Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Elliot Abraham


__ADS_3

Tiga Minggu setelah ledakan,


πŸ“ Halmahera Hospital


Tangan lembut yang disematkan beberapa cincin itu mengusap kulit Richard dengan handuk basah. Membersihkannya perlahan lahan sembari kedua netra hitam pekat itu menatap wajah tampan sang Adam yang dinyatakan dalam kondisi Vegetatif setelah kecelakaan tragis yang menimpa Richard tiga Minggu yang lalu.


Richard mengalami pendarahan di otak karena benturan keras dan beberapa tulang rusuk yang patah, juga tulang keringnya retak kiri dan kanan.


Richard dinyatakan dalam kondisi Vegeta yang berarti tidak diketahui pastinya kapan pria dua anak itu akan bangun.


Buliran bening bak kristal kembali mengalir dari kedua pelupuk mata Rara saat menatap suaminya yang terbaring lemah di atas brankar.


Betapa hancur hati wanita itu saat melihat suami yang berkorban untuk menyelamatkannya dari reruntuhan di hari itu.


" Hei... berapa lama lagi kau akan berbaring Richard? berapa lama lagi sayang? bangunlah, ini sudah terlalu lama...." suaranya terdengar lirih dan menyesakkan. Air matanya terus mengalir tiada henti bak mata air.


Dengan lembut dia mengusap wajah Richard, bekas luka yang sudah mengering di pelipisnya, wajah yang tidak secerah dulu, kesehatan yang terus menurun membuat Rasa semakin khawatir dengan keadaan suami.


Sejak kejadian itu, Rara tidak pernah pulang ke rumah, dia menemani suaminya, menjaga Richard dan memperhatikan setiap proses pengobatan suaminya.


Rasa kehilangan dan rasa bersalah membuatnya semakin hancur dan terpuruk.


Seolah bagian penting dari hidupnya direnggut paksa oleh orang jahat di luar sana.


" Ra... kau harus kuat, kau harus tegar menghadapi ini," suara Damian terdengar lembut masuk ke telinga Rara. Pria itu masuk bersama Gege dan Ray yang sudah sehat.


Rara berbalik sambil menghapus air matanya, jujur saja tiga Minggu melihat suaminya hanya tergeletak seperti itu membuat Rara hancur.

__ADS_1


"Kak....." lirihnya sambil menatap Damian dengan mata berkaca-kaca.


Damian menghela nafas berat, dia juga terpukul bahkan Marco, Max dan Daniel sampai terpuruk dan menyalahkan diri mereka atas kejadian yang menimpa Richard.


Pria itu mendekati Rara dan memeluk Rara dengan lembut. Bagaiman kasih seorang kakak yang melindungi adiknya, demikianlah kasih yang ditunjukkan Damian pada Rara.


Hanya dia yang bisa berpikir netral pada situasi ini, sekalipun jenaka dan punya tingkah gila, dia adalah pria yang dikenal dingin dan pemain di luar sana.


"Kau harus kuat Ra, Hanya kita yang melihat pelakunya hari itu, sampai saat ini bahkan tim Alpha dan Daniel pun tidak bisa melacak keberadaan orang itu, kita harus mencari nya!" Damian menguatkan Rara.


Rara melepaskan pelukannya, dia menatap Damian lalu kedua putranya yang berwajah sendu menatap Papa mereka yang belum juga sadarkan diri.


"Kau harus kuat, Marco dan yang lain juga hancur Ra, mereka bahkan tidak bisa berpikir jernih sekarang, Aku akan mencari tahu dalang dibalik semua kejadian ini dan apa motif mereka!" ucap Damian.


Damian menatap mata Rara dengan tatapan dalam. Memegang bahu wanita itu dan meyakinkannya untuk tetap kuat,” kamu harus menjaga dan melindungi keluargamu ra, ada anak-anak yang harus kamu perjuangkan dan ada suami yang harus kamu sambut kesembuhannya. Kalau kamu tidak kuat, lalu siapa lagi yang akan membalas semua yang terjadi pada Richard?” jelasnya.


β€œlihat anak anakmu dan suamimu, kita harus menemukan pelaku di balik semua kejadian ini,”


Rara mengangguk dia menyeka air matanya, benar kata Damian bahwa tidak ada gunanya dia menangis karena toh Richard tidak akan langsung bangun sekalipun dia meraung raung di rumah sakit itu. Pelakunya tidak akan tertangkap sekalipun dia menangis darah. Mereka harus melakukan tindakan, mereka harus melacak pelakunya dengan cepat.


Rara menghampiri kedua putranya. Dia memeluk mereka berdua yang juga sangat terpukul dengan kejadian ini.


Ternyata setelah di periksa, makanan yang dimakan Gege hari itu mengandung merkuri, pria yang mengaku sebagai tuan Fransiskus itu memasukkan sejenis merkuri dan racun ke dalam makanan yang disantap Gege. Beruntung dia cepat dibawa ke rumah sakti dan mendapatkan penanganan.


β€œ Ma.. kapan papa bangun?” tanya Gege sambil menangi pilu. Ray tidak tega melihat adiknya dia segera mengusap air mata anak itu dan menggenggam tangannya.


β€œ Tenang Gege, Papa pasti akan sembuh, kamu harus tenang, kakak dan mama disini bersama kamu,” ucapnya sambil menatap Gege dengan mata berkaca-kaca. Terbiasa menghadapi hidup yang keras membuat Ray menjadi anak yang tegar dan kuat.

__ADS_1


β€œ Tenang ya sayang, mama akan pastikan orang-orang jahat itu mendapatkan ganjaran atas perbuatan mereka, Mama janji akan membawa pelakunya ke hadapan dunia dan membongkar kebusukan orang orang itu...” ucap Rara dengan tekad bulat.


β€œ tapi ini terlalu lama Ma.. Gege takut hiks hiks hiks... Gege takut Papa pergi... huwaaaaa.a....” anak itu menangis sesenggukan dalam pelukan ibunya.


β€œ husssh sayang, Papa akan selamat, Papa pasti akan selamat,” ucap Rara.


Dia berjongkok dan menatap kedua putranya sambil mengusap air matanya sendiri,” Ray, Gege lihat Mama,” ucapnya.


β€œ Mulai sekarang nama kamu bukan lagi Ray tetapi Elliot Abraham, Mama tidak mau kamu memakai nama yang diberikan mereka padamu, selamanya dendam ini akan Mama simpan sampai tiba waktunya membalas perbuatan mereka,” jelas Rara.


β€œ Dan untuk kamu anakku, George Abraham. Kamu harus berjuang untuk sembuh sayang, demi Papa kamu harus sembuh, kamu bisa, kami akan membantumu, ingat kata mama, Seorang anak laki-laki adalah pemimpin di keluarga jika Papa mereka tidak bisa, maka keluarga kita sekarang dijaga oleh kalian berdua, kalian harus kuat dan jadi anak yang bijak,” jelasnya sambil mengusap wajah kedua putranya.


β€œ Kita tidak tahu monster apa yang akan kita hadapi di luar sana, tetapi Mama yakin sekuat apa pun mereka, tidak akan bisa menghancurkan kita,” ucapnya lagi.


Damian menatap mereka dengan tatapan sendu, Rara adalah orang yang dibangun mental nya untuk jadi lebih kuat menghadapi kehidupannya demikian Ray alias Elliot yang dibangun secara mental bukan menjadi pecundang tetapi pemenang dan Gege yang akan jadi kaki yang kuat bagi pondasi keluarga mereka.


Keluarga yang terbentuk karena orang-orang egois. Bahkan setelah mereka berkumpul mereka harus menghadapi tantangan besar yang menghancurkan kehidupan mereka.


β€œ Kak Damian, kita mulai operasi balas dendamnya!" ucap Rara dengan tatapan tajam dan dinginnya. Wanita itu telah membulatkan tekad untuk membalaskan dendam itu pada semua orang yang terlibat dengan kecelakaan suaminya.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2