CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
GAGAL


__ADS_3

Setelah Dyah pergi, Nisa masuk ke dalam kamar dengan bingung. Nisa masuk kedalam walk in closet membuka paper bag yang diberikan Dyah .


"Baju apa yah yang diberi kan mommy, kenapa juga suru memakainya???"


"Aku kok jadi penasaran" Gumam Nisa


Nisa mengambil baju yang diberikan Dyah, mata Nisa melotot saat melihat baju yang diberikan Dyah lingerie yang sangat menerawang, tidak dapat disebut memakai pakaian saat memakainya.


"Apa mommy salah beli baju yah??? Ah aku tanyakan saja sama mommy barang kali ke tuker sama orang lain saat membelinya"


Nisa memasukan kembali lingerie kedalam paper bag. Dion melihat Nisa ingin keluar kamar. "Nisa kamu mau kemana dan bawa apa itu???"


"Aku mau mencari mommy mau kembalikan ini sama mommy"


"Memang nya apa itu???" Dion penasaran apa yang diberikan mommy nya sampai Nisa ingin kembalikan lagi ke mommy nya


Nisa mengeluarkan isi paper bag dan menunjukan kepada Dion, mata Dion melotot, mulut yang ternganga, melihat apa yang dikeluarkan Nisa.


"Gemmmm"


"Kamu kenapa mau kembalikan itu sama mommy bukan nya mommy memberikan ke kamu??" Tanya Dion yang penasaran kenapa Nisa mengembalikan lingerie.


"Kamu lihat mas, baju apa ini aku tidak perna memakai nya atau mommy yang salah ambil barang saat belanja. Sudah mas aku mau mencari mommy dulu"


Sebelum dion ingin mengucapkan kata kata nya Nisa sudah menghilang dari bilik pintu.


Hufff


"Susah kalau punya istri polos seperti Nisa, aku harus banyak bersabar dan mengajari pelan pelan istri polos ku" Celoteh Dion sambil mengusap wajahnya frustasi


"Sabar ion itu istri polos yang ngeri ngeri enak" Sambung Dion


Tok ... tok .... tok ....


Tidak lama pintu terbuka memperlihat kan Erick diambang pintu. Erick heran kenapa Nisa datang kemari di jam segini.


"Kenapa nak apa Dion bersikap tidak baik ke kamu???" Tanya Erick


"Tidak dad aku hanya mencari mommy"


"Oh, Mommy ada didalam kamu masuk saja"


"Terima kasih dad"


Nisa masuk kedalam kamar Erick dan Dyah. Di sana terlihat Dyah lagi membolak balikan majalah dipangkuan nya. Dyah bersandar di sandaran tempat tidur.


"Siapa dad yang datang" Tanya Dyah tanpa melihat siapa yang datang


"Nisa"


"Mom" Nisa dan mendekat ke arah Dyah.Dyah heran kenapa Nisa menemui nya dan membawa paper bag yang diberi kan

__ADS_1


"Kenapa sayang" Tanya Dyah


"Mom apa mommy tidak salah beli baju atau belanjaan mommy tertukar belanjaan orang lain mom??? Nisa bertanya dengan mengeluarkan isi paper bag


memegang lingerie itu dengan kedua tangan nya mengangkat nya keatas


Erick yang berada dibelakang Nisa pun melotot melihat apa yang dikeluarkan Nisa dari paper bag


"Gemmmm" Erick batuk kecil


Dyah pun terkekeh kecil melihat raut Nisa dan suami nya . Nisa yang penasaran dan Erick yang terkejut


"Kenapa sayang dengan lingerie nya ini bagus, kamu pakai nanti malam yah. Saat kamu mau tidur sekarang masih sore kamu mandi bersih bersih dulu nanti mommy jelaskan saat selesai makan malam"


"Di gazebo samping mansion yah sayang. Kamu bawa kembali ini ke kemar kamu, simpan dengan rapi nanti malam pakai" Dyah berbicara dengan menuntun Nisa untuk keluar kamar nya karena Dyah enggak mau sampai rencana nya gagal karena kepolosan Nisa . Dyah ingin segera menimang cucu .


Keadaan mansion malam ini sangat tenang dengan pasangan masing masing kecuali Vino yang belum punya kekasih. "Nasib jadi jomblo" Batin vino


"Vin, kamu masih betah sendiri??? Tanya dyah


"Aku belum ada yang cocok mom, mungkin tidak tahun ini, mungkin menunggu aku lulus tahun depan" Jawab Vino dengan santai


"Kamu tidak masalah kalau kamu di dahului Kiya???" Tanya Erick


Vino menatap Kiya dengan Fani bergantian. "Apa mereka mau nikah juga yah, wah aku jomblo sendirian ini" Batin vino?


"Vin kamu ditanya daddy malah bengong"


"Ah yah dad yah gpp kalau Kiya mau nikah dulu mungkin abang sudah tidak tahan menjadi perjaka lapuk" Goda dion di selah ucapnya


"Apaan jomti???" tanya Vino


"Jomdi ( jomblo sejati ) hahahaha"


"Sialan lho bang"


Semua orang yang ada di sana tertawa melihat raut kesal Vino, selalu saja berdebat dengan Fani .


"Sudah sudah ayo kita makan malam dulu, nanti dilanjut ngobrol nya"


"Okay" mom saut mereka serempak


Mereka mengikuti langka Dyah yang berjalan menuju meja makan.Mereka makan malam diselingi dengan canda tawa, kebahagian yang sempurna .


"Nisa apa kamu sudah selesai nak???" Tanya Dyah


"Sudah mom" Nisa


"Ayo ikut mommy ke gazebo samping mansion. mommy ingin berbagi sama kamu"


"Apa kiya boleh ikut mom???" Tanya Kiya

__ADS_1


"Kamu belum menikah jadi enggak boleh ikut, ada saat nya nanti kamu, Tidak dengan sekarang lebih baik kamu sama Fani berbicara keputusan kalian untuk tunangan" Saut Dyah


Dengan patu Kiya menggandeng Fani menuju taman belakang mansion.


"Baik lah mom"


Nisa berjalan beriringan dengan Dyah sesekali Dyah melirik Nisa. Wajah nya yang terlihat bahagia membuat hati Dyah menghangat


Dyah mengajak Nisa duduk. Nisa Dyah duduk di gazebo samping mansion.


"Nisa kenapa kamu kembalikan lingerie yang mommy kasih???" Tanya Dyah kembali menanyakan perihal lingerie tadi


"Emmm, aku kira mommy salah ambil baju saat berbelanja tadi kan sayang kalau bajunya tidak bisa dipakai kayak tadi mom" Nisa dengan raut polos nya


Dyah terkekeh geli menanggapi Nisa yang mengira dia salah beli baju. "Mommy tidak salah beli baju, itu sengaja mommy belikan untuk kamu pakai nanti saat kamu ingin tidur ganti dengan itu" Dyah


"Tapi mom, baju nya tidak bisa dipakai karena kalau dipakai seperti orang telanjang" Nisa dengan masih polos nya


"Hahahaha. Kamu lucu sekali kamu memang benar benar polos. Baju haram itu digunakan untuk menggoda suami. Kamu menggoda suami lalu suami kamu tergoda itu dapat pahala sayang" Dyah


"Nisa tau mom tapi kalau Nisa pakai baju yang mommy maksud malu Nisa mom. Terus apa kata mas Dion nanti melihat penampilan Nisa yang seperti itu"


"Dion pasti sangat suka kamu pakai baju haram tadi udah kamu menganut apa yang mommy bilang"


"Baik lah mom nanti nisa pakai saat mau tidur"


Setelah pembahasan perkara baju haram kini Nisa melihat tampilannya didepan cermin melihat tampilannya sendiri pipi Nisa memerah sampai telinga.


"Apa mommy tidak salah yah kok aku malu sendiri pakai baju ini" Nisa bermonolog sendiri didepan cermin


"Kata mommy mas Dion suka, kalau gitu aku intip mas Dion saja dulu dari balik pintu apa dia sudah selesai dengan pekerjaan nya apa belum"


Nisa mengendap endap di ruang ganti , membuka pintu kamar sedikit nisa mengintip apa Dion sudah selesai apa belum


"Kalau sudah selesai mas Dion tidur baru aku keluar dari sini kan sama saja yang penting pakai ini sesuai ajaran mommy.


"Mas Dion ternyata sudah tidur. Mungkin dia kelahan karena acara tadi dan langsung berkerja yang memang tidak bisa ditinggal" Nisa


Nisa keluar dengan sangat pelan, Menutup pintu dengan hati hati jangan sampai Dion terbangun


Nisa mulai naik keatas tempat tidur menutupi tubuh nya dengan selimut tebal. Nisa perlahan mulai memejam kan mata. mungkin juga nisa kelelahan sampai sanga muda tertidur .


...****************...


Di pagi yang cerah semua orang sudah bersiap siap untuk pergi ke hotel di mana resepsi Dion dan Nisa dilaksanakan. Terlihat anisa yang sudah siap berangkat bersama Dion , Vino , Kiya . Erick dan Dyah sudah melangka keluar mansion karena mereka akan lebih dulu pergi


Sebelum dyah benar benar pergi dyah mendekat kearah menantu. Dyah berbisik ditelinga Nisa para Erick dan yang lain melihat tingkah Dyah aneh .


"*Nisa apa kamu D****ion kemarin malam terpesona dengan kamu saat memakai baju haram yang mommy berikan???"


"Tidak mom, karena kemarin malam mas Dion sudah tidur saat aku selesai ganti baju haram yang mommy berikan . Lalu apa tadi pagi juga Dion tidak melihat nya nak . Tidak mom karena aku bangun sebelum mas dion bangun*** .

__ADS_1


Mata dyah melotot mendengarkan menantu polonya. " Gagal sudah aku menimang cucu ." batin dyah


"Yah sudah tidak apa nanti kita lanjut bercerita mommy harus pergi dulu karena banyak yang harus diurus di hotel sayang setelah mengatakan itu Erick dan Dyah benar benar pergi.


__ADS_2