
Sesuai rencana yang sudah di rencanakan dari kemarin malam keluarga Erick akan makan malam untuk merayakan kehamilan Kiya dan merayakan Vino sudah memiliki dabatan hati.
Mereka semua sudah berkumpul diruang keluarga untuk segera berangkat hanya menunggu Nisa turun bersama Dion dan twins. Keluarga yang paling riwe karena harus menyiapkan twin terlebih dulu.
Dyah melihat menantu dan anak nya yang keluar dari lift dengan mendorong stroller twins. "Sayang apa kamu tidak akan mengajak baby sister Aura dan Aula???"
"Mereka akan ikut Mom"
"Baiklah kita berangkat sekarang sebelum keluarga Rora menunggu sayang"
"Iyah Mom"
Mereka keluar mansion menaiki mobil yang sudah disiapkan di dihalaman mansion, Dion membawa mobil sendiri karena ada baby sister twins yang juga ikut, sedangkan Vino dengan Erick dan Dyah, Kiya bersama dengan Fani yang membawa mobil mereka.
Tiga mobil mewah itu keluar dari mansion Erick mereka meninggalkan mansion untuk pergi ke Resto eropa. Mereka membela jalan yang sangat padat dengan kendaraan beroda dua dan beroda empat.
Setengah jam perjalanan mereka sudah sampai diparkiran Resto, terlihat sangat jelas bangunan nya sangat mewah. Mereka turun dari mobil masing masing setelah itu melangka masuk ke dalam Resto.
Mereka duduk di meja tenga agar keluarga Rora dapat dengan muda menemukan mereka, Tidak lama menunggu keluarga Rora datang. Rora datang dengan kedua orang tua nya.
"Selamat malam"
"Wahyudi"
"Erick"
"Kamu yang mengundang kami???"
"Kamu orang tua Rora??"
"Iya"
Mereka berdua berpelukan dengan Dyah dan Sinta yang saling berpelukan, sedangkan anak anak bingung dengan para orang tua mereka yang saling berpelukan.
"Ayo silahkan duduk Yud, Sin"
"Terima kasih Mas, Mbak"
Erick dan Dyah tersenyum, mereka tidak menyangka kalau orang tua Rora itu teman sekolah Erick waktu SMP dulu. Begitupun dengan Yudi yang tidak menyangka kalau anak dari pacar putrinya itu Erick dan Dyah.
"Kamu makin tua makin terlihat muda saja Rick"
"kamu bisa saja Yud"
Yudi dan Erick memberhentikan obrolan mereka saat pelayan datang mendekat memberi buku menu, Mereka semua memesan makanan sebelum melanjutkan membahas putra putri mereka yang memiliki hubungan.
Setelah mereka semua memesan makanan pelayan meninggalkan meja mereka untuk memberitahu pesanan pengunjung. Mereka melanjutkan obrolan mereka tadi.
"Bagaimana apa kamu setuju putri mu menikah dengan putra ku???"
"Aku menyerahkan semua nya pada anak anak, kalau sama sama cinta kenapa harus dilarang"
"Bagaimana nak kamu mau menerima anak teman Ayah???"
__ADS_1
Rora menganggukkan kepala nya dengan malu malu, apalagi sedari Rora datang Vino tidak lepas memandang Rora yang menurut nya malam ini begitu sangat cantik.
"Baik lah kalau kamu setuju nak, lalu bagaimana menurut kamu Yud"
"Apanya???"
"Tunangan dulu atau langsung menikah???"
"Terserah anak anak saja lah Rick"
"Gimana boy???"
"Langsung menikah saja kalau menurut ku Dad"
"Apa kamu sudah tidak sabar Boy, ngebet banget" jiwa julit Erick meronta untuk menggoda putra nya.
"Ini lagi serius Dad tolong yah"
"Memangnya kenapa??? orang tua Rora sudah lama mengenal Daddy"
"Suka suka Daddy"
Semua orang tertawa melihat raut kesal Vino terhadap Erick, Erick selalu sukses membaut anak anak nya kesal. Jika anak anak membalas Erick dengan mendekati Dyah sudah pasti ribut dan berdebat.
"Yah udah kamu mau kapan Nikah nya???"
"Satu minggu lagi"
yang lain hanya geleng gelang kepala melihat Erick masih menjahili putra nya disaat pembicaraan serius.
"Gimana Yud???"
"Yah baiklah kita satu minggu lagi"
Setelah mereka menyetujui pernikahan yang akan diadakan satu minggu lagi pelayan datang membawa pesanan mereka semua. Setelah pelayan pergi mereka semua menyantap makanan yang sudah dihidangkan.
"Rick, seperti nya bukan hanya acara makan malam bisa selain membahas pernikahan ank kita???"
"Iyah putri ku sedang hamil kamu merayakan nya"
"Kamu memiliki anak berapa??"
"Empat, tiga laki laki dan satu perempuan"
"Kamu hebat sekali memiliki empat Anak"
"Mana anak kamu yang satu lagi???"
"Itu sudah menjadi suami putri ku"
"Hah??? Maksud kamu???"
"Aku sebenar nya memiliki tiga anak dua laki laki dan satu perempuan, sedangkan anak ku yang satu lagi aku adopsi dari panti Asuhan tempat ku menjadi donatur"
__ADS_1
"Hebat kamu bisa menjadi bapak empat anak"
"Aku saja satu pusing banget saat hamil Rora"
Mereka makan malam dengan canda tawa para orang tua sedangkan anak anak hanya menyimak dan ikut tertawa saat ada pembahasan yang lucu.
Makan malam sudah selesai keluarga Erick dan Yudi saling pamitan untuk pulang karena hari sudah semakin malam. Mereka pulang menggunakan kendaraan masing masing.
Setelah perjalanan yang cukup meleleh kan karena jalan yang masih saja ramai dengan kendaraan mereka samapi di mansion Erick.
Setelah sampai mereka semua turun dari mobil mereka lalu masuk ke dalam mansion. Erick menyuruh anak anak nya langsung masuk kamar untuk istirahat.
Sedangkan diri nya ingin pergi bersama dengan istrinya ke markas. "Sayang ayo"
"Ah iya Dad"
Mereka berdua keluar dari dalam mansion, Erick dan Dyah masuk ke dalam mobil yang masih ada dihalaman mansion, Erick menghidupkan mesin mobil nya lalu melajukan mobil nya meninggalkan Mansion.
Tidak berapa lama mereka berdua sampai di markas dan disambut oleh anak buah nya yang berjaga di depan markas.
Erick dan Dyah masuk kedalam markas mereka melewati lorong lorong yang minim penerangan dimana mereka akan menuju ruang bawa tanah untuk menemui Serly.
"Buka"
"Baik tuan besar"
Anak buah yang ada di sana membuka pintu yang langsung keruangan bawah tanah banyak tawanan yang tinggal menunggu hari dan ada yang masih hidup didalam sana.
Mereka melewati tawanan yang sudah tiada dengan ke adaan miris tidak membuat mereka kasihan malah melewati begitu saja.
Kini Erick dan Dyah sudah ada didepan Serly. "Ser"
Serly yang mendengar nama nya dipanggil pun mendongak menatap siapa yang datang dan apa tujuan nya. Karena sudah beberapa hari Serly digilir bawahan Dyah.
"Kenapa om datang kesini ingin melihat dan mengejek ku???"
"Aku Akan membebaskan kamu, asal kamu tidak lagi mengganggu kelurga om lagi"
"Hahaha"
"Gila, mana mungkin kalian akan membebaskan ku dengan muda, pasti kalian sudah merencanakan sesuatu di luar"
"Kami akan mengantar kamu pulang dengan selamat"
"Apa om serius???"
"Iyah"
"Mandi dan gunakan pakaian ini"
Serly menerima paper bag yang diberikan Erick setelah itu dia mandi di kamar mandi yang ada di sana. Dyah memang menaruh Serly di penjara khusus yang ada kamar mandi nya.
Setelah Serly mandi Erick menyuruh anak buah nya membuka pintu dan memborgol tangan Serly Erick dan Dyah mencari aman. Mereka tidak mau Serly melakukan sesuatu kepada mereka saat perjalanan mengantar pulang Serly
__ADS_1