CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MAIN BELAKANG


__ADS_3

Aura dan Aula berjalan berdampingan dengan Aula yang mengunyah permen karet, Aura dengan Aula sangat menikmati waktu di kampus untuk hari ini, karena dosen tidak datang.


"Kak"


"Hemmm"


"Sepi enggak ada kakak di Mansion"


"Kamu juga bakal pinda ke Mansion ke dua orang tua Arion"


"Masih lama kak"


"Hanya satu bulan Au"


Mereka berjalan kearah lapangan melihat permainan basket yang ada di lapangan, saat tengah ingin duduk ada yang menyapa mereka berdua. "Hay kak"


Aura dan Aula menoleh kearah sumber suara dia melihat Ella yang tengah tersenyum manis kearah mereka berdua. "Eh kamu ngapain di sini???" tanya Aula menatap calon adik ipar nya heran


"Aku mau lihat kak Yoga bermain" jawab Ella jujur


Mereka duduk di kursi panjang yang ada di bawa pohon, dengan melihat permainan basket yang di mainkan Yoga dengan yang lain. "La, kamu beneran jadian sama Yoga??" tanya Aula yang kepo dengan hubungan adik ipar nya, karena selama ini Aula dengar hubungan mereka sangat di tentang oleh Mama Yoga, yang mau ingin anak nya menikah dengan Wilona.


"Iyah kak, setelah Mama Yoga tau kelakuan Wilona di saat diluar Mansion Permana" Ella menjawab dengan menatap kekasih nya bermain di lapangan.


"Emm, kamu mau tunangan sama dia???"


"Iyah kak"


Aura dengan Ella terus bercerita, tidak tidak lebih tepat nya Aura yang kepo dengan hubungan Adik ipar nya, maklum yah Aura kan ratu nya kepo wkwkwk.


Saat tangah asik mereka mendengar suara dingin dan berat, mereka melihat pria dewasa yang ada di belakang mereka, dengan gaya cool nya tangan yang di masuk ke dalam saku celana.


"Kak kau ada di situ kayak patung pancoran saja" Ejek Aura yang memang tidak perna akur jika bertemu dengan David


"Kau, adik dujanam sekali" kesal David yang mendekat kearah Aura.


"Sayang ayo kita pulang, kamu enggak ada jam lagi kan???" tanya David yang sudah ada di depan Aura


"Iyah kak, ayo aku mau makan ayam bakar madu"


"Yah udah sayang ayo" David mengulurkan tangan nya, Aura menerima uluran tangan David.


"Adik kecil kita pulang dulu yah, baik baik di sini" dengan mengacak acak rambut Aura.


"Kakak .... Sialan kau" pekik Aula yang merasa kesal karena rambutnya di acak acak David, sedangkan Aura geleng geleng kepala melihat tingkah Suami dan adik nya.

__ADS_1


"Kakak selalu saja membuat nya kesal" Lirih Aura


"Hahaha,, dia yang mulai sayang" David membelah dirinya sendiri.


Berbeda dengan Aula dan Ella yang kini masih ada di tepi lapangan dengan melihat permainan Yoga dengan yang lain, tapi saat mereka tangah asik, mereka di kejutkan dengan gertakan.


"Haaahhhh...."


"Eh anak anak" Ella mengatakan dengan mengusap dadanya.


"Sialan" begitupun dengan Aula yang juga mengusap dada nya.


"Hay duo kakak" sapa Bulan dan Bintang cengengesan di depan Aura dengan Ella.


"Kalian berdua mau bikin aku dan kak Aula jantungan terus metong di sini???" kesal Ella


"Lebai banget kak, kalau metong di kubur lah" Bulan menyahut dengan enteng nya.


"Sialan kau anak onta" Ella semakin kesal dengan Bulan.


Aula menatap seseorang yang ada di balik pohon yang sedari tadi melihat kearah Dirinya dengan Ella atau juga melihat permainan basket, yang jelas sangat mencurigakan. "Kamu tadi berangkat sama siapa dek???" tanya Aula yang khawatir orang itu mengincar salah satu dari dirinya atau Ella.


"Kenapa kak?? Aku berangkat sama Yoga, jadi pulang sama dia" tanya Ella yang enggak biasanya calon kakak iparnya bertanya seperti itu.


"Kakak mau nebeng??" tanya Ella yang mungkin saja kakak ipar nya mau nebeng karena hari ini Ar sama Arion enggak kuliah karena ada yang harus mereka kerjakan.


"Enggak kok kak, aku juga mau ketemu sama Mommy bilang kalau aku mau numpang makan" Cicit Ella.


"Eh anak konda bilang aja mau numpang makan, Papi yang lain kan enggak ada di Mansion mangkanya kamu mau numpang makan" Aula yang menebak pikiran adik ipar nya


Ella bukan nya saki hati dengan apa yang dikatakan Aula dia malah cengengesan enggak jelas, karena memang mereka sudah saling mengenal dan sudah saling paham karakter satu dengan yang lain. "Tau aja kamu kak"


"Yah sudah panggil si kaku"


"Hah kaku siapa kak??"


"Yah pacar kamu adek"


"Kan kak Rion sama aja kak"


"Ah iya juga aku lupa kalau di kaku satu lagi"


Ella memutar bola mata nya malas mendengar kakak ipar nya yang tidak sadar kalau tunangan nya sama saja, sama dingin dan kaku.


Ella beranjak dari duduk nya berjalan mendekat kearah tengah lapangan. "Kak Yoga" semua teman teman Yoga menatap perempuan cantik berjalan kearah tengah lapangan.

__ADS_1


Yoga yang melihat teman teman nya menatap Ella pun geram. "Bubar" pekik Yoga mengalikan pandangan teman teman yang tadi menatap Ella kini menatap Yoga malas.


"Sih datar mah gitu" gerutu teman teman Yoga.


"Tau, gue kira masih sama sih onde onde eh malah sekarang sama bidadari"


"Bubar"


Suara dingin itu mampu membuat teman teman nya merinding, menjadikan mereka membubarkan diri masing masing. "Udah ah gue pulang mau beli mie ayam jumbo yang ada di depan gang komplek gue" Lirih Angga dengan berjalan kearah tepi lapangan. Di ikuti yang lain yang juga berjalan menepi membubarkan diri masing masing.


"Ayo pulang kak"


"iyah sudah ayo"


"Kak Aula nebeng kak boleh kan???"


"Boleh"


"Makasih iyah kak"


"Iyah"


Ella, Aula dan juga Yoga berjalan kearah parkiran kampus untuk pulang mengantar Aula pulang ke Mansion. Saat tengah berjalan kearah parkiran mereka mendapatkan serangan yang entah di tunjukan kepada siapa, yang jelas kini pisau kecil sudah ada diantara jari tangan Ella.


Ella menghentikan langkah kaki nya yang di ikuti Aula, begitupun dengan Yoga karena Ella dan Aula mendengar Ell yang menahan sakit.


Shees..


"Sayang"


"El"


"Main belakang"


Aula melihat pisau kecil yang ada di sela jari tanga Ella, yang mampu menggores jari tengah Ella. "Sayang kamu enggak apa apa kan???" tanya Yoga panik


"Kamu baik baik saja kan El???"


"Tenang saja aku sangat baik, ini hanya luka kecil" Ella menenangkan Kakak ipar dengan Kekasih nya.


Mereka kembali melanjutkan melangkah untuk ke parkiran kampus dan segera pulang ke Mansion Alexander.


Setengah jam berlalu, mobil Yoga sudah memasuki Mansion mewah milik Dion, Mereka bertiga turun dari dalam mobil, berjalan kearah teras Mansion.


Mereka bertiga duduk di ruang keluarga membahas apa yang terjadi di kampus tadi, tidak lama mereka membahas, Nisa datang dan ikut mendengarkan apa yang mereka alami, Nisa sangat Kesal dengan main belakang. Apa lagi Ella sampai terluka.

__ADS_1


Nisa menyarankan anak anak nya untuk lebih hati hati dan menyuruh Yoga agar menginap di Mansion nya menemani Ella. Yoga mau untuk menginap di Mansion Dion sesuai keinginan Nisa dan Ella.


__ADS_2