CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
SERLY ANAK SIAPA??


__ADS_3

Nisa menggandeng tangan Dyah masuk kedalam mansion dan menyuruh Dion keluar untuk memasukan delman Dyah.


Dion yang tidak mengerti maksud sang istri sejak kapan Dyah mempunyai delman. Dion memandang Nisa dengan bingung dan bertanya tanya begitupun dengan adik adik nya yang juga menatap Nisa dengan bingung.


"Hah delman kak????"


"Iya delman Mommy ada didepan!!"


Kiya dengan kepolosan nya berjalan ke depan di sana hanya ada tiga mobil milik Erick, Dyah dan Serly yang masih ada didepan Mansion dan entah kemana Serly.


"Mana kak??"


"Itu didepan!!"


"Tidak ada"


Dyah yang ada disamping Nisa terkekeh melihat anak anak bingung dan Kiya sampai keluar dari dalam rumah penasaran dengan delman Dyah.


"Kenapa Mommy tertawa???"


"Kalian percaya dengan kakak kalian!!!"


"Yah percaya dong Mom kan kak Dion suru masukin delman nya juga"


"Maksud kakak kalian itu mobil Mommy yang ada didepan sayang"


"HaaaH"


Nisa cengengesan saat melihat wajah cengo suami dan adik adik nya. "Kakak, Sayang"


"Ayo mas sudah kamu masukan mobil Mommy"


"Tidak perlu sudah Daddy masukkan kedalam garasi Nak"


"Emm, Dari mana Daddy???"


"Tidak dari mana mana"


Erick sebenar nya habis mengejar Serly dan memperingatkan agar menjauhi keluarga nya jika dia masih mengganggu ketenangan keluarga nya Erick sendiri yang akan menghabisi Serly dengan kedua tangan nya.


Mereka menatap Erick yang terlihat sangat lelah berbeda saat tadi dia berangkat ke butik dengan raut khawatir, tapi saat kembali Erick terlihat sangat begitu lelah. Sedangkan Dyah malah terlihat biasa saja, Dyah memang dengan muda menyembunyikan rasa kecewa dan sakit nya dari anak anak nya. Karena Dyah tidak ingin anak anak nya merasakan apa yang Dyah rasakan.


"Mommy ke atas dulu yah mau mandi gera banget"

__ADS_1


"Iyah Mom" anak dan menantu nya menyahut dengan sangat kompak.


Dyah memasuki lift untuk naik ke lantai dua dimana kamar nya berada, Dyah keluar dari dalam lift berjalan ke arah kamar nya.


Ceklek...


Dyah masuk kedalam kamarnya setelah itu dia langsung masuk kedalam kamar mandi nya, dia mengisi bathtub dengan Air dingin, Dyah memasukan sabun ke dalam bathtub Dyah juga menyalahkan lilin aroma terapi.


Dyah berendam didalam Bathtub dengan air dingin, Dyah memejamkan mata nya seolah pertengkaran nya dengan Erick tadi berputar putar di kepala nya.


Dyah masih berendam di air dingin berharap lelah nya dengan Erick hilang, Semua yang terjadi hari ini menguras semua emosi jiwa Dyah. Setelah cukup lama Dyah menyudahi acara mandi nya, Dyah keluar dari dalam kamar mandi dengan juba mandi.


Saat Dyah keluar kamar mandi dia melihat Erick duduk Di sofa kamar mereka, Erick setelah mandi dia masuk ke dalam kamar nya dan ingin berdamai dengan Dyah, yang belum memaafkan nya dirinya.


"Sayang aku ingin bicara baik baik dengan kamu!!"


"Bicara apa lagi?? Kamu sudah jelas membela parasit itu dan sekarang lihat apa yang dia lakukan di keluarga kita!!"


"Maafkan aku, aku memang salah tapi jangan terus menyalahkan aku"


"Lalu salah siapa??? Salah ku yang membela menantu ku??? Atau salah Nisa atau salah Dion???"


"Andai kamu tidak mengijinkan Serly dekat dengan Dion pasti tidak akan terjadi"


"Sudah cukup Mom kita sudah memiliki cucu jangan berdebat dengan hal yang tidak penting"


"Kamu bilang hal tidak penting???"


"Dyah"


"Erick lebih baik aku tinggal di apartemen ku sampai kamu menyadari kesalahan kamu"


Dyah masuk kedalam walk in closet dia berganti baju bersiap untuk pergi dari mansion, Dyah sangat lelah dengan Erick yang selalu membela nya, saat Serly merusak pesta pernikahan Dion Erick melepaskan Serly dan kini kembali dia melepaskan Serly.


Dyah keluar dengan menenteng tas Mahal nya sudah bersiap untuk keluar dari dalam kamar saat itu Erick memeluk Dyah dari belakang dengan sangat Erat. "Jangan begini sayang"


"Lepas Erick"


"Aku minta maaf sayang"


"Untuk apa kalau kamu belum menyadari kesalahan kamu"


"Aku mohon maafkan aku yah ini salah aku semua salah aku sayang"

__ADS_1


"Atau jangan jangan Serly anak kamu dan Halima Erick??"


"Kamu jangan keterlaluan Dyah"


"Kenapa dia jangan jangan anak haram kalian"


"Aku hanya punya anak sah dari kamu sayang"


Erick menatap manik Dyah agar Dyah bisa melihat ke jujuran dimata Erick, Tapi Erick salah semau yang dia lakukan sia sia Dyah menatap Mata Erick dengan sangat tajam.


"Dengar baik baik Erick aku tau Serly bukan anak Eko dengan Halima!! Aku juga tau kalau selama ini Halima menyembunyikan semua nya dari Eko!! Dan kamu tau sesuatu kan Erick???"


"Iya Serly bukan anak Eko!!"


"Aku tidak tau anak siapa Serly Sayang!!! Karena dulu aku menemukan Halima di jalan dengan keadaan sudah tidak sadar lalu aku membawa nya ke rumah sakit setelah itu dokter menyatakan kalau Halima hamil"


"Dan kamu hanya diam tanpa memberi tahu ku"


"Karena menurut ku ini bukan masalah kita"


"Itu anak kamu kan???"


"Tidak sayang"


Dyah diam lalu berbalik ingin membuka gagang pintu tapi lagi lagi Erick menghalangi jalan nya untuk keluar dari kamarnya. "Apa lagi???"


"Aku mohon jangan seperti ini sayang"


"Maafkan aku sayang!!! Aku janji dengan kamu setelah ini aku tidak akan membela nya lagi aku mohon maafkan aku"


"Untuk yang terakhir kalinya aku akan memaafkan kamu jika kamu berulah kembal aku akan melenyapkan anak haram mu itu Sialan"


Deg...


"Apa maksud kamu sayang???"


"Kamu yang tau jawaban nya Erick"


Dyah kembali masuk ke dalam walk in closet dia mengunci pintu nya dari dalam, Dyah tidak siapa berhadapan dengan Erick yang notabene nya ayah dari Serly.


Dyah duduk di kuris empuk yang ada di dalam walk in closet dia menangis, rahasia yang dia tutup rapat rapat dia malah ungkap hari ini, semua memori yang mengingatkan saat itu dia tidak sengaja melihat Erick yang tengah masuk kedalam ruang dokter kandungan dan saat Erick dan Halima pergi dia masuk dan menanyakan semua nya kepada dokter yang memeriksa Halima.


Dyah berjuang untuk bisa hamil tapi Erick tengah menemani Halima untuk memeriksakan kandungan nya, setelah kejadian itu Dyah hamil Dion dan setelah ada Dion dia membawa anak dari panti Fani setelah itu ada Vino dan Kiya.

__ADS_1


Sedangkan Erick sendiri tidak tau kenapa Dyah mengatakan itu semua karen Erick merasa ada ke salah pahaman yang harus segera diluruskan, karena memang selama ini Erick hanya mencintai Dyah tidak ada seorang wanita lagi setelah Erick dan Halima putus karena tak di restui.


__ADS_2