
Pernikahan Serly yang di sembunyikan dari publik karena mereka tidak mau semua orang tau kalau keadaan Serly yang tidak baik baik saja. Karena menurut Halima dan Eko itu aib untuk keluarga mereka.
Budi juga tidak mau memberi tau keluarga nya tentang pernikahan paksa dirinya dengan Serly, Budi takut akan melukai istri dan anak nya yang ada di kampung halaman. Istri dan Anak nya berharap kalau Budi setia di tempat perantauan, tapi harus pupus karena Budi menikah dengan Serly yang depresi karena obsesi nya terhadap Dion.
Budi juga tulang punggung keluarga dia masih orang tua yang harus dia hidupi belum lagi anak dan Istrinya, jika Budi tiada bagaimana nasib orang tua, anak dan istrinya. Itu lha yang ada di pikiran Budi saat Budi diancam oleh Halima.
Budi kini berada pada kumpulan teman teman yang sama berkerja di Mansion Halima dan Eko, mereka merasa kasihan dengan Budi yang terkena paksaan, Niat ingin membantu membawa barang malah harus dinikahkan paksa.
"Sabar yah kang"
"Iyah Sabar aja Mas"
"Iyah aku enggak tau bagaimana kalau orang tua anak dan istri ku tau"
"Kan Jauh kang kalau enggak ada yang mengadu mereka juga tidak akan tau"
"Aku bingung Hen" Hendro teman seperjuangan Budi menjadi pengawal Serly selama ini, mereka bertiga tau bagaimana Serly selama ini.
"Udah Bud nikmati saja pernikahan paksaan kamu, kamu kan jauh dari istri kamu udah di manfaatin aja buat kebutuhan kamu"
"Hahahah" Semua teman teman nya tertawa mendengar perkataan Wahyu teman Budi yang lain, yang bertugas menjaga di Mansion.
"Sialan kamu Yu"
"Kan bener Mas, ini sudah jam sepuluh malam Bud, pasti sebentar lagi kamu dipanggil Nyonya atau Tuan atau Istri kamu buat nemenin bobok"
"Wkwkwkwkwk"
"Kalian membuat ku semakin sedih aja"
Mereka saling bercanda dan tawa, Budi seakan melupakan kehidupan nya yang begitu sial harus menikah dengan Majikan nya yang sudah gila. Dan dia juga harus menerima pernikahan nya atau keluarga nya terlantar.
Anak nya Budi yang masih kecil harus berjuang hidup dan mati, itu yang membuat Budi memikirkan semua nya kembali dan enggak mau menyakiti hati Serly atau berimbas kepada keluarga nya
Saat mereka bercanda dan tawa sesama pekerja, mereka semua mendengar suara yang memanggil Budi mereka semua menoleh ke arah sumber suara. Orang yang memanggil Budi dengan nama Dion bukan Budi, walau mereka tidak menoleh tau siapa yang memanggil Budi, cuma mereka semua penasaran apa yang akan dilakukan oleh majikan nya.
Mereka semua ternganga melihat penampilan Serly yang membuat siapa saja ingin memakan nya apalagi badan yang berisi dan belum lagi badan Serly yang putih mulus, semut saja terpeleset.
__ADS_1
"Kenapa Nona"
"Kok Nona Sih sayang??? Sejak kapan kamu memanggilku Nona Dion???"
"Lalu saya harus memanggil Apa???"
"Yang romantis dong Sayang"
"Ghemm, Kang kami pinda ke pos depan saja yah kasihan bang Lurry ada di depan sendiri"
"Sayang"
"Ghemm"
Teman teman Budi meninggalkan Budi berdua dengan Majikan mereka, Mereka tidak mau kena imbas nya dengan masih ada di sana apalagi Serly yang memakai baju Haram saat mengunjungi Gazebo samping Mansion.
"Sayang kamu kok pakaian nya sama dengan mereka???"
Halima yang tidak sengaja melewati tempat Serly berada mendengar suara Serly, Halima mendekat dan melihat Serly memakai baju yang tidak pantad di luar Mansion.
"Sayang kamu kenapa ada disini???"
"Ah itu karena tadi Dion ingin mencoba baju pengawal kamu sayang karena bajunya ukuran nya sama dengan dia"
"Untuk Apa???"
"Hanya ingin mencoba nya mungkin dia lupa melepasnya"
Alasan Halima mungkin tidak masuk akal tapi Serly percaya dengan apa yang dikatakan Halima kepada nya, Karena memang sebenar nya dia pekerja di Mansion Halima dan Eko.
Serly mendekat ke arah Budi lalu duduk di pangkuan nya di melihat Halima yang sedang menatap mereka, Halima yang melihat menantu nya sekaligus pengawal Serly pun memberi kode untuk menggendong Serly naik ke kamar nya.
Dengan sangat berat hati dan meminta maaf kepada istrinya di dalam hati Budi lalu menggendong Serly ala Bridal style. Sebelum masuk Budi pamit ke Mertua nya.
"Maaf Nyonya saya bawa Nona ke atas dulu dan maafkan kelancangan saya"
"Dia istri kamu, kamu berhak atas dirinya yang saya mau kamu jangan menyakiti berlian Mansion ini"
__ADS_1
"Saya akan berusaha Nyonya"
"Hemmm"
Budi masuk ke dalam Mansion dia berjalan ke arah tangga untuk naik kelantai dua, Budi yang masuk menggendong Serly di gendongan nya menyusuri lorong setelah sampai didepan kamar Serly, Serly membuka pintu kamar nya.
Setelah itu Budi masuk dengan masih menggendong Serly, Budi menurunkan Serly secara perlahan setelah Serly sudah berbaring di atas ranjang nya, Budi berbalik ingin meninggalkan Serly.
Tapi Serly menahan pergelangan tangan Budi, Budi kembali berbalik menatap Serly dengan bingung. "Kenapa Nona???"
"Panggil aku Baby Dion"
"Tapi"
"Iyah B-Ba-By"
"Sayang kamu tidak mau malam pertama dengan ku???
"Tidak Baby"
"Tapi aku mau sayang"
Serly yang dengan sangat berani melepas baju haram yang dia pakai didepan Budi, Budi laki laki normal jelas saja dia tertarik ingin menyentuh yang ada didepan mata nya apa lagi sangat begitu indah, lebih indah dari yang ada di kampung halaman.
"Kamu tidak tertarik sayang???"
"Ghemm, jangan begini Baby"
"Lalu yang bagaimana???" Budi dengan berjalan mudur ke belakang takut jika Serly secara tiba tiba menyerang nya.
Serly mendekat ke arah Budi dengan berjalan yang sangat seksuwelll wkwkwk. tentu saja Budi terus berjalan mundur dengan Serly yang terus mendekat.
Serly yang geram pun terus berjalan mendekat ke arah Budi sampai Budi terpentok di pintu kamar Serly, dan saat itu Serly memeluk Budi dengan. Setelah puas memeluk Budi, Serly melepas pelukan nya.
Tangan Serly memegang tangan Budi dan mengarahkan tangan Budi ke Pepaya nya, dia menyuruh Budi meremas nya. Setelah itu terjadi lah dan terjadilah perang batang dan goa, Awal yang tidak mau kini terjadi dengan sangat panas dan berkeringat. Wkwkwwkwk mau tapi malu sih Budi.
Perang berlangsung sampai Dini hari baru lah mereka berhenti, Serly memimpin perang pun kini sudah terkapar di ranjang nya dengan bermimpi. Begitupun dengan Budi yang sudah kelelahan perang dengan Serly.
__ADS_1
Budi tidak menyangka kalau Serly sangat ganas dalam perang, Dia kira Serly hanya bisa menggoda tapi selama perang Serly yang memimpin Budi, sedangkan Budi juga tidak mau kalah dengan Serly mereka berdua sama sama ganas, apa lagi Budi yang sudah setahun belum pulang ke kampung halaman karena uang nya tidak cukup untuk pulang.