CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DYAH DAN ERICK


__ADS_3

Dyah benar benar marah kepada Erick pagi setelah Dyah bangun dia memilih pergi tanpa menunggu Erick bangun, Erick yang tidak melihat Dyah ada di meja makan pun bertanya kepada anak anak nya. Tapi mereka semua tidak ada yang tau dimana Dyah berada.


Sedangkan Dyah ada di butik nya dia sangat fokus membuat desain yang akan dia menggunakan untuk pameran dua bulan lagi, desain yang dia buat selalu saja tidak sesuai dengan apa yang dia mau. Pikiran nya yang kesal membuat desain nya menjadi tidak karu karuan.


Ponsel nya juga sedari tadi berdering menandakan kalau ada telpon yang masuk, sudah sedari satu jam yang lalu ponsel Dyah terus berdering.


Membaut Dyah semakin kesal bukan main, Erick terus menghubungi Dyah tanpa henti bukan nya senang Dyah semakin kesal dengan Erick. Bagaimana tidak kesal cucu dan menantu nya di hina didepan nya sedangkan dia tidak bisa membalas karena Erick selalu menghalangi nya.


Dan sekarang Erick kembali membuat istrinya kesal. "Mom kamu sebenar nya kemana??" Erick berceloteh di kamar nya dengan mondar mandir karena pesan dan telpon nya tidak ada satu pun yang Dyah balas dan angkat.


Dyah kini sedang membuang banyak Desain yang dia buat, Desain yang dia buat cukup bagus tapi entah kenapa dimata Dyah terlihat sangat biasa, Dyah selalu membuat desain yang sama hanya ada satu penambahan di setiap desain yang dibuat.


Tok tok tok


Ceklek..


"Bu maaf diluar ada pak Erick"


"Suru dia pulang"


"Tapi bu-"


"Sayang, kenapa kamu tidak mau mengangkat telpon ku dan enggak mau membalas satu pesan pun"


"Seperti nya kamu sudah tau jawaban nya Erick"


Glek..


Erick lupa kalau saat ini Dyah sedang marah kepada nya, Erick mencoba untuk tetap tenang berharap Dyah mau lulu kepada nya.


"Sayang kamu masih marah???"


"Apa kamu mau menjadi pelampiasan ku Erick???"


Dyah memainkan pisau yang ada ditangan nya dengan sangat menakutkan, jelas saja Dyah Marah karena orang yang dia cinta terang terangan membela orang yang sudah hina keluarga nya.


"Sayang jangan begini"


"Kenapa hemm, kenapa aku tidak boleh seperti ini??? Kemarin saja kamu membiarkan keluarga kita dihina"


"Sayang aku hanya tidak mau kalau kita punya musuh lagi"


"Benarkah atau kamu memang tidak menganggap cucu dan menantu ku???"

__ADS_1


"Bukan begitu Mom"


"Sudah lah jika kamu memang masih memiliki cinta dengan Halima mantan pacar kamu sebelum kamu mengenal aku mending kamu pergi dari hidup aku dan anak anak"


"Sayang kamu ngomong apa sih"


"Cukup dengan kamu mengembalikan Serly aku masih terima tapi kamu membela Halima Erick yang jelas jelas dia menghina cucu kita ada darah yang mengalir di darah Aura dan Aula Erick"


"Maaf kan aku sayang jika tindakan aku kemarin salah"


"Hahahah"


"Sayang, tolong jangan begini maafkan aku"


"Maaf kamu selama ini yang mengajari aku tanpa ampun Erick"


Erick dibuat frustasi dengan Dyah yang terus marah kepada nya, Erick tidak membela Halima dia hanya menghargai persahabatan yang selama ini di jalani dengan Eko dan Halima.


Erick tidak mencintai Halima karena dia masa lalu nya dan masa depan yang akan menemani dia sampai napas terakhir hanya Dyah tidak ada orang lain.


"Sayang dengarkan aku, aku hanya mencintai kamu dan keluarga kita tidak ada orang lain selain kamu sayang dan anak anak"


"Mana buktinya Erick???"


"Kamu pikir aku dengan muda memaafkan kamu Erick!!! Tidak" pekikan Dyah menggelar di butik nya


Erick yang benar benar frustasi itu bersujud di kaki Dyah. "Sayang aku benar benar tidak mencintai nya aku hanya mencintai kamu, kita sudah hidup puluhan tahun sayang. Selama ini kamu dan aku saling memahami tapi kenapa sekarang kamu berubah sayang"


"Kamu yang berubah Erick, kamu!!!"


"Aku tidak berubah sayang aku hanya menghargai persahabatan kita yang sudah terjalin puluhan tahun"


"Menghargai siapa Erick??? Halima???"


"Jangan bawa bawa dia dalam pertengakaran kita sayang"


Plakkkk


Erick memegang pipi nya yang terasa panas karena tamparan Dyah yang menggunakan semua tenagannya untuk menampar Erick yang ada di bawa kaki nya.


"Kenapa kamu ingin marah, aku membawa bawa dia??? Kamu yang selalu mendukung aku, tapi kini keluarga mu keluarga mu di hina Erick. Apa yang kamu lakukan??? Membela nya saat aku ingin menghabisi nyawa nya"


Erick terdiam mendengar apa yang Dyah katakan, Erick tidak tau harus menjawab pertanyaan Dyah bagaimana lagi percuma dia menjelaskan semua tidak akan dia terima.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang"


"Sudah lah Erick pergi dari butik ku, Aku tidak ingkn melihat kamu"


"Sayang jangan begini, aku tau aku salah tapi jangan seperti ini!! Jangan gara gara masalah ini kita semakin jauh Sayang"


Meninggalkan Erick dan Dyah yang bertengkar di Butik Dyah, Di mansion sedanga diheboh kan dengan ke datangan Serly. Serly datang ke mansion Erick untuk menemui Dion obsesi Serly.


Dion yang baru keluar dari dalam lift dengan istri, adik dan ke dua putrinya. Melihat Serly duduk di kursi meja makan.


"He mak lampir ngapain elo ke sini???"


"Hay adik ipar, aku kesini ingin menemui Dion dong"


"Cui adik ipar tutup mulut bau mu"


"Sudah lah aku sudah ada disini mari kita sarapan bersama, eh maksud aku makan siang bersama"


"Kak aku ke kantor dulu dengan Kiya"


"Kak aku mau menjemput Rora"


"Kita barengan ke kantor aku ada meeting penting"


Mereka semua melangka meninggalkan ruang makan dengan beralibi ingin pergi. Sedangakan Serly mendekat ke arah Dion ingin menggapai tangan Dion, Nisa menepis tangan Serly dengan kasar.


"Apaan Sih kamu itu enggak jelas banget"


Dion menggandeng tangan Nisa lalu melangka meninggalkan ruang makan twins yang ada di stroller di dorong oleh Vino mengikuti kakak dan Adik nya.


Serly mengikuti kemana mereka pergi, Dan saat Semua keluarga sudah sampai di halaman depan mansion Dion berhenti yang mebuat yang lain ikut berhenti.


"Pak pegang dia, sampai kami pergi"


"Baik tuan muda"


Penjaga yang ada didepan berjalan ke arah Serly mereka memgang Ke dua tangan Serly dengan sangat erat. Semua kelurga masuk kedalam mobil yang ada dihalaman saat semua sudah masuk Dion melajukan mobil.


Para penjaga tidak melepaskan Serly samapai mobil Dion keluar dari gerbang mansion. Dion melajukan mobil nya memutari jalan yang akan menujuh pintu gerbang mansion nya.


Sedangkan Serly yang sudah dilepas oleh dua penjaga depan mansion masuk kedalam mobil ingin mengejar mobil Dion.


Serly melajukan mobil nya meninggalkan mansion. Dan Dion sudah ada dibelakang mansion dia memarkirkan mobil nya digarasi belakang mansion.

__ADS_1


__ADS_2