Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Hansel Jacob Cornelius


__ADS_3

Seperti ucapan Rara, operasi balas dendam telah dimulai. Suaminya dipindahkan ke rumah untuk menjalani rawat jalan dengan pengawasan super ketat. Bahkan lokasi rumah yang sekarang adalah rumah lain yang dimiliki pria itu dan jauh dari apa yang orang pikirkan.


Gege mengikuti terapi untuk pemulihan kedua kakinya dengan bantuan Elliot sang kakak. Dokter terbaik dicarikan dan dibawa ke rumah luas yang ukuran laharnya sekitar 1 hektar itu. Damian sengaja membawa mereka ke rumah itu karena segala fasilitas yang mereka butuhkan ada disana.


Kondisi Richard terus dipantau bahkan orang yang merawatnya saja di periksa dari latar belakang sampai seluk beluk kehidupan mereka. Jika sampai ditemukan pengkhianat maka akan langsung dieksekusi oleh Rara sendiri.


Sejak kejadian itu, Rara berubah menjadi orang yang dingin dan kejam tetapi masih bersikap hangat pada anak anak dan orang dekatnya. Dia menyimpan dendam yang sangat besar pada orang orang yang menjadi target balas dendam mereka.


Wanita itu berdiri di depan dinding dimana foto para tersangka dipajang dengan alur dan garis yang saling menghubungkan satu sama lain. Dia menatap dinding itu dengan tatapan tajam.


“ Satu persatu dari kalian pasti akan ku hancurkan, “ geram wanita itu .


Di saat yang sama Damian masuk ke dalam ruangan kerja yang luas itu. Mereka membawa tim Alpha ke rumah itu untuk membantu penyelidikan kejadian yang menimpa Richard.


“ Ra.. ada yang mencarimu di luar, apa kau memanggil mereka? Deer B12 kata Pak Dono” terang Damian yang mendapat berita dari pak Dono.


Rara berbalik, penampilannya jelas sangat berbeda dengan dia yang dulu dan sekarang.


“ Sudah datang rupanya, kita akan bekerja sama dengan Deer B12 karena masalah ini berurusan dengan Black Phanter, rival gangster gila itu,” jelas Rara.


“ Tapi bagaimana kau bisa mengenal mereka semua?” tanya Damian sambil menaikkan sebelah alisnya. Bahkan tim alpha yang berada di ruangan itu juga penasaran bagaimana Rara bisa bertemu dan mengenal kedua kelompok menakutkan itu .


“ Aku pernah bergabung dengan organisasi setelah tahu aku hamil aku memilih berhenti dari organisasi, dan sekarang aku akan kembali bergabung dengan mereka,” jelas Rara.


“ Ka... kau bergabung dengan organisasi itu?” suara melengking gadis cantik dengan rambut tebalnya yang ikal dan digerai terdengar melengking di dalam ruangan itu. Seorang Ketua Satuan petugas kejahatan dan tindak kriminal dalam kepolisian yang mendapat julukan si tangan besi karena pukulannya akan langsung membuat korbannya merasakan sakit yang teramat mengerikan jika sudah terkena tinju adalah gadis cantik bernama Esther Swarovski Alexander putri dari Purnawirawan Letnan jenderal Xavier Swarovski Alexander yang terkenal dengan taktik perangnya.


“ Ck.. suaramu Esther... kau hampir membuat telingaku pecah,” ucap Damian sambil berdecak kesal. Sejak kecil sampai dewasa kebiasaan berteriak gadis itu masih saja belum hilang.


Esther tertawa cengengesan, dia baru saja tiba dari kantor sambil membawa beberapa informasi tentang Black Phanter tentu saja tanpa sepengetahuan atasannya.


“ Maaf,”


“ Ini beberapa berkas tentang Black Phanter, sebaiknya kalian pelajari cara kerja mereka dengan benar, kami juga mengejar mereka karena banyak kasus pembunuhan yang melibatkan anggota mereka,” jelas Esther singkat.


“ Baiklah, terimakasih atas bantuan mu Bu,” ucap Damian sambil menarik kerah Esther dan menyeretnya keluar dari ruangan itu sebelum mendengar lebih lanjut ocehan dari bibir gadis itu.

__ADS_1


“ kak.. tunggu dulu aku belum selesai, aku mau bicara pada kakak itu, kenapa ditarik tarik sih...” gerutu Esther sambil menarik tubuhnya dari Damian.


“ waaahh mentang -mentang kau bisa bela diri kau melawanku begitu saja ya, kemari kau gadis tengik...” kesal Damian.


“ hahah tentu saja akan kuladeni apa pun itu Alvaro Damian Cornelius yang angkuh...” ejek gadis itu yang sudah bersiap dengan kuda kudanya.


Rara memperhatikan mereka, lalau menatap seisi ruangan yang diisi dengan anak buah Damian. Marco, Max dan Daniel masih menutup diri dan sulit dihubungi sejak kejadian itu. Marco fokus pada perusahaan, Max bersama anak-anak sedang Daniel mengurung diri di kamarnya.


“ Bela diri, aku butuh latihan bela diri, sudah lama rasanya aku tidak berlatih,” batin Rara.


“ Kak Damian, Esther coba kalian serang aku bersamaan,” ucap Rara sambil memasang kuda-kudanya.


“ ehh kenapa? Kenapa kami harus menyerangmu?” tanya Damian dan Esther bersamaan sambil menatap wanita itu.


“ Wahhh kak, kupikir tidak ada yang lebih gila dari si kembar yang minta di tampar oleh tante Cherry, ternyata ada perempuan yang lebih gila minta diserang orang yang jelas jago silat,” bisik Esther.


“ Hummm aku tahu, dia ini tidak bisa ditebak sama seperti suaminya, pantas mereka berjodoh, aku jadi teringat dengan Dominic, sama seperti paman Philip, kita tidak bisa menebak isi kepala mereka,” balas Damian. Bukannya mendengar ucapan Rara mereka malah bisik bisik di depan wanita itu.


“ Hey apa kalian dengar aku?” teriak Rara yang berlari menyerang mereka berdua dengan tangan kosong.


Bughhhh......


“ apa yang kau coba lakukan ra?” tanya Damian heran.


“ Kakak mau apa ? kesurupan?” celetuk Esther.


“ ahhhh... baiklah aku tahu apa yang harus ku lakukan sekarang,” ucap Rara sambil menarik tangannya dari kedua orang itu.


Esther dan Damian saling menatap dan memicingkan mata mereka menatap Rara.


“ Apa maksudmu?”


Rara tidak menjawab, dia keluar dari ruangan itu sambil berjalan dengan cepat menuju ke halaman dimana anggota Deer B12 telah tiba.


Di halaman depan rumah itu berbaris sekitar 20 orang anak buah Deer B12 termasuk tiga pria bertubuh gemuk yang menyelamatkan Elliot hari itu. Diantara mereka semua, yang terlihat paling dominan adalah Hansel salah satu pemimpin geng Deer B12 teman baik Rara sekaligus orang yang merekrut dia ke dalam organisasi.

__ADS_1


“ Kak Hansel....” teriak Rara dengan suara tegasnya.


“ Ahh Clara.... adikku.. apa kabarmu...” teriak pria itu sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Rara. Wanita itu memeluk Hansel dengan erat sambil tersenyum,” lama tidak bertemu kak, tidak kusangka kau masih mengingatku,” ucap Rara.


Pria bertubuh tinggi, dengan wajah tampan tetapi dihiasi goresan memanjang di wajahnya itu tersenyum menatap Rara, “ Kabarku baik, kau yang banyak berubah, kenapa tidak bilang padaku kalau kau mengalami kesulitan, organisasi pasti akan membantumu, apalagi jika Eliezer tahu sejak dulu” ujar nya dengan wajah kecewa.


Rara tersenyum getir,” apa yang bisa kulakukan kak, kalian juga saat itu dalam perang besar dengan Black Phanter, aku tidak ingin menambah bebanmu,” ujar Rara.


“ Bodoh, kami sudah datang kau yakin akan bergabung dengan organisasi? Itu akan sulit karena kau harus uji kemampuan lagi sama seperti pertama kali kau masuk ke organisasi ini,” jelas Hansel.


“ Justru itu tujuanku masuk ke organisasi, aku ingin mengembalikan Rara yang dulu,” jelasnya.


“ Baiklah tapi bagaimana dengan rencana berikutnya? Siapa yang akan menjadi partner dalam kasus ini?” tanya Hansel yang belum mengenal orang-orang di dekat Rara.


“ Mereka, mereka akan jadi partner kita dalam memecahkan kasus ini kak,” ucap Rara sambil menunjuk Esther, Damian baru keluar dan tim Alpha yang berada di sekitar rumah itu.


Hansel memicingkan kedua matanya, dan betapa syoknya pria itu saat melihat kakak laki lakinya dan nenek sihir saingannya berjalan keluar dari kediaman Rara.


“ Esther.. kak Alvaro....


“ Hansel...?


“ Apa yang kau lakukan disini?”


“ Lah kutu ayam, apa yang kau lakukan disini? Sejak kapan kau bergabung dengan!?? ka ... kau!? bergabung dengan Gangster.... Lagi!???” Damian membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat adik laki lakinya datang ke rumah itu.


“ Si.. sialan.. kenapa dia disini juga dan si cerewet itu , bisa habis aku di gantung Mom kalau ketahuan gabung organisasi arrkkhhh Sialan!!” umpat Hansel Jacob Cornelius si pembuat masalah.


" Hansel beraninya kau berbohong pada Mom!!!!!" pekik Damian dengan suara lantang menerobos telinga mereka yang mendengarnya.


" Arrkhhh sialan, Ra kenapa gak bilang kau kenal si kunyuk itu sih!? apes aku, habis aku, habis ini digantung deh arrhhh sialan.... ampun kak jangan bilang pada Mommy!!!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2