CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
KEBAHAGIAN


__ADS_3

Kebahagian keluarga Erick terus bertambah dimana sekarang Kiya tenga mengandung, dan mereka memiliki twins dan Vino yang sekarang sudah memiliki kekasih yang berhijab.


Vino yang tidak ingin berlama lama berpacaran itu meminta kepada kedua orang tua nya untuk segera melamar Aurora wanita cantik yang berhijab, teman Vino sedari SMA dan kini bertemu kembali di kampus yang sama dan jurusan yang sama.


Vino sudah dari lama menyukai Aurora tapi baru beberapa minggu ini dia berani menyatakan cinta kepada Aurora dan ternyata Aurora juga menyukai nya sejak di bangku SMA.


Keluarga yang dikenalkan kepada Aurora sangat bahagia karena Vino mendapatkan perempuan solehah, seperti sekarang keluarga sedang mengobrol dengan Aurora yang Vino bawa ke rumah.


"Kamu nanti ikut makan malam yah nak"


"Makan malam"


"Iya nak, merayakan kehamilan putri Mommy"


"Baiklah tan nanti saya akan datang"


"Jangan tante dong nak Mommy sama dengan Vino"


"Baik lah Mom"


"Oh yah ajak ibu dan Ayah kamu yah nak??"


"Iyah Mom"


Obrolan mereka berlanjut sampai siang mereka melanjutkan obrolan di meja makan, dengan canda tawa perempuan beda usia. Aurora yang memang rama dengan muda bisa dekat dengan keluarga Vino.


Keluarga Erick seakan melupakan masalah yang mereka hadapi bersama dengan Serly, mereka melupakan Serly yang ada di jeruji bersih Markas.


Mereka menyudahi makan siang mereka, karena Aurora yang ingin pulang. Aurora berada di mansion Erick sedari pagi, Aurora tidak enak bertamu terlalu lama apa lagi itu di rumah pria yang belum terikat.


"Sayang jangan lupa nanti malam kamu bersama kedua orang tua kamu datang ke Resto Eropa yah???"


"Iyah mom pasti Rora datang dengan ke dua orang tua Rora"


"Karena Mommy sekalian ingin bicara dengan ke dua orang tua kamu nak"


"Iya Mom, Rora pulang dulu"


Setelah mencium ke tangan orang tua Vino dan memeluk Nisa dan Kiya Aurora diantar Vino meninggalkan mansion Erick.


Setelah mereka melihat mobil Vino meninggalkan halaman Mansion mereka semua masuk ke dalam Mansion. dengan senyum yang mengembang.


"Mom ingin sekali aku merayakan pesta pernikahan kembali"


"Aku malah ingin merayakan karena belum merayakan Mom"


"Kalian berdua mau merayakan pernikahan kalian baik Mommy akan turuti"


"Hah!!!!!" Nisa dan Kiya ternganga mendengar apa yang dia katakan.

__ADS_1


Bagaimana bisa Dyah dengan muda menuruti mereka berdua, karena Dyah terlalu memanjakan Nisa dan Kiya. Anak dan menantu nya diperlakukan sama oleh Dyah.


Nisa menatap Dion sedangkan Kiya menatap Fani dengan pandangan yang sangat sulit diartikan oleh mereka berdua.


"Kenapa Sayang"


"Apa kalian setuju???"


"Sesuai keinginan kalian tuan putri"


"Apa kalian berdua serius???"


"Seribu rius sayang"


Dyah dan Erick yang melihat kebahagian ke dua anak dan menantu nya sangat bahagia, apa lagi sekarang Vino yang sudah menetap kan hatinya untuk satu perempuan.


"Apa kamu bahagia sayang???"


"Sangat bahagia Mom"


"Mommy yang terbaik"


"Yah sudah kalian istirahat dulu Mommy dan Daddy ada yang harus dibicarakan nak"


"Yah Mom"


Dyah dan Erick berjalan ke arah samping mansion sedangkan Nisa, Kiya dan para suami masuk kedalam lift untuk ke lantai tiga dimana kamar mereka berada.


Didalam kamar Nisa sedang menatap twins yang sedang tertidur sejak jam makan siang. "Mas aku ingin sekali hamil kembar lagi"


"Sayang kamu serius, kan kamu baru melahirkan twins juga belum terlalu besar"


"Maksud aku juga tidak sekarang mas melainkan nanti setelah twin besar"


"Aku kira sekarang sayang"


"Jangan mengada ngada sayang aku juga tidak mau yah harus mengurus lima bayi"


Dion dengan gemas mencium seluruh wajah Nisa, sedangkan di mansion yang sama di kamar lain Kiya dan Fani sedang memilih nama anak anak mereka.


Fani memilih nama bayi perempuan sedangkan Kiya memilih nama bayi laki laki, sesekali Fani mengusap lembut perut Kiya yang masih rata.


"Bang setelah aku melahirkan aku ingin pinda ke mansion kamu"


"Terserah kamu saja sayang aku"


"Aku ingin mandiri seperti kak Nisa dan kak Dion"


"Iya apalagi sebentar lagi Vino akan menikah"

__ADS_1


"Akhir nya kak Vino laku juga bang"


Mereka berdua terkekeh mendengar perkataan kiya yang mengatakan Vino laku. "Seperti barang saja Vino sayang"


"wkwkwk"


"Sudah ayo kamu tidur siang aku enggak mau kamu terlalu lela Princess"


"Aku mau dipeluk sama Abang"


"Iyah ayo"


Fani memeluk Kiya sampai Kiya benar benar tertidur sangat nyenyak, barulah Fani beranjak dari tidur nya untuk mengecek email yang masuk dari perusahaan nya.


Fani mulai mengurus perusahaan yang diberi oleh Erick untuk nya, Erick tidak perna membeda bedakan anak nya, walau Fani bukan anak nya tapi Erick tetap menganggap Fani anak nya.


Fani juga mendapatkan apa yang Vino, Kiya dan Dion dapatkan dari Erick. Apalagi Dyah sangat menyayangi Fani dia selalu memanjakan Fani, tapi Fani tau batasan selama ini dia tau cara membalas budi keluarga Erick, walau sebenarnya Erick dan Dyah tidak meminta nya.


Fani juga mendapatkan marga keluarga Alexander, begitu menyayangi Fani keluarga Erick. Dion dan saudara kandung nya tidak perna membedakan Fani apalagi dulu Fani sangat senang saat bermain dengan Dion.


Meninggalkan Fani yang mendapatkan apa pun dari keluarga Erick, kini Erick dan Dyah duduk di gazebo samping Mansion. Mereka berdua membicarakan Serly yang masih ada didalam markas mereka.


Dengan ke adaan Serly yang mengenaskan, sehabis digilir sepuluh anak buah Dyah dia menyuruh anak buah nya memasukan Serly kedalam jeruji besi.


Sedangkan gigolo Serly kini dia sudah bebas dia disuruh Dyah meninggalkan jakarta, sampai dia kembali ke jakarta dia tidak akan lagi bisa menghirup udara segar.


"Bagaimana dengan Serly Mom???"


"Aku ingin meledakan kepala nya Dad saat bilang cucu ku anak haram"


"Apa mommy tega"


"Kenapa tidak, dia melukai perasaan menantu ku lalu dengan muda nya dia bilang cucu ku anak haram"


Erick menghela napas saat mendengar apa yang Dyah katakan, Dyah tidak memilik ampun dia juga yang mengajari nya. Sekarang ke kekejaman nya sungguh sangat luar biasa dengan musuh.


"Terserah Mommy, Daddy tidak akan bersuara lagi karena Daddy yakin Mommy tidak akan mendengarkan Daddy"


"Lalu mau Daddy bagaimana???"


"Lepaskan dia kembalikan Dyah ke orang tua nya"


"Baik Mommy akan turuti tapi kalau dia membuat masalah lagi Mommy enggak mau tau"


Dyah akhir nya mengala dengan Erick karena Dyah yakin kalau Erick tidak tega melukai Serly yang dari kecil dekat dengan keluarga nya.


Hanya saja Dion tidak perna mau dekat dengan Serly yang menyukai nya sejak lama, malah dia menyukai gadis kecil yang dia temui di danau.


Maaf yah kalau cerita nya ada yang tidak menyambung yah kakak, maap kan mak autor yang lagi linglung ☺.

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa kakak yang setia dengan Nisa dan Dion😊


__ADS_2