CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
SATE AYAM DAN ES KRIM


__ADS_3

David menatap Istrinya ngeri bagaimana tidak David hanya makan satu suap saja kepalanya terasa keluar api, telinga nya keluar asap, tapi istrinya tengah menyantap tanpa memiliki rasa pedas, Seakan lidah nya terasa mati rasa. David dengan Indah menatap Aura yang kini sampai meneguk kuah bakso yang merah menyalah.


"Sayang Are you okay??" David bertanya dan menatap ngeri istrinya yang sudah selesai makan bakso pedas nya.


"Hemm, iya kak aku enggak apa apa, kenapa??" Aura menatap suami nya heran pasal nya dirinya sangat baik kenapa Suami nya bertanya seperti itu.


"Tidak hanya saja kamu terlihat sangat cantik" David mengalikan pembicaraan mereka


"Benarkah kak aku makin cantik?? Tidak jelekkan kak???"


"Bagaimana bisa istri kau jelek, sayang itu tidak aka mungkin"


"Apa tidak terlihat gemuk aku kak?? Nanti kakak cari yang langsing lagi" Aura mengerucutkan bibirnya, Aura yang semakin manja kepada David, tidak membuat pria dewasa itu kesal melainkan bertambah senang.


"Hahah,, mana mungkin sayang, yang ada di dalam hati aku cuma ada Aura seorang"


"Emm so sweet kak"


"Baik lah kita kekantor sekarang?? Kamu yakin enggak kuliah sayang??"


"Yakin kak" Aura beranjak dari duduk nya, begitupun dengan David yang juga beranjak dari duduk nya. suami istri itu pamit kepada Indah yang sedari tadi ada bersama mereka.


Setelah Pamit kepada Indah, David dengan Aura pergi meninggalkan ruang makan. David dan Aura sudah ada di halaman Mansion.


David membukakan pintu mobil untuk Aura, setelah Aura masuk kedalam mobil, David memutari mobil untuk masuk kedalam sisi mobil.


Tiga puluh menit berlalu David dengan Aura sudah ada di depan kantor, seperti saat berangkat David akan membuka pintu untuk Aura. Mereka berjalan masuk kedalam gedung yang menjulang tinggi di depan mereka.


Saat sampai lobby Aura dan David melihat Dua wanita yang duduk di kursi tunggu, Aura menatap satu persatu dengan memeluk lengan suaminya. "David" Salah satu dari perempuan itu memanggil David dengan manja.


David menatap perempuan itu dengan wajah datar nya, David tidak menyahut tapi David menatap perempuan itu dengan pandangan bertanya. "Kamu enggak ingat sama aku Vid?? Aku Kristin, mantan pacar kamu" yah gadis itu Kristin mantan pacar David saat SMA.


Aura menatap David dengan pandangan bertanya, David yang merasa di tatap pun menunduk dia melihat Aura tengah menatap nya. "Kenapa sayang???"


"Apa dia mantan kakak???"


"Aku tidak ingat yang aku ingat kamu saja"


Plakkkk.....


"Vit, aku interview di sini aku langsung di terima yah, kan kita saling kenal??" Kristin berusaha mencari jalan cepat masuk kedalam perusahaan.


"Boleh mbak tapi jangan pakai baju yang kurang bahan lagi" Aura menyahut dengan menatap Kristin dengan wajah polosnya.


"Kok kamu yang nentuin kamu siapa nya yah??" Kristin menatap Aura dengan pandangan tidak suka nya.


"Emm, Aku?? Aku Nyonya di sini, Istri David" Aura menatap Sinis Kristin.


"Kamu menikah dengan anak kecil ini?? Kamu bercanda kan???" Kristin tidak percaya kalau Aura Istri David pasal nya Aura terlihat seperti anak yang masih di bawa umur. Masih terlihat sangat imut


"Maaf yah Mbak, aku memang awet muda!! Mbak nya malah terlihat seumuran dengan Mommy saya" Ejek Aura


"Sayang sudah lah kamu enggak baik lama lama berdiri, Ingat sayang kamu tidak sendiri" David mengajak Aura untuk pergi dari sana kalau enggak David yakin pasti ada drama.

__ADS_1


"Dan kamu akan menjalani peraturan yang berlaku di perusahaan, saya enggak peduli, teman, sahabat, pacar atau Mantan, semua harus ikuti prosedur" ucap David tegas dengan melangkah meninggalkan lobby.


Kristin menatap David dengan Aura yang sudah menghilang di telan pintu Lift. Kristin sangat geram dengan Aura yang sok sok menjadi Nyonya.


Sedangkan di dalam lift Aura menatap David dengan pandangan bertanya, David yang menyadari itupun menatap Aura yang ada di samping nya. "Kenapa sayang??"


"Mantan Kakak seumuran dengan Mommy???"


"Hahah.. Apa dia terlihat tua sayang??" David bertanya kepada Aura bagaimana menurut Aura tentang mantan David.


"Iyah kak, bahkan lebih muda Mommy kayak nya"


"padahal dia di bawa ku dua tahun sayang" David memberi tahu Aura,


"Apa??? Sungguh kasihan sekali dia, tua sebelum saat nya kak" Lirih Aura dengan masih menatap Suami nya.


David tidak menjawab apa yang di katakan oleh Aura, David mengendong Aura keluar dari dalam lift karena dia enggak mau kalau sampai istrinya merasa kelelahan.


Aura membuka pintu ruangan David, David masuk dengan mengendong Aura. David mendudukkan Aura di sofa yang ada di sana, setelah itu David berjalan kearah kursi kebesarannya, untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Sedangkan Aura kini sudah bermain ponsel nya terkadang sampai perempuan yang tengah hamil muda itu tertidur sampai sore atau jam makan siang. David sesekali melirik Aura yang tengah sibuk dengan ponsel nya.


...****************...


"Bab, pulang kuliah aku ada meeting enggak bisa temenin kamu buat beli buku" Aula yang berjalan di samping Arion mengatakan kalau dirinya enggak bisa menemani nya untuk mencari buku yang memang mereka perlukan.


"Enggak apa apa sayang!! Nanti aku akan antar kamu dulu"


"Baik lah sayang makasih yah"


"Iyah"


"Hemm"


"Kenapa kamu sangat tampan???"


"Yank" Arion tidak menjawab pertanyaan Aula, kini malah Arion yang memanggil Aula.


"Iyah" Aula yang merasa di panggil pun menyahut.


"Kenapa kamu sangat cantik??" Arion membalik pertanyaan Aula untuk nya.


"Karena Mommy ku cantik dan Daddy ku juga tampan"


Arion menatap Aula dengan tidak percaya, bagaimana bisa dia menjawab seperti itu sedangkan dirinya tidak sampai memikirkan itu. "Ghemmm, kamu memang yang paling pintar sayang"


"Tentu sayang"


"Aku nanti malam kalau enggak chat kamu berarti aku ada di Markas latihan sayang" Arion memberi tahu Aula, sebelum Aula berpikiran yang tidak tidak tentang dirinya saat tidak membalas chat nya.


"Ah iyah yank"


Mereka kembali masuk kedalam kelas untuk menyelesaikan jam kuliah yang terakhir sebelum mereka akan sibuk dengan aktifitas yang lain.

__ADS_1


Jam berlalu begitu sangat cepat Aula dan Arion sudah menyelesaikan jam kuliah mereka, kini Arion dan Aula ada di parkiran kampus.


Sesuai yang di katakan oleh Arion tadi, Arion akan mengantar Aula terlebih dahulu untuk meeting di resto yang tidak jauh dari tempat kuliah mereka. Aula keluar dari dalam mobil saat Arion sudah membuka pintu mobil nya..


"Selamat berkerja sayang"


"Iyah makasih sayang"


"Aku pergi dulu yah yank???"


"Iyah kamu hati hati yah"


"Iyah"


Aula masuk kedalam Resto, sedangkan Arion akan mencari buku yang di butuhkan oleh dia dan juga Dirinya.


...****************...


Meninggalkan Aula yang tengah meeting di kantor David, Aura tengah menatap Sekertaris Suami nya yang hari ini berpakaian dengan baju yang memperlihatkan lekuk tubuh nya, apa lagi bagian dadanya sungguh tak pantas disebut Sekertaris. "Lia"


"Iyah Bu"


"Besok kamu pakai baju yang layak nanti suami saya yang akan memberi uang untuk membeli baju yang layak"


"Ha,, bagaimana maksud nya bu??"


"Baju kamu tidak layak, lihat bentuk tubuh kamu terlihat semua. Sampai ada laki laki kurang ajar kamu di tikam bagaimana???" Aura sesama perempuan saja ngeri lihat baju yang di pakai oleh Sekertaris suami nya.


"Iyah bu nanti saya cari baju yang sesuai dengan ibu" Lia memang sangat patuh karena selama ini dia berpakaian seperti itu hanya suka tidak untuk menggaet bos pada umum nya.


"Nanti setelah pulang kantor kamu ke sini lagi buat ambil uang yang akan di berikan Pak David cuma cuma"


"Tidak bu terima kasih"


"Sudah lah Lia jangan menolak atau kamu mau anak saya ngeces???"


"Hahah.. Tentu saja tidak bu!! Kalau begitu saya kembali ke meja saya, bu, pak"


"Iyah"


Setelah kepergian Lia, Aura mendekat kearah David duduk di pangkuan David. Aura mulai bermanja kepada David.


"Kak, aku ingin makan sate ayam dengan es krim"


"Hah???"


"Kenapa Kak???"


"Sayang kamu jangan aneh aneh yah"


"Aneh aneh apa sih kak???"


"Makan sate aja yah sayang, cinta"

__ADS_1


"Enggak mau, Maunya Makan sate dengan ea krim"


Dengan sangat berat David menuruti kemauan Aura, karena Aura terus merengek bak anak kecil minta mainan kepada ibu nya.


__ADS_2