CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
NISA


__ADS_3

Dion bangun dari tidur nya menatap Nisa dengan senyum, Nisa meminta Dion mengambil ke dua anak nya yang ada dikamar nya sendiri.


Dion bangun dari duduk nya mencium kening Nisa setelah itu dion turun dari ranjangnya berjalan kearah pintu kamar nya, dion keluar kamar, lalu masuk kedalam kamar twins.


Dion masuk ke dalam kamar putri nya, Dion melihat twins tertidur di box bayi nya, dengan baby sister yang juga tertidur ditepi box bayi twins.


Dion membangunkan dua baby sister yang mungkin merasa lelah dan akhir nya tertidur ditepi box bayi.


"Kalian pergi lah beristirahat, saya akan membawa twins"


"Maafkan kami yang tertidur tuan muda"


"Tidak apa"


Setelah kepergian Umi dan Susi, Dion mengambil anak nya satu persatu untuk dipindah ke box yang ada roda nya. Menjadikan Dion tidak perlu bergantian mengambil Twins.


Dion mendorong box bayi keluar kamar twins lalu masuk kedalam kamar nya dengan Nisa, Nisa terlihat keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk melilit tubuh nya.


"Sayang"


Nisa menoleh ke arah Dion yang memandang nya dengan cinta dan sayang. "Kenapa mas???"


"Kamu ingin menggoda ku sayang???"


"Kamu ini selalu saja"


"Kamu yang terlalu menggoda untuk dibiarkan"


Nisa mendekat ke arah box bayi masih menggunakan handuk saja, Nisa sengaja menggoda Dion yang lemah iman.


"Sayang" Dion memeluk Nisa dari belakang


"Aku sedang datang bulan mas"


"Sayang kamu tega yah habis menerbangkan aku menjatuhkan ku"


"hehehe"


Dion mencium leher Nisa tanpa melepas pelukan nya yang ada diperut Nisa. Nisa setelah melahirkan badan nya cukup berisi.


"Kamu mau makan malam apa mas???"


"Mommy yang akan masak sayang, jadi hari ini kamu hanya bermain dengan twins dan aku"


"Apa mommy tidak capek mas???"

__ADS_1


"Tidak sayang, di mansion juga sepi. Kiya dan Fani tidak pulang ke mansion"


Dion melepas pelukan nya lalu membalik tubuh Nisa, Dion mencium bibir Nisa. Setelah itu Dion menguap bibir Nisa.


"Kamu cepat ganti baju lalu aku akan mandi sayang"


"Baik lah mas" Nisa melangka ke arah walk in closet


Tidak lama Nisa masuk kedalam walk in closet terdengar ketukan pintu, Dion berjalan ke arah pintu melihat siapa yang datan.


"Mommy"


"Apa Nisa sudah bangun nak???"


"Sudah mom"


"Yah sudah mommy ke dapur dulu untuk membuat makan malam"


"Iyah mom"


Dyah meninggalkan kamar putra nya untuk pergi ke dapur untuk memasak makan malam, Dyah sengaja datang kemari untuk melihat langsung Nisa, karena bagaimana pun Nisa masih tertekan dengan teror yang Serly lakukan.


Dyah melihat ada beberapa pelayan yang sedang berkutat di dapur, Dyah menyuruh mereka semua menghentikan pekerjaan nya dan menyuruh mereka pergi.


Dengan patu para pelayan pergi dari dapur untuk mengerjakan pekerjaan lain nya yang belum selesai. Dyah membuang semua sayur dan ikan yang ada di dapur. Mengganti nya dengan yang baru.


Sudah berpuluh menit Dyah sudah menyelesaikan acara memasaknya, kini wanita cantik itu menyuruh anak dan menantu nya turun makan malam bersama.


Seakan Dyah takut kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Dyah menatap sudut dinding yang memisahkan dapur dengan tembok belakang mansion.


Dyah seakan tahu di sana ada orang, Dyah melempar pisau buah yang ada dimeja makan. Dan benar ada orang di sana, terdengar ada suara erangan kesakitan.


Dyah tidak mengejar orang itu, karena Dyah tau kalau dia berkerja disini. mata mata yang dikirim Serly memata matai keluarga Dion dan Nisa.


Dyah menyeringai iblis, semua kekejaman nya Dyah sembunyikan dibalik sikap lemah lembut nya, kekejaman Dyah, hasil di didikan Erick yang mengajari nya.


Erick mengajarkan Dyah segala hal, kelembutan hanya untuk orang orang yang bersikap baik, dan kejam kepada musuh.


Nisa dan Dion melihat Dyah yang mengupas buah di meja makan. "Mom"


Dyah mendongak menatap menantu dan anak nya yang saling bergandengan tangan dan jangan lupakan twins yang ada dibelakang mereka, di dalam box bayi di dorong pelayan yang tadi Dyah suru memanggil Anak dan menantu nya.


"Sayang"


"Ayo duduk nak mommy sudah masak banyak buat kalian"

__ADS_1


"Mommy ingin membuat kamu gemuk???" Nisa dengan suara manja nya.


Dyah terkekeh mendengar suara Nisa yang manja dengan nya. "Yah biar mommy yang sexsoii sendiri di sini"


"Mas lihat mommy, dia ingin membuat kita gendut" Dengan nada semakin manja dan bibir mengerucut


Dion dan Dyah saling tatap Nisa yang manja ini yang dari beberapa hari ini yang Dyan dan Dion harapkan kini kembali.


"Sayang, ayo makan dulu"


"Baik lha mom"


Nisa dan Dion duduk di seberang Dyah yang masih mengupas buah ditempat nya. "Mommy tidak makan"


"Sebentar lagi sayang!! Jangan dihabiskan makanan nya karena menu hari ini sangat menggiurkan" Dyah masih menggoda menantu nya agar dia benar benar lupa dengan Serly


Dion dan Nisa mulai makan dengan sangat lahap karena memang Dyah jika memasak makanan nya selalu enak tidak perna gagal.


Dyah menatap Nisa yang lahap saat makan membuat nya tersenyum, Nisa nya menantu kesayangan nya kembali. "Setelah ini aku akan mengajarkan semua yang Erick ajarkan kepada nya.


Setelah semua selesai makan Dyah mengajak Nisa dan Dion melakukan Video call dengan Erick yang di Jawa timur. Erick sedang mengatasi orang orang licik memanipulasi uang masuk dan keluar di cabang yang ada di sana.


Dion yang tidak mendapatkan laporan karena memang yang bermasalah bukan milik Dion melainkan milik Fani. Fani dan kiya yang tadi siang menyusul Erick ke jawa timur.


Saat panggilan telpon terjawab terlihat Fani yang menyuapi Kiya dengan buah, berbagai macam buah yang ada di mangku yang dipegang Fani. Dan Erick yang sibuk dengan benda pipi yang ada ditangan nya.


"Sayang kalian sudah makan nak???"


"Sudah mom, Kiya lagi lagi tidak mau makan"


"Biar saja di makan buah biar kurus ceking, lalu di terpa angin terbang"


"Mommy" Kiya merengek


"Mom, maafkan aku dihari pernikahan kita aku tidak ada disamping mommy"


"Tidak apa dad"


"Bagaimana kondisi di sana???"


"Masih belum ada pergerakan Dad!!"


"Mommy bisa atasi sendiri???"


"Tentu"

__ADS_1


Nisa yang tidak paham hanya diam di samping Nisa memainkan rambut Dion yang sudah anggak panjang. Sedangkan Dion fokus dengan Mommy dan Daddy nya yang sedang berdiskusi tentang Serly menggunakan bahas yang mungkin Nisa tidak akan mengerti.


Twin yang ada di box bayi samping Dion, Nisa sesekali menatap Putri nya yang tertidur di box nya yang. Aura dan Aula lebih anteng dari biasa nya.


__ADS_2