CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DI DANAU


__ADS_3

Annisa sudah siap dengan pakaian formal nya, karena Nisa berjaga jaga kalau nanti dari danau Dion mengajaknya kekantor untuk berkerja. Sebenar nya Nisa tidak enak kalau harus tidak berkerja dihari ketiga dia berkerja. Apa lagi kemarin setelah makan siang dia tidak kembali ke kantor.


"Sudah lah dipikir nanti kalau dia dipecat akan mencari pekerjaan ditempat lain".Nisa berbicara sendiri.


" Toh tidak mungkin juga aku dipecat orang yang ngajak keluar bos nya". Nisa melanjutkan kata katanya


Nisa mengambil benda pipi yang ada dimeja rias nya melihat jam sudah menunjukan pukul 08:00 berarti dimana Dion harus nya sudah sampai di depan gang.


Nisa mengambil tas nya lalu memasukan handphone kedalam tas nya dan mulai keluar dari kamar menuju pintu rumah nya, Saat membuka pintu nisa terkejut saat melihat tangan yang ingin mengetuk pintu didepan wajah nya.


"Astaga".


Nisa terkejut, Dion pun hanya nyengir dan perlahan menurun kan tangan nya, Nisa hanya bisa mengelus dada nya.


" Kenapa bapak sudah ada didepan rumah saya kan janjinya didepan gang???" Nisa bertanya dengan heran


"Kan saya sudah katakan jangan panggil saya bapak, panggil yang lain aja" Dion menyahut


"Nisa memikirkan panggilan apa yang cocok dengan Dion. "Apa sopan yah tidak memanggil bapak???" batin Nisa


"Kok kamu diam???" Dion bertanya


"Em itu pak eh maksud nya siapa yah eh apa panggilan apa yang cocok yah buat manggil kamu???" Nisa dengan kebingungan nya


"Panggil apa aja asal tidak bapak karena saya bukan bapak kamu Nisa, Saya calon masa depan kamu"Dion menjawab


Nisa hanya menunduk menyembunyikan pipi nya yang terasa panas sampai telinga, Untung telinga tertutup rambut, Dion menyadari pipi Nisa yang bersemu merah


"Kenapa kamu menunduk???" Goda Dion


Nisa hanya bisa tersenyum kikuk, Dion senang melihat Nisa yang malu malu. Kamu bisa panggil saya Mas, Sayang, atau Beb, atau honey. Pipi Nisa semakin memerah mendengar panggilan buat Dion


"Saya panggil Mas saja kamu lebih tua dari aku" Dion tertegun ditempat karena panggilan Mas dari Nisa

__ADS_1


Dion perlahan memegang dadanya yang berdisko ria didalam. "Kenapa jantung ku rasanya ingin melompat yah???" batin Dion yang dengan kata kata alay nya .Bos Dion bisa juga yah jantung nya berdisko haha, ada ada saja Mas Dion.


"Ayo mas, kita pergi kata nya mau ke danau apa tidak jadi???" Nisa bersuara


Mendengar panggilan Nisa membuat jantung Dion tidak karu karuan rasan nya ingin melompat keluar, dak duk dak duk. "Apa Nisa bisa mendengar suara jantung ku yah???"Dion membatin


Tampa Dion sadari jantung Nisa pun juga tidak aman. "Apa aku kena serangan jantung yah diusia muda ku???" Batin Nisa


Bisa gawat ini kalau aku kena serangan jantung, Baru juga ingin hidup tanpa beban tau tau kena serangan jantung. Apa besok aku periksa saja yah ke rumah sakit?? Kan tidak lucu kalau beneran" Batin nisa


Sudah lah dekat dekat dengan pangeran tampan membuat jantung ku tidak aman, Sama sama melamun merasakan jantung masing masing.lamunan mereka tersadar dari dering ponsel Dion.


Kring ... Kring .... Kring ...


" Ya ampun kenapa dia menelpon pagi pagi gini, awas saja kalau tidak penting" Gumam Dion


Nisa hanya terkekeh. "Hello, kenapa kamu pagi pagi menelpon saya??? Mengganggu kegiatan saya saja kamu awas yah kalau tidak penting aku kirim kamu ke ujung dunia Fan.


Yah yang menelpon Dion Fani asisten pribadi Dion sekaligus sabahat nya, Fani di seberang telpon hanya bisa membuang nafas kasar


Dion melotot dengan kalimat Dion."Sudahlah kenapa kamu menelpon aku?? Dion bersuara dengan nada jengkel nya


"Ada berkas yang perlu kamu tanda tangani pagi ini Ion, Yang nanti sore akan dikirim ke kantor cabang".


"Masalah begini kamu mengganggu waktu ku, Kamu serah kan saja sama Daddy biar Daddy yang tanda tangan" Sebelum Fani menyahut Dion sudah mematikan telepon nya


Dion menatap Nisa yang masih ditempat."Ayo kita pergi sekarang keburu siang???"Ajak Dion


Dion merai tangan Nisa dan menggenggam nya dan menarik pelan tangan Nisa. Nisa mengikuti langka Dion dengan menatap tangan nya yang di genggam Dion. Seperti mau nyebrang jalan dong Hahaha Dion membuka kan pintu mobil buat Nisa, Nisa pun masuk Dion menutup pintu mobil nya dan berlari ke sebelah memasuki mobil Setelah masuk mobil Dion melajukan mobil nya dengan kecepatan normal.


...****************...


Fani sudah di mansion Erick ingin meminta tanda tangan Erick. Fani terpaku diruang keluarga melihat perempuan cantik yang baru keluar dari lift bersama dengan sang kakak, Kiya melihat Fani tidak berkedip menatap nya membuat Kiya salah tingkah

__ADS_1


"Gem" Vino membuat Fani salah tingkah, Kiya yang sudah senyum senyum disebelah sang kakak


"Ngapain kamu kesini pagi pagi diusir sama kak Dion???" Vino bersuara


"Ah tidak Vino saya mau bertemu Daddy untuk minta tanda tangan beliau" Fani menyahut


"Kalau mau ketemu Daddy kenapa kamu malah bengong disini sambil liatin Kiya mau itu mata aku congkel" Vino dengan nada kesal nya karena Fani melihat sang adik tampa berkedip


"Kakak apaan sih masih pagi juga udah marah marah gak jelas" Kiya menyahut


"Sudah bang Fani temui saja Daddy dikamar nya, Daddy kayak nya belum bangun"


"Ah iya kalau begitu saya naik dulu" pamit Fani. Fani berjalan menuju lift dibelakang Kiya dan Vino tepat saat disebelah Kiya Fani membisikan kata ditelinga Kiya.


"Nanti malam kita jalan jalan yah???" Vino melotot saat mendengar apa yang dikatakan Fani kepada Kiya


"Sono kata nya mau ketemu Daddy masih berdiri disini aja" Vino menyahut dengan nada kesal.


Setelah mengatakan itu Vino menarik tangan Kiya menuju pintu keluar mansion Vino berhenti tepat di sebelah motor spot nya dan memakaikan helm kepada Kiya, Jika orang lain yang tidak mengenal mereka mungkin dikira sepang kekasih. Tapi nyatanya Kiya adik Vino, Vino selalu memanjakan Kiya seperti Dion memanjakan Kiya. Anak perempuan satu satunya di keluarga Erick. Setelah memasang kan helm Vino menaiki motor nya yang diikuti Kiya saat diperjalanan Vino bertanya tentang perasaan nya kepada Fani


"Kiya" panggil Kevin


Kiya yang merasa dipanggil pun menyahut panggilan kakak nya


"Apa kamu masih suka sama Bang Fani???" Pertanyakan yang sukses membuat pipi kiya merona


Memang pasal nya Kiya menyukai Fani, begitu pun Fani tapi Fani belum berani ungkapin perasaan nya kepada Kiya. Meninggal kan Kiya dan Vino, Sekarang Dion dan Nisa sudah sampai di danau tempat dulu mereka bertemu diwaktu kecil.


Dion dan Nisa turun dari mobil, Dion menggandeng tangan Nisa menuju tepian Danau. Yang belum berubah suasana nya masih tetap asri, indah, dan sejuk seperti dulu.


"Nisa apa kamu ingat disini kita sering berbagi cerita saat sepulang sekolah??" Dion bertanya dengan menatap manik hitam Nisa


"Yah mas aku masih ingat, Dulu kita setiap hari bertemu disini sampai akhir nya aku pinda ke bandung ikut ayah dan bunda.

__ADS_1


"Apa kamu tahu Nisa dulu aku selalu menunggu kamu disini setiap pulang sekolah" Tapi kamu tak perna datang lagi setelah kamu menangis disini.


__ADS_2