CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MANSION


__ADS_3

Satu minggu berlalu, kini Nisa sudah pulang dari rumah sakit. Nisa pulang bersama Dion dan keluarga nya, Nisa sudah menyetujui akan ikut pulang ke mansion Erick karena permintaan Dyah


"Ayo sayang masuk Dyah menyambut hangat Nisa yang baru masuk kedalam mansion"


Dyah memang tidak ikut menjemput Nisa dari rumah sakit, Dyah sengaja tidak ikut karena ingin memasak makanan untuk menyambut Nisa


"Ayo sayang kita ke meja makan, kamu cuci tangan kamu dulu biar barang barang kamu maid yang membawa nya ke kamar kamu"


Dyah menggandeng nisa berjalan lebih dulu lalu diikuti , vino , kiya , erick dan dion dari belakang Dyah sengaja memasak sendiri untuk menyambut Nisa pulang, kalau biasanya Dyah menyerahkan memasak kepada maid kali ini Dyah memasak sendiri.


Begitu banyak lauk yang ada di atas meja, Dyah menyiapkan nya dan dibantu oleh maid. Sebelum mereka duduk terdengar suara yang mereka kenali, fani datang membawa parsel ditangannya.


"Siang semua sapa fani???"


"Siang" sahut mereka


"Kenapa kamu ada disini di jam segini???" Tanya Dion


"Yah mau Ngampel sama jenguk kakak ipar dong hehehe" fani mendudukkan diri nya disamping Kiya


Mereka yang tadi sempat ingin duduk terganggu oleh fani mereka sekarang sudah duduk saat fani berjalan kearah meja makan


"Bisa aja yah kamu alasan" Saut vino


"Kakak jangan gitu dong dengan adik ipar, Nanti ganteng nya ilang lho" Saut fani mencolek pipi Vino


Vino melotot saat fani mencolek pipi nya. Vino mengelap pipi nya dengan tangan nya.


"Najis banget" Semua yang ada di sana tertawa termasuk Dion yang terkekeh kecil


"Minggir kamu, Kamu duduk disebelah aku" Dion


"Enak aja aku mau duduk disamping ayang beb aku" Saut fani


"Kamu kan sudah ada mbak Nisa jadi kamu diam di situ aku di sini bos" Fani menambahi


"Kurang ajar emang yah, Bawahan kagak ada akhlak kamu fan" Dion kesal


"Sudah lah mas jangan ribut didepan makanan, tidak baik" Dion menoleh saat mendengar suara Nisa


"Sudah ayo makan pasti kamu sudah lapar kan aku ambil kan yah??" tawar Dion


"Tidak usah mas, aku bisa ambil sendiri" Nisa menolak dengan halus


"Baik lah kamu ambil sendiri tapi makan yang banyak, kamu kurusan, setelah makan minum obat terus kamu istirahat" Dion

__ADS_1


Nisa tersenyum. "Terima kasih mas sudah perhatian" Nisa


"Seharusnya dia perhatian dengan kamu, kalau tidak perhatiaan perlu di tanya apa dia sehat" Sauh fani


"Diam kamu, sekali kamu bicara gak aku Restu kamu sama kiya"


Fani langsung diam mendengar ancaman Dion


"Pintar, anak baik. Setelah ini kamu balik ke kantor karena aku hari ini mau nemenin my princess" Dion memerintah


Fani memutar bola mata nya males. "Nasib nasib jadi bawahan dizolimi mulu" Kelu Fani


Kiya terkekeh mendengar gerutuan fani, perdebatan antara anak anak berlanjut sampai mereka menyelesaikan makan siang


"Nisa ayo aku antar kamu ke kamar, buat istirahat. Karena habis ini aku mau usir ini orang biang resek dari mansion. Mau aku tendang balik ke kantor.


" Mom lihat calon mantu mommy dizolimi anak mommy" Fani mengadu


"Pengadu banget ini orang, aku tendang beneran kamu dari sini" ucap Dion


'Oh jadi tadi hanya main main bos???" Fani bertanya dengan senyum mengembang


Setelah terbang ke awan Dion menarik turun dengan paksa. "Enggak kamu balik sekarang juga atau gaji kamu saya potong tiga puluh persen" Dion tidak hanya menarik Fani dari atas awan tapi juga menjatuhkan Fani


Orang yang ada dimeja makan pun tertawa terbahak melihat tingkah Dion dan Fani. Meskipun saling berantem tapi mereka saling menyayangi, meskipun terlibat perdebatan kecil mereka selalu bersama, tidak ada kata sakit atau dendam. Apa lagi fani sangat menghormati orang tua dion yang memang sudah dianggap orang tua baginya. Setelah kejadian 15 tahun yang lalu, dimana Fani tidak punya siap siap tapi uluran tangan kedua orang tua Dion membuat Fani hidup kembali


Erick dan Dyah menganggap fani anak mereka sendiri. Tidak ada beda nya dengan Dion, Vino dan Kiya


Erick sudah menyiapkan satu perusahaan atas nama nya. Tapi Fani tidak mau malah mau berkerja dibawah pimpinan Dion. Semua orang tau Dion dan Fani bersaudara.


"Sono bang balik ke kantor, jangan balik kesini bikin sepet mata aku aja" Vino


"Kamu bilang apa abang bikin mata kamu sepet??? yang ada ini yah kamu kalau enggak ada abang suka rindu, yah kan ngaku aja kamu Vin???" jawab Fani dengan menaikan turun kan alis nya


Dion dan Vino sama sama memutar mata males. "Bang kamu balik ke kantor mau aku temenin???" tanya Kiya


Fani, Dion dan Vino menoleh menatap kiya dengan pandangan berbeda, Fani dengan tatapan senang dan tidak percaya beda dengan Dion dan Vani yang malas melihat tingkah kiya.


"Yah udah mom, dad aku balik ke kantor dulu, nanti Kiya aku pulang kan kalau ingat" pamit Fani


Erick mengusap wajah nya kasar bagai mana bisa dia punya anak empat tidak ada yang beres semua.


"Mom, lihat putra mu itu dia benar benar buat aku naik darah" Dyah terkekeh melihat Erick


"Sudah kamu balik ke kantor nak, nanti makam malam disini yah mommy sudah lama tidak makan malam dengan kamu" Dyah

__ADS_1


"Baik mom" Fani


"Anak sama induk sama saja" Gerutu erick


"Apa dad kamu bilang apa tadi???"


"Hhuff


" Lupa kalau singa betina nya masih ada disini" Batin Erick


Erick menatap dyah dengan senyum kikuk. "Apa mom apa daddy bilang sesuatu, Perasaan daddy diem aja dari tadi " Elak Erick


"Oh benar begitu dad. Berarti mommy yang salah dengar, Erick merasa lega karena dyah bisa dia kibuli, Daddy hari ini pergi kekantor gantiin Dion di kantor" Sambung Dyah


"Lho mom kok begitu??"


"Pergi sekarang atau mommy yang pergi ke kantor!!!" Dyah mengancam


Mau tidak mau Erick beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar sebelum keluar Erick mengambil kunci mobil dimeja ruang keluarga.


"Nasib nasib, kalau sama anak perasaan kalah mulu" Gerutu Erick


"Hati hati yah dad, senyum dad biar orang orang di kantor tidak takut lihat wajah daddy yang kaku. Kayak kanebo kering"


Hahaha


Vino dan Dion tertawa, selain mereka Nisa pun terkekeh dan para maid yang mendengar ucapan Vino


"Anak durhaka kamu yah" Saut erick kesal


...****************...


Meninggal kan mansion Erick sekarang di mansion Eko, Serly sudah rapi dengan balutan dress merah maron yang melekat ditubuh nya.


Dia memang tidak datang kekantor, Serly berjalan menuruni anak tangga dengan riang. membayangkan Dion terpesona dengan kecantikan nya.


"Ser kamu mau kemana sudah cantik begini??" tanya halima yang ingin naik kelantai dua


"Serly mau bertemu temen Maa" Bohong Serly


"Yah udah hati hati yah sayang, Jangan pulang malam malam. Makan malam lah di mansion ajak temen kamu


" Baik Ma" Serly melangka kan kaki nya menuruni anak tangga yang tinggal dua lagi


Setelah sampai didekat halima serly mencium pipi Halima. "Serly berangkat yah ma"

__ADS_1


"Dah ma"


"Dah sayang hati hati"


__ADS_2