Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB


__ADS_3

Tak satu pun yang bisa menebak kapan kemalangan akan terjadi. Sama halnya dengan Max, dia tidak menyangka kalau mantan istrinya akan senekat itu menjebak dirinya untuk membuktikan kalau Max itu sama saja dengan pria lain yang butuh penghangat Ranjang.


Siapa sangka Max akan mengalami hal seperti ini dalam kisah cintanya. Dia telah menghancurkan kehidupan seorang gadis yang punya banyak trauma, bukannya sembuh dari trauma lama, Irene malah semakin terpuruk dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Max turun dari Mobil sport nya, melangkahkan kedua kakinya dengan lemah menuju rumah orangtuanya. Wajahnya kusut, pikirannya kalut.


"Apa pun yang terjadi kau harus bertanggungjawab Max, jangan jadi pengecut!" kata-kata Richard yang terpatri jelas di pikiran pria itu.


Max menjelaskan kondisi pada sahabat-sahabatnya, meminta bantuan dan solusi untuk masalah ini.


Dan hasilnya...


"Menikah? bagaimana aku bisa menikahi nya? aku seorang pria yang tidak pantas dengan gadis berharga itu, aku merusak hidupnya seharusnya... arkhhh...ini semua karena ulahmu Amora!!" Max mengacak-acak rambutnya, dia benar-benar pusing memikirkan solusi yang diberikan Rara dan yang lain pada dirinya.


" Bagaimana bisa seorang Duda dengan anak disable menikahi Irene? dia mungkin bisa menerimaku, tapi bagaimana dengan anakku Serena!?? Kalau dia tidak bisa menerima putriku, aku harus bagaimana!?!" Max bergelut dengan dirinya sendiri.


Dia bukannya tidak mau menikah dengan Irene, tetapi jika Irene tahu kalau dia punya anak penyandang disabilitas, apa yang akan perempuan itu katakan tentang dirinya dan juga putrinya? Max tidak siap menghadapi hal ini, dia tidak mau menyakiti hati putri kecilnya Serena.


Dengan langkah kaki yang berat, Max berjalan memasuki rumah keluarganya dimana putri kecilnya tinggal bersama kedua orangtuanya.


"Tuan, bukan kah ini terlalu larut?" seorang Ibu hamil baru saja keluar dari kamar Serena. Dia adalah Via, perempuan yang ditipu oleh James, perempuan baik-baik yang diselamatkan oleh Rara dan yang lainnya hari itu. Dan sekarang di masa kehamilannya, kedua orangtua Max meminta agar perempuan yang semula tinggal di panti Sosial milik Max diminta agar tinggal bersama kedua orangtua Max karena mereka terbeban merawat perempuan muda yang sedang hamil muda itu.


Max berjalan dengan arah berlawanan dengan Via. Sambil menunduk dan sesekali menguap, pria itu menyeret kedua kakinya menyusuri lorong menuju kamar putrinya yang berada di lantai satu.


Max berjalan sambil merutuki dirinya sendiri sampai tidak sadar kalau Via menatapnya heran di depannya.


" Tuan Max?" suara Via berhasil membuat pria itu tersadar dan kembali berdiri tegak.


" ahh Hai Via, kenapa kau belum tidur? ini sudah jam dua belas malam, tidak baik ibu hamil begadang," ucap pria itu.


"Terimakasih atas perhatiannya tuan, tapi kondisi anda sepenuhnya lebih buruk dari saya, apa yang terjadi? apa masalahnya belum selesai?" tanya Via heran.


Max menggelengkan kepalanya lemas, " Masalah Richard sudah selesai sekarang aku yang bermasalah Via, ahhh... aku bingung," ucap pria itu.

__ADS_1


" Ada apa tuan? " tanya Via.


" Aku dijebak, aku tidak tahu kalau malam itu aku akan meniduri seorang gadis baik-baik yang punya trauma, dia adalah teman Rara, mereka memintaku menikahinya, aku setuju tetapi...


Max berhenti...


" tapi apa tuan?" tanya Via.


" Tapi aku takut Via... dia mungkin bisa menerimaku, tapi... tapi bagaimana dengan Serena? bagaimana dengan putriku? apa dia bisa menerima putriku!??" ucap Max frustasi.


Via menyerngitkan keningnya," memang nya ada apa dengan Serena? kenapa Serena yang jadi masalah nya? " tanya Via dengan nada ketus.


" Apa dia sudah pernah melihat Serena?" tanya perempuan itu dan dijawab gelengan kepala oleh Max.


"Tidak pernah sama sekali," ucapnya.


"Hmm... lalu masalahnya apa? anda tinggal beri tahu saja, dia akan paham," ucap Via dengan polos.


" Masalah nya Serena itu sedikit berbeda Via, dia tidak seperti anak-anak lain, dia itu...


Max mengangguk lemah.


Bughhh....


Sebuah bogem mentah mendarat di perut pria itu," Dasar pria bodoh!" ejek wanita itu dengan wajah kesal.


"Akhh... Via apa apaan kau!!" Max berdecak kesal sambil mengusap perutnya kesakitan.


" Jujur padaku tun, anda bukannya takut Perempuan itu menolak Serena bukan? tetapi anda malu dengan tanggapan orang lain terhadap Serena, malu dengan kata-kata orang lain dan takut dengan kenyataan yang akan anda hadapi kan?" ucapnya dengan nada berapi-api.


"Setelah banyak berbincang dengan nyonya Rara, aku jadi jelas tahu banyak hal, aku bisa menebak kalau anda takut akan diejek dan meragukan diri anda tidak mampu menyatukan putri anda dengan perempuan yang seharusnya jadi tanggung jawab Anda!" Via menatap pria itu kesal.


" Anda takut kan!? anda takut gagal lagi padahal belum mencoba, seperti itulah diri Anda tuan!" ucapnya dengan nada sarkasnya.

__ADS_1


Max terdiam, dia bagaikan tertampar dengan ucapan Via yang begitu tajam dan tegas tentang dirinya yang ragu dan takut dengan kenyataan yang akan dia hadapi.


Max mengusap wajahnya kesal," Tidurlah, aku akan di kamar Serena malam ini!" ucap Max tak menanggapi kata-kata Via.


" Jangan masuk ke kamar Serena kalau anda tidak membersihkan diri dahulu, anda bau...bau alkohol!" ketus Via sambil berjalan meninggalkan Max di sana.


Max terkejut melihat perubahan drastis pada Via, dia berubah menjadi perempuan sebenarnya dan dirinya yang asli, dia adalah orang yang tegas, dan logis seperti Rara dan cerdas dalam banyak aspek tetapi karena uang dia dibutakan oleh cinta palsu sang penipu.


"Waahhh tuannya siapa yang marah siapa!??"pikir Max sambil geleng-geleng kepala.


Pria itu membersihkan dirinya terlebih dahulu, meskipun Via mengomelinya dia melakukannya dengan baik, tak ingin membawa virus pada gadis kecilnya yang sedang terlelap dengan nyenyak.


Setelah membersihkan dirinya, Max masuk ke dalam kamar putrinya. Kamar yang dipenuhi dengan gambar Chef, lukisan warna - warni yang sangat indah dan lukisan wajah Max yang terpampang jelas di dinding kamar itu.


Jika yang melihatnya berpikir bahwa pasti itu adalah lukisan mahal yang dibeli oleh mereka maka hal itu salah besar, karena Serena sendiri yang melukis semua lukisan itu.


Dia memang penyandang disabilitas, tetap bakatnya tidak cacat, kecerdasan yang jauh di atas rata-rata. Semua itu bisa terjadi karena ada kasih seorang ayah yang setiap malam berusaha pulang ke rumah dan menemani putrinya tidur bahkan sampai merelakan semua jadwalnya.


Max berbaring di samping Serena, bagian kosong yang selalu disediakan gadis kecil berusia 12 tahun itu untuk sang ayah.


"My little sweety girl, ahhh Miss you so much baby," bisiknya sambil mengecup kening putrinya.


Sementara itu, di balik pintu masuk rumah itu. Seseorang sedang berdiri sambil menatap Kejadian tadi dengan mata berkedip kedip. Melihat Via yang berubah begitu banyak, dia bahkan terlihat semakin sehat dan cantik.


deg .. deg... deg...


" Sepertinya aku jatuh cinta, Wahhh.... luar biasa!" batin orang itu sambil mengunyah semangkuk popcorn warna-warni yang dia bawa lari dari rumah.


"Via.... apa aku tidak salah? ke apa aku bisa jatuh cinta pada gadis itu? aku gila!!!"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2