
Sesuai perkataan Dyah sebelum Nisa dan Dion pinda ke mansion Nya, Dyah ingin Nisa menguasai senjata dan ilmu bela diri. Agar Nisa bisa membalas semua orang yang menyakitinya.
Kini menantu dan mertua itu ada di ruang khusu yang ada di mansion Erick dimana tempat Erick melatih Dyah dan keempat anak anak nya.
"Sayang kamu sudah siapkan???"
"Sudah mom"
Dyah mulai mengajarkan kuda kuda kepada Nisa, mengajar kan satu jurus, Dyah ingin Nisa menguasai semua nya sampai ke dasar, Karena musuh di luar sana banyak bukan hany Serly saja.
Setelah Nisa sudah menguasai satu jurus Dyah mengajarkan jurus lain kepada Nisa, Dyah dan Nisa sampai jam makan siang baru selesai. Bukan hanya belah diri melainkan menggunakan senjata api Dyah ajarkan hari ini.
"Kita sudahi untuk hari ini nak"
"Terima kasih mom"
"Iya sama sama nak, ayo kita makan siang dulu lalu bersih bersih"
Dyah dan Nisa berjalan keluar ruangan khusu itu dan jelas saja twin ikut masuk ke dalam ruang khusu. Karena Nisa tidak mau jauh dari twins.
Setelah makan Siang mereka masuk ke kamar masing masing, Nisa masuk ke kamar nya diikuti dua baby sister masuk ke dalam kamar Nisa. Nisa langsung masuk ke dalam kamar mandi.
belasan menit berlalu Nisa keluar dari kamar mandi, dan melihat dua baby sister duduk di lantai depan stroller twins.
"Mbak kenapa kalian duduk dibawa???"
"Tidak apa apa Nona"
"Duduk lah Di atas sofa mbak"
"Tidak, kami disini saja"
"Ayo lah anggap saja saya ini saudara kalian, jangan sungkan dengan ku mbak"
"Tapi Nona???"
"Tidak ada tapi tapi, kalau kebanyakan tapi gaji kalian akan saya potong"
Setelah mendengar Nisa mengatakan gaji mereka akan dipotong Umi dan Susi duduk di atas Sofa. sedangkan Nisa masuk ke dalam walk in closet.
Ceklek..
"Dimana Nona???"
"Di ruang ganti nyonya besar"
"Baik lah kalau begitu, kalian istirahat lah biar saya yang menjaga twins"
__ADS_1
"Baik nyonya besar"
Umi dan Susi pergi dari dalam kamar Nisa, kini Dyah yang menjaga twins. Twins sedang tidur di dalam Stroller, entah kenapa Umi dan Susi tidak memindahkan twin.
"Mommy"
"Sayang"
"Kenapa Mommy ada di sini???"
"Mommy ingin membahas toko berlian milik kamu nak!!!"
"Kenapa Mom???"
Dyah mendekat ke arah Dyah yang ada di sofa kamar nya, Nisa duduk disamping Dyah yang sedang memandang twins.
"Kamu tidak ingin membuka cabang baru nak???"
"Itu akan membuat Mommy semakin sibuk"
"Lalu apa kamu tidak mau memperluas lagi sayang???"
"Kita sudah membuka cabang di berbagai negara Mom, itu membuat Mommy sangat sibuk setiap hari"
"Demi kamu dan sampai twins agak besar, mommy akan kembalikan ke kamu sayang"
"Di Bandung atau di Jakarta itu terserah kamu sayang"
Mereka membicarakan bisnis Nisa yang sangat berkembang pesat saat ini, Dyah juga menyarankan agar Nisa lebih memperluas lagi bisnis nya.
Dyah sebagai orang tua hanya bisa mendukung anak anak nya, terutama Nisa dan Kiya yang terkadang masih labil. Kiya sendiri memiliki bisnis butik seperti Dyah dan cabang nya banyak yang dia dirikan di negara lain.
Banyak yang Dyah dan Nisa bahas selain bisnis yang sedang naik pesat juga membahas twins, selain itu Dyah juga membahas Dion dan Nisa yang akan tetap tinggal di mansion nya sempai Serly di tangkap oleh anak buah Dyah dan Dion.
Dan juga Nisa harus semkin serius untuk belajar, setelah Erick pulang Dyah akan menyuruh Erick untuk mengajar Nisa langsung.
"Kenapa tidak Dion sendiri yang mengajari nya???"
"Karena Dion harus berkerja dan hanya saat Dion libur kerja barulah Dion sendiri yang akan mengajari Nisa"
Tidak terasa pembahasan mereka sampai sore, dimana sekarang Dion sudah pulang ke mansion. Dion yang melihat ada Mommy nya ada di dalam kamar mereka pun bingung, tumben sekali Mommy di sore hari tidak membaut desain.
Dan saat itu juga Dyah dan Nisa sadar kalau waktu sudah sore dimana Dion yang sudah memasuki kamar nya.
"Kamu sudah pulang nak??"
"Sudah Mom, bagaimana Mommy tadi mengajari Nisa???"
__ADS_1
"Yah hasil nya cukup cepat"
Dion mendekat ke arah Nisa lalu mencium kening Nisa dengan sayang, setelah itu mengusap lembut pucuk kepala Nisa.
Setelah itu Dion beralih kepada twins yang sudah bangun di dalam stroller. "Sayang kalina tidak nakal kan hari ini???"
"Tidak Daddy" Nisa menyahut dengan nada seperti anak kecil
Dion tersenyum mendengar suara Nisa yang menirukan anak kecil, Setelah mendengar suara Nisa Dion mencium pipi gembul Aura dan Aula.
"Aku mandi dulu yah sayang, aku mandi dulu mom"
"Iyah Mas, Iyah nak"
Dion menaruh tas kerja nya dimeja yang ada didepan Dyah, Setelah itu Dion masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Dyah pamit kepada Nisa mau ke kamar nya.
Setelah Dyah pergi Nisa masuk kedalam kamar mandi untuk mandi bersama Dion, Dion yang melihat Nisa masuk pun dengan semangat.
"Sayang"
"Aku ingin mandi dengan kamu???"
"Apa pintu kamar sudah kamu kunci???"
"Sudah mas, twins juga sudah tidur setelah mommy pergi"
"Apa kita olahraga sayang???"
"Hemm boleh mas, aku juga tidak datang bulan"
"Jadi kemarin kamu membohongi ku sayang"
Nisa terkekeh melihat wajah melas Dion, Nisa mendekat ke arah Dion yang sedang ada dibawa shower.
Tentu saja Nisa sudah tidak memakai busana, Dion yang melihat Nisa yang polos membuat nya panas dingin apa lagi pedang nya sudah berdiri di dengan tegak.
Nisa berdiri didepan Dion, Nisa dengan berani membelai dada bidang Dion, sedangkan Dion sendiri memejamkan mata nya menikmati tangan nakal Nisa.
Nisa berjinjit untuk mencium bibir Dion bukan hanya mencium melainkan Nisa ******* bibir Dion yang merah alami dan tipis. Dion membalas apa yang Nisa lakukan.
Tangan Dion tidak tinggal diam, tangan Dion sudah menjelajah kemana mana tidak pada satu bagaian melainkan diberbagai tubuh, Nisa sendiri menikmati setiap sentuan Dion.
Mereka berdua menikmati sore dengan panas, permainan Nisa dan Dion seakan lupa dengan masalah yang mereka hadapi.
Nisa dan Dion menyudai acara olahraga sorenya dengan lemas di dalam bathtub yang penuh dengan air hangat. Mereka berendam dalam bathtub dengan banyak busa dan air hangat.
Setelah cukup lema kedua nya mandi bersama dengan Dion yang memandikan Nisa, karena Nisa yang sudah sangat lemas untuk sekedar mandi. Menjadikan Dion yang memandikan Nisa.
__ADS_1
Setelah mandi Nisa dan Dion memandikan Aura dan Aula bersama. Karena mereka sudah bangun saat Nisa dan Dion keluar dari dalam kamar mandi.