Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Manusia Robot


__ADS_3

Richard duduk di samping Rara dalam posisi saling berhadapan. Netra hitam pria itu menatap dalam ke arah mata Rara. Dia mengambil sebuah dokumen yang diantarkan oleh Marco beberapa saat lalu.


Dengan tangan kekar nya dia mengeluarkan sebuah dokumen penting yang akan mengubah seluruh kehidupan kedua insan yang menjadi korban keegoisan beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab.


Richard menatap wanita itu, tatapannya tidak bisa diartikan, wajahnya selalu saja datar dan sedingin pegunungan Everest. Bak sedang menghadapi ujian akhir sekolah, Rara dengan gugup menatap kertas yang dikeluarkan oleh Richard.


Padahal dia baru sadar dan baru saja mengalami mimpi buruk, tetapi pria di depannya itu seolah tidak peduli dengan keadaannya.


" Aku masih menunggu jawaban mu soal tawaranku kemarin, kurasa kau akan punya banyak hal yang menjadi alasanmu menerima tawaran ini," ucap Richard sambil memberikan dokumen pernikahan yang hanya butuh tandan tangan Rara dan mereka resmi menikah jalur negara.


Richard bergerak sedikit ke kanan untuk menutupi dokumen itu, sambil melirik ke pintu masuk dimana Irene masih berdiri tegap disana berusaha mencari tahu apa yang terjadi di dalam.


" Buat apa dia mengawasi kamu disana? ada apa dengan perempuan ini!?" batin Richard sambil menggeser tubuhnya menutupi Rara dan dokumen itu.


Dengan tangan gemetar, Rara mengambil kertas itu dan membacanya.


"Dokumen Pernikahan!?" Rara menyerngitkan keningnya sambil menatap Richard dengan tatapan bingung.


Pria itu menganggukkan kepalanya dengan pelan tetapi wajahnya sama saja datarnya.


"Ma.. maksudnya??" tanya Rara.


"Tandatangani dokumen itu maka semua yang kau butuhkan akan kuberikan, termasuk anakmu," Richard langsung berbicara pada intinya dengan nada tegas tanpa ekspresi. Jika ada kompetisi sebagai Manusia robot, maka bukan tidak mungkin pria ini memenangkan kompetisi itu melihat betapa irit wajahnya akan ekspresi, padahal jika di rumah, tingkahnya tak kalah kocak dengan teman teman tengilnya.


Bak tersambar kereta api, Rara hampir saja terhempas ke atas tempat tidurnya sendiri saat mendengar penjelasan tanpa emosi dari manusia robot di depannya itu.

__ADS_1


" Ka..kau sedang sakit tuan!??" tangan Rara spontan memegang kening pria itu.


Richard memutar kedua bola matanya sambil menurunkan tangan Rara," Aku sehat dan tidak gila, tanda tangani saja dokumen itu, maka semuanya akan beres," ucap Richard sambil berpangku tangan menatap wanita di depannya.


" Kenapa aku harus menandatangani ini?? aku tidak mau menikah denganmu, sama sekali tidak, memangnya kau siapa berani mengatur dengan siapa aku harus menikah, lagi pula aku tidak akan pernah menikah!!!" ucap Rara sambil mengembalikan dokumen itu pada Richard.


Seolah dunia sedang mempermainkan dirinya, tadi sore dia dilecehkan dan malam ini dia malah diajak menikah oleh pria datar, dingin alias manusia robot misterius yang datang datang membawa dokumen pernikahan dan memaksanya tanda tangan.


" Apa kau tidak menyimak perkataanku tadi!?" tanya Richard," Aku akan memberikan apa pun padamu selama kau mau menjadi ibu bagi George, aku masih tetap pada penawaran ku semalam, termasuk memberikan anakmu pada dirimu, aku tau kau siapa ,Clara Maddison anak tunggal tuan Roger Maddison dan nyonya Olivia Maddison, lahir di Jerman tanggal 14 April 1990, ditinggalkan sang ibu saat usiamu 5 tahun, ayahmu menderita kanker otak selama tiga tahun, punya hutang besar pada Nyonya Korry tapi ditipu berkali kali dan kau... pernah melahirkan seorang anak!!" Richard menjelaskan dengan singkat kilas balik kehidupan Rara yang penuh dengan drama itu.


" Ka..kau... si..siapa kau!?? ba..bagaimana kau bisa tau!?? bagaimana kau bisa tau ka...kalau aku....


" Tentu saja bisa, aku punya kekuasaan untuk melakukan itu semua, termasuk menemukan putra mu, dengan gratis, kau hanya perlu menjadi ibu bagi George," tawar Richard.


Entah kenapa Richard tidak mau memberitahukan bahwa Gege adalah putra kandung wanita itu. Ada yang harus dia periksa dan dia pastikan aman terlebih dahulu sebelum dia memulai semuanya dengan wanita itu.


Dengan imbalan besar bahwa Richard akan memberikan putranya padanya. Tujuan Besar Rara adalah mencari sang putra, inti dari perjuangannya selama ini adalah menemukan keberadaan putra kecilnya yang dia sayangi.


"Apakah hari itu akan tiba?? akankah aku melihat putraku? Sungai mengering dan panas matahari yang terik ku lalui, sampai tak tersisa air mata bagiku, hingga aku akhirnya diberikan kesempatan menemukan anakku? aku... akhirnya..... " Rara membuka penutup pulpen, menandatangani dokumen pernikahan resmi itu tanpa membaca isinya.


Dengan yakin dan percaya dia menandatangani dokumen itu demi menemukan putranya yang hilang. Akan jadi seperti apa nantinya Rara, jika tau kalau pria yang ada di depannya ini adalah ayah kandung anaknya dan Gege adalah putra yang selama ini dia cari dan rindukan??


" Aku setuju, ku..kumohon...." Tangan Rara gemetar memberikan dokumen itu pada Richard," Kumohon.. temukan anakku... hanya itu yang kuinginkan, aku tidak harus bersamanya, aku tidak harus memeluknya, tapi kumohon pastikan bahwa di... dia.. dia berada di tempat yang nyaman, jika dia ada dijalanan berikan kesempatan untukku memberinya rumah, aku.. aku akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya, kau punya kekuasaan untuk itu kan??" Rara mencengkram kaos Richard dan menatapnya dengan mata penuh harap.


Lagi lagi anak sungai musiman itu kembali berair.

__ADS_1


Seolah dipukul dengan cambuk, hati Richard pedih saat melihat Rara menangis seperti itu, hatinya sakit karena tau bahwa gadis yang ingin dia pertanggungjawabkan dahulu hidup dalam penderitaan setelah kehilangan putra mereka.


Rara menangis sesenggukan," Aku akan melakukan tugasku sebagai ibu, tidak! sebagai seorang ibu dan istri yang baik jika kau menginginkan itu, aku tidak akan meminta apa pun, aku akan mencari nafkah ku sendiri, tetapi tolong... aku minta tolong dengan sangat, cari putraku, cari keberadaan anakku... tuan..." pinta wanita itu.


Kala keadaannya begitu hancur, kala semua orang di sekitarnya berbuat semena-mena pada dirinya, ketika dia mencari putranya, ketika keadaan tidak baik baginya, Richard datang seolah menjadi penyelamat di masa kesesakan yang dia alami.


Sekalipun tidak ada yang tau seperti apa rencana pria itu kedepannya, tidak ada yang tau apa yang dipikirkan pria itu, tetapi Rara hanya melihat sisi posisi nya, bahwa dia akan bertemu dengan putra kecilnya yang dia rindukan.


"Baiklah, akan kulakukan," ucap Richard sambil menyimpan dokumen itu dengan baik dan menyembunyikan nya dari orang-orang yang sedang mengawasi mereka dari luar ruangan.


" Berhentilah menangis, mulai hari ini kau adalah istri ku dan ibu dari putraku, apa pun yang berhubungan dengan mu kedepannya akan menjadi tanggung jawabku, tetapi dengan jelas kukatakan bahwa aku tidak bisa menawarkan cinta, seperti yang dirasakan oleh orang orang di luar sana, jangan mengharapkan lebih padaku," ucap Richard sambil berdiri.


"Baik, aku paham, terimakasih banyak, terimakasih telah membantuku...." ucap Rara sambil mengusap air matanya.


" Tapi, jangan beritahukan hal ini pada siapa pun selain orang-orang yang ku setujui, aku belum tahu orang seperti apa yang ada di sekitar mu, termasuk sahabat dan rekanmu, apalagi dokter tadi," ucap Richard.


Rara sedikit terkejut, dia memang merasa aneh dengan sikap Irene yang sejak tadi mengintip mereka dari luar ruangan. Wajahnya mengatakan bahwa dia tidak suka.


" Jika kau curiga pada Irene, aku bisa pastikan dia gadis baik-baik!" ucap Rara.


Richard menggelengkan kepalanya," Jangan!" menurut padaku, itu peraturan pertama dalam pernikahan ini!!" tegas Richard.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2