Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB


__ADS_3

Tangan Lily lagi-lagi ditarik dengan kasar oleh seseorang yang tidak lain adalah Damian yang telah tiba di tempat itu.


"Siapa kau, beraninya kau mengha.... Ka...kau!??" Lily terkejut bukan main saat melihat sosok Damian yang kini berdiri di dekatnya sambil mencengkram tangannya dengan sangat kuat membuatnya meringis kesakitan.


"Kak Damian," Hansel dan Esther sama sama menegur pria itu saat mendapati lampu merah dari ekspresi dinginnya yang menyeramkan.


Plaaakkkk.... Plaaakkkk.... Plakkk...


Tiga tamparan tanpa segan dia layangkan ke wajah Lily, sama seperti yang dilakukan perempuan itu terhadap Nana dan Hana.


Dia menatapnya dengan tatapan dingin, tanpa suara dia memukuli wajah Lily tidak peduli dia itu seorang perempuan, yang ada dalam pikirannya saat ini hanya balas dendam yang harus benar benar sukses untuk membuat Lily merasakan apa yang dirasakan oleh Hana dan Nana.


"Pembunuh!!" Ucap Damian.


Rara menatap pria itu, di belum tau apa maksud Damian karena hal ini dirahasiakan dari dirinya.


"Apa kak Damian kenal dengan dia?" Tanya Rara sambil menahan tangan Damian. Satu satunya orang yang berani menghentikan Damian ketika dia sedang marah.


Damian menatap Rara, tatapan matanya sendu mengatakan bahwa dia sedang berkabung saat ini,"nanti,Nanti kakak akan jelaskan, biarkan kakak membalas perbuatannya dulu Ra, dia... Dia yang membunuh Hana, kekasih kakak..." Ujarnya pelan.


Merry semua terkejut, siapa sangka orang yang diincar Damian selama ini adalah adik seayah Richard.


"Bukan aku yang membunuhnya, kenapa kau mengatakan itu, dia sudah mati lama, kenapa.kau membalasnya padaku bajingan!!" Pekik Lily menantang pria itu.


" Hukuman kekerasan fisik tidak akan mempan padamu, Maka kau akan berakhir seperti Nana!!!" Ucap Damian sambil menarik tangan perempuan itu dengan kasar.


"Mau kau bawa kemana anakku!!" Pekik nyonya Siska.


"MAU KU BUNUH!!" balas Damian sambil menggeretakkan giginya.


" Tuan ini menyalahi hukum, sebaiknya jangan lakukan hal tersebut!" Salah satu anggota Esther melarang Damian melakukan tindakan kejahatan.


"Benar kak, jangan lakukan, biar hukum yang bertindak!" Esther dan Hansel langsung membujuk Damian.


Pria itu sudah gelap mata, dia benar benar ingin membunuh gadis itu sekarang juga untuk membalaskan kematian Hana yang mengerikan.


" Kak Damian ini tidak akan menyelesaikan masalah!!' ucap Hansel membujuk kakaknya.

__ADS_1


"Jika Kakak dituntut maka apa yang akan terjadi? Lalu Nana, gadis malang itu bagaimana!?" Ujar Hansel.


"Gadis Bougenville!!!!" Tiba-tiba Lily berteriak memanggil 'anjing peliharaannya ' dan berlari menuju pintu memastikan kondisi Nana.


" Dimana dia!? Dimana anjing sialan itu, siapa yang melepaskan dia!!!!" Pekik Lily histeris saat tidak melihat mainannya di teras rumah.


" Nana itu adiknya Hana, dan dia disiksa selama bertahun-tahun oleh perempuan sialan yang lahir dari rahim wanita busuk ini!!" Damian menunjuk nyonya Siska yang terhenyak dengan semua kejadian hari ini.


"Wahh selain ibunya yang melahirkan anak dari pria lain ternyata anaknya yang lain adalah seorang pembunuh? Luar biasa hahahah.... Keluarga ini benar benar gila!!!' seru Daniel yang terlihat menikmati pertunjukan hari ini.


"Mama... Katakan padaku, semua itu tidak benar kan? Aku anak Papa kan!???" James yang sudah babak belur karena ulah Richard menghampiri ibunya dan mencengkram tangan wanita itu dengan erat.


Nyonya Siska hanya bisa terdiam, semua sudah terbongkar.


"Fakta yang mengatakan, hasil DNA mu dengan tuan Fransiskus menyatakan kalian orang asing, hanya Lily yang menjadi keturunan tuan Fransiskus itu pun, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Hana Bougenville dan penculikan Nana Bougenville, benar demikian Detektif Esther!?" Marco berdiri menengahi pembicaraan mereka dan menunjuk serangkaian bukti yang mereka dapatkan.


Semua telah direncanakan, pertemuan ini juga telah diatur oleh Richard sekalipun dia belum tahu tentang ibunya.


" Tidak... Tidak mungkin!!!" Pekik Lily histeris, dia hendak melarikan diri tetapi sudah ditangkap terlebih dahulu oleh Yamamoto yang bergerak cepat sebelum iblis itu melarikan diri.


"Kalian jangan mengada-ada, kalian semua yang membuat karangan ini, tidak mungkin ini terjadi!!!" Balas James yang tidak terima dengan kenyataan bahwa dia hanya dijadikan boneka oleh tuan Fransiskus untuk mengembangkan perusahaan dan mempersiapkan jalan yang mulus bagi Richard.


Rara menatap Giselle dan Nyonya Siska yang menjadi dalang penyebab trauma yang dialami oleh Elliot, putranya.


"Biar ku beritahu satu fakta, Ray adalah putraku, dan kau sudah menyiksanya selama bertahun-tahun, kalian akan menerima ganjaran hukum yang setimpal dengan perbuatan kalian!" Ucap Rara sambil menggeretakkan giginya, jujur dia ingin membunuh mereka saat ini, tetapi semua itu akan sia sia karena hanya memberi kemudahan bagi mereka.


" Ray anak kalian!??"


"Tak perlu basa-basi tangkap mereka!" Ucap Richard sambil berdiri dan menatap mereka semua.


Sontak beberapa anggota keputusan yang sudah berjaga di luar langsung masuk dan membekuk Lily,Nyonya Siska, Giselle dan James saat itu juga.


"Kalian ditangkap atas pembunuhan berencana, masing-masing dari kalian berhak bicara atau tetap diam!"


" Tunggu dulu, tidak...kau bercanda kan Richard aku tahu kau masih mencintai ku, aku mau kembali padamu, jangan lakukan ini padaku Richard, aku kekasihmu dulu, kenapa kau tega!!!" Pekik Giselle sambil menangis histeris tak terima dia di tangkap.


" Ahhh tambahan, alasanmu ditangkap karena kekerasan fisik pada Irene adik ipar adikmu, semua bukti sudah dikumpulkan maka mendekamlah di balik jeruji seumur hidupmu!" Ucap Esther.

__ADS_1


Mereka dari masing-masing pihak telah membuat laporan dan bukti untuk penangkapan orang -orang itu.


Mereka semu dibawa sambil memberontak dan berteriak histeris karena ditangkap.


"Biarkan hukum yang berjalan Damian, sisanya kita lakukan setelah merdeka di jatuhi dakwaan!" Ucap Daniel sambil menepuk bahu Damian yang sedang menahan amarahnya saat ini.


" Apa maksudmu?" Tanya Max bingung.


Daniel tersenyum licik, dia yang membunuh kekasih Damian akan merasakan neraka yang sesungguhnya, sesuatu yang pantas untuk dia dapatkan!" Ucap Daniel sambil tersenyum sinis.


Orang-orang itu dibawa, kini rumah Fransiskus terlihat hening, tak ada seorang pun yang berbicara, semua duduk di posisi mereka masing-masing.


Richard menggenggam tangan istrinya sambil menatap Mamanya, begitupun dengan nyonya Vera, sambil menahan air mata dia memandangi putranya yang telah bertumbuh dewasa tanpa pengawasan.


"Sayang pergi, peluklah Mama kamu," bisik Rara sambil menepuk punggung suaminya dan memberikan usapan lembut disana.


Richard menatap Rara, " aku tidak mimpi kan?" Bisiknya dengan mata berkaca-kaca. Rara mengusap lembut rahang suaminya sambil menangis haru, "sana sayang, Mama sudah menunggu," ucapnya menguatkan sang suami.


Richard berdiri dan menatap sang ibu, di hany mengenali ibunya dari foto masa muda wanita itu, tetapi parasnya masih tetap sama hanya bertambah keriput saja.


"A..apakah....


"Nak.. ini Mama sayang, maafkan Mama...." Nyonya Vera berdiri dan merentangkan kedua tangannya sambil mengusap gemetar menatap sang putra.


Richard tak bisa menahan gejolak yang ada di dalam hatinya, dia berlari dan menghamburkan pelukannya pada sang Ibu dan memeluknya dengan sangat erat.


"MA.... Ku pikir Mama...


"Mama masih hidup sayang, maafkan Mama meninggalkanmu sejak kamu lahir, banyak kejadian yang telah terjadi, Mama sangat merindukan kamu nak..." Ujar nyonya Vera sambil menangis terharu.


Richard juga menangis, dia memeluk sosok itu, sosok yang membuatnya Merasakan Peukan seorang ibu untuk pertama kalinya di dalam hidupnya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2