CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
FLASHBACK


__ADS_3

Aku terakhir bertamu saat kamu menangis disini, apa kamu ingat Nisa. Saat aku bertanya kenapa kamu menangis kamu tidak mau memberi tahu


Waktu itu ....


Saat pulang sekolah Ayah dan Bunda sudah berkemas memasukan baju baju ku dan baju baju mereka. Bunda bilang kita akan pinda ke bandung. Karena Ayah berpindah bertugas di sana


Sedang kan aku tidak mau berjauhan dengan pangeran tampan yang setipa hari aku temui di danau, aku sudah nyaman saat bermain dengan nya walau perbedaan usia kami, Setiap pulang sekolah aku menunggu pangeran tampan, pada saat itu Nisa belum tau nama Dion yang dia tau Nisa selalu memanggilnya pangeran tampan. Berbeda dengan Dion yang menanyakan nama Nisa waktu itu.


"***Bunda kenapa berkemas". Tanya Nisa kepada Fitri


" Kita akan ikut Ayah pinda ke bandung besok siang nak. Nisa kecil pun terkejut dan tidak mau pinda dari sini


"Kenapa Bun kita harus pinda bukan kah Ayah disini juga berkerja?? Nisa kecil mulai meniti kan air mata nya


"Ayah harus pinda pabrik nak" sambung Bambang.


"Tapi nisa tidak mau Ayah pinda dari sini. Di sini banyak teman nisa, Bambang menatap sendu Nisa kecil . Sebelum Bambang mengatakan sesuatu Nisa kecil berlari keluar rumah, Tujuan Nisa danau tempat biasanya Nisa bertemu pangeran tampan, Nisa berlari dengan tanpa menghiraukan panggilan Bambang dan Fitri.


"Bun gimana ini Nisa tidak mau pinda dari sini???Ayah tidak tega melihat Nisa menangis Bun"


"Bunda juga tidak tau Yah" Fitri menyahut dengan raut sedih dan bingung


Di sisi lain suami nya harus pinda tugas , sedang kan di sisi lain putri nya yang tidak mau pinda dari sini***


***Nisa menangis disela lari nya sampai Nisa sampai didekat Danau, Nisa menangis di sana.


"Kenapa harus pinda dari sini ??" Nisa berkata dengan menangis sesenggukan


"Kalau aku pinda ke bandung apa bisa aku bertemu lagi dengan pangeran tampan sewaktu saat nanti ??" Nisa kecil bertanya dalam diri nya sendiri Dan menatap danau


Nisa kecil tidak sadar akan kehadiran Dion . Sampai Dino memanggil***

__ADS_1


"Peri kecil" ***Nisa yang merasa mengenali panggilan itu dan suara Dion, Nisa bangkit dari duduk nya menghapus air mata nya


"Pangeran tampan" Nisa menyahut


"Kenapa kamu menangis peri kecil apa ada yang mengganggu mu??"Dion bertanya dengan khawatir , Peri kecil hanya menggeleng kan kepala nya tanpa menjawab pertanyakan Dion


"Lalu kenapa kamu menangis di sini peri kecil???apa kamu sakit??" tanya Dion lagi


Peri kecil lagi dan lagi menggelengkan kepala nya ."Tidak pangeran tampan aku baik baik saja". Nisa kecil menyahut dan menatap manik coklat Dion


"Pangeran tampan apa kita bisa bersama seperti ini hingga dewasa nanti???" Tanya Nisa kecil


"Yah kita akan seperti ini sampai kita dewasa nanti dan tidak ada yang bisa memisahkan kita peri kecil" saut dion dengan membelai rambut Nisa


"Apa pangeran tampan akan rindu aku jika aku tidak datang kesini???" Tanya Nisa lagi


"Yahh aku pasti sangat merindukan kamu peri kecil jadi jangan sampai kamu tidak datang kemari " Dion menyahut***


Setelah itu mereka berlari kecil ke arah pohon besar yang ada di sana dan di atas nya ada rumah pohon.


"Pangeran tampan kamu dulu ukir nama panggilan kamu" kata Nisa


Dion mengangkat alis nya sebelah menatap heran Nisa kecil. "Kamu tidak mau tau nama aku peri kecil seperti aku tau nama kamu???"Tanya Dion


"Tidak pangeran tampan aku akan terus memanggil kamu pangeran tampan sampai aku dewasa nanti" Kata Nisa kecil


"Baik lah peri kecil kita ukir nama panggilan kita disini " Dion mulai mengukir nama panggilan nya dari Nisa pangeran tampan, lalu Dion menulis nama peri kecil dibawah nama nya. Setelah itu mereka bermain di rumah pohon yang ada di sana*** ..


Flashback off .....


"Jadi kamu tanpa sengaja ninggalin aku karena kamu ikut Ayah dan Bunda kamu pinda ke bandung???" Dion memastikan

__ADS_1


Nisa hanya menganggukkan kepala pelan. "Kenapa kamu tidak bilang waktu aku menanyakan pada saat itu Nisa??" Dion terus bertanya


"Karena aku tidak mau buat kamu sedih waktu itu, karena kamu selalu ada buat aku jadi teman baik aku dulu. Aku tidak tega menyakiti kamu Mas, saat itu aku tidak tau harus bilang apa sama kamu tapi saat aku melihat senyum kamu aku tidak tega mengatakan yang sejujur nya, Kalau aku mau pergi ke bandung".


" Kamu tau Nisa setiap hari aku datang kesini menunggu kamu samapi sore hari sampai aku masuk sekolah SMA. Aku tidak perna absen untuk tidak datang kesini, karena aku masih yakin kamu akan kembali. Tapi setelah aku lulus kelas tiga setelah aku wisuda aku datang kemari berharap kamu datang tapi ternyata hanya sebatas harapan saja kamu tidak datang. Aku sedih, aku merasa kamu tidak mau bertemu aku lagi aku berpikir aku telah menyakiti kamu waktu itu. Keesokan hari nya aku bilang ke Mommy dan Daddy aku akan melanjut kan kuliah di negeri ginseng sampai kuliah lanjut aku tidak pulang lagi ke sini, Mommy selalu menyuruhku pulang tapi aku tidak mau. Akhir nya Mommy dan Daddy yang mengunjungi ku setiap bulan. Aku selalu memikir kan kamu di setiap waktu, Sampai aku lulus S2 aku kembali ke sini Dan tempat yang aku kunjungi pertama danau, Aku datang kesini selalu melihat ukiran nama panggilan kita berdua di pohon besar sebelah sana Dan rumah pohon yang ada di atas nya sempat rusak waktu itu aku meminta orang untuk membuat nya lagi karena aku yakin kamu akan kembali tapi entah kapan dan kamu mencari rumah pohon itu, Dimana kamu sangat suka rumah pohon itu tapi kamu selalu menolak untuk naik takut jatuh. hahaha lucu sekali kan aku ini, menunggu seorang perempuan sampai usia ku mau memasuki kepala tiga. Akhir nya peri kecil yang aku tunggu kembali dan aku tidak akan membiarkan peri kecil ku pergi lagi dari hidup ku".


"Peri kecil, jangan tinggal kan aku lagi, Kita mulai dari awal lagi, apa kamu mau???" Dion bertanya kepada Nisa


Nisa menatap Dion dengan pandangan yang sulit diartikan. "Kenapa kamu hanya diam peri kecil??" Dion bertanya lagi


"Aku tidak tahu pangeran tampan apa aku bisa memulai lagi atau tidak, dulu aku menganggap kamu teman karena aku pikir kamu sama dengan ku, Dari kalangan sederhana" Nisa menyahut


"Peri kecil apa maksud kamu mengatakan itu??" Tanya Dion dengan kebingungan nya


"Kita tidak sebanding, kamu anak orang kaya sedang kan aku remahan rempeyek" Nisa menyahut tanpa melihat wajah Dion.


"Kamu jangan bilang seperti itu peri kecil, aku mau kamu selalu ada didekat ku, aku tidak mau kamu ninggalin aku lagi!!" Dion dengan Egois nya


Nisa menatap Dion dengan raut terkejut."Apa maksud kamu Mas??" tanya Nisa


"Kamu tidak ingat apa yang Mommy katakan kemari malam kamu calon mantu keluarga Alexander, Kamu akan menjadi istri Dion Alexander" Nisa semakin terkejut dengan ucapan Dion.


Nisa tidak menjawab, Nisa hanya diam dan melangka kan kaki nya menuju dimana mobil Dion terparkir, Dion mengikuti langkah Nisa.


"Nisa Nisa kanapa kamu malah pergi, apa aku menyakiti kamu??" Dion mengejar Nisa yang sudah sampai disamping mobil


"Aku ingin pulang Mas" Nisa meminta dengan raut sulit diartikan


"Tapi Nisa" sebelum Dion melanjut kan kata katanya Nisa sudah memotong ucapan Dion


"Kalau kamu tidak mau aku akan jalan pulang toh rumah ku dari sini tidak jauh" Dengan berat hati Dion menuruti permintaan Nisa

__ADS_1


"Baik aku akan mengantar kamu pulang".


__ADS_2