
Setelah penyerahan jabatan ketua dan wakil osis Maura dan Maula kembali ke dalam kelas, karena mereka akan makan bekal yang memang setiap hari mereka membawa bekal.
Maura dan Maula sama sekali tidak malu untuk membawa bekal ke sekolah, karena sejak kecil Maura dan Maula selalu membawa bekal ke sekolah, dan bukan berarti Maura dan Maula tidak perna jajan di luar yah, mereka jajan saat pulang sekolah untuk membeli jajanan yang bisa di makan oleh adik nya Monica.
"Kak"
"Hemm"
"Aku enggak mau ayam nya mau telur aja"
"Berikan pada ku"
"Apa tidak akan kekenyangan???"
"Tidak"
Maura sebenar nya sudah sangat kenyang untuk makan lagi mengingat diri nya tadi ingin di bawakan dobel telur mata sapi, Maura tidak mau kalau makanan yang dibuat Mommy nya harus terbuang sia sia.
"Besok lagi jangan minta Ayam"
"Iyah Kak"
"Yah sudah habiskan sisa nya"
Aula menghabiskan sisa makanan nya setelah memberi Ayam kepada kakak nya, Selesai mereka meminum dari botol yang sama, setelah semua nya selesai mereka memasukan makanan dan minuman ke dalam paper bag untuk tempat makan dan minum mereka.
"Kak aku sangat lelah hari ini"
"Istirahat lah di Mansion biar kakak yang akan kekantor Daddy sepulang sekolah"
"Tapi ini waktu nya aku yang datang kak!!"
"Baik lah datang ke kantor cepat selesaikan dan pulang, karena aku juga mau ke Markas"
"Baik lah kak, setelah aku mengantar kakak aku akan ke kantor. Kakak pulang nya bagaimana???"
"Hans akan mengantar Kakak"
Obrolan kecil Aura dan Aula berhenti saat guru mata pelajaran terakhir sudah masuk ke dalam kelas, karena setelah mereka makan siang bel jam terakhir berbunyi.
Bu Lili mata pelajaran Matematika sekaligus wali kelas IPA 3, bu Lili memulai pelajaran dengan mengajarkan rumus rumus, setelah selesai menjelaskan Bu Lili menyuruh murid nya untuk mengerjakan tugas yang ada di buku mereka.
Akhirnya jam pelajaran berakhir bel pulang sekolah sudah terdengar, Bu Lili mengakhiri pelajaran dengan mengajak para murid berdoa bersama, setelah selesai Bu Lili meninggalkan ruang kelas IPA 3.
__ADS_1
Para murid berhamburan keluar dari dalam kelas, Aura dan Aula keluar terakhir, setelah teman teman nya keluar baru twins keluar dari dalam kelas, mereka berjalan ke arah parkiran sekolah yang sudah mulai sepi karena murid murid sudah banyak yang pulang.
Ada yang mengikuti ekstrakurikuler di sekolah, dan mungkin ada yang malas untuk pulang dulu menjadikan mereka masih ada di area sekolah, begitupun dengan Aura dan Aula yang ingin pulang dengan saat sekolah sudah sepi, karena tidak mau kalau berdesakan dengan murid lain.
Aura dan Aula masuk ke dalam mobil mereka, kini berganti Aura yang akan mengemudikan Mobil nya, Aura melajukan mobil nya keluar gerbang sekolah membelah jalanan yang sangat padat dengan pengendara motor Mobil.
Aura memasuki markas Alexander yang selama ini di buat untuk menahan tawanan yang berani mengusik keluarga mereka, tentu saja tempat tinggal bagi awak buah keluarga Alexander. Di sini juga tempat Erick melati semua anak buah nya begitupun dengan Dyah. Sedangkan keturunan baru akan Dion dan para adik nya latih di mansion Erick dan Dyah.
Aura datang kamari karena ingin berlatih dengan para anak buah Opa nya yang ada di tingkat khusus, Aura masuk ke dalam ruang berlatih saat jam berlatih tiba. "Nona kecil Ada apa anda kemari???"
"Aku ingin berlatih dengan kalian Kak"
"Baik lah Nona kecil" Yogi pemimpin satu yang Erick percaya memimpin di Markas.
Nona kecil tentu saja Mereka memanggil Nona kecil, karena Dion dan Nisa masih di panggil Nona muda dan tuan muda, sedangkan Erick Tuan dan Nyonya besar.
Aura sudah mengganti pakaian nya yang khusu untuk berlatih dan tentu saja ada nama di seragam berlatih nya. Aura mendekat ke arah perkumpulan yang anak buah yang sedang berlatih.
"Kak"
"Ayo kita latihan bersama!! Kalian berlima maju"
"Tapi Nona kecil"
"Baik Nona kecil"
Past past bug bug
Terdengar suara pukulan tendangan Aura yang melawan Lima orang sekaligus, Aura meskipun perempuan tidak bisa di remehkan begitu saja, karena kekuatan nya hampir sama dengan Erick sang Opa sedangkan Aula setara dengan Dyah.
Sedangkan Di tempat lain di gedung lain Aula tengah menyelidiki penggelapan dana yang di lakukan pihak dalam, Aula sedang mencari bukti orang yang dia curigai menggelapkan dana perusahaan.
Setelah dua jam dia mengotak atik laptop yang ada di depan nya akhir nya dia berhasil mendapat kan bukti orang yang dia curigai memang menggelapkan dana perusahaan.
"Gila banyak banget uang yang masuk kantong celana dia"
Aula menyalin semua data di dua flashdisk karena Aula terkadang lupa di mana dia menaruh benda penting, menjadikan dia selama ini menyimpan data data penting di dua tempat sekaligus.
Setelah menyalin data data penting Aula mengirim data data penggelapan itu ke email Daddy nya mengirim ke kantor polisi, jelas laporan yang di buat Aula tentu saja langsung di respon dengan pihak kepolisian.
Aula keluar dari ruangan khusus yang selalu dia dan Aula gunakan untuk membantu sang Daddy mengurus hal tentang perusahaan, Aula meskipun sudah menjadi CEO muda untuk bisnis berlian Mommy nya terkadang dia juga membantu di perusahaan Daddy nya. Begitupun dengan Aura yang juga terkadang membantu Mami nya.
Aura Masuk kedalam ruangan Daddy nya dia langsung duduk di sofa ruangan Dion, sedangkan Dion tidak ada di dalam ruangan nya karena ada nya pertemuan di luar kantor.
__ADS_1
Tidak lama Aula duduk di sofa terdengar pintu ruangan Dion terbuka, dan Aula menatap perempuan seksoii yang masuk ke dalam Ruangan Dion.
Rika perempuan cantik dan Seksoii itu masuk dan belum menyadari ada Aula di ruangan Dion, Aula masih menatap Rika yang langsung duduk di kursi kebenaran Dion dan langsung memutar kursi nya menghadap dinding.
Aula hanya menatap nya dengan santai tidak berniat bertanya atau mendekat ke arah Rika, Aula malah dengan santai nya tiduran di Sofa ruang kerja Dion.
Saat Aula ingin memejamkan mata terdengar suara pintu kembali di buka dari luar, Aula kembali membuka mata nya dan melihat Dion datang dengan Evi sekertaris nya Dion. Setelah Dion menandatangani berkas yang di berikan Evi, Evi pergi dari sana.
"Sayang!! Kamu sudah selesaikan"
Jika Rika sangat senang Dion memangil nya sayang, ada Aula yang menatap tajam Daddy nya dari sofa ruang Dion. Aula masih anteng dengan tiduran di sofa menatap Dion.
"Iya aku sudah selesai"
"Ayo kita pulang kalau begitu"
Rika membalik kursi yang dia duduki dan Dion terkejut saat melihat Rika bukan putrinya yang duduk di kursi kebesaran nya. "Kenapa kamu ada di sini"
"Aku menunggu kamu Mas" Dengan merambah dada bidang Dion, tentu saja Dion tidak tinggal diam Dion memegang tangan Rika dengan sangat Erat sampai Rika meringis sakit.
Aula yang melihat Daddy nya dengan wanita lain pun melempar Bantal sofa ke arah Rika, sampai kepala Rika terhanyut ke depan dan tentu saja Dion langsung melepas genggaman tangan nya dan menjauh. Rika yang tidak terima mendongak setelah itu menengok kanan dan kiri, dia melihat Aula yang masih tiduran di Sofa ruang tamu Dion. Dan itu juga membuat Dion terkejut.
"Sayang sejak kapan kamu ada di sana???"
"Sejak Lontong itu masuk ke sini"
"Maksud kamu dia??"
"Hemm"
"Kenapa kamu hanya diam jika kamu tau kalau dia ada di sini?"
"Aku pikir selingkuhan Daddy"
"Jangan mengada ngada!! Ayo kita pulang ini sudah sore"
"Baik lah Dad"
Aula bangun lalu berjalan ke arah Dion yang ada di dekat pintu ruangan nya, Aula juga tidak lupa memberi pemanis sebelum meninggalkan ruangan Daddy nya.
"Perempuan lontong kayak elo mau bersaing dengan Mommy gue enggak selevel, dan untung itu pepaya enggak jatuh dari tempat nya"
Rika yang mendengar Hinaan dari Aula begitu sangat geram, dan tentu saja Rika ingin menampar mulut Aula yang terkenal julit. Aula Alexander anak kedua dari Dion Alexander yang rama kepada siapa saja tapi tidak dengan orang yang mengganggu keluarga nya. Kepada karyawan Daddy nya saja yang memakai pakaian seksoiii sudah perna di juliti Aula dan mereka tidak lagi memakai pakaian Seksooiii.
__ADS_1