CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DI MANSION ERICK


__ADS_3

Halima bersandar pada dada bidang Eko yang bersandar di sandaran ranjang, Eko memeluk Halima dengan sayang. "Apa kamu baru menemui nya???"


"Iyah Pa!!"


"Apa yang kamu dapat sayang???"


"Tidak ada Serly tidak mau mendengar apa yang aku katakan"


Eko menghela napas lelah mendengar apa yang dikatakan oleh Halima istrinya sekaligus Ibu dari Serly, Eko mengusap lembut kepala Halima dengan sayang. Memang dasar nya Eko sangat Mencintai Halima dia juga sangat memanjakan Istrinya.


"Mas Maafkan aku yang tidak bisa menjadi ibu yang Baik untuk Serly"


"Ini bukan karena kamu! Ini semua di luar kendali kita sebagai orang tua Ma"


"Tapi tetap saja Mas jika aku tidak terlalu memanjakan nya mungkin dia tidak akan menjadi seperti ini"


"Sudahlah jangan kamu pikirkan semua ini sudah terjadi!!! Kita lihat saja sampai mana Serly bertingkah karena kita juga sudah diperingatkan oleh Erick"


"Jika Mas Erick tidak lagi membantu Perusahaan kita apa akan baik Mas"


"Tentu saja tidak kita akan bangkrut"


"Dulu modal yang Erick berikan kepada ku cuma cuma tidak meminta ganti, dan saat perusahaan maju pesat aku melupakan kalau semua yang aku dapat dari nya!! Sampai kemarin aku dengan tega memutuskan hubungan ku dengan nya"


"Sudahlah Mas jangan menyesal semua sudah terjadi mari kita jalani saja"


"Iyah Ma"


Halima semakin mengeratkan pelukannya kepada Eko begitu pun dengan Eko yang semakin memper erat pelukan nya kepada halima.


Berbeda dengan Halima dan Eko di Mansion Erick, Dyah masih mendiamkan Erick dia masih tidak mau di berbicara atau menjawab apa yang di tanyakan oleh Erick. Dyah selalu menghindar dari Erick entah kenapa Dyah masih mendiamkan Erick.


"Mom kenapa kamu masih tidak mau berbicara dengan ku???"


Dyah tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Erick, Dyah memilih membolak balikan majalah yang ada ditangan nya dangan bersandar di sandaran Ranjang kamar mereka.


Erick mencoba memegang tangan Dyah tapi di tepis oleh Dyah tangan Erick. Erick sangat bingung harus bagaimana karena dia sudah memberi bukti bawa diri nya tidak selingkuh dari nya apalagi mempunyai anak dari wanita lain.


"Apalagi sayang???"


"Sudah lah menjauh dari ku sialan"


"Aku kan sudah memberi bukti sayang!! Apalagi kenapa kamu masih tidak mau bicara dengan ku"


"Aku tidak sepenuh nya percaya dengan kamu Erick"


Erick menghela napas mendengar apa yang dikatakan oleh Istri tercinta nya, Erick tidak percaya bawa Dyah sangat sulit untuk mempercayai nya. Padahal dia sudah memberikan bukti yang akurat tidak di manipulasi apa pun.

__ADS_1


"Aku kan tidak tau kebenaran nya yang aku tau kamu mengantar Halima pergi ke dokter kandungan dan juga bertemu dengan klain perempuan muda nan Seksoiiii tanpa memberi tahu ku dan mengajak ku"


Glekkk


"Mati sudah aku Dyah mengetahui" batin Erick


"Kan kamu lagi marah dengan ku sayang"


"Alasan saja kamu!! Kamu saja yang ingin berdua dengan nya"


"Tidak sayang bukan begitu"


"Lalu membahas apa sampai 2 jam"


"Kan di sana ada asisten aku dan sekertaris aku sayang"


"Tapi jauh dari tempat kalian meja kalian"


Glek..


Erick menatap Dyah dengan sangat intens dia berharap Dyah tidak mengetahui semua yang terjadi tadi bisa benar benar tamat Riwayat Erick.


"Kenapa kamu diam saja?? Berharap aku tidak tau kalau kamu dengan perempuan tadi yang terjadi!! Kamu berharap aku tidak tau dia memegang tangan keriput mu ini???"


"Tangan mana yang dia pegang Erick biar bersihkan noda nya"


"Tidak!!! Kamu tau dari mana Sayang dari asisten kamu??? Dia memberikan info yang salah sayang"


Erick terus menatap Dyah, Erick tidak mau kecolongan dengan Dyah yang akan menyerang nya secara tiba tiba dan membaut nya harus was pada dengan Dyah.


Pak pak pak Bruk


Erick tersungkur di lantai karena Dyah menyerang nya secara mendadak dengan kekuatan Dyah keluarkan semua.


"Sayang kamu tega sekali"


Erick bangun dari lantai dingin kamar nya dengan mengusap punggung yang yang mencium lantai terlebih dalu. untung saja Anak anak tidak mengetahui apa yang terjadi di kamar nya kalau tidak Erick sudah pasti menjadi bahan olokan Anak anak nya.


"Aku tidak akan mengulangi nya lagi sayang"


"Aku tidak percaya dengan buaya seperti kamu"


"Sayang, Cinta, Honey, Mommy, Love" Erick sangat frustasi di buat Dyah


Dyah bangun dari duduk nya berjalan ke arah pintu dan tentu saja Erick mengikuti Dyah di belakang nya dan tidak terlalu dekat dengan Dyah karena Erick masih Was was dengan Dyah.


Ceklek..

__ADS_1


Dyah keluar dari dalam kamar begitupun dengan Erick yang masih mengikuti Dyah seperi anak itik mengikuti Induk nya dengan masih mengusap punggung nya yang masih terasa Nyeri.


Dyah dan Erick masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah karena ingin menyiapkan makan malam untuk anak dan menantu nya. Oh yah berserta Erick suami nya.


Mereka berdua keluar dari lift dan berjalan ke arah dapur saat masuk ke dalam dapur mereka berdua melihat Nisa sedang memasak di dapur.


"Sayang"


Nisa menoleh ke arah sumber suara dan melihat Dyah dan Erick yang ada di ambang dapur entah apa yang akan dilakukan Dyah dan Erick disana. Mereka berdua masuk mendekat ke arah Nisa yang terlihat sangat sibuk.


"Iya Mom"


"Masak apa nak??? Mommy mau memasak!!


"Nisa sudah memasak Mom. Mommy istirahat saja, Nisa memasak Ayam bakar pedas manis dengan sayur nya Mom"


"Emm enak ini Daddy akan makan banyak malam ini"


"Hehhe iyah Mom"


Saat Erick, Dyah dan Nisa sibuk di dapur mendengar teriakan dari luar dan siapa yang berteriak di senja senja. Jika semua orang tengah sibuk sendiri perempuan yang ada diluar mansion berteriak seperti orang gila mengunakan Toa.


Semua penghuni Mansion Erick keluar melihat siapa yang ada diluar mansion dengan berteriak memanggil Nisa dan Dion. Saat mereka keluar mansion penjaga mendekat ke arah keluarga Erick siapa yang berteriak di depan gerbang.


"Nona Serly seperti orang gila berteriak teriak di depan gerbang Nyonya Tuan"


Erick dan Dyah mendekat ke arah gerbang dan benar saja Serly ada di depan gerbang Mansion dengan memanggil Dyah dan Erick. "Apa yang kamu lakukan???"


"Tante aku ingin menikah dengan Dion"


"Kamu gila"


"Karena Dion Om Erick"


"Tutup mulut kamu Ser!! Pergi dari mansion kami"


"Dengan membawa cinta ku Kan tan???"


"Kamu benar benar gila Ser"


Dyah mengotak atik ponsel yang dia bawa lalu menghubungi seseorang lewat ponsel nya setelah berbarapa lama Dyah memutuskan sambungan telpon nya.


Setenga jam berlalu mobil putih datang dan empat laki laki turun dari mobil dengan menggunakan baju putih putih mendekat ke arah Dyah.


"Maaf mana orang gilan nya"


"Itu" Dyah menunjuk Serly yang masih berteriak kencang menggunakaa toa"

__ADS_1


Keempat laki laki itu mendekati Serly lalu memegang nya membawa Serly naik ke dalam mobil dan tentu saja Serly memberontak saat di pegang empat laki laki yang datang membawa mobil putih.


Dyah mengirim Serly ke rumah saki jiwa dan orang yang Dyah hubungi tadi adalah teman nya yang menilik rumah sakit jiwa.


__ADS_2