CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
SERLY


__ADS_3

Erick dan Dyah benar benar mengantar Serly pulang kepada orang tua nya, Erick dan Dyah juga mengantar Serly sampai masuk ke dalam mansion orang tua nya. dan juga menceritakan semua kepada orang tua Serly.


Orang tua Serly tidak menerima kalau anak nya di perlakukan seperti itu dan juga sama Erick juga dan Dyah tidak terima menantu dan cucu nya di ganggu Serly sampai membuat Nisa hilang kendali hampir Depresi.


Setelah semua yang terjadi mereka berdua memutuskan tali yang terikat sejak lama, mereka memutuskan hubungan persahabatan yang mereka jalani berpuluh tahu.


Sedangkan Serly bersikap sangat cuek kepada hubungan baik yang orang tua nya jalani, Serly tidak menganggap ke dua orang tua nya ada di depan nya.


Setelah perdebatan panjang antara kedua orang tua Serly dan orang tua Dion, Serly naik ke kamar nya yang ada di lantai atas. Kedua orang tua Serly yang melihat kelakuan Serly sangat geram yang tidak menghargai mereka sebagai orang tua nya.


"Pa, Apa salah kita mendidik Serly salah samapi kelakuan nya seperti ini???"


"Aku juga tidak tau Ma, selama ini aku kira Serly akan berubah diluar sana ternyata semakin menggila"


"Aku ingin Serly Mama yang ceria dan penurut Pa"


"Itu tidak mungkin sayang, yang bisa membuat nya berubah hanya dirinya sendiri Ma"


Halima menangis di pelukan Eko dia merasa gagal mendidik anak perempuan nya sampai dia melakukan hal keji dan kotor yang selama ini tidak ada dibayangkan Halima sebagai Ibu yang membesarkan nya sendiri.


Penantian nya Bertahun tahun untuk kedatangan Serly membuat nya sekarang harus terpuruk mendengar apa yang Serly lakukan, dan Serly sendiri tidak merasa kesalahan yang selama ini dia lakukan.


Sebagai orang tau Halima sangat terpukul mendengar apa yang di alami Serly, tapi Serly bersikap seolah dirinya tidak melakukan apa pun. Yang membuat Halima semakin terpukul Serly habis di gilir sepuluh orang. Halima takut Serly hamil, Halima takut Serly terpuruk tapi ternyata salah.


Serly tidak terpukul dan terpuruk dengan kejadian yang dia alami. "Pa apa yang harus kita lakukan???"


"Kita kirim saja Serly ke pesantren Ma"


"Apa dia mau???"


"Entahlah Papa tidak tahu"


Mereka berdua beranjak dari duduk nya untuk ingin menemui Serly yang ada dikamar nya, Melihat ke adaan putri yang yang baru pulang ke Mansion.


Tok tok tok


Ceklek..


"Kenapa???"


"Nak kami ingin bicara"

__ADS_1


Serly membuka pintu kamar nya lebar agar orang tua nya bisa masuk kedalam kamar nya, Halima dan Eko masuk ke dalam kamar Serly.


Halima dan Eko duduk di sofa yang ada dikamar Serly sedangkan Serly tiduran di atas tempat tidur nya yang luas, selama ini dia meninggalkan kasur king size nya untuk berpetualang dengan para laki laki dan mengganggu Nisa dan Dion.


"Nak apa kamu sakit???"


"Tidak"


"Apa kamu tidak takut hamil nak???"


"Tidak"


"Apa kamu tidak sedih kehilangan kehormatan kamu sayang??" Halima berbicara dengan sangat lembut berharap Serly menjawab pertanyaan sesuai dengan keinginan nya.


"Tidak, karena aku sudah melakukan nya sebelum aku ditangkap anak buah om jonie dan satu lagi aku di tangkap dengan gigolo yang aku sewa"


Deg..


Jantung Halima seakan berhenti mendengar apa yang dikatakan oleh Serly, sebagai perempuan Halima merasa benar benar hancur mendengar pengakuan itu semua.


"Nak siapa yang mengambil kehormatan kamu?? Kenapa kamu tidak meminta pertanggung jawaban nya???" Halima bicara dengan terisak.


"Dengan pria asing yang aku temui saat aku pergi ke Paris"


"Aku sadar Ma, aku tidak mabuk"


"Kalau kami hamil gimana nak???"


"Aku rawat saja dia, kenapa kalau aku hamil kalian malu???"


"Iyah kami malu memiliki cucu yang tidak memiliki Ayah" teriak Eko yang benar benar marah dengan Serly yang sudah melampaui batasan nya.


"Iya tinggal aku rawat sendiri dan tidak tinggal di sini begitu saja kalian pusing, jangan khawatir aku akan merawat anak ku sendiri"


Plakk


Eko mendekat ke arah Serly yang ada masih tiduran santai di ranjang nya, Eko menampar pipi Serly yang benar benar tidak menghargai nya sebagai orang tua lagi.


"Apa salah kami Ser sehingga kamu menjadi perempuan tidak tau diri???"


Serly yang mendapat tamparan dari Eko itu pun langsung duduk di atas ranjang nya menatap Eko yang juga menatap nya.

__ADS_1


"Kalian tidak mendukung ku untuk mendapatkan Dion, kalian juga tidak membela ku saat aku ingin menghancurkan pernikahan Dion dan Nisa"


Plakkk


"Serly!!!!" Teriak Eko


"Kenapa Pa??? Kenyataan nya begitu kalian tidak membela ku saat aku berjuang mendapatkan cinta ku"


"Itu bukan Cinta Ser melainkan obsesi kamu untuk mendapatkan Dion"


"Cukup Pa, aku tidak mau mendengar ocean Papa yang enggak bermutu"


"Lalu apa yang ingin kamu dengar, kami membantu mu dengan aksi kriminal kamu!!! Jangan harap kami membantu kamu Serly"


Setelah mengatakan itu Eko mendekat ke arah Halima yang untuk mengajak istri nya pergi dari kamar Serly, Halima berjalan dengan memeluk tubuh Eko. Rasa kaki Halima seakan lemas mendengar semua kenyataan pait.


Setelah kepergian orang tua nya Serly malah memainkan ponsel nya yang diberi oleh Erick sebelum mengetuk pintu Mansion orang tua nya.


Dia mengotak atik ponsel yang begitu sepi tidak ada hal yang menarik didalam ponsel nya karena ponsel baru. Serly yang bosan memainkan ponsel nya memilih untuk tidur.


Beralih ke Mansion lain Erick yang sudah sampai di mansion nya bersama dengan Dyah yang sedari tadi ingin mengeluarkan tanduk nya saat berdebat dengan keluarga Eko.


Dyah ingin merobek mulut Halima yang sempat bilang Nisa perempuan murahan, saat Dyah ingin bertindak Erick menghalangi Dyah menjadikan Dyah ingin mengeluarkan tanduk nya.


"Sayang"


Dyah tidak menghiraukan Erick, Dyah memilih untuk pergi meninggalkan Erick yang menghela napa dibelakang nya.


Dyah masuk ke dalam lift dan Dyah ingin ikut masuk Dyah mengeluarkan Senjata api yang ada di tas branded nya tepat ke arah kepala Erick.


Erick yang ngeri itu pun mundur niat masuk ke dalam lift dia urungkan, Erick melihat lift tertutup dan lagi lagi menghela napas. Sedangkan Dyah yang sudah sampai lantai dua dia langsung berjalan ke arah kamar nya.


Sedangkan Erick harus mendengar ledekan putra putra nya yang melihat Erick ditodong senjata oleh Dyah. Dion dan Fani melihat semua kejadian yang Erick alami.


Dion dan Fani meledek Erick sampai Erick keluar dari dalam lift, Erick melangka mendekat ke arah kamar nya.


Ceklek ceklek ceklek


"Sayang"


"Sayang kamu tidak serius kan menyuruh aku tidur diluar???"

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari dalam Erick dengan sangat lelah masuk kedalam kamar samping kamar nya kamar yang dia gunakan sedari mudah saat Dyah sedang marah besar.


__ADS_2