
Aura mempelajari berkas yang Dion berikan pada nya, dia sudah ada di kantor Dion hampir tiga jam tapi dokumen yang dia pelajari seakan tidak ada habis nya.
"Dad, Daddy ingin mengerjai ku???
"Tidak, kenapa???"
"Kenapa tidak habis habis Dad, aku sudah lelah ingin pulang"
"Kenapa pulang, ada apa di Mansion??? Apa ada kekasih kamu"
"Daddy mengejekku???"
"Kamu merasa"
Aura saat ingin menjawab Dion, terdengar suara ketukan pintu dan tidak lama setelah ketukan pintu terbuka memperlihatkan David dengan Sonia perempuan cantik sekertaris Dion yang baru.
Aura yang melihat ke datangan David dengan Sonia membuat perasaan Aura sangat kesal dan ingin memakan Sonia dan David langsung. Aura tidak menatap mereka berdua karena merasa sangat panas melihat pemandangan itu.
Dion menatap putri nya yang tenga kembali menatap dokumen yang ada di depan nya dengan wajah kesal, Dion kini paham ada rasa yang tumbuh tapi putri nya belum menyadari.
"Ada apa kalian datang kemari??? Apa ingin meminta Restu ku???"
Dion sengaja mengatakan itu untuk membuat putri nya semakin kesal dan dia berharap putri nya segera menyadari kalau itu cinta, dia tidak masalah dengan umur yang penting anak anak nya bahagia.
Sedangkan Sonia perempuan itu menjadi salah tingkah mendengar apa yang bos nya katakan, David malah melirik Aura yang duduk di Sofa ruangan Dion, Dion yang tau malah ingin semakin membuat mereka salah tingkah.
"Vid kamu sebenarnya kesini ingin meninta Restu untuk siapa sekertaris saya apa Putri saya??? Kamu datang dengan Sonia tapi kamu curi curi pandang kepada Aura"
Aura melotot mendengar apa yang dikatakan Dion, dia langsung mendongak menatap Daddy nya yang kini malah tersenyum miring. Sedangkan David yang ketahuan melirik anak majikan nya pun menjadi salah tingkah, sedangkan Sonia malah menatap Aura yang ada Di sofa dia tidak menyadari kalau di sana ada Aura yang duduk di Sofa.
"Ghemmm, Tuan muda saya datang kesini karena ingin memberikan berkas yang anda minta Tuan Muda, dan saya tadi tidak sengaja bertemu dengan Nona Sonia yang ingin masuk ke sini"
"Oh begitu Vid, saya kira kamu ingin meminta Restu ku!!! Apa kamu sudah ada yang cocok Vid??"
"Ghemm ada tuan muda"
"Lalu kamu menuggu kapan membawa ke sini???"
"Saya tidak berani"
"Kenapa???"
"Karena saya orang biasa dia seorang putri"
"Benarkah siapa dia, aku pastikan kamu mendapatkan nya" Dion mengatakan nya dengan menanda tangani berkas yang ada di meja nya, berkas yang di berikan oleh sekertaris nya.
Sekertaris Dion yang lama sudah menjadi orang kepercayaan Nisa di butik nya, Evi orang yang beruntung bisa menjadi orang kepercayaan Nisa istri dari Bos nya di kantor lama.
"Tidak tuan!! Saya permisi dulu karena Nona kecil Monic ada di Markas"
"Sih kecil???"
__ADS_1
"Iyah tuan muda"
"Dia akan menggangu kamu seharian ini dan bersiaplah dengan kemanjaan nya, apalagi dia hari ini tidak mau pergi latihan Balet"
"Bukan hanya saya tuan muda tapi anak anak yang lain sudah Nona kecil Monic pusing karena ingin bermain senjata yang asli"
"Sudah ku duga itu, mangkanya aku selalu melarang dia datang ke markas!!! Dia akan membuat kalian pusing"
Setelah banyak yang di bicarakan David kembali ke Markas, sedangkan Sonia sudah keluar sejak semua berkas sudah di di tanda tangani oleh Dion.
Dion duduk menatap Aura yang fokus dengan berkas yang ada di depan nya sangat fokus atau mungkin Aura tidak ada di tempat nya, Aura berkelana memikirkan siapa perempuan yang David suka.
"Aura"
"Nak"
Dion sudah berulang kali memanggil putrinya tapi tidak ada sautan dari putrinya, dia yakin putri nya yang dia kira fokus ternyata berkelana entah kemana.
Dion mendekat ke arah Aura yang ada di sofa ruangan nya, Dion duduk di samping Aura, dia mengelus pucuk kepala putrinya dengan sayang. "Apa yang membuat mu tidak fokus"
"Tidak ada Dad, aku sedari fokus"
"Benar kah kalau begitu dokumen apa yang kamu pelajari sekarang"
"Ini ghem, Dad kepala ku pusing ingin tidur"
"Masuk lah ke kamar Daddy nak"
Sedangkan David sudah ada di jalan menuju Markas, dia benar benar bodoh bisa menyukai Aura yang usia nya jauh lebih muda dengan nya, dia merasa gila karena sudah mencintai putri majikan nya sendiri.
David berceloteh di dalam mobil nya dengan pusing, wajah cantik Aura memenuhi isi kepala nya dan seakan melihat Aura di mana mana, Dia tau kalau dia mencintai Aura karena di bertanya ke salah satu teman nya yang baru saja menjalin kasih dengan anak kuliahan. Yang memang usia mereka sama, sedangkan dirinya dengan Aura berbeda kasta dan berbeda umur.
"Andai aku masih kaya aku sasak anak tuan muda Dion!!! Kalau gini mana berani aku walau keluarga mereka sangat baik kepada nya"
"Kalau sudah berbeda kasta dan usia gini ingin rasanya aku tenggelam ke dasar laut saja"
David berceloteh sampai Markas, dia berdiam diri di dalam mobil dengan memikirkan cara bagaimana cara nya dia melupakan cinta nya kepada Aura, apalagi Aura cinta pertama nya selama hidup nya.
David tidak turun dari dalam mobil, dia malah bersandar di dalam mobil sampai penjaga yang ada didepan heran dengan David kenapa David tidak turun dari dalam mobil nya, Baron yang penasaran mendekat ke arah mobil David.
Tok tok tok
David terkejut dengan ketukan dari samping mobil nya, Dion membuka kaca nya dan melihat baron yang menatap nya dengan heran. "Apa ke tua baik baik saja???"
"Aku sangat baik, hanya saja kau sedang pusing"
"Apa anda perlu bantuan tuan???"
"Tidak Terima kasih, kamu kembali lah aku akan turun nanti"
"Baik lah ketua, nanti kalau butuh bantuan panggil saja saya"
__ADS_1
"Iya"
Baron kembali ke tempat nya di mana di berjaga, David kembali menutup mobil nya setelah itu dia memikirkan cara bagaimana dia berhenti mencintai Aura, Apa dia mencoba menjalin kasih dengan perempuan lain yang sama dengan nya dari kalangan biasa dan juga mau usia nya tidak terpaut jauh dengan nya.
Meninggalkan David yang pusing dengan cinta beda usia nya, kini Di ruang musik Monic ingin menghancurkan barang yang ada di sana karena David tak kunjung datang menemui nya, samapi dia selesai berlatih pedang dengan salah satu anak buah Dion yang ada di markas.
Jojo yang menemani Monic merasa pusing karena sedari tadi dia ingin marah karena David. Uncle, kemana uncle Avid"
"Saya tidak tau Nona kecil"
"telpon dong Uncle"
"Sudah Nona muda tapi tidak di angkat"
Saat ingin Memukul dram yang ada di depan nya Aula datang membawa makan siang untuk Monic dan tentu saja Aula melihat wajah sang adik yang sangat kesal karena David.
"Makan dulu sayang"
"Akak, Uncle belbohong"
"Dia ada di depan"
"Benalkah kenapa tidak masuk Akak???"
"Uncle pusing"
"Uncle sakit??? Ucing kenapa akak tidak membantu uncle"
"Karena yang bisa menyembuhkan kakak Aura"
"Apa akak Aula doktel???"
"Iyah khusus Uncle David"
Aula menyuapi adik nya dengan banyak mengobrol agar Monic lupa dengan marah nya kepada David, Aula enggak mau adik nya menjadi orang yang tidak punya kesabaran dan muda marah.
Setelah selesai makan David masuk ke dalam ruang musik menemui Nona kecil nya yang sempat di lupakan, saat di ingat tadi dia langsung turun dan berlari ke dalam Markas untuk mencari keberadaan Monic, karena David tau Monic tidak sama dengan ke dua kakak nya, dia lebih gampang Marah dan kesal kepada siapa saja yang tidak memenuhi permintaan nya.
"Selamat siang Nona Muda yang cantik"
"Uncle"
"Ayo kita mulai belajar"
"Apa Uncle sudah tidak using???"
"Sedikit, tapi bisa mengajari Nona muda"
"Aku tinggal ke lantai ke atas yah kak aku masih banyak yang harus aku kerjakan"
"Iyah Nona muda, dan Maaf sudah menggangu waktu anda"
__ADS_1
"Tidak apa ini tugas ku juga"
Aura pergi dari dalam ruang musik dan David mengajari Monic Clarinet yang di bilang kemarin malam dengan nya sedangkan Jojo bisa bernapas lega karena Nona muda nya sudah menemukan pawang nya. Jojo meninggalkan David dengan Monic di ruang musik dia kembali berkeliling Markas.