
"Mom" Nisa memanggil
"Mau kemana mom pagi pagi banget, mommy tidak sarapan dulu???" Nisa bertanya dengan melihat Dyah yang sudah rapi
"Mommy sarapan dijalan saja. mommy ada rapat pagi ini, daddy belum bangun nanti kalau bangun bilang mommy sudah ke butik"
"Baik mom"
Nisa melangka menuju dapur Nisa ingin membuat sarapan pagi ini. "Jiwa chef yang lama tertidur pagi ini bangun hehehe ada ada aja"
"Pagi ini enak nya sarapan apa yah buat orang di mansion???" Nisa memikir kan menu makana apa untuk pagi ini
"Bik" Nisa memanggil Mina
"Kenapa non apa nasi nya sudah matang atau nasi kemarin masih ada"
"Buat apa non nasi kemarin??"
"Nisa mau buat nasi goreng untuk sarapan pagi ini kan sayang kalau dibuang kalau nasi nya tidak basi"
"Emmm, ada non tapi apa tidak bikin sakit perut nasi kemarin
" Tidak akan bik selagi nasi nya tidak basi"
Mina memberi Nisa nasi kemari yang memang nasi banyak, perlahan Nisa mulai meracik bumbu nasi goreng.
Nisa memasak dengan cekatan, Nisa menumis bumbu yang sudah dia buat sampai bau nya harum setelah itu Nisa memasukan nasi diberi garam dan penyedap.
Setelah selesai Nisa membuat telur mata sapi dan menggoreng sosis Selesai makanan sederhana ala Nisa dan bik Mina
"Kan nona yang memasak bukan bibi non"
Nisa sangat bersemangat, Mina menata masakan Nisa dimeja makan. Dion yang baru turun mencium aroma sedap dion mengikuti bau harum yang tercium hidung nya.
..."Wah masak apa pagi ini bik??" tanya Dion...
"Bukan saya yang masak tuan muda tapi nona Nisa yang memasak"
"Nisa kemana dia sekarang???"
"Nona naik tuan mau bersih bersih katanya"
"Aku enggak salah pilih istri bisa buncit ini perut kalau masakan nya harum gini tiap hari"
"Kenapa kamu malah berdiri saja tidak duduk dan makan???"
__ADS_1
"Apaan sih dad mengganggu saja, orang lagi berkhayal juga"
"Hahaha sejak kapan Dion Alexander berkhayal"
"Sudah lah daddy malas pagi pagi debat dengan kamu mending daddy makan terus susul mommy ke butik"
Erick mengambil nasi goreng yang ada dimeja lalu mengambil telur mata sapi. Erick mulai memakan nasi goreng
"Enak banget ini nasi goreng, bik Resep baru yah???" Erick bertanya pada Mina yang baru saja menuang kan minum di gelas Erick
"Bukan bibi yang masak tau tapi nona Nisa yang masak"
"Nisa yang masak kalau Nisa tiap hari masak gini bisa gendut aku. Menantu ku dan istri ku tiada dua memang kalau masalah memasak"
Dion yang penasaran mulai mencoba nasi goreng buatan Nisa, Dion pun juga sama sangat menikmati nasi goreng buatan Nisa.
Dua adik dion dan Nisa turun bersama mereka melangka mendekat kemeja makan. "Nisa kamu memang mantu daddy yang okay masalah masak memasak"
"Daddy suka nasi goreng nya"
"Suka ini daddy udah nambah piring kedua"
Pagi ini keluarga Erick sarapan tanpa Dyah yang sudah ke butik sedari pagi.
Dyah baru selesai bertemu dengan klien yang ingin membuat gaun pernikahan untuk putrinya yang akan diadakan satu minggu lagi, terkesan dadakan tapi Dyah tetap profesional yang akan memberi pelayanan yang baik kepada klien
"Lusa pernikahan Dion dan sekarang harus kejar gaun pengantin buat satu minggu lagi. Rejeki mah tidak boleh ditolak"
Dion bersama Nisa berada di gedung tinggi yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan nya. "Gimana Fan ada kendala???"
"Tidak semua berjalan lancar, aku akan memperketat penjagaan disaat nanti resepsi berlangsung Dan untuk akad nikah yang sesuai yang kamu ingin kan tidak ada orang tau selain orang terdekat"
Dion sengaja menyembunyikan kapan dia akan akad, yang akan disebar luaskan undangan resepsi, para pembaca juga akan dikasih undangan Dion dan Nisa yah jadi jangan khawatir hehehe.
"Kamu suka sama dekornya???" Tanya Dion
Nisa menoleh. "Aku sangat suka mas, perpaduan putih dan pink terlihat elegan. Mawar putih dan pink nya juga aku suka mas, sangat cantik"
"Apa ada yang ingin kamu ruba sayang??"
"Tidak mas aku mau akad nikah kita juga ada mawar putih dan pink di mansion. Aku mau bunga segar seperti di sini mas"
"Siap taun putri apa pun yang anda ingin kan"
Serly merobek undangan yang dia baru dapat dari Halima saat dia baru pulang. Serly menatap layang robekan undangan yang sudah tak berbentuk itu.
__ADS_1
"Aku akan membuat kamu malu dihari pernikahan mu, ah kurang ajar!!!!! Lihat apa yang akan aku lakukan"
Serly mengambil benda pipi yang ada di atas meja rias nya.Serly menghubungi heni, Serly mengatakan akan meru bah rencanannya.
Rencana yang awal akan menjebak Nisa untuk mabuk dan tidur dengan laki laki bayaran kini di ruba oleh Serly yang ingin mempermalukan Nisa saat pernikahan nya.
"Mom, kenapa kamu menerima pesanan lagi kan lusa pernikahan anak kita sayang aku enggak mau kamu sampai kelelahan dan sakit, kan enggak lucu saat anak nya menikah kamu sakit sayang"
"Apa yang daddy khawatir kan mommy baik baik saja, mommy hanya membuat disain nya saja tidak membuat nya yang mengerjakan kan ada karyawan dad" Dyah menenangkan Erick
"Kalau bicara sama mommy daddy tidak bisa berbuat banyak"
"Mom, kira kira kenapa Dion tidak mau akad nikah nya diketahui banyak orang"
"Entah lah dad mommy juga tidak tau mommy juga belum bertanya sama Dion"
"Kalau Dion enggak mau ngasih tahu gimana mom"
"Kan mommy belum tanya dad, gimana sih daddy"
"Yah sudah nanti pulang dari butik aku mau cek hotel yang akan kita gunakan"
"Kenapa apa ada masalah"
"Tidak hanya saja daddy ingin melihatnya sudah sampai mana penyelesaian nya. Kita juga perlu datang ke resto yang menyajikan makanan besok mom kita harus tau kwalitas nya terjamin"
"Karena yang datang bukan hanya kolega daddy tapi juga mommy. Jadi kita harus pantau sendiri mom, kalau keamanan jangan tanya lagi pasti daddy percayakan sama anak Kamu mon"
"Anak daddy juga tau gimana sih daddy"
"Yah kalau pas durhaka sama daddy yah anak kamu mom kalau enggak anak daddy juga"
Dyah memukul pelan lengan suami nya, Dyah sangat gemas dengan Erick yang selalu saja cemburu dengan anak nya sendiri.
"Dasar, sudah tua juga masih saja cemburu dengan anak malu sama umur dad"
"Apa daddy belum tua yah mom daddy masih seperti umur 17 tahun"
"Suka suka daddy, kalau menurut mommy daddy seperti usia 1 tahun"
"Erick ternganga mendengar ucapan Dyah
"Mommy" Rengek Erick
"Yah,dad ayo pulang".
__ADS_1
Dyah pun keluar hotel di ikuti Erick dari belakang.