluk erat wanita itu dalam dekapannya.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2