CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MAURA DAN DAVID


__ADS_3

Aula dan Dion pulang ke mansion setelah dari kantor mereka membawa kendaraan mereka masing masing karena tadi Aula membawa mobil nya untuk ke kantor Dion. Sedangkan Aura masih ada di Markas, Aura sangat beta saat di Markas karena banyak alat musik yang bisa di gunakan untuk belajar, dan dia juga bisa berlatih belah diri di Markas, tentu saja dia sangat datar saat di Markas berbeda dengan Aula yang rama.


Aura dan Aula sangat suka bermain musik, di mansion ada beberapa alat musik yang Aula dan Aura miliki. Aura yang suka dengan gitar dan piano sedangkan Aula sangat suka dengan dram dan biola.


Kini Aura sedang belajar piano dengan salah satu anak buah yang ada di sana, yang memang dulu yang mengenalkan Aura dan Aula bermain dengan alat musik.


"Kak, apa kakak selama ini enggak bosan mengajari aku piano???"


"Tidak Nona kecil, saya merasa sangat senang jika anda terus belajar"


"Emm, Apa kakak punya kekasih???"


"Belum" Dengan menunduk merasa malu karena di usia nya yang tidak lagi remaja malah dia belum memiliki kekasih.


"Hahaha, Kakak Jomblo sama dong" Tawa Aura yang selama ini hanya keluarga yang tau tapi kini David tau kalau Nona kecil nya yang selama ini yang dia tau hanya mau berbicara dengan nya karena dia di anggap guru musik bagi Nona kecil kini melihat tawa nya Aura membuat David terpesona dengan Aura.


"Ghemm, Nona juga jomblo???"


"Iyah menurut aku belum ada yang cocok aja"


"Nona pantas untuk memilih karena Nona sangat Cantik"


"Cantik dong orang aku perempuan, kalau aku laki-laki cantik barulah luar biasa kak"


David tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Aura, Aura yang memang sangat baik dan renda hati namun sayang wajah nya yang dingin dan cuek, membuat orang yang selama ini melihat nya berpikir bawa dia angkuh.


"Nona kecil ini sudah sore apa Nona kecil tidak ingin pulang??? Saya takut Tuan muda dan Nona muda mencari anda"


"Ah iya kak aku melupakan Mommy dan Daddy yang akan mengomel aku pulang telat"


"Nona kecil ke sini menggunakan apa??? Saya lihat tidak ada mobil atau motor anda di depan Markas??"


"Aku diantar oleh Aula tadi kesini"


"Apa Nona kecil mau saya Antar???"


"Iyah Kak, Baik lah ayo antar aku pulang"


"Mari Nona kecil"


"Kak"


"Iya"


"Jangan memanggil ku Nona kecil, panggil Aura saja"


"Tidak boleh seperti itu Nona kecil"


"Tidak apa-apa kalau hanya ada aku dan kakak"


"Tapi No-"

__ADS_1


Sebelum David melanjutkan kata katanya Aura sudah lebih dulu memotong perkataan David, David menatap Aura dengan sangat bingung.


"Kakak Mau panggil aku Aura maka aku kan pulang dengan kakak, kalau kakak enggak mau lebih baik aku pulang sendiri"


"Tapi!!!!!"


Aura melangkah kan kaki nya ke arah pintu ruang musik, Aura membuka pintu lalu keluar sedangkan David sedang bingung harus bagaimana, dia berlari menyusul Aura yang sedang dalam mode ngambek. David membuka pintu Ruang musik dengan kasar lalu keluar menyusul Aura yang sudah ingin masuk ke dalam lift.


"Nona kecil tunggu"


Anak buah yang lain bingung melihat tangan kanan Dion itu, tidak biasanya Nona kecil mereka akan ngambek dengan ketua mereka, yah David menjadi ketua mereka karena kekuatan David sama dengan Dion.


"Kenapa dengan ketua???"


"Seperti nya Nona kecil sedang marah dengan ketua terlihat dari wajah nya yang semakin dingin"


"Yah sudah ayo kita keliling lagi"


"Iyah"


Sedangkan Aura dan David kini sudah ada di dalam lift bersama tapi tidak ada yang memulai bicara, David takut berbicara dengan Aura yang dalam mode ngambek.


"Ghemm, A-A-Aura"


Aura yang mendengar David memanggil nya dengan nama saja menoleh ke samping dengan tersenyum, tentu saja David kembali terpesona dengan senyum itu senyum Aura. Hanya dia yang melihat ke indahan ini selama belasan tahun baru kali ini dia melihat senyum indah itu.


"Kenapa Kak??"


"Ghem, kak aku memang cantik" dengan menutup kedua pipi nya yang terasa panas dia Aura juga memalingkan wajah nya.


David menjadi salah tingkah karena tanpa sadar dirinya terpesona dengan Aura, seharusnya dia tidak boleh terpesona dengan Aura, Karena Aura anak dari majikan nya sendiri.


David Putra Mahendra anak satu satunya Indah Mahendra dengan Doddy Mahendra yang telah melarikan diri dari Mansion nya karena perjodohan yang di buat oleh Papi dan Mami nya saat dia baru menjadi CEO Mahendra grup.


David melarikan diri tanpa membawa apapun dari Mansion nya semua dia tinggal dia hanya membawa baju yang dia pakai waktu itu, David bisa menjadi orang kepercayaan Dion Karena waktu itu telah menyelamatkan Aura dari para musuh yang ingin menculik Aura. Dan saat itu Dion memberi nya imbalan uang tapi David tidak mau, David meminta pekerjaan kepada Dion dan dia akhir nya menjadi tangan kanan Dion. Tentu saja ketua dari ketua yang ada di sini.


Kembali kepada Aura dan David yang kini sama-sama canggung di dalam mobil David pemberian Dion. David sesekali melirik Aura begitupun dengan Aura yang juga melirik David.


Sampai Akhir nya David memecahkan keheningan yang melanda mereka berdua. "Ghemm"


"A-Aura Maafkan saya yang telah lancang memuji Anda"


"Ah tidak apa-apa kak" Aura berusaha bersikap bisa dengan David.


Sampai akhir nya Mobil David masuk ke dalam Mansion Dion yang ada di samping Mansion Erick. David memarkirkan Mobil nya di halaman Mansion David.


"Sudah sampai Aura"


"Ayo kak masuk"


"Ah iyah, karena saya harus melapor kepada Taun Dion"

__ADS_1


Mereka berdua keluar dari dalam mobil David, Aura berjalan di depan David, sedangkan David berjalan di belakang Aura, Aura berjalan ke arah pintu Mansion, saat ingin membuka pintu di kejutkan oleh Aula yang membuka pintu Mansion.


"Astaga Kakak"


"Astaga Au"


"Selamat sore Nona kecil"


Aula menatap orang yang ada di belakang kakak nya dia melihat guru musik nya yang ada di Markas. "Kakak"


"Iyah Nona kecil"


"Awas minggir aku mau masuk lelah aku berdiri di sini"


"Kak, kenapa wajah kakak dan Kak David memerah???"


"Mana tidak Ada" dengan Aura yang menutup ke dua pipi nya berbeda dengan David yang masih terkondisikan.


Mereka bedua masuk setelah Aura minggir dari jalan masuk ke dalam Mansion, setelah Aura dan David masuk Aula juga masuk ke dalam Mansion mengejar kakak nya.


"Aura pulang"


"Dari mana sayang???" Nisa bertanya saat Aura sudah duduk di samping nya dengan menatap Aura dengan sayang


"Maaf Nona muda, Nona kecil dari Markas"


"Ah David kenapa kamu, Duduk lah jangan berdiri di situ tidak baik"


"Tidak usah Nona muda karena saya ingin menemui Taun muda karena ada yang ingin saya sampaikan"


"Baiklah masuk ke ruang kerja nya Dion ada di sana"


"Saya permisi dulu Nona muda, Nona kecil"


David meninggalkan ruang keluarga masuk ke dalam lift untuk menemui Dion yang ada di lantai tiga. David keluar dari dalam lift berjalan ke arah ruang kerja Dion.


Sedangkan di ruang keluarga Nisa bertanya kepada putrinya yang duduk di samping nya, Nisa diapit oleh due gadis cantik, sedangkan Monic pergi dengan Dyah dan Erick.


"Kamu ngapain ke markas sayang???"


"Berlatih alat musik dan belah diri"


"Benarkah atau ingin menemui David???" Nisa menggoda putrinya yang sedari dulu lengket dengan David. Nisa menduga kalau putri nya menyukai David, begitupun dengan David menyukai putrinya karena di lihat dari kedekatan mereka berdua dan David selalu menuruti Aura. Nisa berfikir kalau David tidak berani mengutarakan perasaan nya kepada Aura karena status mereka yang berbeda dan usia mereka yang terpaut jauh. Nisa sebenar nya tidak masalah kalau David dengan Putrinya ada hubungan.


"Mommy jangan mengada ngada yah"


"Haha yah sudah naik dan bersih-bersih sayang"


"Iyah Mom"


Aura mencium Mommy nya setelah itu dia berjalan ke arah lift untuk naik ke lantai dua di mana kamar nya dan kamar saudara nya

__ADS_1


__ADS_2