
Aura tidak naik ke lantai dua melainkan ke lantai tiga di mana ada Dion dan David di ruang kerja nya Dion, entah apa yang sedang mereka bicarakan. Selalu saja berdua saat membicarakan hal penting, sudah balasan tahun tapi masih sama saja selalu berdua seakan tidak ada yang boleh tau tentang pembahasan mereka berdua.
Aura keluar dari dalam lift berjalan ke arah ruang kerja Dion yang ada di samping kamar nya, Aura menarik napas saat ingin masuk kedalam, dia merasa sangat gugup saat bertemu dengan David. Entah kenapa perasaan nya selalu saja aneh saat bertemu dengan David guru musik nya.
Ceklek...
David yang ada di sofa ruang kerja Dion menatap ke arah pintu siapa yang membuka pintu ruang kerja Dion, begitupun dengan Dion yang menoleh siapa yang datang ke ruangan nya.
"Sayang"
"Dad"
"Tumben sayang??? Apa yang membawa kamu datang kesini?? Apa seseorang yang membawa kamu keruangan Daddy???"
"Ghemmm!! Maksud Daddy apa???"
"Tidak ada nak"
"Dad aku datang kesini hanya ingin berterima kasih kepada kak David"
"Terima kasih??? Maura Alexander berterima kasih??? Wau sungguh sangat mengejutkan Daddy"
"Apa salah nya dengan berterima kasih Dad?? Sudah lah Dad bicara dengan Daddy sama saja dengan Mommy mengesalkan"
Setelah itu dia menatap David yang tenga menunduk, entah apa yang dia lihat dibawah sampai Aura yang ada di depan nya, tidak dia tatap padahal Aura ingin melihat wajah tampan David yang ada di depan nya.
"Kak terima kasih"
"Tidak perlu berterima kasih Nona kecil ini sudah tugas saya"
"Kalau bicara tatap orang nya kak"
Dion tersenyum melihat Aura yang tenga menatap David, tapi David menunduk menyembunyikan wajah nya. Entah apa yang dia sembunyikan, Sedangkan David sendiri bingung harus apa, kalau dia mendongak pasti Dion dan Aura tau wajah nya memerah.
"Kak"
David mendongak menatap Aura, Aura menatap wajah David yang memerah. "Kak kenapa wajah kakak memerah???"
"Tidak apa Nona, mungkin saya gera"
"Gera??? Tapi di ruangan Daddy Ac nya menyalah kak, Apa kakak demam???"
"Ah tidak-tidak Nona muda, saya baik-baik saja"
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan muda dan Nona kecil"
__ADS_1
"Usia aja tua tapi kelakuan ABG" Batin Dion
David beranjak dari duduk nya lalu berjalan ke arah pintu ruang kerja Dion, David keluar dari dalam ruangan Dion, setelah menutup pintu dia berdiri di depan pintu dengan memegang dada nya yang berdegup kencang.
"Apa-apaan ini jantung gue" Batin David dengan mengelus dada nya.
Dan semua nya di lihat oleh Nisa yang berjalan ke arah kamar nya, Nisa melihat tingkah David yang sedang mengusap dada nya setelah keluar dari dalam ruang Dion.
"David"
"Nona muda"
"Kamu bukan anak remaja lagi, kamu sudah siap untuk menjalin kasih, Aura dan Aula sudah besar sekarang, Kamu tidak perlu menjaga mereka lagi"
"Iyah Nona muda, kalau saya sudah menemukan yang cocok saya akan menjalani nya dengan Dia"
Dia tersenyum mantap David. "Ucapkan sebelum dia diambil orang"
"Hah??? Maksud Nona muda apa???"
"Kamu bukan anak anak yang harus dijelaskan Vid"
"Tapi saya tidak mengerti apa yang Nona muda maksud"
"Hati kamu yang tau!!! Saya masuk dulu yah"
Setelah Nisa masuk ke dalam ruangan nya, Aura keluar bersama dengan Dian, Aura bingung kenapa David ada di depan pintu, padahal David sudah pamit sekitar 15 Menit yang lalu.
"Kak"
"Astaga"
David menolah dan melihat Aura dan Dion yang sedang menatap nya dengan pandangan bertanya. "Tadi saya bertemu dengan Nona saat saya keluar, dan Nona muda mengajak saya berbicara"
"Hemmm!! Apa yang kakak bicarakan dengan Mommy"
"Masalah orang dewasa, Nona masih kecil tidak boleh tau"
"Kakak!!!!!"
"Aku ke kamar dulu Dad"
"Iyah Sayang"
"Saya kembali ke markas dulu Tuan muda"
__ADS_1
"Jaga dan ungkapkan!!" Dion menepuk pundak David tiga kali sebelum masuk kedalam kamar menemui sang istri tercinta.
Sedangkan David kembali bingung dengan ke dua majikan nya yang selama ini menganggap nya keluarga, bukan seperti majikan dan anak buah, David dengan kebingungan nya melangka pergi dari lantai tiga.
David kini sudah ada di dalam mobil siap melajukan mobil nya meninggalkan Mansion Dion dan saat ingin menghidupkan mesin mobil, David mendengar ada yang mengetuk kaca mobil nya, David menurunkan kaca Mobil nya melihat siapa yang mengetuk kaca mobil nya.
"Nona kecil"
"Hay Uncle"
"Hay juga Nona kecil, kenapa??? Apa ada yang bisa uncle bantu"
"Macuk lah Uncle"
"Uncle sudah dari dalam Nona kecil"
"Baiklah kalau begitu becok aku akan ke Malkas menemui Uncle"
"Untuk Apa Nona kecil???"
"Aku ingin belmain clalinet"
"Bukan kah besok ada latihan balet Nona kecil??"
"Uncle tenang saja sekolah ku becok libul, apa uncle lupa itu??? Apa yang Uncle ingat hanya akak Aula"
"Ghemm!!! Nona kecil masuk lah sudah malam"
"Iyah Uncle"
Monica berlari ke dalam Mansion Dion dengan pengasuh nya yang mengikuti dari belakang. David menghidupkan mension mobil nya setalah itu melajukan keluar gerbang Mansion.
David memikirkan apa yang dikatakan oleh Nona dan Tuan muda nya. "Apa Nona dan Tuan tau kalau aku merasa deg deg degkan saat dekat dengan Nona kecil"
"Apa mereka boleh mendekati nya??? Aku kan tidak remaja lagi usia ku sudah 35 tahun"
David bingung dengan apa yang dikatakan oleh Nisa dan Dion di Markas tadi, sampai kini David sampai di Markas tempat tinggal nya selama belasan tahun tanpa ada nya kemewahan, dan tidak ada sendok dan emas garpu, di sini dia sama dengan anak buah Dion yang lain, Apalagi Dion tidak perna semena mena sama anak buah nya terlebih lagi David sangat melindungi Anak buah nya.
David masuk ke dalam Markas dia menyusuri lorong Markas, dia naik ke lantai tiga di mana kamar nya berada, David terus memikirkan apa yang di katakan oleh Nisa dan Dion yang membuat nya pusing sendiri, Dia mengingat apakah dirinya membuat salah kepada orang yang menolong nya saat diri nya sudah menjadi gelandangan dan tidak punya tempat tinggal. Dia meninggalkan kemewahan karena tidak mau dijodohkan dengan wanita yang hanya mengincar harta keluarga nya sendiri.
David masuk ke dalam kamar dimana dia hanya tidur sendiri di kamar nya berbeda dengan yang lain tidur dengan banyak teman. Para ketua akan tidur sendiri termasuk David.
Berbeda dengan David yang memikirkan apa yang dikatakan oleh Nisa dan Dion, Aura malah mengingat bagaimana cara David memuji nya cantik di dalam lift markas, Aura tidak sadar kalau tersenyum mengingat kejadian di dalam Lift.
Aura memegang dada nya yang terasa aneh saat mengingat kejadian tadi saat di markas, Aura tidak perna merasa hal ini saat bersama dengan laki laki yang dulu menyatakan cinta pada Aura, dan Aura tolak. Rasa yang berbeda dengan yang lain rasa yang enggak perna Aura rasakan sebelum nya.
__ADS_1
Rasa apa yah kira kira yang di rasakan oleh Aura??? Rasa Stroberi, jeruk, jambu atau apa yah rasa yang enggak ada dua nya saat dengan sih Doi wkwkwk.. Deg deg deg ser wkwkwk. Maaf Mamak lagi gak jelas.