CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
SAH


__ADS_3

Waktu terasa begitu cepat dimana Nisa dan Dion akan melangsungkan pernikahan. Nisa dilarang bertemu dengan Dion, kalau orang jawa nama nya dipingit


Nisa tinggal di mansion Erick sedangkan Dion tinggal di apartemen nya. Dion merasa dijauhkan dari Nisa oleh kedua orang tuanya, Menghubungi Nisa saja tidak diperbolehkan, apalagi menemui nya.


Mau nikah aja dipisah gini, aku kan jadi rindu, kesel Dion yang mondar mandir diruang tamu apartemen.


"Kamu diem deh Ion aku pusing lihat nya"


Dion yang ditemani Fani sejak kemarin malam.Fani duduk di sofa ruang tamu. "Kamu itu sebagai calon adik yang baik bantuin aku biar bisa ketemu atau mendengar suara Nisa bukan nya cuma ngeliatin orang tampan kayak aku" Dion dengan narsis nya.


"Heh wajah tembok seenak nya aja kamu nyuruh aku kalau ketahuan mommy aku juga yang kena"


"Kamu bilang apa tadi wajah tembok??? anda tidak berkaca, tidak punya kaca iya???"


Mereka malah berdebat yang tidak penting. "Kalian berdua sama saja muka tembok, muka dingin, jadi jangan saling ejek" Suara dyah yang terdengar dari belakang Dion.


Dion menoleh melihat mommy nya datang."Mom, mommy kesini sama siapa???" tanya Dion


"Sendiri kamu liat mommy memang sama siapa?? lagian orang disini hanya ada mommy yang baru masuk"


"Mana Nisa mom???" Tanya Dion


"Yah di mansion lah ngapain mommy bawa bawa Nisa ke mana mana"


..."Aku lelah mom berdebat dengan mommy yang, benar ada nya kalau perempuan selalu benar dan tidak pernah salah". Dyah dan fani hanya terkekeh...


"Kamu hanya perlu mengaku kekasih dari perempuan ini"


Serly menunjukan foto Nisa. "Kamu sudah menjalin kasih selama dua tahun dengan dia, kamu harus buat semua orang yang ada di sana percaya sama kamu kalau kamu berhasil kamu akan mendapat bayaran dobel dari aku"


"Baik asal bayaran cocok karena ini resiko nya tinggi. Kalau samapi ketahuan tamat riwayat ku"


"Kamu jangan perna bilang kalau yang menyuruh kamu itu aku, karena bayaran yang kamu minta tidak lah sedikit, Kalau kamu berani bawa bawa nama ku. Aku akan pastikan kamu tidak akan hidup tenang"


Setelah mengatakan itu serly pergi dari sana. "Aku sudah muak melihat perempuan sialan itu yang sudah berani ambil Dion dan sekarang akan menjadi nyonya Alexander. Aku tidak akan membiarkan nya. Karena yang pantas menjadi nyonya Alexander cuma aku. Perempuan modis , cantik, pintar, kaya dan paling penting dari kalangan yang sama dengan Dion. Perempuan miskin tidak tau diri itu harus benar benar aku singkirkan dari hidup Dion"


"Kak, apa yang kakak rasakan sekarang" Tanya Kiya


"Kakak gugup banget padahal masih besok, masak iya kakak sudah mau menikah, apa kakak mimpi yah. Baru juga lulus kuliah baru juga kerja eh lah kok sudah menikah"

__ADS_1


"Hehehe kakak lucu banget sih, pantesan kak Dion suka kakak orang kakak polos gini. kiya


"Kamu nanti juga akan merasakan apa yang kakak rasa kan sekarang. Kalau nanti Fani sudah ngajak kamu nikah pasti kamu tidak akan bisa tidur kayak aku" Ledek Nisa


Kiya dan Nisa saling bercanda dan tawa dikamar Nisa, tidak tau saja kalau ada pasang mata yang melihat interaksi mereka, Vino yang awal nya ingin menemui adik nya untuk mengajak jalan keluar buat beli kado untuk kakak mereka, Vino urungkan karena mendengar suara cekikikan dari dalam kamar Nisa, kamar yang tidak tertutup rapat membuat Vino tau apa saja yang mereka bicarakan


"Kak Nisa memang polos pantes buat kak Dion yang notabennya menyukai perempuan polos, yang sayang keluarga seperti peri kecil yang sering dia dengar dari sang kakak"


Dion akan cerita sama Vino saat pulang dari danau. Tapi setelah Nisa kecil pergi Dion berubah menjadi tertutup, dingin saat diluar mansion, egois tidak perna dekat dengan perempuan mana pun.


"Untung kak Dion menemukan peri kecil nya kembali, kalau tidak mungkin mak lampir itu akan selalu cari cara buat deketin kak Dion" Batin Vino


Vino Yang sedang melihat Nisa dan Kiya masih tertawa lepas Vino meninggalkan mereka Vino memilih pergi sendiri dari pada mengganggu adik nya.


"Dad, aku pergi dulu" Pamit Vino


"Mau kemana kamu??? tumben sendiri aja kemana Kiya biasanya kayak anak kembar kemana mana berdua???" Tanya Erick


"Kiya sedang bersama kak Nisa mungkin sesama perempuan menjadikan Kiya bisa leluasa bercerita selain dengan mommy" Vino


"Yah sudah kamu hati hati jangan pulang malam malam" Erick memberi pesan


Hari yang ditunggu tunggu tiba Nisa dan Dion menikah di mansion. Mansion yang sudah dihias dengan bunga mawar putih dan pink membuat mansion menjadi terlihat elegan dan mewah. Yang datang hanya kerabat dekat saja sesuai permintaan Dion. Entah alasan apa yang membuat Dion ingin akad nikah nya disembunyikan.


"Anak mommy sangat cantik, pasti Dion nanti saat melihat kamu tidak berkedip. Kebaya putih tulang melekat indah di badan kamu" Dyah memuji Nisa


"Mom, Nisa tidak punya uang receh lho untuk gombalan mommy"


"Hahahaha, kamu ini ada ada saja, mommy ini bilang apa ada nya sayang. Kamu terlihat sangat cantik pantas anak mommy menunggu kamu kembali, ternyata penantian nya membuahkan hasil" Sambung Dyah .


"Mommy juga cantik"


"Kalau mommy pasti cantik kalau tidak cantik mana mau daddy kamu" Dyah yang dalam mode narsis


Ucapan dyah sukses membuat orang yang didalam kamar nisa terkekeh. "Nisa nanti kamu keluar kalau Dion sudah sah menjadi suami kamu sebelum akad nikah kamu berlangsung kamu di sini dengan mommy dan Kiya" Dyah memberi tahu


"Baik mom" Nisa


Dion sudah duduk di kursi yang seberang meja sudah ada penghulu yang akan menikah kan nya dengan Nisa, karena Nisa sudah tidak memiliki orang tua jadi pengganti ayah Nisa penghulu, Dion yang didampingi Erick dan Vino sudah sangat gugup.

__ADS_1


"Apa tuan muda sudah siap???" Tanya penghulu


"Sudah pak" Sahut Dion


"Kalau begitu saya mulai"


"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Dion Alexander bin Erick Alexander dengan Annisa putri binti Bambang dengan maskawin berupa kalung berlian dan uang tunai 2M tunai"


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Annisa putri binti Bambang dengan mas kawinnya tersebut , tunai. Dion mengucapakan dengan tegas dan lantang


" Gimana para saksi sah"


"Sah" saut parah tamu undangan, setelah penghulu membacakan doa .


Kiya dan Dyah datang menggandeng Nisa ditengah tengah mereka. Mereka berjalan mendekat kearah Dion yang masih duduk di kursinya , Dion menatap Nisa tanpa berkedip sesuai dugaan Dyah, Anak nya terpesona oleh kecantikan Nisa.


"Dion" panggil Dyah


"Ah iya mom kenapa???" Tanya Dion


"Air liur kamu netes itu lho" Ejek Dyah


"Hah mana mom???" Dion sambil mengelap bibir nya


Hahahaha ....


Semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah Dion yang sangat lah langka, Bangai mana tidak langka Dion saat di luar mansion seperti kulkas yang berjalan, dingin, wajah yang datar. Jadi pemandangan ini membuat para saudara merasa gemas .


"Ck.. Dion


Dyah yang sudah membantu Nisa duduk disebelah Dion, Dyah melangka menuju Erick bersama dengan Kiya.


"Tuan muda, sekarang pakai kan cincin nya dijari nona muda" Penghulu


Dion menyematkan cincin dijari manis Nisa, setalah itu berganti dengan Nisa yang menyematkan cincin dijari Dion. Setelah selesai tukar cincin penghulu menyuruh Nisa mencium tangan Dion.


"Nona muda silahkan cium tangan tuan muda" penghulu


Nisa menatap Dion dengan senyum nya yang memancarkan kebahagian yang Nisa rasakan setelah itu Nisa mengambil tangan kanan Dion dan mencium nya. Setelah itu bergantian Dion mencium kening Annisa lembut, menyalurkan cinta, sayang, kebahagian yang Dion rasakan.

__ADS_1


__ADS_2