
Dion menatap Fani yang akan melangsung kan pernikahan, dia menatap sang adik yang biasanya selalu dengan wajah jail nya sekarang sangat datar.
Jika Fani ada diluar mansion akan sangat datar seperti sekarang ini, tapi saat dengan keluarga wajah datar nya berubah menjadi wajah jail.
"Kenapa kamu??? Ngajak gelut kamu???"
"Brengsek, aku lagi fokus menenangkan dada aku yang bergemuruh sialan"
"Oh aku kira kamu mengajak aku gelut"
"Kak"
"Apaan???"
"Kak, kenapa jantung aku kayak mau lepas yah???"
"Kamu kayak gini aja itu mulut bener manggil aku kakak"
"Udahlah kak yang lain gak usah dibahas, bahas jantung aku aja"
"Kenapa???"
"Kayak mau lompat keluar"
"Kalau lompat keluar elo metong, Kiya gue cariin suami yang tampan"
"Sialan banget lho kak"
"Biarin"
"Kenapa kalian ribut???"
"Dia mom. Nyumpahin anak mommy metong"
"Dion"
"Kapan aku bilang gitu"
Mereka berdua berdebat seperti anak kecil, tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Dyah yang kesal dengan dua putra nya.
"Aaaaahhhhh Mom Ampun!!!!!!"
Teriak Dion dan Fani bersama, itu membuat Dyah semakin merasa geram dengan kedua putranya. bagaimana tidak setelah kompak sekarang main melotot satu sama lain.
"Kalian berdua yah, yang satu sudah punya anak satu nya mau nikah masih aja kayak anak kecil yang suka sekali berantem"
"Ampun Mom"
Dyah melepaskan tangan nya dari telinga kedua putra nya. Dyah menatap kedua putra nya dengan sangat garang.
"Kenapa mommy galak sekali???"
"Apa kamu bilang???"
"Mommy sangat cantik"
Dyah menghela napas melihat tingkah kedua putranya. "Kenapa aku memiliki putra yang bandel seperti mereka tuhan"
"Kenapa Sayang???"
Ketiga orang yang ada didalam kamar Fani menoleh ke arah suara berat yang baru saja bersuara.
Mereka melihat Erick berjalan mendekat ke arah mereka dengan menggendong salah satu twins. Dan disamping Erick ada Vino yang juga menggendong salah satu twins.
"Putra daddy"
__ADS_1
Erick menatap Dion dan Fani yang mengusap telinga mereka yang sangat merah, dengan wajah kesal dan melas menjadi satu.
"Kenapa dengan mereka mom???"
"Tidak sadar umur yang satu tidak sadar kalau sudah punya buntut"
"Rasakan kalian berdua"
"Ayo kita lihat Kiya dad, pasti putri kita sangat cantik, ku pastikan putra mu ini akan meneteskan air liur nya"
Erick sebelum pergi meninggalkan kamar Fani, Erick memperlihatkan senyum mengejek kepada dua putra nya.
"Punya daddy dan mommy sama sama bikin kesel" gerutu Fani dan Dion
Meninggalkan Fani dan Dion yang masih menggerutu, kini pasangan paru baya ada dikamar Kiya yang sedang di make up.
"Kenapa belum selesai mbak???"
"Karena aku ingin kak Nisa dulu yang di rias"
"Dimana kakak kamu nak"
" Entah lah tadi ada disini menemani Kiya mom"
"Kiya mau pake kabaya rancangan Mommy bulan lalu"
Kebaya moderen rancangan terbaru Dyah yang belum dipromosikan, akan menjadi baju pengantin Kiya, dia juga akan menjadi model kebayanya.
"Baik lah mommy ambilkan sayang"
Dyah keluar kamar putrinya, kini melangka masuk kedalam lift turun ke lantai dua untuk mengambil kebaya rancangan nya.
Kebaya yang memiliki ekor panjang, lengan panjang. Bagian samping panjang sampai mata kaki untuk bagian tengah nya pendek dibawa pusar.
Dyah kembali ke kamar Kiya, Kiya sudah selesai di make up, Dyah juga melihat menantu nya ada di dalam kamar Kiya.
"Sayang kamu dari mana"
"Ah mommy Nisa habis mengambil ponsel Nisa ingin melihat gambar yang tadi kita ambil"
"Ada beberapa yang Nisa hapus mom"
"Kenapa kamu hapus"
"blur mom"
Mereka berdua membahas gambar yang mereka ambil tadi saat Nisa baru pulang dari rumah sakit. Kiya mendekat ke arah mereka yang asik mengobrol.
"Mom, kak"
Mereka berdua mendongak menatap Kiya yang berdiri didepan mereka. "Kamu sangat cantik"
"Terima kasih kak"
"Kamu sangat cantik"
"Mommy akan lihat apa acara nya sudah di mulai atau belum"
Dyah keluar kamar Kiya ingin melihat apa akad Nikah nya sudah dimulai atau belum. Dyah masuk kedalam lift untuk turun ke lantai bawah dimana dilangsung kan nya pernikahan anak anak nya.
Dyah keluar dari dalam lift melangka ke ruangan keluarga yang dimana sudah ada penghulu dan Fani juga sudah ada didepan penghulu.
Pernikahan Fani hanya disaksikan keluarga saja, karena memang pernikahan mereka sangat mendadak.
"Dad apa acaranya sudah dimulai???"
__ADS_1
"Sebentar lagi, lebih baik kamu naik mom, nanti kalau sudah Daddy telpon"
"Baik lah Dad, mommy naik dulu"
Dyah kembali naik kelantai tiga dimana kamar Kiya berada, Dyah membuka pintu kamar Kiya lalu masuk kedalam kamar.
Dyah melihat putri dan Menantu nya mengambil gambar dari ponsel Kiya. Dyah sangat bahagia melihat putrinya bahagia.
Sedangkan dibawa Fani sedang melakukan ijab qobul, Fani mengucapkan nya dengan nada tegas.
"Sah"
"Sah"
Erick menghubungi Dyah yang ada dilantai tiga untuk membawa Kiya turun karena Kiya sudah sah menjadi istri Fani.
Dyah yang sudah menerima panggilan dari Erick melangka mendekati Nisa dan Kiya yang sedang asik mengambil gambar.
"Sayang ayo kita keluar, kamu sudah sah menjadi istri Fani"
"Aku kok jadi deg deg.an mom"
"Itu sangat wajar sayang kamu deg deg.an saat menikah"
Kiya keluar didampingi Nisa dan Dyah. Kiya berada ditengah tengah Dyah dan Nisa. Mereka keluar dari dalam Lift.
Semua mata fokus kepada ketiga wanita cantik yang berbeda usia, apalagi Dyah yang sudah tak muda lagi tapi masih terlihat sangat cantik.
"Lihat istri daddy sangat cantik bukan"
"Istri daddy mommy ku"
"Kamu sudah punya istri, liah saja istri kamu"
"Nisa tak kalah cantik dari mommy"
Dyah dan Nisa membantu Kiya duduk disamping Fani yang tidak berkedip saat menatap Kiya. "Boy air liur mu menetes"
Erick memecahkan fokus Fani yang menatap Kiya yang begitu sangat cantik. Penghulu meminta Fani menyematkan cincin ke jari Kiya begitu pun Kiya.
Setelah pemasangan cincin selesai Kiya mencium tangan Fani, kini giliran Fani yang mencium kening Kiya.
Pernikahan dadakan berjalan sangat lancar, tidak ada halangan yang menghambat jalan pernikahan.
Setelah selesai acara nikahan, Erick bersama keluarga nya. Bersantai di ruang keluarga, mereka membahas kapan Fani menghamili Kiya.
Dyah yang tidak mau mendengarkan penjelasan mereka tadi kini menanyakan kembali kapan mereka melakukan hubungan terlarang itu.
"Kami akan melakukan nya nanti malam mom"
"Kalian jangan bercanda mommy serius ini"
"Kami tidak bercanda mom"
"Lalu Kiya hamil dari mana cebong nya???"
"Kiya tidak hamil mom"
"Kami tadi membahas Kiya yang akan lupa dengan ku, jika kiya lupa aku akan membuat dia hamil"
"Jadi intinya apa mommy enggak ngerti"
"Kiya enggak hamil mom, mommy salah paham"
"Apa????"
__ADS_1
"Mommy gagal dapat cucu lagi"
Cerita mereka kembali membahas cucu, Dyah ingin segera menerima cucu dari Kiya dan Fani.