CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
FULL MAKAN


__ADS_3

David menatap Aura yang memakan Sate dengan es krim, sate ayam yang harus nya di makan dengan sambel kacang kini berganti makan sate dengan es krim. Aura makan sangat lahap, tidak menghiraukan David yang ada di samping nya.


"Sayang apa enak??" tanya David yang sangat penasaran dengan rasa Es krim yang di makan dengan sate Ayam.


"Enak yank, rasanya nampol abis..!!" Aura menyahut di selah dia mengunyah sate nya.


"Apa nanti dedek nya akan baik baik saja yank???" David khawatir jika anak nya kenapa kenapa kalau enggak dia sakit perut.


"Tidak apa kamu yang tenang yah kakak, ini permintaan sih kecil" Aura meyakinkan sang suami kalau dirinya dengan janin yang ada di dalam kandungan nya akan baik baik saja.


David kembali makan sate dengan lontong yang di pesan lewat via Driver, sesuai permintaan Aura dia enggak mau keluar dari dalam ruangan David karena takut kepanasan.


Sejak hamil Aura sering kali membuat David pusing setengah mati, pasalnya Aura tidak mengidam sesuai dengan para ibu hamil pada umum nya, selain semakin julit dia juga sangat sensitif.


Aura terkadang manja, terkadang marah marah menggemparkan Mansion, terkadang menangis tidak jelas, dan satu lagi mandi saja harus bersama dengan David, kalau tidak Aura tidak akan mandi.


Jika David tidak menuruti kemauan Aura David harus bersiap untuk menerima pidato dari Indah, Mam David yang kini lebih pro memanjakan Aura. David sebagai anak kandung tersisihkan.


"Kak, aku mau makan pizza mozzarella" Aura memecahkan keheningan yang terjadi antar David dengan Aura, karena sama sama fokus ke sate yang mereka makan.


"Iyah kamu mau yang kecil atau yang besar???"


"Mau yang besar kak"


"Apa habis sayang??"


"Ada kakak"


"Aku sudah kenyang yank habis makan"


"Kakak enggak mau makan bareng aku iya??? Kakak enggak sayang lagi sama aku iya???" Ucap Aura yang menggebu.


David menatap istrinya dengan meringis ngeri melihat Aura yang seperti ingin menguliti nya. "Ghemm, baik lah aku mau makan sama kamu"


"Janji" Aura mengangkat jari kelingking nya.


"Iyah janji sayang" David menautkan kelingking nya untuk janji kepada Aura.


"Buncit buncit dah gua" Batin David, mana mungkin dia berani mengatakan nya langsung yang ada kantor akan roboh dengan amara Aura.


David mengambil ponsel untuk memesan pizza tapi di halangi oleh Aura yang memegang tangannya. "Kenapa sayang??" David menatap Aura bingung.

__ADS_1


"Pesan tidak hanya satu yah kak"


"Lalu berapa sayang???"


"Seratus Pizza" Aura mengatakan dengan sangat santai.


David ternganga mendengar apa yang di katakan oleh Princess, bagaimana bisa dia memesan pizza seratus. "Sayang buat apa seratus???"


"Untuk dibagikan kepada karyawan kamu yank" Aura mengatakan dengan wajah polos nya.


"Sayang, kemarin kamu sudah bagi bagi makanan masak sekarang lagi???"


"Kenapa kakak enggak mau?? Baik lag enggak apa apa kan aku punya uang"


David kembali di buat ternganga dengan apa yang di katakan oleh Aura, bagaimana bisa Aura memakai uang nya sendiri kalau David sangat mampu membeli seratus pizza.


"Kenapa kakak masih diam saja???"


"Sayang, bukan aku enggak boleh kamu bagi bagi makanan tapi kamu sudah terlalu sering sayang" Lirih David


"Lalu kenapa?? Apa ada aturan kalau enggak boleh bagi bagi makanan di kantor??"


"Bukan enggak boleh sayang tapi-.." belum juga David menyelesaikan kata kata nya Aura sudah memotong perkataan David.


"Sayang, sayang iyah iyah aku saja yang pesan okay" David memegang tangan Aura yang sudah memegang ponsel nya.


"Kamu ikhlas tidak kalau tidak mending aku saja" Aura menatap David dengan sanga kesal


"Iyah aku sangat ikhlas demi kamu sayang"


"Baik lah cepat pesan yang banyak sekalian"


Huuuuuffff.....


"Sabar Vid, demi kesejahteraan telinga elo agar enggak tuli mendadak" Batin David dengan memesan pizza dari ponsel nya.


Dua jam sudah dari David memesan pizza dari ponsel nya, kini Pizza sudah ada di lobby bawa. Resepsionis menghubungi David, David mengatakan untuk membagi pizza itu kepada teman teman nya.


David juga mengatakan kalau satu untuk diantar keruang nya, dengan patuh resepsionis itu mengantar pizza keruangan David.


David yang tengah mengerjakan pekerjaan kantor nya menoleh kearah pintu melihat siapa yang datang, ternyata karyawan yang mengantar pizza pesanan Princess.

__ADS_1


"Maaf pak ini pizza nya"


"Kamu taru di meja sana saja"


"Iyah Pak, kalau begitu saya permisi pak"


David tidak lagi menjawab, karyawan tadi keluar dari dalam ruangan David. Dia kembali ke bawah dimana tempat nya berada.


Aura yang baru keluar dari kamar mandi, melihat Pizza di meja depan Sofa. Aura langsung mendekat untuk segera makan pizza nya.


Aura melihat Pizza yang full Moza itu dengan mata berbinar, Aura mulai memakan pizza itu dengan sangat lahap. dia melupakan makan bersama David.


David yang melihat itu tersenyum, melihat Aura sangat lahap untuk makan, Terlihat sekarang badan Aura yang agak berisi.


Tidak lama Aura sudah menghabiskan satu kotak Pizza, setelah menghabiskan satu kotak Pizza Aura kembali menatap David yang ada di kuris nya menghadap laptop nya.


"Yank..."


David menatap Aura yang juga tengah menatap nya. "Kenapa sayang?"


"Aku makan bakso bakar"


"Baik lah nanti pulang kita beli yah sayang"


"Mau nya sekarang kak"


David mengambil ponsel nya untuk memesan bakso bakar sesuai dengan keinginan Aura, setelah selesai David menatap Aura yang masih menatapnya. "Sudah sayang"


"Terim kasih kak"


"Iyah sayang"


"Untung gue sudah kembali kaya kalau enggak bisa ngutang gue" Batin David yang kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Satu jam berlalu Aura sudah menghabiskan banyak makan yang sudah tidak terkira, kini ibu hamil itu tengah tertidur di sofa ruang kerja David. David menarik Napas membuang nya kasar. "Akhirnya kamu tidur sayang" Lirih David


Jam berlalu sangat melelahkan kini sudah menunjukan pukul empat sore waktu nya pekerja untuk pulang, begitupun dengan David dan Aura.


David menggendong Aura keluar dari dalam kantor menuju parkiran kantor, David mendudukkan Aura di kursi penumpang, baru Davi duduk di kursi pengemudi.


David melajukan mobil nya membela jalan yang lumayan padat karena waktu nya para pekerja dan anak sekolah pulang. Di pertengahan jalan Aura bangun meminta David mencari orang penjual seblak.

__ADS_1


David menuruti kemauan Aura yang satu hari ini full makan, tiada henti. Walau tadi sempat membuat kesal dia karena harus mengeluarkan uang tidak sedikit untuk membeli pizza


__ADS_2