Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Masa Kecil Rara


__ADS_3

Rara menatap kesal ke arah Marco.


"Tunggu dulu, Yamamoto? bagaimana kau kenal dengan bajingan itu!? kau ini siapa sebenarnya !??" Marco berdiri sambil menatap Rara dengan tatapan menyelidik.


Tidak sembarang orang bisa kenal dengan Yamamoto, bos Black Phanter yang sekarang berkuasa. Salah satu pentolan di organisasi yang menggantikan posisi pemimpin sebelumnya yang mengundurkan diri setelah kalah dalam pertempuran dengan Deer B12 delapan tahun yang lalu saat Rara masih bagian organisasi.


Marco tau Semua itu karena dia pun dulu adalah anggota terlama dari Balck Phanter, jauh sebelum masa Rara masuk Organisasi, tetapi karena kejadian tidak terduga bersama Yamamoto dia memilih menghancurkan organisasi itu dan keluar memilih jalannya sendiri.


"Kau sendiri, bagaimana kau kenal dengan si borok itu!?" balas Rara.Dia tidak mau jadi yang tersudutkan disini, karakternya keras dan tegas.


Sembari duduk di samping suaminya dia menatap Marco dengan wajah meledek.


'Aku bertanya lebih dahulu jawab pertanyaan ku!" kesal Marco.


"Memangnya kau siapa sampai aku harus menjawab pertanyaan dari mulutmu!?" balasnya dengan nada ketus.


pfffhhh....


Damian dan Daniel tertawa geli melihat Marco yang untuk pertama kali banyak berbicara dengan seorang perempuan tetapi sekalinya mendapatkan lawan bicara dia malah di skak mat habis oleh istri sang Presdir yang mulutnya lebih pedas dari cabai rawit.


"Peraturannya seperti itu, siapa yang bertanya lebih dulu dia yang harus di jawab, apa kau tidak pernah sekolah!?" ejek Marco.


" Hmmm.... seorang lulusan SMA yang terpaksa diluluskan seperti diriku tidak paham dengan peraturan konyolmu," balasnya.


" Wanita ini!!"


" Wnenete ene... nyenyeneye... dasar otak udaaaangg.... keciiilkkk... gak dipakeeee...." ejek Rara sambil merapatkan Matanya dan menjulurkan lidahnya ke arah Marco.


"Katakan padaku bagaimana kau kenal dengan Yamamoto, aku serius!" ucap Marco dengan nada tegas dan tatapan dinginnya.


Daniel dan Damian saling melirik, masa lalu Marco sebagai mantan anggota organisasi dunia gelap hanya diketahui oleh mereka. Dan dunia Marco saat itu sangat mengerikan.


"Jelaskan dulu dirimu!" tantang Rara. Keduanya saling menatap tajam satu sama lain seolah ada sengatan listrik diantara mereka berdua. Tidak bisa akur dan sama-sama kerasa kepala.


"Aku pernah masuk organisasi Black Phanter!" aku Marco . Ini kali pertama dia mengakui masa lalu itu pada orang lain selain sahabatnya.

__ADS_1


" Marco... kalau kau tidak siap cerita jangan dibongkar sekarang, untuk apa kau bicara kan hal itu padanya!?" potong Daniel tak setuju.


"Ehhh si perut karet, dia dulu, kau jangan banyak bicara!!" kesal Damian sambil menarik pria itu dan membuatnya duduk di kursi dengan tenang.


" CK... lepaskan!" kesal Daniel.


"Ahhh.... kalau begitu kau pasti tau kan aku masuk organisasi Deer B12, kau mungkin tidak mengenalku, karena aku jarang dilibatkan dalam pertarungan langsung kecuali jika keadaan sudah sangat genting," jelas Rara.


"Aku tau tapi bagaimana kau kenal Yamamoto? dia tidak pernah muncul di depan orang selama 13 tahun terakhir, dia tidak mungkin menunjukkan dirinya karena dia tipikal pengadu domba!" ucap Marco.


"Hahahaha.... " bukannya membalas Rara malah tertawa," bodoh kau, inilah Marco yang terkenal penuh tak tik itu?"ejek Rara.


" Berhenti mengejek ku dasar perempuan gila!!" kesal Marco.


" Kau jelas tau dia pengadu domba tapi kau masih dipermainkan oleh ucapan si Yamamoto? yang bodoh disini seperti nya hanya dirimu," ketus Rara.


" CK... jawab dulu pertanyaan ku!!!" kesal Marco.


" Yamamoto dan aku adalah teman masa kecil, apa itu cukup untuk menjawab pertanyaan mu?" tanya Rara sambil menaikkan sebelah alisnya.


Lingkungan pergaulan wanita itu adalah lingkungan para pria preman dan keras kepala yang pekerjaannya setiap hari bertarung dan merebut kekuasaan satu sama lain.


Sejak kecil Rara sudah kenal dengan dunia hitam, dia sudah terbiasa dengan hal itu, oleh karena itulah dia memiliki banyak koneksi dengan dunia bawah. Dia mengenal banyak orang bahkan si borok gila dar Black Phanter.


" Sayang kau benar benar hidup di lingkungan Mafia!??" Richard tidak tahan mendengar pembicaraan mereka, mulutnya sudah gatal ingin bertanya tentang siapa sebenarnya Rara, bukan yang sekarang tetapi diri Rara yang benar benar dia dan asal muasal sikap serampangan dan bar bar yang dia miliki itu.


"Tu... tuan!??"


" Ri... Richard kau bangun!!" teriak Daniel tak menyangka kalau Richard sudah sadar.


Marco dan Daniel hendak mendekati pria itu tetapi tangan Richard mengehentikan mereka," berhenti disana, aku belum mengajak kalian berdua bicara!! kalian tahu kan kesalahan kalian!??" nadanya berubah dingin datar berbeda dengan saat dia berbicara dengan istrinya barusan.


Glekkk...


Marco dan Daniel saling melirik lalu menatap Damian. Damian yang di tatap duduk dengan tenang dan damai sambil mengejek mereka atas perbuatan konyol mereka selama Richard belum bangun.

__ADS_1


" Si... sial, mampus aku!!!" Batin Daniel yang sedang memikirkan seribu cara untuk melepaskan diri dari amukan Richard yang sebentar lagi akan meledak.


Marco terlihat diam sambil mengambil sikap berlutut, dia tidak peduli entah Richard marah padanya atau tidak, tayang terpenting baginya adalah Richard telah bangun dari tidur sekalipun tahu risiko kalau dia akan dihajar oleh sang Presdir karena bersikap tidak baik untuk pada Rara.


" Eh... A.. aku ada pekerjaan be..belum selesai, perutku juga sakit aku ke.. keluar du....


" BERANI KAU BERGERAK SATU CM SAJA, KU GANTUNG KAU DI DEPAN KANTOR DANIEL!" penuh penekanan, tajam dan dingin . Demikian lah Richa menyampaikan kata-kata nya.


Glek...


Susah payah Daniel menenggak salivanya, dia diam membatu di atas lantai tak berani bergerak sedikitpun.


Richard kembali menatap istrinya," Seperti apa sebenarnya kehidupan mu di masa lalu Ra?" tanya Richard.


"Biar ku ceritakan, " Ucapnya," kebetulan Kak Max juga sudah masuk," Ucapnya sambil menatap Max yang kembali setelah menitip anak-anak pada Pak Dono.


" Ada apa? ahh mereka sudah tau? ke apa belum di hukum? di kebiri saja, atau di sembelih sekaligus, enak jadi makanan si Susi," celetuk Max sambil duduk di samping Damian dan menatap mereka berdua.


" Nanti di bahas, lanjut Ra!"


" Mendiang Papa adalah anggota dunia bawah saat dia hidup sampai setahun sebelum Papa jatuh sakit, Papa mengundurkan diri dari organisasi, sejak kecil aku sudah sering di bawa ke organisasi dan berlatih disana tetapi baru usia 17 tahun aku resmi bergabung dengan Deer B12 atas ijin Papa yang saat itu adalah pentolan organisasi," jelasnya.


"Aku dan Yamamoto sudah sering berlatih bersama saat kami masih kecil, tetapi dia memilih memisahkan diri dari Deer B12 lalu saat usianya 15 tahun dia bergabung dengan resmi bersama Black Phanter,"


" Kami sudah jarang berkomunikasi, tidak tahu keadaannya saat ini, tetapi saat aku mendengar kalau dia yang ingin membeli diriku dari MARCO, aku hampir saja menyerang pria bodoh ini,'" ucap Rara.


" Tapi bagaimana kau bisa tahu kalau dia yang ingin membeli mu?" tanya Daniel.


"Apa jangan -jangan kalian bekerjasama!?"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2