CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DAVID KEKASIH AURA


__ADS_3

Aura sudah di perbolehkan pulang setelah kondisinya di nyatakan benar benar baik, hasil pemeriksaan terakhirnya juga sangat bangus, Aura diperbolehkan pulang tapi dengan catatan Aura enggak boleh terlalu membawa barang yang terlalu berat.


Aura sudah bersama dengan Nisa dan Dion di dalam mobil, mereka langsung akan pulang ke Mansion dimana semua keluarga sudah menunggunya pulang, mulai dari Aunty, Uncle, dan juga para adik nya.


Sedangkan David ada di kantornya berkutat dengan berkas berkas di mejanya, meja kursi yang di tinggalkan belasan tahun demi menjadi seorang pengawal di keluarga Alexander. "Ahhh banyak banget bikin pusing saja, mana lagi Aura pulang hari ini" Lirih David yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


David mengambil ponselnya yang ada di samping nya dia menghubungi kekasih hatinya yang dalam perjalanan pulang. Aura yang ada di samping Aula merasakan kalau ponselnya bergetar, Aura mengambil nya, melihat siapa yang menghubunginya.


"Hello sayang"


"Iyah kak"


"Kamu sudah pulang???"


"Ini masih ada di jalan, kenapa???"


"Aku mungkin akan datang terlambat sayang???"


"Kenapa???"


"Banyak sekali pekerjaan ku sayang, Maaf yah kalau aku tidak tepat saat makan siang"


"Iyah enggak apa apa"


"Aku tutup dulu sayang, hati hati dijalan"


"Iyah"


Nisa dan Dion hanya tersenyum melihat Aura yang menghela napas berulang kali, sedangkan Aula yang ada di samping kakak nya menatap kakaknya dengan bingung. "Kakak apa yang telpon kak David???"


"Iyah"


"Kenapa???"


"Banyak kerjaan"


"Itu lah sayang, punya hubungan dengan yang lebih dewasa dengan kamu. Kamu juga harus paham David juga sudah mulai aktif dengan dunia yang selama ini dia tinggalkan"


"Iyah Mom"


"Ini yang Mommy takutkan, kamu akan merasa sendiri saat David tidak selalu ada di samping kamu, andai saja David belum bertemu dengan keluarganya dia juga akan mendapatkan pekerjaan dari Daddy"


"Aura mengerti Mom"


Dion memasukkan mobilnya kedalam Mansion nya, keempat yang ada di dalam mobil turun dari dalam mobil, mereka masuk kedalam Mansion.

__ADS_1


Nisa, Dion, Aura yang tengah di gandeng Aula masuk kedalam Mansion yang sudah sangat ramai dengan celotehan para anak anak yang berdebat entah apa yang mereka debatkan.


"Kakak" Monica turun dari pangkuan Dyah, dia berlari kearah Aura.


Semua orang menatap ke pintu Mansion nya mereka melihat Nisa, Dion Aura dan Aula yang berjalan mendekat ke arah mereka. Dyah bangun untuk menghampiri cucu nya yang baru pulang dari rumah sakit.


Dyah memeluk, mencium Aura dengan sangat sayang. "Maafkan Oma yang tidak menjenguk kamu sayang??"


"Aura mengerti Oma"


"Ayo duduk kamu harus banyak istirahat sayang"


"Aura sudah baik baik saja Oma, seharusnya Aura pulang kemarin"


"Lalu kenapa tidak pulang kemarin, kenapa Mommy kamu bilang jemput sekarang"


"Itu karena kakak tua yang meminta Aura untuk mengecek ulang Oma"


"Hahahaha"


Dyah mengajak Aura dan Aula untuk duduk di sofa, sedangkan Monica sudah ada di gendongan Dion. Mereka duduk di sofa ruang tamu, semua keluarga memeluk Aura dengan sayang, dengan meminta Maaf karena tidak menjenguknya.


Sedangkan para adik yang menjenguknya mencibir para orang tua, apalagi Yasmin putri Vino dan Aurora sungguh sangat bar bar. "Lihat Mommy dan Daddy datang hanya memberi chip saja, sungguh keterlaluan"


"Alasan saja kamu Dad"


"Mom, Lihat putri mu sungguh menjengkelkan"


"Aku mengatakan yang sebenarnya bukan"


Vino menghela napas mendengar putrinya yang terus menyerangnya dengan berbagai kata, yang lain hanya geleng geleng dan tersenyum melihat Vino dan Yasmin selalu berdebat.


"Aunty dan Uncle juga malah enggak pulang pulang dari luar kota"


"Ini anak kayak nya kurang uang jajannya hingga dia terus mengomel" gemas Fani


"Iyah kok tau Uncle, apa uncle mau memberikan aku uang jajan???"


"Tentu, dan diam. Uncle bisa pusing setiap bertemu dengan kamu selalu kamu serang"


"Hahahahha"


"Terima kasih Uncle yang baik dan tampan"


"Manis sekali mulut buaya kamu"

__ADS_1


Mereka tertawa bercanda dengan saling mengejek tapi tentu tidak ada yang merasa sakit hati, mereka tertawa seakan tidak ada beban yang ada di dalam hidup mereka, padahal dari Aura masuk rumah sakit ada musuh yang ingin menghancurkan keluarga mereka. Itu alasan kenapa banyak keluarga yang tidak datang ke rumah sakit agar keadaan Aura yang di rumah sakit tetap aman.


waktu begitu sangat cepat berlalu kini semua orang sudah ada di meja makan untuk makan siang bersama, melupakan musuh yang kapan saja bisa menyerang mereka.


"Selamat siang semua"


Semua perhatian teralihkan dengan suara yang menurut mereka tidak asing untuk mereka. Mereka menatap orang yang baru saja menyapa mereka yang ada di meja makan, para remaja yang ada di sana menatap David dengan melotot pasak nya David begitu sangat mempesona, terlihat sangat tampan, lebih tampan dari biasanya. Kemeja yang lengannya di gulung sampai siku, kemeja yang di masukkan kedalam celana kain, ikat pinggang dengan merk ternama. Jam mewah yang melingkar di pergelangan tangan David.


Yasmin yang memang bar bar mendekat kearah David yang berdiri tidak jauh dari meja makan, Yasmin memutari David, seakan dia tidak percaya kalau yang ada di hadapannya David. "Uncle David"


"Iyah"


"Hah"


"Kok bisa"


"Apa nya gadis kecil"


"Jangan memanggil ku gadis kecil Uncle, Uncle jangan seperti yang lain!!! Sudah lupakan, kenapa Uncle terlihat sangat tampan, mau kemana???"


Aura yang menuruni sikap posesif Dion mendekat kearah David dengan wajah datar dan dinginnya. "Kamu gadis kecil duduk dan makan"


"Kakak duduk dan makan"


Sebelum Aura kembali ke kursinya dia lebih dulu mengacak acak rambut David, dan tentu saja semakin membaut David terlihat menggoda. Aura berbalik menatap para wanita yang menatap David dengan kagum termasuk Dyah dan Nisa. "Mommy, Oma kenapa kalian juga menatap kak David seperti itu"


"Ghemm, tidak apa Mommy hanya memastikan kalau dia David calon mantu Mommy"


Semua orang kini menatap Nisa yang dengan pandangan bertanya, apa maksud David calon menantunya. Nisa yang merasa keluarga nya me menatapnya pun juga merasa bingung.


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu???"


"Kak maksud nya apa??? Aurora akhir nya bertanya


"Maksud kakak apa??" Nisa dengan kebingungan nya


"Ck, maksud David calon mantu kakak" kini giliran Kiya yang bertanya


"Oh itu, David kekasih Aura"


"Apa????" semua orang terkejut tapi tidak dengan Aula, Dion dan Dyah.


"Ayo makan dulu nanti setelah makan siang akan aku jelaskan secara detail kepada kalian semua"


Nisa akhir nya menyuruh mereka makan siang terlebih dahulu sebelum membahas Aura dan David yang sudah menjalin kasih. Nisa juga akan menjelaskan siapa sebenar nya David, dan akan memberi tahu kalau David bukan lagi pengawal Aura dan Aula.

__ADS_1


__ADS_2