
Nisa bangun dari tidur nya tidak menemukan Dyah atau Erick ada diruang nya. Nisa hanya melihat Dion yang tertidur di sofa.
Kelihatan kelelahan, Nisa menatap suami nya merasa kasihan karena dari semalam dia mengurung diri dikamar.
"Apa mas Dion tidak tidur semalaman???" Batin Nisa
"Kenapa terlihat sangat lela mas Dion!!! Apa aku keterlaluan???"
Nisa bertanya tanya pada diri nya sendiri, Nisa terus menatap suami nya yang tertidur sangat pulas di sofa.
Terdengar suara pintu terbuka, Nisa menoleh melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang Erick dan Dyah.
"Kamu sudah bangun nak???"
"Sudah mom"
"Apa yang kamu rasa sayang???"
"Aku baik mom"
"Mom, apa aku keterlaluan sama mas Dion??"
"Tidak sayang, putra mommy saja yang tidak bisa mengerti kamu nak"
Dyah dan Erick duduk di sofa lain yang ada di sana, Nisa masih menatap Dion yang tertidur dengan pulas.
Dyah menatap Nisa yang terus memandangi putra nya. "Nisa semenjak hamil hormon nya naik turun"
"Iyah mom, apa lagi tingkah nya juga tidak seperti sebelum hamil"
"Hamil lebih bar bar Dad, apalagi teriaknya seakan bisa menggoncangkan Mansion"
"Seperti kamu saat hamil Dion"
Dion menggeliat menghentikan percakapan kedua orang tua paru baya. "Emmm"
Dion membuka mata nya perlahan, pertama kali yang Dion lihat Nisa yang menatap nya. Dion senang Saat Nisa mau menatap nya.
"Sayang kamu sudah bangun???"
"Iyah mas"
Dion bangun dari tidur nya, mendekat ke arah Nisa. "Maaf kan aku sayang??"
"Asal kamu tidak memaksa ku lagi dalam hal apa pun"
"Iyah, sayang aku tidak akan memaksa kamu lagi aku janji"
Nisa hanya menganggukkan kepalan nya menanggapi ucapan Dion. Karena Nisa yang masih dalam mode sensitif.
"Apa kamu sudah makan siang sayang???"
"Belum makanan belum datang"
"Apa mommy tidak membawa apa pun kesini???"
"Tidak nak"
"Nisa tidak boleh makan makan cepat saji"
"Kalau untuk kamu mommy sudah pesan kan"
Ucapan mereka teralihkan dari suara ketukan pintu setelah itu petugas rumah sakit datang membawa makanan untuk pasien.
"Maaf, saya mau mengantar makanan"
"Terima kasih, taru aja di sana"
Petugas rumah sakit menaruh makanan Nisa di atas meja, Setelah itu melangka keluar untuk mengantar makanan pasien lain nya.
Dion mengambil makanan yang tadi antar, setelah itu kembali mendekat ke arah Nisa. "Sayang aku suapi kamu yah"
Dion menyuapi Nisa, Nisa menerima suapan dari Dion. Dion terus menyuapi Nisa hingga bubur habis.
__ADS_1
Dion memberikan minum untuk Nisa. "Apa kamu ingin sesuatu sayang???"
Dion duduk di kursi samping ranjang Nisa, memegang tang Nisa erat. Seakan Dion takut Nisa hilang dari genggaman nya.
Dion menatap Nisa, dengan pandan menyesal. Karena dirinya Nisa ada di rumah sakit. "Sayang kamu benar mau maafkan aku kan ???"
"Iyah mas"
Mata Dion berkaca kaca, Dion mengecup tangan Nisa yang ada di genggaman nya. Lalu Dion mencium kening Nisa.
Ketukan pintu terdengar kembali, Dyah beranjak dari duduk nya melangka kan kaki nya menunju pintu.
Dyah kembali ke dalam dengan menenteng satu kantung kresek lumayan besar. Dyah membuka kantung kresek yang dia bawa.
Ternyata bukan hanya makanan melainkan buah buahan segar. "Buat apa mom buah???"
"Buat Nisa nak, buat apa lagi"
Dion hanya menganggukkan kepala nya. melangka mendekat ke arah meja, Dion mengambil makanan yang ada Dyah pesan kan.
"Sayang apa kamu mau buah nak???"
"Mau mom"
"Kamu mau buah apa???"
"Aku ingin makan semua nya mom, mungkin enak kalau aku makan semua nya"
Dyah hanya tersenyum mendengar ucapan Nisa. "Baik lah sayang semua buah asal perut kamu tidak kekenyangan.
" Tidak akan mom"
Sementara Dion makanan yang Dyah belikan, Erick sibuk dengan laptop yang dia bawa dari rumah karena ada masalah di perusahaan cabang.
"Apa semua baik Dad???"
"Hanya masalah kecil, ada tikus yang ingin bermain main"
"Hemm"
"Kenapa dad??? Apa ada masalah???"
"Hanya sedikit"
Dyah tidak bersuara lagi saat mendengar apa yang Erick ucapakan, Dyah percaya semua yang Erick ucapkan.
Nisa sudah tidak sabar menunggu Dyah mengupas buah yang Dyah beli. "Mom apa masih lama, aku sudah tidak sabar"
"Ini ibu atau calon bayi nya yang tidak sabar???"
"Kedua nya mom"
Dyah terkekeh mendengar apa yang Nisa ucapkan. Dyah begitu memanjakan Nisa seperti anak nya sendiri.
Dyah tidak perna membeda bedakan antara anak dan menantu, menurut Dyah mereka sama. Sama anak anak nya.
"Sayang ini ayo makan"
Dyah mendekat ke arah Nisa yang bersandar di sandaran ranjang. Nisa mengambil buah yang Dyah berikan.
"Apa mau Mommy suapi nak???"
"Tidak mom. Mommy pasti capek"
"Hanya mengupas buah sayang, tidak membuat tenaga mommy habis"
"Apa mommy sekuat itu???"
"Sekuat apa sayang???"
"Sekuat pegulat yang tidak ada capek nya saat bertanding"
Semua orang melihat Nisa ternganga, karena pembahasan nya sudah sangat melenceng jauh. Mereka tidak percaya bawa kehamilan Nisa membuat nya menjadi sedikit tidak nyambung.
__ADS_1
"Sudahlah mommy sekarang capek"
"Lho kenapa mommy capek??? Kata nya tadi tidak mom???"
"Sayang, ayo makan buah nya. Jangan makan dengan bicara nanti tersedak"
"Ah baik lah mas"
Nisa melanjutkan makan buah nya, mereka berharap Nisa tidak bertanya, atau mengatakan yang aneh aneh.
Dion kembali memakan makanan nya, sedangkan Erick kembali fokus ke layar laptop nya. Dyah memilih melihat sosial media nya.
"Mas"
Dion menghadap Nisa yang juga menatap nya. " Kenapa sayang???"
"Aku ingin makan buah lagi"
"Nanti aku kupas kan setelah ini"
"Tidak aku mau makan buah di kebun buah"
"Yah nanti kalau kamu sudah sembuh kita cari kebun buah"
"Tapi aku mau nya sekarang mas"
"Sayang lihat tangan kamu saja masih ada infus yang terpasang"
"Lalu????"
"Apa kamu tidak kasihan sama calon bayi kamu???"
"Kenapa dengan mereka mas??"
"Mereka butuh istirahat sayang"
"Ah begitu baik lah kalau begitu, kita pergi saat aku sudah pulang"
Huffff
Semua orang menghela nafas lega mendengar Nisa mau mengerti apa yang Dion katakan. Jika tidak mereka yakin ada drama lagi.
"Mas"
Lagi lagi Nisa memanggil dion yang belum menyelesaikan makan nya. Dion kembali menatap Nisa yang sedang menatap nya.
"Kenapa Sayang???"
"Aku ingin makan Bakso bercampur es krim"
Semua orang ternganga mendengar apa yang Nisa inginkan kali ini, mana ada bakso dicampur dengan es krim.
"Sayang, Mana ada yang menjual yang begitu"
"Kamu beli bakso nya sendiri es krim nya sendiri mas, kan bisa"
"Sayang gimana rasa nya???"
"Mas"
Mata Nisa berkaca kaca saat Dion belum juga mau menyetujui keinginan nya.
Dion yang melihat itu bingung sendiri harus gimana menanggapi nya, harua membelikan atau tidak.
Dion menatap Dyah yang masih menatap Nisa. "Mom"
"Belikan nak"
Akhir nya Dion beranjak dari duduk nya mendekat ke arah Nisa yang ingin makan bakso dicampur es krim.
"Baik lah aku akan belikan"
"Terima kasih mas"
__ADS_1
Dion melangka meninggalkan ruangan Nisa membeli Bakso dan Ee krim