CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MENGENANG MASA LALU


__ADS_3

Kini Dion sudah sampai di gang arah jalan rumah Nisa. Dion menarik lembut lengan Nisa yang ingin membuka pintu mobil, Nisa terkejut saat Dion menahan pergerakan nya, Nisa berpikir mau apa lagi bos nya itu yang sekarang dia sudah tau kalau dia pangeran tampan masa kecil nya.


"Nisa". panggil Dion dengan menatap wajah cantik Nisa yang menurut Dion semakin cantik


Nisa menoleh menatap Dion dengan seakan bertanya.


"Kamu mau tidak besok kita ke danau tempat kita bertemu aku ingin mengingat masa lalu kita sewaktu kecil???" Dion bersuara


"Em jam berapa???" Nisa bertanya dengan binar dimata nya karena memang Nisa sudah tak perna datang kesana setelah dia dan kedua orang tuanya pinda dibandung


"Aku akan jemput kamu jam delapan besok, kita tidak usah masuk kerja besok" Dion menyahut


"Apa kata orang orang kalau aku besok tidak berkerja sementara aku karyawan baru!! Aku bisa dipecat karena tidak datang". Nisa lupa kalau pemilik perusahaan yang dia tempati berkerja ada milik keluarga Dion


"Jangan takut akan hal itu karena aku yang akan mengizinkan kamu untuk libur besok apa kamu lupa kalau aku anak pemilik perusahan tempat kamu kerja". Nisa diam berapa saat dan senyum yang dipaksa kan bagai mana dia lupa itu baru juga tadi ketemu sama orang tua Dion.


" Baik lah aku akan tunggu kamu disini yah besok, sekarang hari sudah mulai malam gara gara kamu ngantar aku pulang kamu belum makan malam,Sekarang aku boleh keluar???" Nisa tak bergeming dari tempat duduk nya membuat Dion bertanya tanya kenapa belum keluar apa ada yang mau dia sampaikan.


"Peri kecil" Panggil Dion, Nisa terkejut akan panggilan Dion yang sukses membuat pipi Nisa memerah bak kepiting rebus


"Tangan aku belum kamu lepas" Nisa menyahut tanpa menghadap Dion. Dion sadar akan pipi Nisa yang memerah akan panggilan peri kecil.


"Hehehe..


Dion terkekeh kecil bagai mana bisa lupa melepas tangan Nisa.Setelah Dion melepas tangan Nisa, Nisa keluar dengan jantung yang berdebar, wah apa Nisa mulai ada rasa dengan dion dipertemuan nya kembali ..!!


Nisa menutup pintu mobil Dion dan membungkuk melambai kan tangan, Hati hati dijalan sebelum Nisa berbalik pergi melangka memasuki gang dibelakang nya, Dion pun terkekeh melihat tingkah.


...****************...


Dion sudah memasuki gerbang utama mansion, Dion melajukan mobil nya menuju garasi, Terlihat dari dalam mobil perkumpulan anak anak remaja tadi sudah bubar entah pulang atau melanjut kan didalam mansion. Dion tidak memperdulikan nya, Dion merasa sangat senang karena besok dia akan pergi ke danau tempat pangeran tampan dan peri kecil bertemu. Yang tidak lain Diri nya dan Nisa, Dion keluar dari mobil menuju pintu utama mansion didalam terlihat sepi entah kemana penghuni mansion

__ADS_1


Dion melangka kaki nya menuju Lift, Dion menekan tombol lift saat lift terbuka memperlihat kan kedua orang tua nya yang bergandengan tangan seperti ingin menyebrang jalan. Dyah tersenyum melihat anak nya yang sudah pulang dari mengantar calon mantu nya.


"Kamu sudah pulang nak???" Dyah bertanya dengan melaka kan kaki nya keluar lift


"Sudah Mom, Dion menyahut"


"Apa kamu mau makan atau mau bersih bersih dulu sebelum makan???" Dyah bertanya dengan lembut


"Dion mau bersih bersih dulu Mom udah lengket banget".


"Yah sudah sana mandi nanti Mommy suru maid buat hangatkan makanan nya"


Dion melangka kan kaki nya memasuki lift yang sudah berbuka, Saat Dion sudah menekan tombol nya kembali.


Ting ...


Suara lift sudah sampai dilantai tiga dimana kamar Dion berada, Dilantai tiga hanya ada kamar Dion , Vino , dan Kiya sedang kan Dyah dam Erick menempati kamar yang ada dilantai dua mansion. Dion melangka kan kaki menuju kamar nya dengan perasaan senang membayang kan dirinya besok bertemu dengan Nisa.


Pintu kamar Dion terbuka dion masuk kamar lalu masuk kedalam kamar mandi untuk bersih bersih


Di Mansion Eko, Serly sudah menyelesaikan makan malam nya dengan Halima dan Eko sekarang dia mondar mandir di balkon kamar tidur nya yang sudah rapi dan bersih.


Semua barang yang tadinya berserakan sekarang sudah tertata rapi ditempat nya, Serly memikir kan cara bagai mana menyingkir kan Nisa dari kehidupan Dion.


"Ini tidak bisa di biar kan aku yang sudah lama menyukai Dion, malah perempuan sialan itu hadir didalam kehidupan Dion" Serly masih mondar mandir di balkon kamar nya


Sampai Serly tidak sadar akan kehadiran Halima dibelakang nya, Halima menatap pergerakan putri nya dengan pandangan heran kenapa Serly mondar mandir dengan raut wajah kesal


..."Ser kamu tidak apa apa kan sayang?? Mama perhatikan dari tadi kamu mondar mandir dengan raut kesal, Apa lagi sampai tidak menyadari kehadiran Mama disini nak" Halima bersuara dan berhasil menghentikan kegiatan Serly...


"Mama ... Sejak kapan Mama ada di sana???" Tanya Serly hati hati tidak ingin Halima sampai tau akan dia menyusun rencana buat Nisa dan Dion

__ADS_1


"Hem kamu terlalu fokus mondar mandir sampai tidak tau kehadiran Mama disini, Mama saja sampai lelah melihat kamu mondar mandir sayang". Halima


"Mama, Serly hanya lagi kesal dengan Vina karena dia membatalkan untuk berbelanja . Padahal Serly kan bosen banget Ma sama tumpukan berkas dimeja kerja Serly, Serly butuh Hiburan" Elak Serly


"Hehehe...


Halima tertawa kecil saat melihat wajah cemberut Serly, perlahan Halima melangka mendekat ke Serly, saat sudah di depan Serly Halima mengelus rambut putri nya dengan sayang


"Kalau kamu mau jalan jalam tapi Vina tidak bisa gimana kalau Mama temenin sayang???" Halima menyahut dengan masih membelai rambut hitam Serly


"Apa Mama besok tidak sibuk Mam , apa besok Mama tidak acara arisan dengan teman teman Mama" Halima tersenyum melihat serly


"Tidak sayang Mama besok tidak acara sama sekali jadi Mama bisa temani kamu buat Belanja sesuka kamu" Serly tersenyum dan memeluk Halima


"untung Mama tidak tahu" Batin Serly


Di Rumah Nisa berbaring di atas ranjang dengan senyum senyum sendiri memikirkan dia bertemu kembali dengan pangeran tampan masa kecil nya yang berjanji tidak adan terpisah kan.


"Apa ini yang namanya jodoh hihihi" Nisa berpikir, Tapi cepat cepat nisa membuang jauh pikiran itu karena dia dan dion tidak sebanding, Dion anak orang kaya keturunan Erick Alexander. Sedangkan aku hanya remahan rempeyek yang tidak sebanding dengan Dion.


Hufff


Nisa membuang nafas kasar membayangkan nasib nya selama ini yang kekurangan


"Masih untung aku lulus kuliah di universitas paling bagus di Jakarta Masih untung dapat beasiswa bisa sekolah dan kerja sekarang". malah memikirkan bersanding dengan seorang pangeran beneran


Nisa melanjutkan melamun tiba tiba teringat akan permintaan orang tua Dion yang ingin menjadikan nya menantu mereka.


"Apa aku tidak salah dengar yah tadi???" gumam Nisa di selah pemikiran nya


"Apa benar mereka menginginkan aku jadi menantu???". Sudah lah buat apa aku memikirkan tentang masalah ini lebih baik aku tidur, Besok jangan sampai telat bangun dan membuat Dion menunggu.

__ADS_1


__ADS_2