
Kiya terus memandang tampilan nya di depan cermin, Kiya mengenakan gaun pink tanpa lengan dibawa lutut. Kiya berputar putar didepan cermin memastikan bawah tampilan nya menarik, cantik dan anggun. Tepat saat Kiya ingin memutar kembali badan nya suara ketukan mengurung kan niat Kiya.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Sayang" panggil Dyah
"Masuk Mom" Kiya menyahut dari dalam.
Ceklek ...
Pintu kamar Kiya terbuka Dyah pun masuk kedalam kamar anak bungsu nya. Dyah perlahan mendekat ke arah putri nya, Dyah mengelus rambut Kiya dengan lembut.
"Kamu cantik banget sayang, ternyata anak Mommy sudah besar yah!! Sudah tau yang namanya cinta" Dyah menggoda Kiya
Kiya hanya senyum perlahan Kiya menatap Dyah."Mom apa Kiya cantik???" tanya Kiya
"Tentu anak Mommy sangat cantik dong. Kamu satu satu nya Anak Mommy yang paling cantik" Dyah menyahut
"Mommy bilang begitu bukan hanya untuk menyenang kan hati Kiya kan Mom???" tanya Kiya memastikan
Dyah tersenyum mendengar pertanyakan putri nya. "Kamu memang sangat cantik nak" Dyah tersenyum
"Ayo turun Fani sudah menunggu kamu dibawah nak" Dyah menggandeng tangan putrinya keluar dari kamar menuju lift untuk turu kelantai bawah.
Ting ...
Suara pintu lift terbuka Dyah dan Kiya pun masuk kedalam lift. Dyah masih setia menggenggam tangan putrinya sampai keluar dari lift.
Ting ...
Suara pintu lift terbuka, Erick ,Vino ,Fani menoleh kearah lift. Fani menatap Kiya tanpa berkedip, Vino hanya mendengus melihat tingkah Fani. Erick hanya tersenyum melihat putri nya melangka mendekat ke sofa ruang tamu
"Malem semua" sapa Kiya
"Malam sayang" Erick menyahut
Vino hanya diam melihat adik kesayangannya yang sangat cantik malam ini. Fani belum berkedip seakan terhipnotis oleh kecantikan Kiya
"Bang kedip napa kayak tidak perna lihat cewek aja kamu" Vino menyenggol lengan Fani Baru lah Fani tersadar akan kebodohan nya. Fani hanya senyum kikuk dengan menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
Fani menatap Kiya. "Kamu cantik banget hari ini"
"Terus kalau sekarang aku cantik biasanya tidak cantik begitu!!!??" Kiya menyahut dengan melotot
"Hehehe kamu cantik tiap hari cuma hari ini kamu terlihat lebih sangat cantik" Sambung Fani
Fani menatap Erick dan Dyah bergantian. "Dad, Mom saya mau minta ijin buat ngajak jalan Kiya apa boleh Mom, Dad??"
"Pergilah nak tapi pulang jangan malam malam yah, Apa lagi kalian belum resmi" Dyah mengijinkan kan dan menasehati dua orang yang kasmaran
"Baik Mom, Fani beranjak dari duduk nya mendekat ke arah Erick setelah itu melangkah ke Dyah untuk mencium tangan kedua orang tua Kiya. Begitu pun dengan Kiya yang melakukan hal yang sama.
"Vin abang ajak Kiya jalan dulu yah??" Pamit Fani
"Jagain itu adek aku kalau lecet dikit aja aku tapol kamu bang". Vino menyahut
Dyah dan Erick hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak kedua mereka.
Meninggal kan keluarga Erick, Serly sekarang sudah ada di cafe untuk menemui seseorang. Serly berencana untuk membuat Nisa celaka.
"Malam " Sapa seorang laki laki
Serly bertanya two the poin. Pria yang diajak bicara pun tersenyum mendengar pertanyaan Serly. "Asal bayaran nya cocok, Saya bersedia" ucap laki laki itu.
"Masalah bayaran kamu jangan ambil pusing asal kerja kamu beres, kamu juga akan mendapat bonus dari saya".
Pria itu tersenyum miring mendengar kata kata serly. "Baik saya setuju" Ucap laki laki itu
Serly memberikan amplop coklat tebal ke depan pria itu lalu pergi dari sana mengunakan topi dan kacamata hitam .
...****************...
Dion masih betah didalam mobil depan gang rumah Nisa, Dion tidak langsung pulang setelah mengantar Nisa pulang. Hati nya sakit saat Nisa menolak untuk memulai dari awal
"Kenapa kamu menolak Nisa aku sudah lama menunggu kamu kembali tapi saat kembali kamu malah ingin menjauh dari aku!!" Dion
"Apa kamu benar benar akan menjauhi ku Nisa??"Dion membatin dengan memijat pangkal hidung nya kepalanya terasa pusing memikir kan Nisa
Dengan berat hati Dion menghidupkan mesin mobil nya menjalan kan pelan membelah jalan yang cukup sepi malam ini yang tidak seperti biasa nya. Akhir nya Dion meninggal kan gang depan rumah Nisa menuju mansion.
__ADS_1
Berbeda dengan Nisa yang sudah berguling guling ditempat tidurnya memikir kan Dion yang ingin membuka lembaran baru bersama nya.
"Apa aku pantas dekat lagi dengan Dion sang pangeran tampan" Nisa berbicara dengan mengguling gulingkan badan nya di atas tempat tidur
"Mana lagi besok ketemu lagi satu ruangan juga pasti terasa canggung seperti tadi sore saat aku meminta diantar pulang".
"Huffff" Nisa membuang nafas kasar
"Sudah lah Nisa lebih baik kamu tidur, karena besok kamu kembali berkerja. Nisa mengulurkan tangan nya untuk mematikan lampu kamar nya, diganti dengan lampu meja.
Kini Serly sudah sampai di mansion nya terlihat bahagia senyum yang tak perna lepas dari sudut bibir nya sejak pulang dari cafe.
Serly yakin kalau dia akan berhasil menyingkir kan Nisa dari kehidupan Dion, Serly melangka kan kaki nya menuju tangga mansion Serly akan naik ke kamar nya yang dilantai Dua mansion.
Saat akan membuka pintu terdengar suara Halima memanggil nya. "Nak kamu sudah pulang ???" Halima
"Sudah Mam" Serly menyahut dengan senyum
"Apa kamu baru bertemu Dion nak sampai senyum kamu tidak luntur???" Halima
"No Mom hari ini Serly dapat tender besar" Serly
Memang hari ini Serly memeng kan tender besar, tapi bukan menang tender yang membuat Serly tersenyum Lebar. Tapi Rencana nya yang akan menghancur kan Nisa.
"Wanita kurang ajar yang sudah berani merebut Dion dari tangan nya" . Batin Serly
"Oh benar kah sayang selamat yah nak kamu memang penerus Papa yang bisa di handal kan" Eko menyahut dari arah lift
Eko mendekat dan menepuk pundak putri kesayangan nya. "Apa perlu dirayakan kesuksesan anak kita ini Mam???" tanya Eko kepada sang istri
"Mama setuju Pa besok kita undang keluarga Mas Erick untuk makan malam disini merayakan ke menangan putri kita" Halima menyetujui dan memberi saran Suami nya untuk mengundang sahabat suami nya
"Baik lah Ma besok kita undang mereka, Setelah percakapan diluar kamar Serly Eko dan Halima meninggal kan putri mereka agar Serly bisa istirahat .
Di Resto makana itali Kiya dan Fani baru saja selesai makan Romantis. Resto yang disewa oleh Fani hanya untuk mereka berdua makan malam. Dari mulai lilin yang membentuk love, bunga mawar menghiasi vas bunga yang ada dimeja. Alunan Musik biola terdengar merdu, Kiya sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan Fani untuk nya malam ini. Dimana malam ini yang selalu di mimpi impi kan Kiya sejak dulu.
"Terima kasih bang untuk malam ini" Kiya
"Apa pun demi seorang princes, Abang akan berikan, karena kamu satu satu nya princes abang" Kiya tersipu malu, pipi yang terlihat memerah terlihat jelas di kulit nya karena Kiya memiliki kulit Putih.
__ADS_1
Fani tersenyum melihat pipi merah merona kekasih nya. Yah kekasih baru satu jam yang lalu Fani menyatakan cinta nya kepada Kiya, Cinta yang selama ini mereka pendam sekarang sekarang sudah terbalas kan.