CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
CUCU


__ADS_3

Setelah sesi photo selesai mereka menidurkan Aura dan Aula di box bayi yang sudah Opa dan Oma sediakan.


Dyah membawa box bayi itu masuk ke dalam lift satu box bayi lagi Erick yang mendorong masuk ke dalam lift.


Erick dan Dyah akan mengantar Aura dan Aula masuk kedalam kamar mereka yang sudah Dyah siapkan saat usia kandungan Nisa sudah masuk sembilan bulan.


Erick dan Dyah mendorong box bayi masuk kedalam kamar mereka masing masing, di kamar bayi sudah ada baby siter yang akan menjaga mereka berdua.


Setelah mengantar Aura dan Aula, Erick dan Dyah pergi meninggalkan kamar Aura sam Aula. Mereka dijaga oleh dua beby sister yang Dyah kerjakan.


Awal nya Nisa tidak setuju tapi mengingat dia tidak hanya satu yang dirawat melainkan ketiga bayi, dua twins yang satu daddy nya twins.


Bagaimana tidak dengan daddy nya twins, Dion selama ini semua harus ada Nisa mulai dari pakaian kerja Dion sampai makanan jangankan makanan memasang Dasi dan ikat pinggang saja Dion ingin istrinya.


Dion dan Nisa yang sudah menyelesaikan membuka semua kado dari orang terdekat pun diajak Dion naik ke lantai tiga. Dimana di sana ada kamar berada.


Kamar baby twin ada dilantai dua, Dia sengaja membuat kamar twins dilantai dua karena dia lebih bisa dekat dengan twins.


Dion dan Nisa yang sudah sampai dikamar nya, Nisa membaringkan dirinya di hamparan empuk dan luas itu. Nisa sangat lela sehingga sebentar membaringkan dirinya sudah terlelap tidur.


"Sayang"


Dion memanggil Nisa tapi tidak ada sahutan dari Nisa, Dion menghadap ke istrinya ternyata Nisa sudah terlelap.


"Ternyata kamu sudah tidur sayang"


Dion mendekat ke arah Nisa membelai pipi Nisa dengan lembut setelah itu Dion mencium kening Nisa. Sebelum Dion masuk kedalam kamar mandi.


"Kamu pasti capek sayang mengurus twins saat ada di rumah sakit" Lirih Dion dengan masuk ke dalam kamar mandi.


Beralih di satu gedung yang sama di atap yang sama juga, sepasang tunangan yang sedang menghabiskan waktu berdua di gazebo samping mansion.


Kiya dan Fani sedang merencanakan pernikahan dengan nuansa seperti apa, Fani akan menuruti kemauan Kiya.


Bagai Fani kebahagian Kiya adalah segala nya, melihat senyum Kiya membuat hati Fani menghangat.


"Sayang sebentar lagi kamu lulus"


"Hmmmm kenapa???"


"Kok kenapa Princess"


"Lalu???"


Fani menghela napas menanggapi tunangan nya. " Sayang kalau kamu lulus kita Nikah"


"Oh iyah aku lupa sayang" Kiya sangat enteng saat menyahut kata kata Fani


"Kamu tidak lupa dengan aku kan sayang???"


"Tidak, kamu berharap lupa sama abang???"


"Enggak sayang, aku antisipasi aja kalau kamu lupa dengan ku"


"Kenapa kalau aku lupa???"


"Aku buat Mommy mendapat cucu lagi"


"Hah, Mommy punya cucu lagi dari siapa bang???"


"Dari kita"


"Aku kan tidak hamil bang???"

__ADS_1


"Akan aku buat kamu hamil kalau sampai kamu lupain aku"


"Kalau aku lupa abang sekarang gimana"


"Kamu hamil"


Kiya dan orang yang ada dibelakang Fani ternganga mendengar apa yang Fani katakan, dengan gerakan cepat orang itu mendekat ke arah Kiya dan Fani.


"Aaahhhhhhh Sakit"


Fani menoleh siapa yang berani menjewer telinga nya secara tiba tiba, tidak ada angin, tidak ada hujan atau guntur telinga nya dijewer.


"Mommy, Lepasin sakit Mom"


Dyah melepaskan tangan nya dari telinga Fani, Fani mengusap telinga nya yang terasa panas karena dijewer Dyah.


"Kalian berdua bilang apa tadi???"


"Mommy mengajar kalian bertindak baik dalam segala hal yah, kenapa kamu malah hamil???"


Mulut Fani dan Kiya ternganga mendengar kata kata Dyah. Belum juga Fani menjawab ke salah pahaman yang terjadi Dyah sudah menyela kata kata Fani.


"Kenapa kamu juga Fan hamilin Kiya sebelum kalian menikah, kan. Kalau kamu sudah tidak tahan Nikah saja tidak usah menunggu tahun depan segala"


Bla bla bla.......


Erick yang melihat istrinya mengomel di gazebo pun mendekat ke arah gazebo. "Sayang kenapa kamu mengomel tumben sekali???"


"Ini kedua anak daddy membuat ula"


"Anak Mommy juga"


"Iyah pokok nya mereka Nikah kan sekarang"


"Tapi kenapa sayang???"


"putri Daddy hamil"


"Apa????"


Bukan hanya Erick melainkan ada orang lain yang tidak sengaja mendengar perkataan Dyah. Vino juga mendengar apa yang Dyah katakan, Vino mendekat ke arah gazebo.


"Apa Mom, apa Mommy aku tidak salah dengar???"


"Tidak"


"Bang aku geplak juga nih"


Vino mengangkat tangannya bersiap akan memukul Fani yang ada didepan nya.


"Fani Daddy enggak perna ajarin kamu yang tidak baik yah, kenapa kamu malah membuat kiya hamil???"


"Dari pada kita berdebat yang tidak penting mending kalian urus pernikahan mereka berdua"


" Mommy tidak mau cucu mommy lahir belum ada status"


"Gemmm mom"


"Cukup mommy tidak mau dengar penjelasan kamu Fan"


"Daddy cepat urus sekarang juga jangan diam aja dong dad"


"Iyah iyah sayang"

__ADS_1


Kedua orang tua itu berlalu dari sana diikuti Vino dari belakang, Fani dan Kiya menatap kepergian mereka dengan bingung.


"Fani mau aja diNikahkan sekarang, yang jadi masalah Kiya tidak hamil"


"Sayang"


"Kenapa???"


"Kamu tidak mau bujuk mommy"


"Bujuk kenapa???"


"Kita mau dinikahin lho dikira kamu hamil"


"Biarin aja mending kita Nikah aja dari pada susa susa jelasin"


"Kamu mau serius nikah sekarang sayang???"


"Iyah nanti kita buat Mommy punya cucu lagi bang"


"Kalau bisa yang banyak bang"


Fani menghela napas dengan apa yang Kiya katakan, Fani menuruti apa keinginan Kiya akan menikah hari ini.


Dyah sudah memanggil MUA buat merias Kiya, dan Erick memanggil penghulu untuk menikahkan mereka Berdua.


Kini Kiya suda ada.dikamar di make up oleh MUA terkenal, yang dulu perna make up Nisa di acara akad dan resepsi.


Kini giliran Kiya yang di make up oleh Vivi, MUA para artis, Sedangkan Fani ada didalam kamar Fani pria itu ingin memaki Fani adik dari panti nya.


Ceklek..


"Kamu"


Fani menoleh ke arah Dion yang wajah nya memerah, tangan di pinggang mendekat ke arah Fani.


"Iya kenapa???"


"Kenapa elo hamilin Kiya sialan"


"Aku enggak buat Kiya hamil, dia enggak hamil kak"


Kalau dalam situasi begini Fani memanggil Dion kakak, meskipun usia mereka tidak terpaut jauh dari Dion.


Hhuuufff


"Kalau gini aja elo panggil gue kakak sialan"


"Kan emang elo kakak gue"


"Sialan elo yah, terus kenapa Mommy bilang Kiya hamil"


"Itu karena Mommy salah paham dan enggak mau dengerin penjelasan gue sama Kiya"


"Elo gak lagi bohong kan???"


"Enggak ka-kak"


Dion menatap Fani dengan mata memicing, Melihat ada kebohongan tidak dimata Fani.


"Awal kamu"


Dion akan pake bahasa elo gue kalau marah dengan Fani, dan Fani akan selalu memanggil kakak saat Dion ingin mengamuk.

__ADS_1


__ADS_2