CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DI SEKOLAH


__ADS_3

Pukul sudah menunjukan pukul tujuh pagi, cahaya Matahari sudah menerobos masuk melewati jendela kamar seorang gadis cantik berambut pirang dan panjang. Dia masih tidur manja di bawa selimut tebalnya, alarm terus berbunyi tapi tidak mengusik ketenangan tidur sang empu pemilik kamar.


Sedangkan kedua orang tua nya dan Saudara nya sudah ada di meja makan bersiap untuk sarapan pagi. "Kemana Aula Mom???"


"Aku tidak tau Dad!!"


"Pasti cedang tidul akak Mom" Suara cadel Monic membuat Nisa dan Dion sangat gemas apalagi Maura yang sudah mencubit pipi gembul Monica.


"Ah iya Sayang kamu benar sekali, pasti kakak kamu itu sedang tidur"


"Sayang Aura tolong bangunkan Adik kamu nak"


"Iyah Mom"


Aura beranjak dari duduk nya melangkah kan kaki nya ke arah lift, Aura masuk ke dalam lift untuk ke lantai dua, Dimana kamar nya dan para adik nya. Maura keluar dari dalam lift berjalan ke arah kamar sang adik.


Ceklek..


Maura mendekat ke arah ranjang sang adik, dan benar saja Aula sedang tidur sangat nyenyak. Dengan sangat kasar Aura menari selimut sang adik yang di gunakan Aula untuk membungkus tubuh nya.


"Ah siapa sih yang narik selimut gue!!! Sialan emang"


"Kamu bangun sendiri atau aku seret kamu untuk bangun"


Deg....


Aula diam beberapa menit sebelum dia berceloteh sendiri dengan mata yang masih terpejam. "Kak Aura, mana mungkin dia ada di sini bukan kah kemarin dia pergi ke mansion Oma dan Opa"


"Kamu bangun atau aku seret Aula"

__ADS_1


Untuk ke dua kali nya Aula mendengar suara Maura sang kakak, tapi dengan tidak pedulinya dia kembali tidur tanpa menghiraukan suara kakak nya yang sekarang sudah sangat kesal di buat Aula.


Dengan kesal Aura menarik kaki sang adik sampai terjatuh di atas lantai keras, dan menimbulkan suara keras dan membuat Aula meringis dengan mata yang masih terpejam mengumpat siapa yang berani menyeretnya hingga jatuh.


"Sialan elo yah"


"Kamu berani mengumpat di depan ku"


Deg..


untuk ke tiga kali nya Aula mendengar suara kakak nya yang super dingin itu, dia membuka mata nya dan benar saja kakak nya sekarang sudah ada di depan nya dengan kedua tangan yang di lipat di dada dengan memandang nya sangat tajam.


"Ah Kak!! Kamu sudah cantik saja!!" Aula nyengir kuda dengan menatap sang kakak yang ada didepan nya


"Kamu mau mandi sekarang atau aku seret kamu???"


"Tentu saja aku mandi sendiri karena tidak mau merepotkan kakak"


"Siap laksanakan" Aula bangun dari duduk nya dengan gaya hormat setelah itu berlari ke arah kamar mandi menghindari tatapan tajam sang kakak.


Setelah membangunkan Aula, Aura kembali turun kelantai satu untuk sarapan sebelum dia berangkat ke sekolah. Apa lagi hari ini ada penyerahan ketua osis baru, karena Aura sudah kelas tiga menjadikan dirinya harus diganti dengan ketua yang baru.


Selama menjadi ketos Aura sangat mendisiplin semua murid tidak ada yang bolos pelajaran atau bolos sekolah tanpa ada nya surat ijin atau ijin ke wali kelas, dan semua itu sudah berjalan hampir tiga tahun. Kini kepimpinan Ketos harus dia serahkan kepada murid lain yang memang pantas menjadi ketos baru.


Aula yang selama ini mendampingi sang kakak menjadi wakil pun juga harus menyerahkan kepada wakil yang benar benar pantas menjadi wakil ketua osis.


"Selamat pagi semua nya" Aula mendekat ke arah meja makan tidak lebih tepat nya Aula berjalan ke arah Monic yang tenga memakan makanan nya di meja makan.


Aula menciumi pipi Monic dengan sangat gemas, Setelah itu Aula mendekat ke arah Dion dan Nisa dia mencium pipi kedua orang tua nya setelah itu dia beralih mencium sang kakak.

__ADS_1


"Selamat pagi kak!! Maafkan aku sudah membuat kakan kesal pagi ini"


"Jangan ulangi lagi"


"Iyah"


Setelah itu mereka berdua sarapan pagi bersama dengan banyak cerita yang mereka ceritakan, Monic yang belum mengerti apa yang dibicarakan ke dua orang tua nya dan kakak nya dia hanya diam dan fokus pada makanan yang ada di depan nya.


Setelah selesai makan Aura dan Aula pamit untuk berangkat ke sekolah, karena waktu yang semakin siang. Aura dan Aula mendekat ke arah Dion dan Nisa untuk mencium tangan ke dua orang tua nya setelah itu mereka mencium Dion dan Nisa bergantian tidak lupa gadis kecil yang duduk di samping Dion.


"Kakak berangkat dulu yah adik kecil jangan nakal disekolah"


"Iyah akak"


cup cup cup


Maura mencium adik nya kembali, Maula tidak mau mau kalah dengan sang kakak dia juga mencium adik nya yang sangat menggemaskan. Setelah itu mereka berdua berjalan keluar dari mansion.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil yang sama dengan Aula yang mengemudi mobil sport yang dia kendari. Mereka berdua akan pulang dan berangkat bersama setiap hari, ada kalah nya mereka akan mengendari mobil sendiri sendiri karena ada sesuatu hal yang membuat mereka pulang dari sekolah tidak bareng.


Setelah tiga puluh menit mereka sampai di sekolah Elit yang ternama di Jakarta, mereka berdua keluar dari dalam mobil mewah milik Aula. Mereka berjalan ke arah gedung sekolah dan tentu mereka akan menjadi pusat perhatian setip murid karena selain cantik mereka juga mengharumkan nama sekolah mereka dengan banyak mengikuti lomba. Sampai go internasional.


Tidak heran bukan kalau Maura dan Maula menjadi most wanted di sekolah nya, di setiap jalan yang mereka lewati Aula akan menyapa setiap murid yang dia kenal karena memang Aula yang sangat rama dan Ceria sedangkan Aura akan bersikap cuek dan menampilkan wajah yang sangat dingin dan datar, berbeda saat bersama dengan keluarga nya meskipun dengan wajah yang datar tapi Aura sangat hangat dengan keluarga nya Apalagi dengan sang adik Monic yang selalu dia berikan kasih sayang yang lebih. Aura dan Aula masuk ke dalam kelas nya, kelas yang sama dan duduk di meja yang sama.


Tidak lama mereka duduk di kursi mereka terdengar bel berbunyi menandakan jam pelajaran pertama di mulai. Setelah jam berbunyi Guru jam pelajaran pertama masuk ke dalam kelas menyapa murid nya dengan wajah yang ceria.


Setelah itu akan mereka mengikuti berdoa bersama yang langsung di pimpin oleh kepala sekolah dari ruangan nya. setelah acara doa bersama selesai, guru di jam pertama memulai sesi belajar, dengan menjelaskan materi sebelum murid murid di suru mengerjakan tugas nya.


Dua jam berlalu semua murid sudan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mereka, dan bel pergantian jam kembali terdengar nyaring menandakan bawa pelajaran jam pertama telah usai dan berganti jam pelajaran ke dua.

__ADS_1


Sedangkan Maura dan Maula di jam kedua sudah meninggalkan kelas untuk mempersiapkan penyerahan jabatan ketua osis yang baru. Di ruang osis, dan tentu saja di ruang osis sudah ada anggota lain yang sudah menunggu kedatangan ketos dan wakil nya.


Maula dan Maura masuk kedalam ruang osis dan Aula langsung memulai pertemuan nya dengan para anggota nya dan mejelaskan apa saja persiapan yang dibutuhkan untuk penyerahan jabatan ketua dan wakil.


__ADS_2