Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB: Godaan Pagi Hari


__ADS_3

Rara membuka kedua matanya, rasanya di atas tubuhnya ada benda berat yang terletak membuat tubuhnya merasakan beban yang aneh dan posisinya benar benar ambigu.


Tersadar sesuatu sedang terletak dan bergerak di atas kedua bola kastinya mata perempuan itu langsung terbuka dan menatap tangan kekar sang adam sedang bertengger di atas kedua bola kastinya dan bergerak seiring dengan Richard yang malah memeluk Rara sambil terlelap di tengah dinginnya cuaca pagi yang sedang hujan deras.


“ Ya ampun tangannya sangat tidak sopan ya, Richard apa yang kau lakukan, tanganmu...” ucap Rara yang spotan mengangkat tangan pria itu dari atas dadanya dan mencampakkannya ke sembarang arah.


Richard terbangun dari tidurnya,” kau mengganggu tidur ku ra.. kenapa sih?” ketus Richard sambil memeluk Rara lagi dengan posisi tangan yang sama, tepat berada di atas dua bola kasti kebanggan perempuan itu.


“ Richard tanganmu harus ikut prorgram social distancing , dasar mesum jauhkan tanganmu dari dadaku,” kesal Rara yang berusaha untuk duduk danmenepis tangan Richard dari dadanya. Pria itu tersenyum jahil dengan rencana licik di kepalanya.


“ Malas ah...” selorohnya sambil menarik Rara ke dalam pelukannya tetapi dengan hati hati agar luka Rara tidak terasa sakit.


“ Ini kan... sudah pernah kulihat, kupegang juga itu...” celetuk Richard dengan pembicaraan Mesum diiringi gerak tangan yang dengan sengaja mengelus dua bola kasti milik istrinya.


Mata Rara membulat sempurna saat kedua tangan Richard dengan jahilnya sedikit menekan dada Rara yang dibalik kemeja dan dua mangkuk itu.


“ Richard dasar mesum...” pekik Rara sambil berusaha bangkit tetapi Richard menahan tubuhnya.


Muncul semburat merah di wajah Rara, dia sangat malu dengan perbuatan pria itu,” Kau tahu tidak kalau ini dinamakan pelecehan hah? Dasar tidak sopan, aku akan menuntutmu pria gila!" kesal Rara yang berusaha menjauh dari kungkungan pria itu, dia terus bergerak dan menepis tangan Richard.


Bukannya menurut, Richard malah mengunci pergerakan Rara, dia memeluk Rara dari samping dengan kedua tangan dan kaki yang mengapit tubuh Rara tetapi tidak membuat perempuan itu kesakitan.


“ Mau kemana hmmm? Kau mau menuntuku melakukan pelecehan pada istriku sendiri? Ayolah sayang, kau hanya akan ditertawakan oleh dunia karena melaporkan hal yang tidak tidak,” ejek Richard sambil tersenyum licik menatap wajah Rara yang memerah karena ulah tangan nakalnya.


“ Mau kupeluk, mau kupegang kan itu hak ku sayang,” bisik Richard dengan suara berat merayu sang istri . Tidak ada jarak sama sekali diantara mereka berdua, pelukan hangat itu entah kenapa membuat jantung Rara semakin berdebar kencang, wajahnya panas dan pipinya memerah.


“ sa.. sana kau, mau apa kau Richard, aku masih terluka, kau mau apa? Dasar pria mesum, kau sudah sama seperti Damian, sana kau!” kesal Rara sambil mendorong Dada Richard yang tak punya batas dengan tubuhnya.


Richard tersenyum licik, melihat wajah jahil pria itu, Rara sadar kalau dia salah mengucapkan kata kata,” sialan, mampus aku, kenapa aku mengatakn itu, pria ini sangat gila, bisa bisanya dia...

__ADS_1


“Wah jadi kalau sudah sembuh aku akan bebas? Bebas melakuan apa pun?” celetuk Richard sambil menatap wajah Rara dengan senyuman sumringah karena rayuan pagi harinya berhasil membuat Rara terjebak dalam permaiannya.


“ ti.. tidak.. ka.. kau memikirkan apa, dasar mesum..” kesal wanita itu sambil memalingkan perhatiannya.


Richard terkekeh, melihat wajah Rara yang malu dan memerah membuatnya tidak ingin berhenti menggoda Rara. Jika diulas dalam sejarah hidupnya, ini kali pertama pria itu memeluk perempuan dengan begitu erat bahkan sampai bisa memegang benda terlarang yang menurutnya empuk bak mainan bebek air itu.


“ Aku memikirkan sesuatu yang seharusnya pasangan suami istri lakukan,” bisik Richard.


Semakin gusarlah hati Rara kala merasakan bisikan setan gila di dekatnya itu, belum lagi bibir Richard yang denagny sengaja menyentuh kulit telinga dan kulit lehernya membuat bulu kuduk wanita itu merinding dan ada perasaan aneh yang muncul dalam dirinya.


“ Ri.. richard ka.. kau kerasukan setan ya? Ka.. kau sakit atau otakmu sedang tidak bekerja dengan benar? Kenapa kau tiba-tiba seperrti ini richard? Sadar hey sudah pagi, kau pikir ini mimpi...” Rara tentu saja terkejut dengan kelakuan absurd pria itu di pagi hari.


Senyuman indah tergambar di wajah Richard. Sejujurnya semalaman dia tidak bisa tidur karena memandangi wajah cantik istrinya, getaran saat pertama kali melihat Rara setelah 7 tahun lamanya membuatnya penasaran dengan apa yang sedang dirasakan hatinya saat ini.


Apalagi saat Richard melihat Rara menyuapi kedua putranya, memeluk Gege dan menenangkan anak itu saat traumanya kambuh, merawat Ray dengan telaten, memperhatikan semua yang berhubunagn dengan keluarga mereka sampai tidak merawat dirinya sendiri yang terkadang terlihat seperti pengasuh dibandingkan seorang nyonya pengusaha terbesar di negeri itu.


Dia sadar, dia telah jatuh cinta, dia mengujinya pagi ini dan ternyata benar semakin dia dekat dengan Rara semakin besar perasaan itu, perasaan ingin melindungi dan menjaga Rara, perasaan ingin memastikan kalau raray akan bahagia bersamanya.


Kedua manik mata itu bertabrakan satu sama lain, wajah Rara terlihat menggemaskan bagi Richard ketika wajah itu merah dan kedua matanya terus berkedip.


“ Ma.. mau apa kau?” suara Rara tercekat, dia seolah sedang disidang, rasanya gugup dan menegangkan.


Senyuman Richard terlihat sangat menawan,bahkan kedua netra Rara tidak bisa lepas dari mata pria tampan yang melontarkan godaan panas di pagi hari pada dirinya.


Dengan penuh kelembutan diiringi tatapan mata yang sangat dalam, ayah dari si kembar menggemaskan itu mengusap kepala Rara, menatapnya dengan penuh kelembutan. Jujur saja berada di posisi seperti ini membuat Rara merasa gugup, tetapi tubuhnya tidak menolak di perlakukan demikian oleh sang suami.


Richard menatap Rara, dia menampakkan senyuman langka dan mahal yang tidak pernah dia tunjukkan pada orang lain.


“ ya Tuhan, senyumannya.. ahhhh kenapa itu membuatku gugup? Wajahnya sangat tampan... sial.. kalau terus seperti ini... ka.. kami bisa saja...”

__ADS_1


Rara berhenti berpikir, seolah waktu berhenti dengan sendirinya kala benda mungil nan embut itu menyentuh bibirnya. Richard mendaratkan bibirnya di atas cherry manis milik Rara, memberikan sentuhan lembut yang menggoda bagi sang istri.


Rara terdiam, dia bagaikan orang bodoh, tidak bisa berpikir dan tidak bisa menolak. Richard mengecupnya, menciumnya dengan lembut, menggenggam tangannya dan mulai melahap cherry manis itu dengan rakus.


Dengan penuh trik pria itu bermain seolah dia adalah seorang profesional,padahal nyatanya dia sudah terkena virus mesum dari Damian.


Richard menyelusuri setiap rongga itu, tanpa malu dan tanpa keraguan.


“ Manis...” bisik Richard yang sepertinya sudah kecanduan bibir istrinya sendiri


“ Umm... ri... Richard... i,... itu.. to... tongkat kayumu bangkit, ka.. kau... sa.. sadar lah....” celetuk Rara dengan wajah malu kala merasakan pentungan sakti pak satpam telah bangkit dari tidurnya dan terasa mengganjal di sela kaki Rara.


Richard terkejut, dia dibuat malu oleh ucapan Rara, “ Sial..”umpatnya.


“ Mama, Papa!!” teriakan Gege membuat keduanya terkejut.


Bruukkk....


Cepat-cepat Rara mendorong Richard sampai pria itu terjerembab ke atas kasur dengan wajah bodoh seraya menahan pentungannya yang bangun dari hibernasi nya.


“ I..iya sayang, Mama datang...” Teriak Rara dengan suara gugup sambil berjalan tertatih ke arah pintu meninggalkan Richard tanpa sepatah kata pun.


Richard menatap celananya yang mengembung di bawah sana,” tidurlah, kenapa kau bangun bodoh, mau cari rumahmu? Belum waktunya tahu.. kau membuatku malu saja...” ocehnya sambil menatap benda yang pelan pelan menciut itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2