CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
FLASHBACK


__ADS_3

Eko yang ada di ruang keluarga mendengar telpon rumah berdering, dia yang memang dekat dengan meja yang ada telpon rumah nya dia mendekat lalu mengangkat siapa yang menghubungi telpon rumah nya.


"Selama Sore"


.......


"Iyah saya orang tua nya"


........


"Iyah, kenapa yah???"


.......


"Apa!!! Tapi anak saya tidak gila"


.........


"Baik jangan apa apakan anak saya!! Dia tidak gila"


Eko memutuskan sambungan telpon nya lalu mengusap sacara kasar wajah nya, dia tidak habis pikir dengan Serly yang berteriak di Mansion Erick sampai Dyah tega memasukan Serly ke rumah sakit Jiwa.


Eko yang bingung harus bagaimana pun melangkahkan kaki nya menuju tangga untuk menemui Halima yang baru saja naik ingin membersihkan diri setelah memasak di dapur


Eko menaiki tangga saat tiba di lantai dua dia langsung membuka pintu kamar nya dengan kasar, Halima yang baru saja selesai mandi pun terkejut saat mendengar pintu di buka sangat kasar dari luar dan menampilkan Eko di ambang pintu dengan wajah frustasi nya.


"Mas kamu kenapa???"


"Serly ada di rumah sakit jiwa!!!"

__ADS_1


"Apa???? Kenapa Serly bisa ada di sana Mas???"


"Karena Dia berteriak teriak di Mansion Erick"


"Apa Erick yang memasukan Serly ke sana Mas???"


"Bukan tapi Dyah"


Air mata tanpa di undang turun dengan sendiri nya, hidup putri nya sangat kacau dia tidak lagi mengenal Serly yang lembut saat bersama nya, Serly yang manja dengan Eko dan Dirinya.


"Sungguh miris Mas putri kita"


"Sudah lah jangan menangis, cepat ganti baju dan jemput putri kia di rumah sakit jiwa"


"Iyah Mas"


Halima masuk kedalam ruang ganti yang ada di kamar nya dengan pipi yang banjir buliran bening, Halima kembali mengingat saat diri nya tengah hamil Serly.


***Waktu itu Halima tengah menghadiri ulang tahun teman nya yang ada dibandung tanpa didampingi Eko, karena Eko sedang ada perjalanan Bisnis bersama dengan Erick dan Dyah ke luar Negeri. Tanpa sepengetahuan Eko Halima datang ke pesta teman nya.


Halima datang membawa mobil nya sendiri tanpa dampingan sopir atau pengawal, Halima berbohong kepada Pengawal yang Eko suruh menjaga nya kalau diri nya, Dia bilang akan pergi ke rumah orang tua nya yang ada dibandung dan tentu saja pengawal itu percaya dan tidak menghubungi Eko yang ada diluar Negeri atas permintaan Halima.


Setelah Halima sampai di bandung di tidak langsung datang ke pesta ulang tahun teman nya dia datang ke hotel untuk check in hotel. Setelah check in hotel dia masuk ke kamar hotel, setelah pukul tujuh malam Halima mengendari mobil nya menuju rumah teman nya yang tidak jauh dari hotel tempat dia menginap.


Halima sampai di rumah teman nya, Halima masuk ke dalam rumah Revi teman Halima yang mengadakan pesta ulang tahun nya dan sekaligus acara pertunangan yang akan di langsung kan dengan anak dari teman Ke dua orang tua nya.


Pesta sangat mewah dan Halima sangat menikmati pesta itu dia lupa dengan Eko yang tidak ada di mansion. Halima mengadakan pesta dengan teman teman yang lain, tanpa Halima sadari ada teman laki laki yang dulu mencintai Halima tapi sayang Halima menolak karena Halima sudah menikah dengan Eko sang suami.


Wawan teman laki laki Halima yang menyukai Halima dia memasukan obat ke minuman Halima setelah itu dia menyuruh pelayan memberikan minuman itu kepada Halima, Pelayan itu dengan muda mau memberi minuman itu kepada Halima yang sedang bercanda tawa dengan teman teman perempuan nya.

__ADS_1


Pelayan itu mendekat ke arah Halima menawarkan minum, Halima menerima Minuman itu lalu meminum nya. Tapi setelah meminum minuman yang pelayan datang kepala Halima pusing dan berkunang kunang, Halima pamit pulang kepada teman teman nya dan juga Revi yang punya pesta.


Setelah pamit Halima keluar dari rumah Revi saat ingin masuk ke dalam mobil nya, badan Halima terasa panas dingin. Halima tetap masuk ke dalam mobil dia menghidupkan mesin mobil meninggalkan Rumah Revi.


Saat di pertengahan jalan Halima merasa tubuh nya sangat panas dan semakin panas, Halima menyentuh tubuh nya sendiri di dalam mobil. Halima menepikan mobil dia membuka semua pakaian yang Dia pakai. Untung nya orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam.


Sedangkan Wawan yang membuntuti Halima dari belakang juga menepikan mobil nya saat melihat mobil Halima berhenti. Wawan yang sudah tau apa yang terjadi dengan Halima, Wawan keluar dari dalam mobil nya, dia mendekat ke arah mobil Halima.


Wawan mengetuk kaca mobil Halima, Halima yang mendengar itu menatap Wawan dari dalam mobil nya dan menyuruh Wawan masuk ke dalam mobil melalui pesan yang Halima kirim lewat ponsel nya. Wawan yang menerima pesan itu dengan semangat putar ke samping mobil yang lain, Wawan membuka pintu mobil setelah itu masuk ke dalam mobil, Dia juga tidak lupa menutup dan mengunci mobil Halima.


Saat Wawan menoleh ke arah Halima yang ada di samping nya, Wawan sangat terkejut dan terpesona melihat indah nya pemandangan yang ada di depan nya. Terkejut nya dia tidak menyangka kalau oba yang di berikan sangat cepat bereaksi senang nya dia bisa menikmati indah nya pemandangan indah didepan nya.


Wawan dengan lancang meraba kaki Halima, Halima sendiri terlihat menikmati karena Halima dalam pengaruh obat laknat yang diberikan oleh Wawan, Wawan dengan ganas langsung menerkam Halima berulang kalai sampai Halima lemas tak berdaya Wawan masih saja menyerang Halima. Berulang kalai kau menyakiti berulang kali kau menikmati wkwkwk


Setelah Wawan puas dengan Halima Wawan memakai kembali pakaian nya lalu turun dengan raut bahagia bisa berulang kali dengan Halima. Sedangkan Halima tertidur dengan di dalam mobil dengan tidak memakai apa pun sampai pagi menjelang Halima bangun dari tidur nya.


Halima sangat terkejut dengan ke adaan nya yang sangat lengket dan di dalam mobil, Dia kembali mengingat kejadian kemarin malam dan saat diri nya ingat dia sangat frustasi, tapi dengan sisa kewarasan yang dia miliki dia memakai semua baju nya lalu dia pulang ke Jakarta.


Saat sampai Di Mansion dia masuk dengan biasa dengan gaya anggun nya menaiki lantai dua, saat sampai di mansion Halima masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, dia mengguyur dirinya dibawa shower yang menyalah seharian.


Setelah dua bulan berlalu dia sedang jalan ke mall dan melupakan kejadian dua bulan yang lalu, dia juga masih bersikap baik biasa saja saat dengan Eko. Sampai waktu itu di merasa pusing lalu tidak sadarkan diri di Mall.


Dan saat bangun Halima sudah ada di ruangan serba putih dan ditemani oleh Erick yang, Erick yang menolong Halima saat Halima pingsan di mall. Waktu itu Erick tengah membeli sesuatu untuk sang Istri Dyah untuk ulang tahun pernikahan mereka yang ke satu tahun. Dan tidak sengaja bertemu dengan Halima yang di kerumini banyak orang dan saat itu Erick mendekat dan melihat Halima yang tak sadarkan diri.


Setelah Halima sadar Dokter mulai menjelaskan bawa Halima tengah hamil satu bulan. Awalnya Halima di bawa keruang Igd tapi setelah di periksa Erick di suruh untuk langsung datang ke dokter kandungan.


Dan saat itu baru lah Halima tau kalau dirinya tengah mengandung Serly, Halima tau dia bukan Anak Eko setelah dia lahir tanpa sepengetahuan Eko, Halima melakukan tes DNA kepada Eko dan Serly. Setelah tau Serly bukan anak kandung Eko Halima membakar hasil Lap.


Dan sampai saat ini Halima menyimpan hal besar dari Eko. Kenapa Erick tau karena waktu itu dia tidak sengaja mendengar obrolan Halima dengan dokter kandungan Dyah yang tidak lain adik sepupu Erick. Menjadikan Erick tau semua rahasia Halima"

__ADS_1


Flashback offf***


__ADS_2