
Irene berjalan di sekeliling rumah sakit sambil menggaruk- garuk pergelangan lengannya yang gatal. Semakin lama kondisinya semakin memburuk. Berat badannya turun drastis. Dia tidak masuk kerja dan menjadi pasien di rumah sakit itu.
Kedua matanya cekung, jelas dia terlihat tidak sehat. Ada bekas luka di lengan dn lehernya seolah baru saj mendapat kekerasan tetapi saat ditanya oleh dokter, dia bahkan tidak ingat apa yang terjadi padanya kemarin malam. Beberapa ingatannya mulai menghilang, dia kesulitan mengingat orang tetapi masih mengenali orang orang penting.
Irene duduk di bangku taman dengan wajah melamun, rasanya dia sangat merindukan Rara sahabatnya, tetapi dia tahu dia telah melukai hati Rara dengan mengucapkan kata-kata kasar itu pada Rara di hari Rara keluar dari rumah sakit.
“ aku merindukan Rara,” gumamnya.
“ tidak.. tidak boleh, dia.. dia sudah mengambil Richard, tidak seharusnya aku merindukan dia, dia hahahha... dia harusnya bersama si Farhan yang menghilang itu, tidak seharusnya aku di rumah sakit ini,” gumamnya lagi.
Irene mengidap gangguan kejiwaan, membuatnya depresi dan tidak bisa bertingkah normal dan harus di rawat di rumah sakit.
Irene memukul kepalanya berkali kai,” ck... sialan, mulai lagi, kenapa aku jadi seperti ini? “ wanita itu menyiksa dirinya sendiri.
Di saat yang sama kedua matanya melihat Richard keluar dari rumah sakit bersama Marco dan Max. Berjalan tergesa-gesa ke arah parkiran.
“ Richard...” gumam perempuan itu sambil berdiri dengan senyuman sumringah di wajahnya.
Gadis itu berlari dengan langkah lebar, tubuh kurusnya terlihat begitu menyedihkan belum lagi wajahnya pucat dengan bibir kering.
“ Richard..”panggil gadis itu.
Mendengar namanya di panggil, Richard kembali ke mode samaran yaitu sebagai bodyguard Marco.
Dia berbalik dan melihat Irene disana. Gadis yang menurutnya aneh dan cukup berbahaya untuk bergaul dengan istrinya.
“ Irene?” pikir Richard menatap perempuan itu.
Irene berlari sambil merentangkan kedua tangannya dan...
Hap....
Dia memeluk seseorang disana dengan begitu erat, “ Richard...”ucapnya sambil menengadah tetapi yang dia dapati bukan wajah Richard, melainkan wajah dingin dan menyeramkan dari seorang mantan pembunuh bayaran yang berdiri tegap dengan tatapan kesal saat Irene memeluknya ketika Richard dengan cepat menghindar.
“ pftthhh... Marco dipeluk perempuan untuk pertama kali,” Max tertawa di dalam hati melihat wajah masam si pria anti perempuan itu.
__ADS_1
“ Lepaskan aku !” kesal Marco.
Irene panik, dengan cepat dia melepaskan pelukannya dan berjalan mundur beberapa langkah ke belakang.
“ Apa apaan kau Irene, apa maumu?” kesal Richard sambil menatap sinis ke arah Irene.
“ Apa kalian akan berbicara lama? Kita harus cepat Richard, jadwalku padat,” ucap Marco yang memainkan perannya dengan baik.
“ ma.. maaf tuan, silahkan masuk,” ucap richard.
Sejujurnya, Marco tahu kalau tuannya merasa tidak nyaman dengan kehadiran Irene. Sepertinya perempuan itu memiliki niat aneh dan terobsesi dengan Richard.
Hal ini akan sangat berbahaya dalam hubungan Richard dengan Rara, dan Marco akan memastikan hama-hama tidak berguna seperti perempuan itu tidak akan bisa mendekati tuannya meskipun dirinya harus dipeluk oleh Irene.
“ sialan, kenapa juga harus di peluk, tetapi syukurlah tuan selamat,” pikir Marco.
Richard mebukakan pintu mobil,” silahkan masuk tuan Marco, tuan Max,” ucapnya sambil membungkuk.
“ Tunggu dulu, apa saya boleh bicara dengan Richard sebentar? Ada hal penting yang ingin saya sampaikan,” ucap irene sambil menatap mereka dengan tatapan takut.
Richard dan Max melirik marco dengan senyuman tipis di wajah mereka,” wahhh gebrakan yang hebat Marco, kau semakain piawai melakukan tugasmu,” batin mereka berdua bangga pada pria itu.
Irene memainkan jarinnya, sekilas dia tampak seperti anak kecil yang sedang ketakutan di depan orang dewasa,” a.. ada yang ingin saya bicarakan, tolong sebentar saja,” ucap Irene.
Marco melirik Richard berharap menemukan jawaban dari pria itu. Richard mengangguk pelan memberi kode pada pria itu.
“ 5 menit, tidak lebih,” ucapnya dengan ketus dan masuk ke kursi depan.
“ ada apa?” tanya Richard dengan nada datar.
“ Rara, bagaimana kau mengenalnya? Apa kalian dekat? Kenapa kalian bisa sedekat itu saat di rumah sakit? Setahuku Rara tidak mudah dekat dengan pria, apa kalian punya hubungan? Atau dia berutang sesuatu padamu? Atau dia.. dia mungkinkah dia dibayar untuk jadi perempuan pemuas?” tanpa basa basi dia melontarkan segala macam pertanyaan menjengkelkan itu.
Bahkan mereka yang mendengarnya sampai terbelalak dengan ucapan aneh dari perempuan itu.
“ Apa urusanmu dengan itu?” Richard masih menahan dirinya untuk tidak mencekik perempuan itu setelah mendengar hinaan tak senonoh dari bibir Irene yang jelas adalah sahabat istrinya.
__ADS_1
“ Aku hanya ingin beritahu satu hal, kalau dia itu bukan perempuan baik-baik Richard, jangan mau didekati oleh Rara, dia itu licik, hanya memanfaatkan kami selama ini untuk membantunya mendapatkan kehidupan yang enak. Dia tinggal di rumahku tetapi rumahku dibakar dan sampai sekarang tidak bisa dihubungi untuk minta pertanggungjawabnnya, dia itu perempuan munafik, “
“ Sebagai seorang teman lama, aku ingin mengingatkanmu kalau Rara itu adalah perempuan bayaran yang sudah tidur dengan banyak laki-laki bahkan sampai melahirkan anak yang tidak jelas siapa ayahnya, kurasa ayah dari anak yang sedang diacari itu adalah seorang kakek tua yang butuh penghangat ranjang,” ucap ireyne.
“ Jangan dekat dekat dengannya, dia akan menggoda siapa pun yang ada di sekitarnya, untuk mendapatkan uang mereka. Katanya dia mencari putranya tapi semua uangnya hanya untuk bersenang senang di club malam dan tidur dengan banyak laki laki kau harus berhati hati atau jika tidak kau ak... hempkkkkkkkkk.... Ri.. richard....
Kata-kata tak manusiawi dari Irene dihentikan oleh tangan Damian yang mencekik leher Irene dengan kuat saat telinganya mendengar hinaan bertubi-tubi keluar dari mulut perempuan itu.
“ omong kosong apa yang sedang kau coba sebarkan tentang Rara, Irene...” Damian menatap Irene dengan tatapan kesal dan marah saat mendengar nama Rara dijelekkan.
Damian menyusul Richard untuk memberitahu beberapa keperluan Gege dan Rara, tetapi dia malah mendengar Rara dijelekkan di depan Richard.
“ lepaskan dia,” ucap Richard dengan nada dingin.
“ Tapi...
“lepaskan saja,” ucap Richard.
“ Jangan habiskan tenagamu untuk mencekik perempuan tidak waras ini, sampai kapan pun tidak akan kubiarkan dia mendekati Rara,” ucap Richard yang tidak terusik sama sekali dengan ucapan Irene.
Brukkk...
Irene di dorong begitu saja ke atas jalan, damian sangat kesal. Dia jelas tahu Irene itu sahabat Rara, tapi tidak dia sangka kalau Irene akan melaukan hal sebejat ini dan mengatakan hal yang tidak tidak tentang Rara.
“ Richard, kau harus sadar, dan kalian semua, jangan dekat dekat perempuan itu, dia itu perempuan hina, dia sudah punya anak, tidak seharusnya dia dekat dengan orang penting seperti tuan Abraham,” ucap Irene. Sepertinya obsesi gadis itu untuk menjadi seperti Rara yang mudah disayangi orang orang membuatnya kehilangan akal.
“ jangan sekali-sekali mengatakan hal yang tidak benar tentang Rara, atau kau akan merasakan bagaimana neraka itu, dan jangan coba-coba mendekatinya,” kecam Richard.
Mereka tidak habis pikir, sebenarnya selama ini Rara berteman dengan siapa? Setan ataukah manusia?
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen