CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
KEJUTAN


__ADS_3

Nisa dan Dion sudah berada di bandara Jakarta, Dion tidak menunda lebih lama lagi pulang, selain ingin menjaga kesehatan Nisa ada malaikat kecil yang sedang bertumbuh di perut Nisa.


"Mas, kita pulang naik apa??"


"Kita naik taxi sayang, aku sudah memesan nya"


"Baik lah mas"


Mereka berdua berjalan keluar bandara dengan saling bergandengan. Dion sangat menjaga Nisa takut Nisa terluka atau saki.


"Mungkin itu taxi yang aku pesan sayang"


"Kamu tanya mas, aku sudah tidak sabar ingin pulang"


Dion mendekat kearah supir taxi. "Pak, apa taxi bapak pesanan saya??"


"Dengan mas Dion yah??"


"Benar pak"


"Mari mas saya bantu bawa barang nya"


"Terima kasih pak"


Dion membukakan pintu untuk Nisa setelah Nisa masuk Dion masuk. Didalam taxi Dion memegang erat tangan Nisa.


"Mas aku ingin makan batagor"


"Nanti kita beli yang ada didepan perumahan sayang, batagor di sana enak"


"Apa aku boleh makan tiga porsi mas??"


"Sesuai keinginan kamu sayang"


"Apa kamu bahagia mas???"


"Sangat bahagia sayang" Dion mencium tangan Nisa


Supir taxi yang tidak sengaja lihat hanya tersenyum, mengingatkan pada masa muda nya dulu saat dengan sang istri.


Dion turun dari taxi untuk membeli kan Nisa batagor yang diinginkan nya. Apa pun yang Nisa ingin kan akan Dion turuti. Tapi tidak dengan hal konyol yang satu ini.


"Mas"


"Kenapa kamu turun???"


"Aku ingin kekantor sekarang" dengan nada manja nya


Dion mengerutkan keningnya, mendengar apa yang Nisa inginkan setelah membeli batagor.


"Sayang ngapain ke kantor???"


"Aku ingin melihat roti sobek milik mas Fani"


Mata Dion melotot dengan apa yang istrinya inginkan, Jelas Dion tidak rela Nisa melihat perut Fani.


"Sayang kamu jangan aneh aneh yah"


Nisa menunduk, meremas jari tangan nya sendiri. Mata yang berkaca kaca. " Kalau tidak boleh yah sudah". Nisa kembali masuk ke dalam taxi


Dion melihat mata Nisa yang berkaca kaca, tidak tega untuk menyakiti hati istrinya tapi permintaan nya sungguh konyol.


"Ini mas pesanan nya"


"Ini uang nya, ambil kembalinya"


"Terima kasih mas"


Setelah itu Dion masuk kedalam taxi, melihat istrinya menghadap keluar jendela. Tidak menghiraukan Dion yang sudah masuk ke dalam taxi.


"Pak putar balik, kita akan pergi ke tempat lain"


"Baik mas"

__ADS_1


Dion terpaksa menuruti kemauan Nisa yang ingin datang ke kantor, dan melihat perut Fani. Dengan berat hati dan rasa kesal nya.


"Sayang"


"Jangan sedih, kita akan ke kantor untuk melihat apa yang kamu inginkan di sana"


Dengan gerakan semangat Nisa menoleh ke arah Dion. "Kamu tidak berbohong kan mas???"


"Tidak sayang"


Nisa mendekat memeluk lengan Dion dengan manja, Seakan mereka hanya berdua saja. Sopir taxi nya ngontrak di taxi nya sendiri.


Nisa turu dari taxi dengan sangat senang, berbeda dengan Dion yang sudah lesu, berjalan dengan lemas dibelakang Nisa yang sudah berlari kecil memasuki gedung AA grup.


"Selamat Siang nona"


Nisa menoleh saat ada yang menyapa nya, Nisa mendekat ke arah Vika yang menyapa nya barusan.


"Kamu menyapa siapa??? Kan hanya ada aku dengan mas Dion disini???


"Hah!!!!!"


"Maksud nona apa???"


"Nona???"


"Kamu memanggil aku nona??? Panggil aku Nisa saja. Jangan Nona"


Avika menatap Dion yang ada dibelakang Nisa, Nisa yang sadar akan tatapan Vika pun bersuara.


"Kamu takut dengan Dion???"


"Jangan takut karena dia juga takut dengan ku" Secara gamblang Nisa bilang Dion takut kepada nya.


Dion tidak membantah apa yang Nisa katakan, karena itu benar nyata nya.Vika pun meringis mendengar apa yang Nisa katakan.


Meskipun begitu Vika tetap meminta persetujuan Dion untuk memanggil Nisa hanya dengan nama nya saja. Vika menatap Dion lagi dibelakang Nisa, Dion hanya menganggukkan kepala nya.


"Baik lah aku akan memanggil kamu dengan nama saja"


"Ada, barusan beliau kembali dari meeting"


"Terima kasih yah"


Nisa kembali melanjutkan langka nya Dion dengan pasrah mengikuti Nisa dari belakang. Dion melihat punggung sang istri yang sangat semangat membuat Dion semakin lesu saja.


"Apa perut ku sudah tidak menggoda lagi untuk kamu sayang???" Batin Dion


tok... Tok .... Tok ...


"Masuk"


"Hay Mas"


Fani merasa tidak asing dengan suara yang menyapa nya barusan, Fani mendongak siapa yang datang.


"Kamu sudah pulang Nis???"


"Iya barusan aku pulang"


"Bukanya beberapa hari lagi harus nya kamu pulang???"


"Yah, tapi mas Dion mengajak pulang sekarang"


"Lalu kenapa kamu disini, dimana Dion???"


Nisa menoleh kebelakang yang tidak menemukan suaminya ada dibelakangnya. "Lho kemana mas Dion???"


"Aku di sini sayang" Dengan lesu Dion masuk ke ruangannya sendiri.


"Kamu kenapa Dion???"


"cepat buka baju kamu, aku mau pulang secepatnya"

__ADS_1


"Hah?????"


"Buka baju kamu Fani"


"Yah kenapa aku buka baju, ini baju aku yah enggak pinjem kamu"


"Nisa lagi pengen lihat perut kamu"


Nisa menatap Fani dengan puppy eyes nya, saat Fani menatap Nisa dengan bingung. "Kenapa kamu mau lihat perut aku???"


"Ini permintaan keponakan kamu mas"


"Kamu hamil???"


Nisa hanya menganggukkan kepala nya. Fani menatap Dion tidak percaya, mereka pulang karena Nisa hamil atau hanya ingin melihat perut Fani.


"Sudah lah cepat aku ingin segera pulang"


"Buka mas lama sekali mas Fani"


Dion mendekat ke arah Fani, Fani yang melihat itu mundur secara perlahan mengikuti langka Dion yang terus mendekat.


"Stop Ion, aku buka sendiri"


"Bagus cepat"


Fani dengan gerakan yang sanga lambat membuka kancing bajunya hingga bawa. Nisa melihat itu semua dengan sangat kesal sehingga Nisa mendekat.


Krakkk


Dion dan Fani melongo dengan gerakan cepat Nisa menyobek baju Fani. Nisa sudah melihat perut kotak kota Fani dengan mata berbinar.


"Sayang ayo pulang, aku sudah melihat perut mas Fani, ternyata sama dengan kamu mas"


Fani ternganga mendengar apa yang Nisa bilang, jelas sama orang tinggi Dion sama dengan Fani lagi pula selama Ini Dion dan Fani olahraga bersama diwaktu luang.


Meninggalkan Fani dan pasangan pengantin baru. Serly sedang ada di cafe memulai rencana bagai mana mereka menemukan Dion dan Nisa


"Kita cari detektif atau gimana, disini luas dan belum tentu Dion ada di sini"


"Kamu benar Hen, gimana ini percuma kita jauh jauh kesini tidak menemukan mereka Ser"


"Kita cari sambil liburan disini"


"Baik lah barang kali nanti aku ketemu jodoh disini"


Dion dengan Nisa sudah memasuki Mansion. Dion mencari keberadaan orang tua nya. "Mom,Dad Nisa pulang!!!" Nisa berteriak


Dion menatap istri nya yang sangat berubah sejak hamil, yang sebelum hamil lemah lembut kalem, saat hamil bar bar banget.


"Sayang, kenapa pulang???"


"Mom, aku mau peluk mommy dong dulu baru cerita" Dyah dengan senang hati memeluk menantu nya dengan sayang.


"Ayo cerita kenapa pulang"


"Nisa ada hadia buat Mommy mangkanya pulang awal"


"Apa, mana???" Dyah tidak sabar


Nisa memegang perut nya yang rata. "Disini hadia nya mom dua" Nisa mengucap kan dengan semangat.


Dyah yang paham dengan menantu nya memeluk Nisa dengan mata berkaca kaca karena keinginan nya memiliki cucu terwujud.


"Terima kasih sayang" Dyah mencium seluruh wajah Nisa


"Kenapa kalian pelukan??"


"Dad, kita akan menjadi oma dan opa" Dyah dengan senang nya.


"Jadi kalian pulang buat ngasi kejutan ini buat kami??"


"Selamat nak, kamu akan jadi orang tua" Erick menepuk pundak Dion tiga kali

__ADS_1


"Ayo mommy antar ke kamar, kamu harus banyak istirahat, jaga kesehatan sayang"


Dion mengikuti langkah dyah dan Nisa dibelakang mereka. Erick tersenyum melihat Istri yang sangat bahagia.


__ADS_2