
“ Sayang apa yang terjadi tadi di sekolah? Kenapa kamu bisa sampai kesini?” bisik Rara.
“ Tadi Gege diminta untuk datang ke ruang guru, tapi tiba-tiba ada yang mendorong kursi roda Gege dan menutup mulut Gege, lalu Gege di bawa keluar sekolah. Yang Gege dengar mereka mengatakan kalau Gege sakit dan harus dibawa ke luar sekolah, orang itu mengaku sebagai Paman Gege, ternyata dia adalah penculik,” ucap Gege.
“Tetapi anak buah Kakek mengalahkan mereka dan membawa Gege bertemu kakek disini,” tambah Gege ambil tersenyum.
“ Tadi Gege makan ikan bakar, kata Kakek itu makanan kesukaan Papa waktu kecil,” ucapnya sambil tersenyum dengan bibir yang masih berlepotan dengan kecap.
“ Kamu makan ya tadi?” Rara tersenyum lembut berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutannya ketika melihat jenis hidangan bak lumpur yang disediakan di atas meja itu.
“ Ya Tuhan, semoga Gege baik-baik saja, aku takut pria ini bukan orang yang seharusnya kami temui.” Batin Rara. Insting keibuannya mengatakan akan ada masalah pada Gege, itu membuatnya tidak fokus. Tetapi tuan Fransiskus terus menerus memperhatikan mereka. Rara semakin gelisah belum lagi tatapan tuan Fransiskus sangat aneh.
“ Ayo semuanya makan dulu yuk, nah gadis cantik ini siapa nak? “ tanya tuan Fransiskus sambil menyentuh tangan Rara yang diletakkan di meja. Melihat hal itu Damian langsung menarik tangan Rara dan menggenggamnya, menyingkirkan tangan tidak sopan pria itu dari Rara,” adik saya om, istrinya Richard, masa iya om gak tahu menantunya sendiri,” ucap Damian dengan nada ketus.
Richard terkejut dengan ucapan kasar Daian bahkan tatapan mata Damian yang tidak ramah membuatnya sedikit kesal.
“ Ahh maaf om tidak tahu, kapan kalian menikah maaf Papa tidak bisa hadir hari itu,” ucapnya sambil tersenyum kikuk tapi matanya terus melirik Rara.
“ kak dia aneh,” bisik Rara yang mulai tidak nyaman melihat pria itu.
“ Tenanglah,” balas Damian.
Richard merasakan hal yang semakin aneh dari tuan Fransiskus,” Pa.. Papa membuatkan makanan kesukaan Richard tidak? Papa yang masak sendiri kan?” tanya pria itu sambil memberi kode pada Damian untuk mencari cara membawa Rara dan Gege keluar dari rumah itu.
“ tentu saja Papa buatkan,” ucapnya sambil tersenyum kikuk.
Rasanya situasi ini semakin aneh, tingkah tuan Fransiskus sangat mencurigakan. Dan Richard sadar hal itu.
“ Papa yang masak langsung, ikan bakar dan ayam kesukaan kamu kan, Papa yang masak,” ucapnya sambil tersenyum dan membuka penutup makanan menunjukkan hidangan yang sudah disiapkan di atas meja.
Richard terdiam, dia melirik pria itu, rasanya semakin aneh.
“ Mama.. perut Gege sakit,” ucap anak itu tiba-tiba. Wajah Gege berubah pucat dan bibirnya berubah ungu. Tiba-tiba di luar tersengar suara teriakan Daniel dan suara pertempuran anak buah Damian dengan anak buah tuan Fransiskus.
“ Richard lari dari sana, di rumah itu ada Bom..” teriak Daniel yang sedang menghajar semua orang yang entah muncul dari mana.
“ Gege.. nak.. kamu kenapa sayang, apa yang kau lakukan pada putraku , bajingan sialan...” pekik Rara sambil melemparkan pisau makan ke arah wajah tuan Fransiskus dan...
Syaaatt.....
Pipi pria itu tergores sampai berdarah.
Grep....
Richard menarik kerah pria itu,” siapa kau sebenarnya bajingan, beraninya kau meniru ayahku, Papa ku tidak tahu dan tidak akan pernah bisa memasak hidangan lumpur seperti ini, selain itu ikan bakar dan ayam bukan makanan kesukaanku, siapa kau sebenarnya...” Richard melayangkan satu pukulan telak ke wajah pria itu. Tetapi dia tidak melawan.
__ADS_1
“ Aku ayahmu nak, aku benar benar ayahmu, apa yang kalian ucapkan, aku tidak mungkin berbohong...”ucapnya sambil menarik Richard dan memeluk pria itu dengan erat.
Di saat yang sama Richard merasakan ada benda keras yang diikat di perut pria yang menyamar menjadi ayah Richard.
“Sialan kau, beraninya menipu kami...” geram Richard sambil menghajar pria itu sampai babak belur, namun pelukan erat di tubuh Richard tidak juga terlepas.
Tit.. tiitt... tiiii....
Suara melengking muncul dari perut pria itu,” ada bom disini, Damian bawa keluar Rara dan Gege...” teriak Richard panik saat mendengar suara alarm dari perut tuan Fransiskus itu.
“ aku ayahmu anak, apa maksudmu? Jelas aku adalah ayahmu .. kenapa kau melupakan aku?” ucapnya lagi.
“ kau bukan ayahku... katakan dimana ayahku yang sebenarnya...” teriak Richard .
Bughhh..... bughhh... bugghhhh
Tangan kekarnya menghajar kepala pria itu berkali kali, tetapi tidak ada topeng disana, wajah itu asli . Richard meragu apakah benar ini ayahnya yang sebenarnya atau tidak?
“ Ini Papa anak... ini Papa...” racau pria itu lagi.
“’ Richard dia bukan ayahmu, dia anggota Kelompok dunia bawah Black Phanter, dia anggota grup dunia bawah...” teriak Rara saat melihat tato di lengan pria itu yang tersingkap saat bajunya tertarik ke atas.
“ hahahahhahahaha... kalian semua kan mati bersamaku disini, hahahahahhaha... kau akan mati Richard, selama tuan kami tidak menemukan surat wasiat itu kau akan terus dikejar kematian... hahahhah rasakan kau, bersiaplah wahai wanita cantik, kau akan jadi target berikutnya...”ucap orang itu sambil tertawa terbahak bahak menatap mereka semua .
Suara alarm bom itu semakin kuat.
“ Richard cepat lepaskan dia...” pekik Rara panik.
“ Damian bawa Gege... aku akan menolong Richard...”
Damian sama paniknya, dia berlari ke arah pintu luar menyelamatkan Gege terlebih dahulu . Tetapi saat tangannya membuka engsel pintu, betapa sialnya mereka karena pintu itu dikunci dari luar.
“ Sialan pintunya dikunci..” teriak Damian.
Richard panik, dia masih menghajar pria itu sedangkan Rara mencari cari dimana gerangan kuncinya.
Mata wanita itu menatap pinggang pria gila itu , disana diikat sebuah kunci yang sepertinya adalah kunci rumah tersebut.
“ Richard kuncinya ada di pinggang orang itu...” ucap Rara mendekat.
“ Hahah kemari kau wanita jal4ng biar kunikmati tubuhmu hahahahhaa...” tangan pria gila itu masih berusaha meraih Rara.
“ Rara berhenti disana, biar aku yang ambil..” pekik Richard.
Dia dan pria itu bertarung sementara bom yang diikat di tubuh pria itu berdetak terus menerus.
__ADS_1
Srraaakkkkkk...
Disibakkan Richardlah kaos pria itu dan terpampanglah bom yang diikat dengan tali dan menempel di tubuhnya.
“ 50 detik lagi...” teriak Richard.
“ Hahah kau tidak akan lepas, kau akan mati disini Richard, kau akan mati seperti ibumu.. kau akan mati seperti ayahmu hahahhahaha.........” seolah tahan banting, pria itu tertawa terbahak bahak dan menahan kedua tangan Richard yang berusaha untuk menahan Richard.
Rara tidak tinggal diam, waktu nya terus berjalan, dia mencari cara untuk menaklukkan pria setan itu .
“ Tahan dia sebentar,”teriak Rara yang mendekat dan menarik kunci itu dengan cepat.
Richard melakukan ucapan Rara, sedang wanita itu menarik kunci begitu saja.
“ kak Damian, buka pintunya!"pekik Rara sambil melemparkan Kunci itu pada Damian.
Damian yang menggendong Gege yang tidak berdaya karena perutnya sakit dan tubuhnya lemas, dengan sigap menangkap kunci besi itu dan membuka pintu dengan cepat.
“ Richard angkat bokongmu!" teriak Rara yang sudah bersiap dengan tendangan maut di belakang Richard.
“ mau apa kau....” Richard mengangkat tubuhnya dan...
Bughhhkkk.. krakkkk...
“ arrrkhhhhhh.......
Teriakan kesakitan terdengar menggelegar diiring dengan sisa waktu yang hanya tinggal 10 detik.
“ Richard lari!” pekik Rara sambil menarik tangan pria itu.
Mereka berlari dengan sisa waktu yang ada dan...
Duarrrrr........
Bom bunuh diri itu meledak dan menghancurkan rumah itu.
“ Rara keluarlah!!" pekik Richard mendorong tubuh Rara saat mereka sudah sampai di dekat pintu.
“ tidak... Richaaarrddddd....
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen